Sampul Novel Nathan & Aubree

Nathan & Aubree

9.3 / 10.0
Dalam novel Nathan & Aubree, Aubree berjuang memenangkan hati Nathan yang terjebak masa lalu. Meski terus ditolak, ia bertekad menjadi cinta terakhir pria itu. Simak kisah romance modern ini dalam web novel yang menyajikan drama hubungan rumit dan perjuangan cinta yang mendalam.
Ringkasan Nathan & Aubree
Bagi Aubree, Nathan adalah segalanya sejak pandangan pertama. Namun, Nathan masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu dan duka patah hati yang mendalam. Meski cintanya terus bertepuk sebelah tangan dan sering menghadapi penolakan pahit, Aubree enggan menyerah begitu saja. Ia memilih terus berjuang demi meluluhkan hati pria tersebut. Akankah kegigihan Aubree mampu meruntuhkan benteng pertahanan Nathan atau justru ia akan terus terabaikan dalam hubungan yang rumit ini?
Baca Selengkapnya

Nathan & Aubree Bab 1

“Kau akan menikah denganku, Nathan.”

Suara Aubree berkata dengan cukup tegas dan penuh penekanan pada pria yang bernama Nathan yang ada di hadapannya ini. Sepasang iris mata hijau gadis itu menatap manik mata cokelat Nathan. Ini hal yang mungkin konyol bagi banyak orang tapi tidak bagi Aubree. Di pesta jamuan makan malam yang diadakan keluarganya ini, Aubree kembali dipertemukan oleh Nathan.

Enam tahun lalu Aubree pernah bertemu dengan Nathan. Pria itu berhasil membuat Aubree jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dan dulu Aubree pernah mengatakan kalau takdir kembali mempertemukan mereka, maka Nathan memang ditakdirkan untuknya. Akan tetapi, sayangnya ketika Aubree mengutarakan apa yang ada dipikiran dan hatinya pada Nathan—pria itu malah tak mengindahkan ucapannya.

Nathan mengembuskan napas kasar menatap sosok gadis yang berdiri di hadapannya. Dia jengah mendengar ucapan gadis gila ini. Bahkan Nathan sampai harus menyingkir dari pesta agar sedikit menjauh dari kerumunan banyak orang tetapi gadis gila di depannya ini benar-benar selalu mengikuti langkahnya. Setiap kali dirinya pindah maka gadis di depannya ini akan terus mengikuti. Andai saja acara ini bukanlah acara dari rekan bisnis keluarganya, maka Nathan sudah pasti menyeret gadis di depannya ini.

“Nona Aubree … hentikan omong kosongmu. Lebih baik kau menemui keluargamu yang sedang menyambut para tamu undangan. Mereka pasti mencarimu,” ucap Nathan dingin, dan tegas.

Aubree tersenyum anggun. Dia melangkah mendekat pada Nathan seraya berkata sensual, “Aku tidak berbicara omong kosong. Kau memang akan menikah denganku, Nathan. Ah … satu lagi aku juga menyambut tamuku. Kau calon suamiku termasuk tamu undanganku. Keluargaku mengundang keluargamu di acara ini. Jadi sama saja aku menyambut tamu undanganku kan?”

Nathan kehilangan kata-kata berbicara dengan gadis di depannya ini. Perkataan gadis ini benar-benar konyol. “Fine, kalau kau tidak mau pergi maka aku yang akan pergi.”

Nathan hendak menjauh namun dengan cepat Aubree mencegat Nathan. Bahkan setiap Nathan ingin bergerak ke kiri maka Aubree akan ikut ke kiri. Begitu pun jika Nathan bergerak ke kanan maka Aubree akan bergerak ke kanan.

“Kenapa sulit bagimu percaya kalau aku adalah calon istrimu, Nathan?” Aubree semakin melangkah mendekat pada Nathan. Namun, setiap kali Aubree mendekat maka Nathan akan menghindar.

“Aku tidak mungkin memercayai hal-hal omong kosong. Sekarang menyingkirlah,” desis Nathan penuh peringatan. Sesaat Nathan berusaha mengendalikan emosi dalam dirinya. Ya, pertemuan pertama mereka enam tahun di mana Nathan tidak sengaja menabrak Aubree kala berada di rumah sakit. Lalu kedua kalinya Nathan kembali bertemu dengan Aubree di gereja kala Nathan menghadiri undangan pernikahan kerabatnya. Di sana Aubree mengatakan kata-kata konyol yaitu kalau mereka kembali dipertemukan artinya memang mereka ditakdirkan bersama. Dan di sinilah Nathan terjebak. Nathan bertemu lagi dengan gadis gila yang tak henti berbicara omong kosong.

“Oke, kalau kau masih belum juga percaya. Bagaimana kalau kita bertaruh,” ucap Aubree dengan nada sengaja menantang. Tampak gadis itu melukiskan senyuman penuh arti.

Nathan mengerutkan keningnya, menatap dingin gadis aneh di depannya ini. “Bertaruh apa maksudmu?” tanyanya dengan nada yang tak ramah.

Aubree tersenyum. “Bertaruh kalau kau pasti akan menikah denganku.”

Nathan menggeleng-gelengkan kepalanya. Senyuman mengejek terlukis di wajahnya. “Otakmu itu sudah sakit. Aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali. Hari ini aku datang ke pesta undangan makan malam keluargamu karena mewakili keluargaku. Jadi berhenti mengucapkan hal-hal yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal?”

Aubree mengangkat bahunya tak acuh. Lalu dia mengibaskan rambut panjangnya. Gaun yang dipakai Aubree sangatlah seksi. Gaun berwarna merah dengan belahan dada yang terekspos. Tubuh gadis itu tinggi semampai. Rambut pirang tergerai indah. Setiap kaum Adam selalu menatap Aubree dengan tatapan memuja. Namun, lain halnya dengan Nathan. Hanya Nathan satu-satunya pria di pesta ini yang tak memedulikan keberadan Aubree.

“Kalau begitu kita buktikan saja, ucapanku yang benar atau dirimu,” jawab Aubree dengan nada santai tapi tersirat anggun.

Nathan berdecak pelan. Demi Tuhan, Nathan ingin sekali menyeret paksa gadis ini untuk keluar. Tetapi, dia tak mungkin melakukan hal itu karena nantinya dirinya akan menjadi sorotan banyak orang.

“Terserah apa yang kau katakan. Kalau kau memang ingin menikah silahkan cari orang lain. Di sini banyak pria yang bisa kau dekati. Aku harap kau tidak lagi mengejarku seperti ini. Aku tidak tahu siapa kau dan kau juga pasti tidak tahu siapa aku. Aku menyarankan agar kau pergi ke rumah sakit sekarang. Kau butuh psikiater untuk mengatasi gangguan kejiwaanmu. Sekarang aku harus pergi. Aku tidak memiliki waktu untuk menghadapimu.” Nathan berkata begitu tegas. Pria itu segera menyingkirkan tubuh Aubree yang menghalangi langkahnya. Tetapi gerak Nathan terhenti kala Aubree tiba-tiba memeluknya dari belakang. Refleks, Nathan terkejut karena Aubree memeluknya. Terlebih banyak mata yang kini tertuju padanya dan Aubree. Nathan langsung berbalik, dengan tanpa belas kasihan Nathan menyeret tangan Aubree membawa gadis itu menjauh dari tempat itu. Tampak beberapa tamu undangan tidak henti yang tak lepas menatap Nathan dan Aubree.

Brakkk

“Akh—” Aubree sedikit meringis kala Nathan mendorong tubuhnya hingga terbentur ke dinding. Ya, Nathan membawanya ke sebuah ruangan kosong. Ruangan yang begitu gelap dan sempit tetapi Aubree masih bisa melihat dengan jelas wajah tampan dan rupawan Nathan. Wajah yang selalu berhasil menyihir Aubree.

“Kau ini benar-benar sudah gila! Kau sengaja mempermalukanku di depan banyak orang?” bentak Nathan keras.

Aubree mengusap-usap bahunya pelan. Dia sedikit mendongakan wajahnya menatap wajah Nathan. “Kenapa kau tidak percaya padaku, Nathan? Aku sudah mengatakan kalau kita akan menikah. Kau akan menjadi suamiku. Harusnya kau percaya bukan malah meninggalkanku begitu saja. Lagi pula siapa yang mempermalukanmu? Nanti semua tamu undangan yang datang juga akan datang ke pernikahan kita. Jadi anggap saja tadi aku menunjukan pada mereka kalau kita adalah pasangan yang mesra dan serasi.”

Nathan mengumpat dalam hati. Sorot matanya menatap Aubree memendung kekesalan. Rahangnya mengetat. Tangannya terkepal begitu kuat. Detik selanjutnya Nathan langsung melangkah mendekat pada Aubree, mengikis jarak di antara mereka. Refleks, Aubree melangkah mundur. Hingga tubuh Aubree kembali terbentur ke dinding.

Degup jantung Aubree berpacu semakin keras kala Nathan menghimpit tubuhnya. Aroma parfume mahal Nathan telah berhasil membuat darah Aubree berdesir. Sepasang iris mata cokelat Nathan bertemu dengan iris mata hijau Aubree seolah memberikan sebuah percikan di dalamnya. Aubree mengangkat wajahnya demi bisa melihat wajah Nathan begitu dekat. Jarak mereka berdua begitu dekat bahkan sangat dekat dan intim.

“Aku memberikan peringatan pertama dan terakhir padamu, pergilah sejauh mungkin dariku. Aku tidak mau kau menggangguku!” seru Nathan dengan begitu tegas.

Aubree tak mengindahkan ucapan Nathan. Dia malah begitu menikmati wajah tampan Nathan di hadapannya. Sorot mata tajam. Hidung mancung. Rahang tegas. Ya, tidak salah jika Aubree jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria di hadapannya ini. Wajah Nathan benar-benar merupakan bentuk dari pahatan yang sempurna.

“Kenapa sulit bagimu untuk menerima kenyataan di mana aku akan menjadi istrimu, Nathan?” Suara Aubree bertanya dengan nada yang terdengar menggoda di telinga Nathan.

Nathan menatap begitu tajam manik mata hijau Aubree. “Dengarkan aku baik-baik. Tidak ada orang waras di dunia ini yang mau mendengarkan omongan orang yang tidak waras,” desisnya penuh ketegasan.

Senyuman di wajah Aubree terlukis di wajah gadis cantik itu. Dia bahkan tak memedulikan ucapan Nathan yang mengatakan dirinya sudah tidak waras. Kini dengan berani, Aubree membawa tangannya menyentuh rahang Nathan seraya memberikan tatapan yang begitu menggoda pada manik mata cokelat Nathan yang begitu memabukan itu.

“Lihat aku, Nathan. Kau yakin tidak mau menikah denganku? Tidakkah kau tertarik dengan tubuhku?”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Nathan & Aubree

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel Karma Terbalut Cinta
9.5
Airin Zafira, pebisnis hotel yang berjaya, menyembunyikan rahasia masa lalu yang suram. Putrinya, Sandrina Ayu Dewi, tumbuh menjadi gadis pintar namun kurang kasih sayang karena dibesarkan sang nenek di luar negeri. Saat kembali ke tanah air, Sandrina bertemu seorang pria dewasa yang memicu bencana besar bagi kehidupan mereka. Kisah ini mengungkap bagaimana karma dan luka lama kembali menghantui hubungan ibu dan anak tersebut di tengah dunia modern.
Sampul Novel My Absurd Ning
9.4
Zora Alifia dikenal sebagai santriwati pembuat onar yang kerap memicu kekacauan di pesantren. Kelakuannya sering kali membuat Emir, sepupunya yang juga seorang Gus, merasa sangat kewalahan. Meski sering ditegur, Zora tetap membangkang hingga hubungan keduanya diwarnai ketegangan. Emir pun melontarkan ancaman pernikahan untuk menertibkan Zora. Ajaibnya, gertakan itu mulai mengubah sikap Zora menjadi lebih rajin dan taat menjalani kehidupan di pondok.
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, CEO Walmart di San Francisco, sangat terobsesi pada Elena, seorang pramusaji yatim piatu. Karena terus ditolak, Daniel nekat menculik dan merenggut kesucian gadis itu secara paksa. Ia bahkan mengancam keselamatan keluarga Elena agar sang gadis bersedia menikahinya. Elena akhirnya menyerah dengan satu syarat: pernikahan harus digelar di masjid dengan paman sebagai walinya. Akankah sang CEO memenuhi permintaan Elena demi ambisi memilikinya?
Sampul Novel PERNIKAHAN YANG MANIS DAN GILA
8.6
Louisa Alexander, CEO sekaligus arsitek ternama, terjebak dalam muslihat rekan bisnisnya. Saat berusaha kabur, ia justru bertemu Devian Salvatore, sepupu yang sangat ia benci. Meski sempat bersitegang, Louisa terpaksa meminta bantuan hingga situasi berakhir di ranjang hotel. Naas, Louis sang ayah memergoki mereka dan menuntut pernikahan segera. Devian kini dilanda ketakutan luar biasa, membayangkan reaksi mematikan dari kembarannya, Demian, atas skandal gila ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan