Sampul Novel PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

8.3 / 10.0
Dalam PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!, Melodi terjebak obsesi Cleon, pewaris dingin yang mengklaimnya secara sepihak. Ikuti kisah romance billionaire ini saat kebencian beradu dengan takdir. Baca webnovel modern novel yang penuh ketegangan dan perbedaan yang menyatukan mereka.
Ringkasan PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!
Pertemuan tak terduga antara Melodi Celena Wijaya yang berusia 21 tahun dengan Cleon Helios Lewis, pewaris tunggal berdarah dingin, mengubah segalanya. Cleon yang obsesif mengklaim Melodi sebagai kekasihnya, namun gadis itu menolak keras dan menganggapnya pria gila yang hanya menginginkan fisiknya saja. Di tengah ketakutan dan amarah, perbedaan mereka layaknya siang dan malam yang mencoba bersatu dalam simfoni kehidupan yang rumit namun selaras.
Baca Selengkapnya

PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON! Bab 1

Jalan raya yang berdebu serta kemacetan yang hakiki tidak menghalangi Melodi Celena Wijaya untuk terus melajukan sepeda motor merah matic kesayangannya membelah jalan raya yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan saling berebut mendahului.

"Sialan! Macet lagi!" gumam Melodi dari balik helmnya. "Gue bisa terlambat datang ke acara ulang tahun si Lastri kalau begini caranya."

Melodi menghentikan sepeda motornya ketika tepat berada di bawah lampu merah. "Apes bener hidup gue, tadi macet sekarang lampu merah."

Dengan menghela napas panjang, Melodi duduk dengan penuh kesabaran di atas sepeda motor merah matic kesayangannya, menunggu lampu merah berganti hijau.

"Lama banget nih lampu," gerutu Melodi lantas melihat ke sekelilingnya, nampak beberapa kendaraan sepeda motor dan juga beberapa mobil di belakangnya.

Terhalang beberapa kendaraan beroda dua dari sepeda motor Melodi, pemilik sebuah mobil Fortuner hitam nampak duduk di belakang sedang memperhatikan Melodi.

"Tuan Cleon," panggil Mang Sugeng, sopir pribadinya melihat Bos besarnya sedang anteng melihat ke luar dari balik kaca mata hitamnya.

"Apa?"

"Kita akan ke mana? Tadi Tuan bilang tidak mau ke kantor," jawab Mang Sugeng.

"Entahlah," jawab Cleon malas.

Kening Mang Sugeng mengernyit mendengar jawaban Tuannya. "Lalu kita ke mana Tuan?"

"Terserah," jawab Cleon dengan pandangan tetap melihat ke arah Melodi yang sedang asik duduk di atas sepeda motornya.

"Kita pulang saja, bagaimana Tuan?" Mang Sugeng memberikan usul.

"Jangan!" Cleon langsung melihat sopirnya dari kaca spion dalam.

"Atau kita berkeliling saja, bagaimana Tuan? Mengukur jalan raya."

"Boleh, terserah!" Cleon kembali melihat ke arah Melodi, tapi gadis itu telah pergi dengan sepeda motornya. "Ke mana gadis imut itu?"

"Apa Tuan?" tanya Mang Sugeng menghidupkan kembali mesin mobilnya karena lampu rambu lalu lintas telah berganti hijau.

"Gadis imut?! Mana?" Cleon melihat ke depan, tapi Melodi telah hilang ditelan kendaraan lain.

Melodi segera melajukan sepeda motornya membelah jalan raya berharap tidak datang terlambat ke acara pesta ulang tahun temannya di sebuah restoran Chinese food yang cukup terkenal dikotanya.

"Akhirnya sampai juga," gumam Melodi begitu sampai di tempat parkir. "Mudah-mudahan acaranya belum dimulai."

Setelah selesai memarkirkan sepeda motornya dan merapikan penampilannya, Melodi dengan penuh percaya diri masuk ke dalam sebuah restoran yang khusus menyajikan makanan khas Chinese.

"Melodi!" Suara cempreng memanggil namanya. "Melodi!"

"Hai! Vina," Melodi langsung mendekati temannya.

"Kenapa loe datang terlambat?"

"Biasa, penyakit Ibukota," jawab Melodi. "Di mana yang lain? Kok loe sendirian?" Melodi tidak melihat teman-teman yang lain.

"Di dalam, mereka sudah datang dari tadi. Cuma loe doang yang belum datang," jawab Vina.

"Terus loe ngapain di sini?"

"Tadi habis telepon bokap, di dalam sinyal kurang bagus," jawab Vina memasukkan ponselnya ke dalam tas. "Yuk, kita ke dalam!"

Melodi mengikuti Vina yang berjalan di depannya, pandangannya menyapu ke seluruh ruangan dengan hati bertanya-tanya. "Gila ini restoran. Gue yakin seyakin yakinnya, pasti mahal makan di sini. Hebat juga si Lastri, pesta ulang tahunnya dirayakan di sini."

Vina membuka pintu. "Teman-teman kita ada di dalam, yang punya hajat menyewa satu ruangan VVIP."

Balon berwarna warni menghiasi dinding dan juga terlihat teman-temannya sudah duduk mengitari meja bundar penuh makanan ketika Melodi melangkah masuk.

"Melodi! Darimana saja loe?!"

Melodi melihat Lastri, sang pemilik acara langsung berdiri begitu melihat dirinya. "Maaf gue datang terlambat, maklum kalau siang begini, lagi macet-macetnya."

"Makanya loe berangkat dari subuh biar tidak terlambat," celetuk Dion.

"Memangnya gue mau ke mesjid datang subuh," jawab Melodi melihat Dion kemudian mendekati Lastri.

"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting loe datang."

Melodi langsung mengucapkan selamat ulang tahun dan memeluk sahabatnya dengan erat. "Semoga loe panjang umur dan banyak rejeki biar bisa traktir gue."

Lastri terbatuk saking eratnya pelukan Melodi. "Uhuk, uhukhhh, gila loe! Tenagamu gede banget, peluk gue kencang begitu."

Semua temannya tertawa begitu juga dengan Melodi. "Dasar bubur sumsum, begitu saja sudah kesakitan. He-he-he."

"Si Melodi jangan ditanya kalau urusan tenaga, jago taekwondo. Gue aja laki-laki kalah." Rio angkat bicara.

"Ah loe mah, jangankan sama gue, sama kucing juga loe kalah. Lihat kucing langsung lari terbirit-birit," jawab Melodi.

Semua temannya kembali tertawa terbahak-bahak melihat Rio yang mukanya merah karena malu, diledek takut dengan kucing.

"By the way busway, tamu undangan tidak disuruh duduk nih," ucap Melodi melihat Lastri yang juga masih berdiri.

"Eh iya, lupa. Sorry. He-he-he. Silahkan duduk Tuan putri Melodi," Lastri langsung menggeser kursi yang ada disebelahnya untuk Melodi duduk.

"Thank you."

Kurang lebih ada dua puluh orang temannya duduk mengitari meja bundar besar dengan hidangan Chinese food, ayam kung pao merupakan ayam pedas yang terbuat dari cabai kering ditambah kacang mete, Fuyunghai isi sayur dan seafood saos asam pedas serta tidak kalah lezat dari semuanya adalah nasi Hainan bercampur kaldu ayam dan rempah yang disajikan dengan ayam panggang.

Tatapan Melodi menyapu semua hidangan yang ada di atas meja. "Banyak banget hidangannya."

"Ini hari yang sangat spesial untuk buat gue, sweet seventeen masa peralihan dari bocah menjadi remaja, jadi gue sengaja memesan semua makanan ini agar kalian semua ikut merasakan kebahagiaanku," ujar Lastri dengan wajah yang ceria.

"So sweet. Sering-seringlah loe ulang tahun biar kita semua bisa makan enak dan gratis. Iya nggak teman-teman?" tanya Melodi melihat semua temannya.

"Iya betul!" jawab semuanya serempak diakhiri gelak tawa. "Ha-ha-ha."

Lastri mencibir. "Maunya. Kalian yang enak, gue yang bangkrut!"

"Kapan nih eksekusi?" tanya Vina ikut bicara. "Dari tadi ngobrol melulu."

"Sabar! Kita berdoa dulu sebelum menghabiskan ini semua," jawab Lastri.

"Pak ustadz Jefri, pimpin doa." Melodi melihat temannya yang terkenal rajin sholat di antara mereka semua, makanya semua memanggilnya Pak Ustadz.

Tanpa banyak bicara lagi, Jefri langsung memimpin doa untuk mendoakan yang ulang tahun agar selalu banyak rejeki, sehat dan menjadi anak yang berbakti pada orang tua.

....

Sementara itu, di restoran Chinese yang sama tapi tempat berbeda, Cleon baru saja turun dari mobilnya.

"Saya ikut masuk atau tidak Tuan?" tanya Mang Sugeng.

"Tidak usah," jawab Cleon lalu mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang warna biru pada sopirnya. "Cari tempat makan yang lain. Terakhir makan di sini, Mang Sugeng malah sakit perut."

Mang Sugeng terkekeh senang, matanya hijau melihat lembaran uang. "Maklum Tuan, perut saya, perut orang kampung yang biasa makan ubi rebus."

"Cari makan ditempat yang lain! Dan ponselnya selalu aktifkan!"

"Siap Bos!" Mang Sugeng langsung pergi dengan uang di tangan.

Cleon merapikan jasnya sebelum melangkah masuk ke dalam restoran Chinese food favoritnya yang disambut ramah para pelayan, apalagi kaum hawa yang tidak berkedip melihat wajah rupawan seorang Cleon Helios Lewis.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Mas Yusuf, kecurigaan mulai menghantui benakku. Suamiku itu menyimpan rahasia besar di balik sebuah pintu kamar yang selalu terkunci rapat. Keganjilan semakin terasa saat aku memergokinya mengendap-endap setiap malam, membawa baki makanan serta minuman ke dalam ruangan misterius tersebut. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan Yusuf dariku? Misteri di balik bilik terlarang itu kini mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung
9.4
Lima tahun membina rumah tangga, Stella justru menemukan kenyataan pahit bahwa dokumen pernikahannya dengan Felix adalah palsu. Status istri sah ternyata diberikan kepada wanita lain bernama Tania demi melancarkan bisnisnya di luar negeri. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan segalanya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa sakit hati yang teramat dalam membuat Stella memutuskan untuk menghilang selamanya, tepat saat Felix mencoba membawa akta pernikahan yang asli.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
CEO Ethan Daniel dikenal dingin dan kasar akibat trauma masa lalu. Saat kakeknya menagih janji pertunangan masa kecil, Ethan awalnya tak peduli. Namun, Anna yang sederhana justru memikatnya karena berani menolak kekayaan dan pesona sang konglomerat. Penolakan Anna memicu rasa penasaran Ethan yang tak terbiasa diabaikan. Di tengah upaya Ethan mengejar Anna, bayang-bayang luka lama kembali menghantui. Mampukah ketulusan Anna menyembuhkan trauma Ethan?
Sampul Novel Rumah Tanggaku
9.0
Pasangan baru sering memimpikan pernikahan yang selalu indah, namun realita yang kuhadapi justru penuh cobaan. Tinggal satu atap dengan keluarga suami memaksaku untuk terus bersabar di tengah konflik yang muncul. Tak hanya harus mahir mengelola keuangan rumah tangga yang membengkak, aku pun berjuang menghadapi tekanan karena belum hadirnya buah hati. Di tengah badai masalah yang datang bertubi-tubi ini, sanggupkah aku mempertahankan rumah tanggaku?
Sampul Novel Tumbal Pengantin Iblis
8.4
Kalina hanyalah siswi biasa yang menyembunyikan identitasnya sebagai putri CEO demi ketenangan. Namun, hidupnya berubah drastis setelah ia tak sengaja melepas segel terlarang dan bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina memiliki permata keramat bangsa siluman yang membuatnya diincar banyak makhluk buas. Di tengah dunia modern, ia harus berjuang bersama Elang untuk melindungi pusaka tersebut dari para pemangsa yang mengepung dan mengancam nyawa mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan