Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

9.8 / 10.0
Dalam web novel Istri Manis Tuan Jicko, Jicko menolak menikah dan memilih kesepakatan rahasia dengan Ameera untuk mendapatkan pewaris. Namun, rencana di genre billionaire romance ini menjadi rumit saat konsekuensi pilihan mereka menguji segalanya. Baca online novel ini sekarang.
Ringkasan Istri Manis Tuan Jicko
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.
Baca Selengkapnya

Istri Manis Tuan Jicko Bab 1

Anda berdiri gugup di depan meja kerja sang bos besar, wajahnya sesekali memerhatikan wajah tegang di depannya itu. Pagi ini Anda hendak melaporkan satu hal penting dari Nyonya yang harus segera disampaikan kepada Jicko—bosnya yang merupakan kepala perusahaan Linux Inc.

“Pak, pesan dari Nyonya!” Anda menyodorkan telepon genggamnya ke atas meja.

Jicko menatap melotot, tak senang dengan berita yang datang pagi itu. Masalahnya, pesan yang disampaikan oleh Anda si orang penting dalam pekerjaannya itu sama seperti pesan-pesan yang kemarin. Tak ada bedanya.

“Apalagi kali ini?” tanya Jicko. Nada bicaranya sedikit agak ketus. Seperti biasa, Anda takkan kesal kalau dijawab dengan nada bicara seperti itu. Sebab Jicko memang terbiasa bicara agak dingin dan sedikit kasar.

“Nyonya minta Bapak datang ke acara makan malam di hotel four season bersama Bu Ameera.”

“Cuma itu?” Jicko bertanya lagi. Sang lawan bicara mengangguk.

“Semuanya sudah disiapkan oleh Nyonya. Bapak cuma tinggal datang saja.” Anda menambahkan ucapannya. Sekali Anda menelan ludah tak sedap. Jauh sebelum membicarakan masalah ini, degup jantung sang sekretaris sudah bergetar tergugu resah sejak tadi.

Jicko mengalihkan pandangannya, meninggalkan sejenak pekerjaan menumpuk di atas meja. Mata pria itu menatap Anda, punggungnya bersandar di sandaran kursi kerja. Satu tangannya merenggangkan dasi hitam yang melilit di leher. Pagi itu pukul sepuluh. Cuaca amat cerah. Awan tersingkap. Langit biru berpendar elok di cakrawala kota.

“Katakan pada Mama aku tak akan datang ke sana. Perusahaan sedang sibuk. Jadi tidak ada waktu untuk meladeni pertemuan makan malam yang tidak penting!” Jicko menegaskan. Sekali lagi dia memberitahu Anda untuk melaporkan alasannya itu. Alasan yang serupa yang pernah dikatakannya ketika menolak makan siang bersama anak gadis teman arisan ibunya.

Siapa itu namanya. Jicko lupa. Pekan lalu kalau tidak salah rencana itu dibuat Maria, ibunya. Beliau menyiapkan rencana makan siang bersama gadis anak dari teman arisannya. Dia cantik, kata Anda. Sekretaris nomor duanya ini pernah melihat sekali. Dia tampil di teve. Jadi kontestan Miss Indonesia. Dia lulusan cumlaude di universitas terbaik di Australia.

Peduli amat dengan semua itu. Jicko tidak mau berurusan dengan masalah percintaan. Baginya hal itu hanya membuat kepala pusing saja. Dia juga tidak punya waktu untuk bagian tersebut. Tak ada yang menarik.

“Baik, Pak. Akan segera aku laporkan kepada Nyonya.” Anda mengangguk, sedikit badannya membungkuk, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan kerja sang bos besar. Anak eksekutif, petinggi perusahaan.

Pintu ruangan besar Jicko tertutup kembali, kini hanya menyisakan dia sendiri. Seperti biasa, Jicko suka pada keheningan tanpa adanya gangguan dari orang lain. Menyoal apa yang disampaikan oleh Anda barusan, ini bukanlah yang pertama baginya. Tetapi sudah kesekian kalinya.

Maria selalu memaksa Jicko untuk segera memiliki pacar atau calon istri, paling tidaknya begitu. Karena usia Jicko yang sekarang suda dua puluh sembilan tahun, sudah sepatutnya memiliki istri, membangun rumah tangga dan tentu saja memberikan Maria seorang cucu. Namun apa yang Jicko lakukan selama hidup menjadi orang dewasa saat ini? Tidak ada!

Maria, ibunya itu bisa membuat pernyataan rinci, sumbangsih apa yang telah Jicko berikan kepada sang ibu selama ini. Selama Jicko sudah bisa berpikir rasional dan secara luas. Belum ada! Yang bisa Jicko lakukan adalah memberikan kebahagiaan sementara saja. Seperti menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua dengan berani ambil tanggung jawab mengelola bisnis keluarga.

Atau mentok-mentok, Jicko hanya bisa memberikan kebahagiaan berbentuk perhatian kecil. Patuh dan berbakti kepada orang tua. Itu saja. Tak ada yang lain. Untuk memenuhi keinginan Maria supaya anak itu segera menikah, mohon maaf saja, Jicko tidak akan mempertimbangkannya sama sekali. Menikah baginya hanyalah sebuah jebakan semata. Tidak ada spesialnya sama sekali.

Telepon genggam yang Jicko letakan di atas meja berdering. Jicko meraihnya. Sesaat sebelum menjawab panggilan telepon itu dia sempat terdiam. Ibunya menelpon lagi. Rupanya perintah untuk melaporkan keputusan untuk tidak datang dalam acara yang dibuatnya telah disampaikan oleh Anda.

Baiklah, baiklah. Jicko tak bisa mengelak lagi kali ini. Percuma membuat seribu alasan, karena ujung dari acara menghindari desakan sang ibu malah menjadi debat semata. Jicko paham betul akhir dari drama Maria selama ini.

“Halo, Ma. Ada apa?”

“Alasan apalagi yang kamu buat kali ini, Jicko! Kenapa kamu selalu begitu!” Suara Maria meninggi.

Jicko tersenyum getir. Dia merasakan apa yang hendak diluapkan oleh ibunya. Perasaan kecewa.

“Ma, Maaf!”

“Maaf tidak akan bisa mengobati luka hati seorang ibu, Jicko!” Percakapan terjeda sejenak, “Mama nggak minta muluk-muluk sama kamu. Mama cuma minta kamu cepat menikah, itu saja. Usia kamu sudah 29. Kamu sudah lebih dari dewasa. Di saat teman-teman Mama yang anak-anaknya sudah memberikan mereka cucu, Mama sendiri cuma bisa gigit jari. Nyuruh kamu cepat menikah rasanya susah betul. Demi Tuhan, kamu itu maunya apa, Jicko? Semua perempuan yang Mama kenalin ke kamu, semuanya ditolak.”

“Mama kasih A, kamu tolak. Mama kasih B, kamu tolak juga. Kamu sebenarnya masih normal, kan? Kamu masih bisa kan jadi harapan Mama buat kasih Mama seorang cucu. Kamu bisa melakukan semuanya itu kan, Jicko? Atau kamu sebenarnya mau melihat Mama mati tanpa melihat kamu menikah dan punya anak dulu. Begitu kan yang kamu mau?”

“Ma!” Jicko memotong percakapan panjang ibunya, “Tolong jangan bicara begitu!”

“Terus Mama harus bicara bagaimana? Apa Mama harus bilang, ‘OH ANAKKU, KAMU TAK PERLU TERBURU-BURU MENIKAH. MAMA NGGAK BUTUH CUCU. MAMA CUMA MAU LIHAT KAMU SEHAT SAJA ITU SUDAH CUKUP BUAT MAMA.’ Apa itu yang kamu inginkan keluar dari mulut Mama?”

“Memangnya penting sekali kah cucu bagi Mama?” Jicko merespon, tetapi ucapannya mengalihkan topik pembicaraan.

“Usia Mama sudah 54 tahun, Jicko. Usia seperti ini, Mama sudah lebih dari tua. Umur Mama sudah setengah Abad. Bagi Mama punya cucu itu bukan cuma penting, tapi juga bermakna. Mama cuma mau itu. Mama cuma mau lihat kamu menikah. Membangun rumah tangga. Terus masa tua Mama ada bahagianya dengan melihat kamu menggendong anak kamu, Jicko. Tidak banyak permintaan Mama.”

“Kalau alasan Mama seperti itu, Mama tinggal bilang mau cucu berapa. Aku akan memberikannya untuk Mama!” Nada bicara Jicko mulai santai. Dia tidak akan marah-marah atau meninggikan suaranya kali ini. Dia ingin tahu, sejauh mana ibunya ini punya kemauan.

“Kamu beneran mau mengabulkan permintaan Mama?”

“Selagi aku mampu!” Jicko mengangguk takzim.

“Mama mau dua cucu.” Suara Maria di balik layar gawai terdengar agak riang. Nampaknya Jicko berhasil membuat perempuan itu menurunkan tensi amarahnya yang menggebu-gebu nan membara.

“Cuma segitu?” tanya Jicko. Maria cepat-cepat menyahut.

“Kalau bisa, semampu kamu saja, Nak.”

“Aku akan kabulkan permintaan Mama yang satu ini. Tapi tidak dengan menikah!”

“Apa?!”

TUT!

Jicko menutup panggilan telepon secara sepihak. Maka saat itu, percakapan keduanya berakhir dengan Jicko yang memutuskan bahwa dia akan mengabulkan permohonan Maria untuk memiliki cucu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Manis Tuan Jicko

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel I LOVE U HOT PAPA
8.1
Edelweiss Hana kini terjebak dalam pusaran pesona mendebarkan milik Reigan Finley Alfarez, pria yang merupakan ayah angkatnya sendiri. Meski telah berupaya keras mengendalikan gejolak di hati, api asmara yang membara justru kian sulit dipadamkan. Akhirnya, Hana tak lagi sanggup memendam hasrat terlarang yang selama ini menyiksa batinnya. Akankah Reigan ikut terhanyut dalam api gairah yang sama, atau justru menolak perasaan Hana yang begitu membara?
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu obsesi gelap bagi Caleb. Saat Eddith gagal mengingat masa lalu mereka, kebahagiaan Caleb berubah menjadi kekejaman yang tak terduga. Pria tanpa belas kasihan itu kini menguasai hidup Eddith sepenuhnya. Meski Eddith berusaha melawan dan menolak, hasrat Caleb justru semakin membara. Di bawah ancaman rasa sakit yang lebih hebat, Eddith terjebak dalam cengkeraman takdir pria yang kini ia sebut sebagai seorang bajingan.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Pasca tewas tertabrak truk akibat dikhianati tunangannya, Raisa Anastasya terbangun di raga baru dengan nama yang sama. Mengandalkan kecantikan fisiknya, ia bersiap menuntut balas. Namun, rencana itu goyah saat Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya karena salah mengira identitasnya. Terjebak dalam gairah malam yang adiktif bersama sang bos, Raisa kini bimbang antara obsesi balas dendam atau mengikuti tarikan takdir yang membingungkan.
Sampul Novel Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
8.3
Hidup Alya Nirmala berubah drastis setelah salah paham berujung pada pernikahan paksa dengan Rafly Pranata, miliarder paruh baya sahabat kakeknya. Meski mencintai pria lain, ia terpaksa tunduk pada takdir. Empat bulan berselang, Rafly wafat dan mewariskan harta melimpah bagi Alya. Di tengah status janda kaya yang jadi incaran, sebuah insiden menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan pengusaha muda misterius berusia 32 tahun yang penuh pesona.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan