Sampul Novel Pengantin Paksa Tuan Kejam

Pengantin Paksa Tuan Kejam

9.3 / 10.0
Dalam Pengantin Paksa Tuan Kejam, Almira terjebak fitnah Rangga Prakoso yang ingin menjadikannya istri keempat. Di tengah ancaman genre romance mystery ini, ia menemukan pria terluka yang memegang kunci kematian orang tuanya. Simak kisah modern novel ini untuk mengungkap kebenaran.
Ringkasan Pengantin Paksa Tuan Kejam
Almira Safira hidup menderita bersama neneknya setelah orang tuanya tewas dibunuh secara misterius. Karena fitnah keji Rangga Prakoso, pria berkuasa yang ingin menjadikannya istri keempat, mereka pun terasingkan. Saat merencanakan pelarian dari ambisi gelap Rangga, seorang pria asing bersimbah darah mendadak muncul di depan pintu mereka. Siapakah dia? Mampukah kehadiran pria ini mengungkap rahasia kematian orang tua Almira sekaligus menyelamatkannya dari jerat Rangga?
Baca Selengkapnya

Pengantin Paksa Tuan Kejam Bab 1

Malam itu hening. Hanya suara jangkrik dan desir angin hutan yang terdengar dari sela-sela dinding bambu gubuk kecil di tepi hutan. Cahaya lampu minyak berkelip samar, menerangi wajah seorang gadis muda yang sedang duduk bersila di atas tikar usang. Gadis itu bernama Almira Safira, 17 tahun, rambut hitamnya tergerai menutupi sebagian wajah yang tampak sendu.

Sehari-hari, Almira membantu neneknya, Nenek Rahayu, bertahan hidup dengan menenun tikar dari pandan hutan, atau sesekali turun ke desa untuk menjual kayu bakar. Hidup mereka serba terbatas, jauh dari kebahagiaan yang semestinya dimiliki seorang gadis seumurannya.

Almira menatap keluar jendela bambu. Pandangannya kosong, tapi hatinya penuh gelisah. Sejak kecil, dia hanya tahu bahwa ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan. Namun, semakin dewasa, ia mulai mendengar bisikan-bisikan lain. Ada desas-desus yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya dibunuh.

"Apa benar, Nek?" tanya Almira suatu malam, dengan suara bergetar. "Apa benar ayah dan ibu tidak meninggal karena kecelakaan, melainkan dibunuh seseorang?"

Nenek Rahayu hanya menghela napas panjang. Matanya berkaca-kaca, namun bibirnya enggan menjawab jujur.

"Kau terlalu muda untuk memikirkan hal itu, Nak. Yang penting, kita harus tetap hidup," jawab neneknya lirih.

Tapi di hati Almira, rasa penasaran itu terus tumbuh.

Kehidupan Almira dan neneknya makin sulit sejak Rangga Prakoso, lelaki paruh baya berpengaruh di desa, mengincarnya. Rangga dikenal kejam, haus kekuasaan, dan memiliki banyak istri. Ia selalu mendapatkan apa pun yang dia mau, meski dengan cara kotor.

Beberapa hari lalu, Rangga datang ke gubuk mereka bersama dua pengawalnya. Suasana malam itu masih terbayang jelas di benak Almira.

"Rahayu..." suara Rangga berat dan dingin, "kau tahu, cucumu itu sudah besar. Wajahnya cantik, darah mudanya segar. Aku ingin menjadikannya istriku. Dia akan jadi istri keempatku."

Mata Almira melebar. Ia bersembunyi di balik pintu, tubuhnya gemetar mendengar kata-kata itu.

Nenek Rahayu mencoba menahan diri, menundukkan kepala meski hatinya bergejolak.

"Tuan Rangga, Almira masih terlalu muda. Usianya belum genap 19 tahun. Bersabarlah. Biarlah ia tumbuh dulu, baru setelah itu..."

Rangga menyipitkan mata, seakan menimbang-nimbang. Kemudian ia tersenyum sinis.

"Baiklah. Aku akan menunggu. Tapi jangan coba-coba melarikan diri dariku. Kalian tak akan bisa pergi ke mana pun tanpa aku tahu."

Suasana hening sesaat, hanya bunyi langkah Rangga dan pengawalnya meninggalkan gubuk yang terdengar. Sejak malam itu, hidup Almira dipenuhi ketakutan.

Hari-hari berikutnya, Almira berusaha menjalani hidup seperti biasa, namun di setiap langkahnya ia merasa diawasi. Setiap kali ia turun ke desa menjual kayu, orang-orang hanya berani menatapnya dari jauh. Tidak ada yang berani mendekat, apalagi berbicara, karena takut dimusuhi Rangga.

"Kenapa kita harus hidup seperti ini, Nek?" Almira bertanya suatu sore sambil menjemur kayu bakar. "Kenapa semua orang seolah-olah membenci kita?"

Nenek Rahayu tersenyum getir.

"Bukan membenci, Nak. Mereka takut. Rangga punya kuasa di desa ini. Dia bisa melakukan apa saja. Orang-orang lebih memilih diam daripada menolong kita."

Almira menunduk. Dadanya sesak. Rasanya seperti terpenjara meski tanpa jeruji besi.

Malam itu, setelah seharian bekerja, Almira duduk di depan gubuk sambil menatap langit penuh bintang. Ada rasa rindu yang mendalam pada kedua orang tuanya. Andai mereka masih ada, mungkin hidupnya tidak akan sesulit ini.

Ia teringat samar-samar pada sosok ayahnya, seorang petani sederhana yang suka bercanda, dan ibunya yang lembut penuh kasih. Namun, kenangan itu cepat berlalu, digantikan bayangan samar tentang malam ketika mereka meninggal. Suara bisikan orang-orang di desa kembali terngiang di kepalanya:

"Mereka dibunuh..."

"Ada orang berpengaruh di balik semua ini..."

Tiba-tiba, suara ranting patah terdengar dari belakang gubuk. Almira terkejut. Ia bangkit dan menoleh ke arah suara itu. Di bawah cahaya rembulan, terlihat sosok seorang lelaki terhuyung-huyung, tubuhnya berlumuran darah, lalu terkapar tepat di depan pintu belakang gubuk.

"Nenek!" teriak Almira panik.

Nenek Rahayu yang sedang berbaring segera bangkit. Wajahnya pucat saat melihat pemandangan itu.

"Ya Allah... siapa ini?" gumamnya.

Almira gemetar, tapi ia memberanikan diri mendekat. Lelaki itu masih muda, mungkin sekitar awal dua puluhan. Nafasnya tersengal, wajahnya penuh luka, dan darah mengalir dari perutnya.

"Nek, dia... dia masih hidup!" Almira berseru sambil berlutut di samping lelaki itu.

Nenek Rahayu menghela napas berat, lalu berlutut di sisi cucunya. "Cepat, bantu nenek. Kita harus membawanya masuk sebelum ada orang lain yang melihat!"

Dengan sisa tenaga, mereka berdua menyeret tubuh lelaki itu masuk ke dalam gubuk. Almira menyiapkan kain dan air, membersihkan darah yang menempel. Tangannya gemetar, tapi ia terus berusaha.

"Nek... siapa dia?" tanya Almira panik.

Nenek Rahayu menatap wajah lelaki itu dengan sorot tajam, seakan mencoba mengenali. "Nenek belum tahu, Nak. Tapi yang jelas... lelaki ini bisa membawa kita pada sesuatu yang besar."

Almira menatap neneknya, bingung sekaligus takut. Malam itu, tanpa ia sadari, hidupnya akan berubah selamanya.

Almira sulit tidur malam itu. Ia duduk di samping lelaki misterius yang masih tak sadarkan diri. Sesekali, ia merendam kain di baskom air, lalu menempelkan ke dahinya yang panas.

"Siapa kau sebenarnya...?" bisiknya lirih.

Di luar, angin bertiup kencang, membuat dedaunan berdesir nyaring. Di kejauhan terdengar lolongan anjing hutan. Hati Almira berdegup kencang, firasat buruk menghantuinya.

Sementara itu, jauh di desa, Rangga Prakoso duduk di kursi besar rumahnya, ditemani para pengawal. Wajahnya muram.

"Orang itu belum mati," katanya pelan, penuh amarah. "Cari dia. Kalau perlu, geledah hutan. Aku tidak ingin dia sampai ke tangan orang lain."

Dan tanpa Almira tahu, lelaki berdarah yang kini ia rawat adalah kunci dari misteri masa lalunya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengantin Paksa Tuan Kejam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Gairah Sang Dosen
8.8
Ryan, dosen muda kaya, menghadapi konflik awal pernikahan dengan Tania. Keharmonisan mereka terusik oleh Maya, rekan kerja yang terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Joko, serta Rani, mahasiswi yang memanfaatkan bantuan Ryan. Di sisi lain, Tania kembali bertemu Robi, mantan kekasih yang kini menjadi bos pinjol ilegal. Di tengah pengkhianatan dan intrik asmara, Ryan dan Tania berjuang mempertahankan rumah tangga mereka hingga para pengganggu akhirnya tersisih dari kehidupan mereka.
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Akibat hancur oleh pengkhianatan sang kekasih, Louisa terjebak dalam masalah besar hingga nyawanya terancam. Beruntung, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya. Namun, dalam kondisi emosional, Louisa justru menawarkan sebuah 'hadiah' berani sebagai tanda terima kasih atas pertolongan tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan impulsif itu menjeratnya ke dalam kehidupan sang penyelamat yang berbahaya, mengubah takdirnya selamanya.
Sampul Novel Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling
8.1
Menghadapi makian klien dan siraman air, Yoga hanya menerima tatapan dingin dari Raisa Gunawan yang justru sibuk melindungi asistennya. Alih-alih bertahan dalam ketidakadilan demi pekerjaan di perusahaan miliarder tersebut, Yoga memutuskan untuk membalas perlakuan buruk itu secara langsung. Dia menyiram balik sang klien, menolak menjadi pihak yang tertindas, dan memilih pergi selamanya. Kisah romantis modern ini menyoroti keputusan berani Yoga untuk melepaskan segalanya demi harga diri.
Sampul Novel Pengantin Pengganti
9.6
Kehidupan Ainayya Hikari Salvina mulai membaik saat pernikahannya menyembuhkan luka masa lalu. Namun, keharmonisan itu hancur seketika saat pengkhianatan melanda, memaksanya pergi meninggalkan rumah. Kini, Albara Demian Dominic harus berjuang memperbaiki puing-puing rumah tangga yang ia rusak sendiri. Mampukah Albara menebus kesalahannya dan mengobati hati istrinya? Ikuti perjuangan panjang Albara dalam mengejar kembali cinta yang sempat ia sia-siakan.
Sampul Novel SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO
8.8
Sova terpuruk saat ibu tirinya menjualnya demi uang satu juta untuk menikahi pria yang ia kira sudah renta. Di tengah keputusasaan karena mimpinya kandas, Sova mencoba ikhlas menerima takdirnya. Namun, sosok suaminya ternyata jauh dari bayangan kakek-kakek lemah. Pria itu adalah CEO tampan nan perkasa yang mencari istri tulus sebagai ahli waris tunggal kekayaannya. Terpikat pesona matang sang suami, mampukah Sova menahan debaran di hatinya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan