Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan

Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan

8.6 / 10.0
Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna sebagai pewaris agribisnis dengan suami idaman, Bima. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap: Bima memiliki keluarga tersembunyi bersama Rania yang selama ini dianggap tewas. Orang tua Kirana ternyata mendanai kebohongan ini dan berencana menyingkirkannya dengan obat penenang dosis tinggi. Menyadari cinta mereka hanyalah sangkar mematikan, Kirana berhenti menjadi korban. Ia kini siap membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih berbahaya.

Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan Bab 1

Selama lima tahun, aku adalah Kirana Adiwijaya, pewaris takhta kerajaan agribisnis yang telah lama hilang, yang akhirnya kembali ke pelukan orang tua yang memanjakanku dan seorang suami yang sempurna, Bima. Mereka adalah segalanya bagiku, keluarga yang kudambakan seumur hidupku.

Tapi semua itu bohong. Sebuah belokan yang salah membawaku ke sebuah vila tersembunyi di mana aku menemukan suamiku sedang bermain dengan seorang anak laki-laki dan Rania—putri angkat yang mereka bilang telah tewas dalam kecelakaan mobil.

Orang tuaku terlibat dalam semua ini, mendanai kehidupan rahasia mereka dan cucu "asli" mereka. Mereka tidak hanya menyembunyikan sebuah keluarga rahasia; mereka merencanakan untuk menyingkirkanku.

Sebuah rekaman suara di laptop Bima mengungkap rencana mereka: memberiku obat penenang dengan dalih mengatasi kecemasan dan menyatakan aku tidak stabil secara mental jika aku membuat masalah bagi perusahaan.

Cinta yang kukira adalah penyelamatku ternyata adalah sangkarku. Gadis naif yang percaya pada kasih sayang mereka telah mati hari itu, digantikan oleh kemarahan dingin yang penuh perhitungan.

Beberapa malam kemudian, saat makan malam keluarga, ibuku menyodorkan segelas anggur ke arahku.

"Kamu terlihat pucat sekali, Sayang," katanya. "Minumlah ini. Akan membantumu rileks."

Aku tahu itu adalah langkah pertama dari rencana mereka. Anggur itu telah dibius. Aku tersenyum, menatap mata mereka, dan menenggak seluruh isi gelas dalam satu tegukan panjang. Permainan mereka telah berakhir. Permainanku baru saja dimulai.

Bab 1

Kirana POV:

Duniaku hancur saat aku melihat potret keluarga yang bukan milikku.

Selama lima tahun, hidupku adalah surga yang dibangun dengan sangat hati-hati. Aku adalah Kirana Adiwijaya, putri yang telah lama hilang dari kerajaan agribisnis Adiwijaya, yang akhirnya kembali ke rumah. Aku punya orang tua yang sangat menyayangiku dan seorang suami yang sempurna, Bima, yang senyum lembutnya adalah matahari yang menjadi pusat duniaku.

Dia adalah segalanya bagiku. Orang tuaku adalah segalanya bagiku. Mereka adalah jangkar yang akhirnya menambatkan hidupku yang terombang-ambing setelah bertahun-tahun di panti asuhan. Aku memberi mereka kepercayaanku, bakatku, seluruh hatiku.

Lima tahun yang lalu, mereka memberitahuku bahwa Rania, putri angkat yang tumbuh menggantikanku, telah meninggal dalam kecelakaan mobil yang tragis. Pemakamannya berlangsung tertutup dan suram. Aku bahkan ikut berduka untuk gadis yang membenciku, gadis yang dengan jahat menyabotase proyek besar pertamaku, yang hampir membuat perusahaan yang dibangun leluhurku bangkrut.

"Kematiannya" terasa seperti penutup sebuah babak kelam, yang akhirnya memungkinkan cahaya masuk ke dalam hidupku.

Sekarang, aku tahu cahaya itu adalah kebohongan.

Semua berawal dari salah belok saat aku dalam perjalanan pulang dari kunjungan lokasi. Sebuah jalan pribadi yang belum pernah kulihat sebelumnya, ditandai dengan logo Adiwijaya Group yang kecil dan tersembunyi. Rasa penasaran, sebuah dorongan bodoh yang menentukan takdir, membuatku mengikutinya. Jalan itu membawaku ke sebuah vila mewah yang luas dan indah di kawasan Sentul yang tidak pernah kuketahui dimiliki perusahaan kami.

Dan di sana, di halaman berumput yang bermandikan sinar matahari, sedang bermain dengan seorang anak laki-laki, adalah sesosok hantu.

Rania.

Dia tertawa, rambutnya berkilau di bawah sinar matahari, tampak hidup dan sangat, sangat sehat. Dan di sampingnya, mengayunkan anak laki-laki itu ke udara, adalah suamiku. Bima-ku.

Pemandangan itu begitu harmonis, begitu penuh sukacita, hingga sesaat otakku menolak untuk memprosesnya. Rasanya seperti melihat foto dari kehidupan orang asing. Tapi pria itu tidak salah lagi adalah Bima, dan wanita itu adalah Rania. Anak laki-laki itu, dengan rambut ikal gelap Bima dan mata cerah Rania, kelihatannya berusia sekitar empat tahun.

Rasa dingin yang mencekam mulai merayap di perutku, sebuah beban yang begitu berat hingga aku merasa sesak napas.

Aku memarkir mobilku di balik semak-semak, tanganku gemetar hebat sampai aku hampir tidak bisa mematikan mesin. Aku merayap mendekat, bersembunyi di balik tembok batu tua, jantungku berdebar kencang di dada seperti burung yang terperangkap.

Sekarang aku bisa mendengar suara mereka, terbawa oleh angin sepoi-sepoi.

"Lebih tinggi, Ayah, lebih tinggi!" pekik anak laki-laki itu dengan gembira.

Ayah. Kata itu menghantamku.

"Hati-hati, Bima," kata Rania, suaranya sarat dengan kelembutan yang membuat darahku terasa dingin. "Jangan membuatnya terlalu bersemangat sebelum tidur siang."

"Dia baik-baik saja, kan, Daffa?" Bima mengecup kening anak itu. "Jagoan kecil Ayah."

Kemudian, kata-kata Rania sampai ke telingaku, melilit leherku dan mencekik. "Terima kasih untuk ini, Bima. Untuk semua ini. Karena telah menjaga kami tetap aman."

"Selalu," jawabnya, dengan nada lembut dan menenangkan yang sama seperti yang dia gunakan padaku setiap hari. "Aku akan selalu melindungi keluargaku."

Keluargaku.

Dunia seakan berputar. Matahari terasa dingin. Vila yang indah, padang rumput hijau, anak yang tertawa—semuanya berubah menjadi teater penipuan yang mengerikan. Pernikahanku, keluargaku, seluruh hidupku selama lima tahun terakhir... hanyalah sebuah panggung. Sebuah cerita sampul. Sebuah kebohongan yang dirancang untuk melindungi mereka.

Aku merasakan gelombang mual yang begitu kuat hingga aku harus menekan tanganku ke mulut. Cinta yang kusayangi, keluarga yang kurindukan seumur hidupku—semuanya hanyalah alat untuk menyembunyikan kejahatan perusahaan dan sebuah keluarga rahasia.

Aku terhuyung-huyung kembali ke mobil, tubuhku bergerak secara otomatis. Saat aku merogoh kunci, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari ibuku.

`Cuma ngecek, Sayang. Semua baik-baik saja?`

Kasih sayang yang biasa itu tiba-tiba terasa mengerikan. Aku menatap layar, pandanganku kabur. Mereka semua terlibat. Orang tuaku, yang menangis bersamaku atas 'kematian' Rania. Mereka adalah bagian dari kebohongan ini.

Jari-jariku bergerak, dingin dan kaku, mengetik balasan. Ini adalah ujian yang nekat dan putus asa. Sebuah korek api yang dilemparkan ke dalam ruangan penuh gas.

`Semua baik-baik saja. Tadi lihat sesuatu yang aneh di jalan pulang. Sesaat, aku kira aku melihat Rania.`

Aku menekan kirim.

Responsnya seketika. Ponselku tidak bergetar. Ponselku berdering. Itu ayahku. Aku membiarkannya masuk ke pesan suara. Sedetik kemudian, ponsel Bima, yang bisa kulihat di atas tikar piknik dari tempat persembunyianku, menyala. Dia menjawabnya, punggungnya menegang.

Ponselku berdering lagi. Kali ini, Bima. ID penelepon menunjukkan foto kami yang tersenyum di hari pernikahan kami. Sebuah lelucon yang kejam.

Aku menjawab, tenggorokanku tercekat. "Halo?"

"Kirana? Sayang, kamu baik-baik saja?" Suaranya penuh dengan keprihatinan yang sempurna dan terlatih itu. "Ayahmu meneleponku, bilang kamu mengirim pesan aneh. Apa maksudmu melihat Rania? Kamu pasti kelelahan."

Aku menyandarkan kepalaku ke kaca jendela mobil yang dingin, kuku-kukuku menancap ke telapak tanganku. Rasa sakit itu adalah jangkar kecil yang tajam di tengah kekacauan pikiranku. Aku harus tenang. Aku harus memainkan peranku.

"Aku... aku tahu," bisikku, memaksakan getaran dalam suaraku. "Kamu benar. Aku hanya lelah. Itu hanya seseorang yang mirip dengannya. Aku kaget, itu saja."

Ada jeda. Aku bisa mendengar angin menggesek dedaunan, suara tawa anak kecil di kejauhan.

"Tentu saja, hanya itu," katanya, suaranya melembut karena lega. Dia percaya. "Dengar, aku baru saja mau selesai di sini. Aku akan segera pulang, dan aku akan membuatkanmu makan malam. Kita bisa santai saja. Oke, Sayang?"

"Oke," aku berhasil berkata.

Dia kembali ke kehidupannya yang lain, ke keluarga aslinya, mungkin merasa baru saja berhasil menghindari peluru.

Tapi saat aku menutup telepon, sebuah kejernihan yang mengerikan menyelimutiku. Pria yang kunikahi bukan hanya pembohong. Dia adalah orang asing. Dan cinta yang kukira adalah keselamatanku ternyata adalah sangkarku.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.0
Menikah dengan saudara kembar terpandang, Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah, tidak membawa kebahagiaan bagi sepasang kakak beradik kembar ini. Saat diculik perampok hingga kehilangan bayinya, sang istri diabaikan oleh Sam yang sibuk menemani wanita lain bernama Annie. Ketika sang kakak datang menyelamatkannya dari maut, suaminya, Leo, juga menolak membantu dengan alasan serupa. Setelah bertahan hidup dari badai salju yang ekstrem, kedua saudara ini sepakat untuk menggugat cerai suami mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan