Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Memasuki tahun keempat pernikahannya dengan Rocky Riyandi, Luna Gozali akhirnya mengandung. Namun, kebahagiaan itu hancur saat pihak rumah sakit menolak dokumen kehamilannya karena akta nikah yang ia miliki terbukti palsu. Penyelidikan Luna di kantor catatan sipil justru mengungkap rahasia kelam: Rocky secara hukum terdaftar sebagai suami dari Paula Gozali, kakak tirinya sendiri. Paula, yang dulu melarikan diri ke luar negeri saat hari pernikahan mereka, kini justru berstatus sebagai istri sah dari pria yang Luna cintai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Luna melangkah masuk ke lift dengan pikiran kosong.

Begitu sadar kembali, lift sudah berhenti di lantai bawah tanah.

Seorang anak magang menyapanya dengan penuh semangat, “Kamu datang untuk melihat pameran lukisan Paula, ya? Silakan ikut denganku.”

Barulah Luna tersadar, dia lupa menekan tombol lantai.

Entah kenapa, kakinya malah berjalan masuk ke ruang pameran.

Anak magang itu berjalan di belakangnya, sambil bersemangat menjelaskan, “Pameran kali ini didanai oleh Pak Rocky. Setelah ini juga akan ada tur pameran keliling seluruh negeri.”

Akhirnya, tatapan Luna tertuju pada sebuah lukisan cat minyak.

Itu adalah punggung seorang pria tanpa busana, dengan otot yang tegas dan bekas luka khas di bagian pinggang belakang.

Luna pernah berkali-kali meraba bekas luka itu dalam kegelapan, tentu saja dia tahu betul siapa pria dalam lukisan itu.

Paula melukis banyak sekali potret Rocky, dengan tanggal yang tercatat di pojok kanan bawah, jelas dan menyakitkan mata.

20 Juni, Rocky berdiri di dapur sibuk memasak, punggungnya diselimuti cahaya hangat.

Itu adalah hari ketiga dirinya dikurung, saat dirinya menolak makan sampai maagnya kambuh dan pingsan, sementara Rocky malah memasakkan bubur untuk Paula.

1 Juli, sepasang tangan dengan ruas jari yang jelas sedang merapikan gaun tidur sutra yang ada bordiran bunga, cincin nikah di jari manisnya berkilau dingin.

Itu adalah hari ketiga belas Luna dikurung. Dia memprotes dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan silet, darah membasahi setengah ranjang, sementara Rocky justru dengan teliti merapikan pakaian Paula.

15 Juli, Rocky berjalan di jalanan yang rindang sambil memegang payung. Di tepi bingkai lukisan, samar-samar terlihat dia menggandeng seseorang erat-erat.

Itu adalah hari kedua puluh delapan Luna dikurung. Dia dipaksa mundur dengan rantai yang mengikat tubuhnya di ranjang. Demam tinggi membuatnya menggigil, tubuh kecilnya meringkuk di seprai yang basah oleh keringat dingin. Sedangkan Rocky sedang menggandeng tangan Paula, jalan santai menikmati sinar pagi hari.

Setiap lukisan di hadapannya bagaikan jarum yang menusuk dalam ke hatinya.

Ternyata selama sebulan penuh yang kelam itu, Rocky sama sekali bukan sedang berjuang, melainkan selalu berada di sisi Paula!

Dia memecahkan cangkir di depan ayahnya, berpura-pura menunjukkan cinta, membatalkan kerja sama dengan Keluarga Gozali, semuanya hanya kedok semata.

Luna mengepalkan tangan sekuat tenaga, kukunya menancap ke telapak tangannya, tapi dia sama sekali tak merasakan sakit.

Luna tak sanggup melihatnya lagi, lalu berbalik meninggalkan ruang pameran.

….

Luna sudah menjadwalkan operasi aborsi seminggu kemudian.

Setelah itu, dia pergi ke rumah tua, berniat membawa barang peninggalan ibunya.

Namun, baru saja dia pulang, ayahnya langsung melemparkan selembar tiket pesawat padanya.

“Aku sudah berdiskusi dengan tantemu, kami mau membiarkan Paula tinggal bersama Rocky sebelum dia pergi.”

“Ini tiket pesawat sepuluh hari lagi, kamu bisa jalan-jalan sebentar, anggap saja untuk melepas penat.”

Luna menggenggam tiket itu erat, bibirnya terkatup rapat.

Luna tahu, ayahnya ingin dirinya memberikan ruang untuk Rocky dan Paula.

Bagaimanapun, hanya dengan dirinya pergi, mereka baru bisa berduaan dengan tenang.

“Luna, jangan salah paham. Kami hanya ingin Paula bisa melewati hari-hari terakhirnya dengan baik….” ujar ibu tiri sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Alasan klise yang sudah diulang berkali-kali hingga membuat telinganya muak mendengarnya.

Luna hanya memotong dengan datar, “Iya, aku tahu. Aku bakal pergi.”

Rocky, dia tak mau lagi.

Keluarga ini, dia juga tak butuh lagi.

Ayahnya agak terkejut, tak menyangka Luna akan langsung menyetujuinya, mengira sifat keras kepalanya akhirnya terkikis habis.

Suaranya pun sedikit melunak, “Kami mengadakan sebuah acara perpisahan untuk Paula, ingat datang tiga hari lagi.”

“Iya.”

Luna pulang ke rumah, mengangkat sebuah kardus, lalu mulai membereskan semua barang yang berhubungan dengan Rocky.

Ada gelas pasangan yang diberikan Rocky saat ulang tahun.

Ada juga potongan tiket dari film pertama yang mereka tonton bersama.

Dan foto dari photobooth yang dulu dia paksa Rocky untuk foto berdua.

Saat barang-barang itu hampir selesai dibereskan, terdengar suara dari arah pintu masuk.

Rocky pulang.

Melihat kardus yang penuh dengan barang-barang, jantung Rocky menegang dan segera melangkah cepat ke arahnya.

“Luna, kamu sedang apa?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta
8.0
Bagi Mary Aram, paras cantik dari muara Mua bukanlah berkah, melainkan penjara yang membelenggu hidupnya. Ia terjebak dalam pusaran keserakahan dan kelicikan orang-orang di sekitarnya yang menjadikannya sekadar boneka tanpa kehendak. Namun, di tengah penderitaan tersebut, Mary menyadari bahwa cinta sejati bukanlah kebohongan belaka. Kekuatan itulah yang memacunya untuk bangkit dan berjuang demi mempertahankan martabat serta hak atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU
9.2
Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?
Sampul Novel Papa Baru Untuk Anakku
8.5
Demi membahagiakan sang putra yang mendambakan sosok ayah, Lily menyetujui pernikahan kontrak dengan Keenan. Sang pria pun membutuhkan istri demi mewarisi perusahaan besar keluarganya. Meski Keenan menegaskan tak akan menganggap Lily sebagai istri sungguhan, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran masa lalu yang tiba-tiba mengancam masa depan keduanya. Akankah mereka tetap bertahan atau justru memilih menyerah saat kenyataan mulai menghimpit?
Sampul Novel Pesona Perawat Papa
8.1
Santi, yatim piatu yang malang, kehilangan pekerjaannya sebagai kasir setelah dituduh mencuri. Terdesak kebutuhan ekonomi, ia terpaksa bekerja sebagai perawat pribadi 24 jam bagi seorang lansia lumpuh di sebuah rumah mewah. Di sana, ia bertemu Bimo, putra majikannya yang dikenal sebagai Casanova dengan kehidupan malam yang liar. Pertemuan tak sengaja saat Bimo mabuk mengubah segalanya. Bimo yang sulit dipuaskan akhirnya mulai terpikat dan menemukan pelabuhan hatinya pada sosok Santi.
Sampul Novel SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
8.1
Setelah dikhianati oleh Bastian yang berselingkuh dengan saudara tirinya, Mentari menolak melanjutkan pernikahan. Demi menjaga perjanjian keluarga, ia terpaksa menerima Samudra, paman Bastian, sebagai mempelai pengganti. Samudra dikenal sebagai pria kumal dan payah yang dikabarkan tidak menyukai wanita. Namun, keputusan Samudra untuk menikahi Mentari memicu tanda tanya besar. Apakah sosok yang diasingkan keluarganya ini benar-benar pria tidak berguna, atau justru menyimpan rahasia besar?