Sampul Novel SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

8.1 / 10.0
Dalam novel romantis miliarder SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH, Mentari terpaksa menikahi Samudra, paman dari mantan tunangannya yang berkhianat. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap rahasia di balik sosok Samudra yang dianggap pria payah namun menyimpan misteri besar.
Ringkasan SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
Setelah dikhianati oleh Bastian yang berselingkuh dengan saudara tirinya, Mentari menolak melanjutkan pernikahan. Demi menjaga perjanjian keluarga, ia terpaksa menerima Samudra, paman Bastian, sebagai mempelai pengganti. Samudra dikenal sebagai pria kumal dan payah yang dikabarkan tidak menyukai wanita. Namun, keputusan Samudra untuk menikahi Mentari memicu tanda tanya besar. Apakah sosok yang diasingkan keluarganya ini benar-benar pria tidak berguna, atau justru menyimpan rahasia besar?
Baca Selengkapnya

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH Bab 1

TERTANGKAP BASAH

“Bastian, ahhh … lebih cepat lagi–”

Aku menajamkan pendengaran begitu tiba di depan pintu kamar Bastian, calon suamiku. Suara-suara aneh dari dalam sana membuat bulu di tubuh ini meremang.

“Bas–oh ....”

Aku tidak tahan lagi, tubuhku mendadak bergetar hebat karena mendengar suara-suara itu. Suara-suara khas sepasang manusia yang tengah mengarungi lautan kenikmatan.

Brak!

Kudorong pintu ruangan itu dengan kuat hingga dua orang yang tengah bergumul di atas sofa sontak terperanjat.

Sepasang manusia tidak tahu malu itu kompak menoleh ke arahku.

Si lelaki langsung loncat menarik diri dari atas tubuh wanitanya dengan gelagapan. Disambarnya bantal sofa untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Sementara wanitanya bukan melakukan hal sama, melainkan dengan tidak tahu malu melemparkan senyum penuh kemenangan padaku.

Raut puas sangat kentara di sana–aku bisa melihatnya dengan jelas. Ia bahkan membusungkan dadanya seolah ingin menunjukkan padaku jika tubuhnya baru saja dinikmati calon suamiku.

“Ta-Tari? K-kenapa kamu tidak bilang mau ke sini?” Lelaki berusia sekitar 25 tahun dengan tubuh polos itu bertanya dengan gagap.

Tidak bilang katanya? Bukankah ia sendiri yang minta dibawakan pudding buah buatanku?

“I-ini … tidak seperti yang kamu pikirkan, Tari. Aku bisa jelaskan semuanya,” lanjut lelaki itu. Wajahnya pucat. Beberapa kali ia menelan ludah, terlihat dari gerakan jakunnya. Ia ingin mendekat, tetapi mungkin malu tubuhnya tak berpenutup.

Aku yang masih belum percaya dengan penglihatan ini, mematung sempurna. Lidahku kelu hingga tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Kuedarkan pandangan pada lelaki dan wanita yang sangat kukenali itu. Juga pakaian yang terserak tak beraturan di lantai. Rasa nyeri tetiba menjalari hati mendapati kenyataan ini.

“Kalian–” Suaraku tercekat di kerongkongan. Sesuatu yang kukenal dengan gemuruh tengah terjadi di dalam dada pasca beberapa saat terpaku dalam kekagetan dan ketidakpercayaan.

Gemuruh itu terekspresikan dengan gerakan dada yang naik-turun dengan cepat, hingga terasa ingin meledak.

“Jadi begini perbuatan kalian di belakangku!?” Pertanyaan itu akhirnya meluncur dari mulutku setelah kukuatkan hati. “Sudah berapa kali kalian melakukannya?”

“Tari, ayolah, Sayang. Aku sudah bilang ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Kamu hanya salah paham.” Lelaki yang masih menutupi tubuhnya dengan bantal sofa, berusaha mendekat. Ucapannya tidak lagi gagap. Bahkan wajahnya dipasang memelas.

“Apanya yang salah paham? Kamu kira aku buta?” Suaraku meninggi dengan sendirinya. Terang saja, tangan lelaki yang baru saja dipakai menjamah tubuh perempuan itu berusaha meraih tanganku. Kutepis dengan kasar hingga pudding buah yang kubawa ikut terjatuh dan berhamburan di lantai.

Bastian menatap makanan kesukaannya yang sudah terserak mengotori lantai kamarnya. Kemudian mengalihkan pandangan ke wajahku. Tatapan tajam kudapati di sana. Secepat itu mimik wajahnya berubah. Padahal sebelumnya raut memelas penuh penyesalan yang ia suguhkan.

“Kamu—”

“Pernikahan kita batal!” potongku akhirnya dengan tegas dan tanpa keraguan. Aku seolah wanita tegar yang tidak terpengaruh sama sekali dengan kenyataan menjijikan itu. Padahal kuucapkan kalimat itu dengan hati hancur dan mata mendadak panas. Sesuatu mendesak ingin keluar seiring gemuruh dalam dada yang berubah menjadi sayatan sembilu. Tapi aku tidak mau terlihat lemah di depan dua orang menjijikkan ini.

Bastian terlihat menggelengkan kepala. Wajahnya kembali memelas.

“Tari, jangan sembarangan bicara. Ayolah, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya sedang khilaf.”

Khilaf katanya? Cuih, menjijikkan!

“Pernikahan kita akan tetap berlangsung apa pun yang terjadi. Ingatlah, persiapannya sudah hampir selesai, kan? Ingat juga bagaimana perasaan nenekku dan ayahmu jika kita batal menikah.”

Aku memejamkan mata sebentar. Rasa sakit dan marah semakin bergumul dalam dada. Terbayang wajah ayah dan Nenek Widya jika pernikahan ini batal, tapi aku sudah tidak sudi lagi melanjutkan pernikahan dengan laki-laki yang ternyata sudah menikmati tubuh wanita lain. Terlebih wanita itu orang dekatku.

“Ayahku dan nenekmu pasti mengerti keputusanku. Aku tetap membatalkan pernikahan ini, Bastian Hanggara!” Suaraku kali ini menggelegar memenuhi ruangan itu. Kutatap tajam wajah tampan yang biasanya kupuja, tetapi kali ini sangat menjijikkan. Wajah tampan yang seketika berubah merah padam.

“Apa kau tidak memikirkan perasaan semua orang, Mentari Baskara? Seenak jidatmu membatalkan pernikahan. Apa kau tahu berapa banyak keluargaku sudah menggelontorkan uang untuk persiapan pernikahan ini?”

Memikirkan perasaan semua orang katanya?

“Seharusnya kau yang memikirkan perasaan semua orang sebelum berbuat hal menjijikkan dengan sundal itu!” teriakku akhirnya tidak bisa menahan diri. Gemuruh dalam dada tak bisa lagi dikendalikan. Tubuhku gemetar menahan segala rasa yang sulit kudeskripsikan.

Calon suami sempurna yang kupuja karena ia sangat sopan memperlakukanku, ternyata tak lebih binatang yang suka menikmati sesuatu yang tidak halal.

“Mentari, tutup mulutmu! Sudah kubilang ini hanya sebuah kekhilafan. Dan jangan memanggil Novita dengan sebutan buruk!” Bastian balas memakiku.

“Lalu, sebutan apa yang pantas untuk perempuan yang menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki yang bukan muhrim, hah?” Aku membalas. “Pada laki-laki yang seharusnya menikahi kakaknya sendiri?”

“Sudah, cukup! Ini hanya salah paham.” Bastian menghela napas. Lalu mengibaskan tangan. “Kamu terlalu berlebihan, Mentari. Hal seperti ini saja dibesar-besarkan!”

KHILAF?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Dan CEO Nakal
8.8
Seorang mahasiswi cantik sedang menempuh masa magang di sebuah perusahaan ternama yang sangat besar. Namun, rutinitas dan ketenangan hidupnya mendadak berubah total sejak ia bersinggungan dengan seorang pria hidung belang yang memiliki kekuasaan di sana. Akankah sang gadis mampu menghadapi segala tantangan dan dinamika yang muncul akibat pertemuan tersebut? Ikuti terus perjalanan hidup penuh warna dari sang asisten magang dalam menghadapi sang CEO nakal.
Sampul Novel DILEMA KARENA CINTA
9.2
Adam resmi menceraikan Fani Santika setelah sebuah pertikaian hebat yang melibatkan Raka. Pasca perpisahan itu, Adam berubah menjadi pria yang dingin dan arogan. Namun, hidupnya mulai terusik saat ia bertemu Ririn, gadis desa yang sedang mencari kerja di kota. Ririn pun menerima tawaran menjadi pengasuh Sasa, putri kecil Adam. Meski hatinya tertuju pada Bagas, Ririn justru merasa sangat nyaman di dekat Adam. Kini, ia terjebak dalam batin untuk memilih cinta sejatinya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Omega-nya yang Terbuang, Kehancuran Raja Alpha
9.1
Lima belas tahun menjadi pendamping Baskara Adijaya, sang Alpha mematikan, hancur seketika saat aku merasakan pengkhianatannya. Aroma wanita lain dan pesan vulgar dari asistennya, Jasmine, mengungkap perselingkuhan keji mereka. Kondisi 'Penolakan Jiwa' menyerangku akibat ikatan yang tercemar, diperparah klaim kehamilan Jasmine. Kini, aku melepaskan peran sebagai penenang monster dalam dirinya. Tanpa menuntut harta, aku memilih bebas dan bersiap meruntuhkan dunianya.
Sampul Novel Rahim Pengganti
8.6
Selly Widya mengira hidupnya telah sempurna saat memiliki suami dan putra yang tampan. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa dirinya hanyalah mesin penghasil keturunan bagi sang suami. Pria itu ternyata memiliki istri lain dan hanya menikahinya demi mendapatkan anak. Dalam kepedihan yang mendalam, Selly harus menghadapi pengkhianatan keji ini. Harapan akan kebahagiaan keluarga yang ia impikan hancur seketika saat ia menyadari posisi sebenarnya.
Sampul Novel Suami Bastard Yang Manis
8.5
Serena Lucard terjebak pernikahan paksa dengan Rafael Abbas Azam, sahabat sekaligus bosnya yang manipulatif. Meski awalnya menolak perjodohan demi menghindari sifat bajingan Rafael, Serena tak berkutik setelah Rafael merenggut kesuciannya demi ambisi obsesif. Kini, ia terbelenggu dalam rumah tangga penuh kekangan demi melindungi kehormatan ayahnya dari hinaan keluarga Azam. Di bawah dominasi Rafael yang otoriter, Serena harus bertahan menghadapi gairah dan perilaku sesuka hati suaminya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan