Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU

JEJAK CINTA DI SISIKU

9.2 / 10.0
Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?

JEJAK CINTA DI SISIKU Bab 1

Anindita terpaksa menemani Mega ke Lapas untuk membesuk Hosen. Mereka bertiga berteman dekat sejak kecil, jadi Anindita tak bisa menolak saat Mega merengek meminta Anindita pergi bersamanya membesuk Hosen yang sudah dua tahun ini berpacaran dengan Mega.

"Hubungan kalian terlalu rumit. Kau masih saja membela Hosen yang tak bisa berhenti jadi pemakai narkoba. Kalau saja kalian berdua bukan sahabatku sejak masih memakai popok mungkin aku memilih untuk membiarkanmu pergi sendiri." Anindita bersungut-sungut sembari membawa dua kantong belanjaan berisi berbagai pesanan Hosen yang harus dibawa oleh Mega dan Anindita.

"Siapa tahu dengan perhatian dari kita berdua, pacar dan sahabat kesayangannya ini nanti setelah bebas dari penjara maka si Hosen akan berhenti jadi pemakai narkoba." Mega menenangkan Anindita.

"Kau ini selalu membelanya. Kalau nanti dia justeru jadi pengedar bagaimana? Kau masih akan membelanya sampai ke langit biru?" Anindita mulai hampir meledak.

"Sudah.. tenangkan dirimu. Aku akan membawa barang-barangnya. Berat ya?" Mega mengambil alih kantong belanjaan berisi kebutuhan yang dipesan Hosen dari kedua tangan Anindita.

Kedua gadis itu memasuki Lapas yang dijaga ketat oleh sipir bertampang sangar. Anindita merasa risih harus melewati penjagaan yang sangat ketat, wajah kesalnya membuat Mega menahan tawa. Setelah melewati dua pintu penjagaan, di mana mereka digeledah dengan sopan dan barang bawaan mereka pun diperiksa dengan begitu teliti maka tibalah Anindita dan Mega di sebuah ruangan tempat mereka bisa bertemu dengan narapidana yang akan dibesuk.

Hosen terlihat sumringah saat berjalan mendekati Mega dan Anindita. Seorang lelaki ikut bersama Hosen di belakangnya mengenakan pakaian berwarna biru cerah dengan tulisan di punggungnya 'warga binaan'. Hosen memperkenalkan lelaki itu kepada Mega dan Anindita.

"Ini Zack, teman satu kamarku. Dia berasal dari Bogor, jadi jarang dibesuk keluarganya makanya aku bawa kemari biar ikut ngerasain dibesuk." Hosen nyengir sambil memeriksa barang bawaan Mega.

"Aku bawakan handuk dan sikat gigi baru. Kalau beli di sini kan lebih mahal. Juga ada rendang buatan ibuku. bisa dibagi-bagi untuk teman sekamarmu." Mega dan Hosen memeriksa barang bawaan bersama-sama.

"Namaku Anindita. Teman Hosen dan Mega." Anindita berinisiatif memperkenalkan dirinya pada Zack.

"Iya aku tahu. Hosen selalu menceritakan tentang kalian berdua." Zack tersenyum kepada Anindita, ada lesung pipi di kedua belah pipinya yang membuatnya terlihat sangat manis.

"Dia titip salam beberapa kali buat kamu Nin, katanya terakhir kamu ke sini dua Minggu lalu dia lihat kamu dari jauh. Aku sih gak yakin kalau dia beneran naksir kamu makanya gak aku sampaikan salamnya. Mana ada sih cowok naksir cewek jutek bin judes kayak Anindita." Hosen menggoda Anindita yang tersipu malu di hadapan Zack yang baru ia kenal.

"Jadi kamu sendirian di sini Zack? Kasus narkoba juga ya? Kok bisa ketangkap di sini?" Mega bertanya pada Zack penuh penasaran.

"Panjang ceritanya. Yah namanya juga pertemuan hidup. Kalau kata orang penjara mah, yang masuk penjara pasti udah ada janjinya jauh sebelum kita lahir. Jadi menghindar seperti apa pun ya pasti masuk juga." Zack berusaha mengelak untuk menceritakan kisahnya.

Hosen mencoba mencairkan suasana dengan banyolannya yang selalu dibalas Anindita dengan nasihat dan ceramah panjang lebar. Anindita begitu perduli pada Hosen dan Mega. Ia sangat ingin agar Hosen menyadari kesalahannya dan berhenti menggunakan narkoba.

"Nanti setelah bebas mending kalian nikah aja deh. Kamu, Hosen cari kerja yang bisa kamu kerjakan supaya bisa menghidupi Mega nantinya." Omelan Anindita mulai membuat Hosen gerah.

"Iya ustadzah. Aku di sini belajar di bimker.. belajar membuat meubel. Alhamdulillah bisa belajar dengan cepat."

"Kamu kan ada bakat terpendam dalam bidang seni lukis dan pahat. Cocok itu belajar membuat lemari dan tempat tidur. Nanti bisa jadi mas kawin kita." Mega yang dimabuk cinta kalau bicara soal menikah begitu antusias dan penuh semangat.

"Kamu kalau bicara soal kawin aja semangat. Pikirkan nanti setelah menikah kalian mau hidup seperti apa, tinggal di mana, kerja atau usaha apa. Yang penting harus berhenti pake narkoba. Denger ya Hosen." Anindita tak kalah bersemangat memberi nasihat untuk Hosen.

"Iya. Aku ngerti. Udah kamu ngobrol sama Zack aja deh. Aku mau ngobrol sama Mega berdua." Hosen mengajak Mega untuk mengobrol di salah satu meja yang kosong meninggalkan Zack dan Anindita berdua.

Zack memandang Anindita dengan tatapan mata teduh. Ia mengamati Anindita yang terdiam menunduk.

"Aku boleh meminta nomor ponselmu? Kalau aku punya kesempatan aku akan meneleponmu." Zack memulai pembicaraan dengan Anindita.

"Aku tak punya kertas untuk menuliskannya." Anindita berkata dengan sedikit ketus.

"Kau bisa menyebutkannya, aku akan menyimpannya." Zack mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celananya dengan hati-hati dan sembunyi-sembunyi. Beberapa sipir yang mengawasi orang-orang di ruang besukan tampak sedang mengobrol seru tentang pertandingan sepak bola liga Eropa.

Anindita tak punya alasan lain untuk menghindari Zack. Ia menyebutkan nomor ponselnya dan Zack bersegera menyimpan di ponselnya.

Mereka tak banyak bicara setelahnya, Anindita hanya terdiam sambil sesekali melirik ke arah Mega dan Hosen yang asyik bercengkerama.

Setelah waktu besukan habis, Anindita dan Mega pamit untuk pulang. Hosen kelihatan begitu berat hati membiarkan Mega dan Anindita melangkah keluar dari ruang besukan. Anindita menemukan Zack mengedipkan sebelah matanya saat pandangan mata keduanya bertemu. Anindita tersipu dan menggandeng lengan Mega terburu-buru menuju ke pintu besar yang terbuat dari besi berat. Anindita seperti kehabisan napas ketika mereka melangkah keluar menghirup udara di luar lapas.

"Aku melihatnya." Mega memasang tampang imutnya.

"Kau ini.. melihat apa sih? Berhenti menggodaku." Anindita menuju parkiran dengan tergesa-gesa.

"Dia mengedipkan matanya padamu. Zack menyukaimu kan? Hosen beberapa kali menceritakan padaku kalau Zack menanyakan banyak hal tentang dirimu. Aku merasa skeptis saat Hosen menyuruhku menyampaikan salam darinya kepadamu. Bukankah kau tidak menyukai pecandu narkoba. Zack itu ditangkap saat mencoba menyelundupkan narkoba di bandara."

Anindita menyembunyikan wajahnya yang memerah dari Mega sembari mencoba menstarter motor dan mengeluarkannya dari parkiran. Ia berpura-pura tak mendengar Mega bicara.

"Kau sudah lihat wajah tampannya kan? Kau pasti tertarik padanya, senyumannya manis banget."

"Naik cepat! Atau mau kutinggal di sini?" Anindita menggertak Mega yang tergopoh-gopoh naik ke atas boncengan motor.

Anindita tak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan, dia baru hari ini bertemu Zack meskipun menurut pengakuan Zack sejak awal Anindita datang mengunjungi Hosen lelaki itu sudah memperhatikan dirinya dari kejauhan. Entah mengapa Anindita takut membayangkan jika harus bersama lelaki dengan catatan hitam seperti Zack. Lagipula lelaki itu bukan asli berasal dari kota ini. Anindita takut untuk berharap lebih jauh jika terjadi suatu hubungan spesial di antara keduanya, membayangkannya saja membuat napas Anindita terasa sesak.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi JEJAK CINTA DI SISIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel Terima Kasih Telah Merebut Suamiku
8.3
Dunia seorang istri seketika hancur berantakan saat menyadari bahwa pria yang sangat ia cintai telah berpaling ke pelukan wanita lain. Pengkhianatan menyakitkan ini memaksanya menghadapi kenyataan pahit tentang pernikahan yang selama ini ia pertahankan. Di tengah badai emosi, ia harus menentukan langkah selanjutnya setelah suaminya direbut. Sebuah kisah emosional tentang luka hati, kehilangan, dan cara menghadapi pengkhianatan pasangan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan