Sampul Novel Dipaksa Open BO

Dipaksa Open BO

8.7 / 10.0
Dalam novel romance modern Dipaksa Open BO, Amira terjebak eksploitasi kejam ayah tirinya demi uang. Ia harus menyusun rencana pelarian demi bertahan hidup dari ancaman fisik. Simak perjuangan Amira menghadapi bahaya dalam web novel penuh aksi ini. Baca buku online free sekarang!
Ringkasan Dipaksa Open BO
Amira, seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun, terjebak dalam penderitaan akibat ulah ayah tirinya yang sangat kejam. Demi meraup keuntungan materi, pria tersebut tega memaksa Amira menjadi pemuas nafsu dan mengeksploitasinya tanpa ampun. Di tengah tekanan fisik dan mental yang luar biasa, mampukah Amira menemukan jalan keluar dari lingkaran setan ini? Ikuti perjuangan hidup Amira yang penuh rintangan dalam menghadapi nasib kelam yang menjeratnya.
Baca Selengkapnya

Dipaksa Open BO Bab 1

Amira gadis yang masih berusia 17 tahun itu harus mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari ayah tirinya. Meninggalnya sang ibu membuat kehidupannya berantakan, Amira menyangka ayah tirinya itu akan mengurusinya beserta adiknya dengan baik. Tapi nyatanya semua itu tidak seperti yang diharapkan Amira.

Amira harus rela tidak melanjutkan sekolahnya setelah lulus SMP. Ekonomi keluarganya sangat lah tidak baik, apalagi Amira yang juga harus mengurusi adiknya yang bernama Yeni. Gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas 2 SD, tentunya membutuhkan perhatian dan biaya sekolahnya juga. Yang akhirnya Amira bekerja di sebuah toko sembako yang berada tidak jauh dari rumahnya. Semua itu dilakukannya karena ayah tirinya tidak pernah menafkahinya dan seolah tidak perduli.

Pak Wanto yang gemar ber mabuk-mabukan, gemar berjudi, dia juga bersikap keras kepala. Sikapnya berubah setelah istrinya meninggal. Dia sering kali memarahi Amira dan adiknya, dua orang anak yang seharunya disayangi, justru diperlukan tidak baik di rumah itu.

Malam itu sekitar pukul 19:00 Amira yang baru saja pulang kerja, dia kaget ketika masuk kedalam rumahnya mendapati sang Ayah tengah meminum minuman beralkohol. Di meja itu terdapat beberapa botol minuman keras. Sontak Amira kaget, dia perlahan-lahan melangkah kakinya untuk segera menghampiri adiknya di kamar.

Namun seketika ayahnya itu memanggil,"Amira"

Dengan cepat Amira menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah ayah tirinya itu dengan muka tegang.

"Kenapa kamu jam segini baru pulang?" Pak Wanto bertanya dengan nada yang terdengar keras.

"Maaf, Pak. Tadi toko tempat aku kerja agak telat tutupnya karena banyak yang beli," jawab Amira dengan gugup.

"Alesan aja kamu! Sudah sini, pijitin bapak!" bentaknya.

Amira hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, dia sebenarnya sangat kecapekan karena memang baru saja pulang kerja. Tapi karena takut. ayah tirinya itu bertindak kasar, yang akhirnya Amira berjalan mendekatinya lalau duduk di sebelah ayah tirinya itu yang terlihat sedang mabuk.

Aroma dari alkohol itu begitu menyengat, hal itu membuat Amira meras tidak nyaman berada di dekat ayah tirinya. Tapi mau gimana lagi, Amira tidak bisa berbuat banyak selain harus menuruti apa yang dikatakannya. Jika tidak dia akan berlaku kasar.

"Cepat pijat pundak bapak!" Pak Wanto lagi-lagi memerintahkan.

"Iya, Pak."

Tanpa banyak bicara lagi, Amira hanya menurutinya, dia meminta pundak ayah tirinya itu. Amira merasa tidak nyaman dengan aroma alkohol di ruangan itu, apalagi ayah tirinya itu tidak henti-hentinya menenggak minuman keras itu. Walaupun kondisinya sudah mabuk, tetapi dia tetap saja ingin menghabiskan semua minuman yang ada di atas meja.

Amira hanya bisa diam dengan mata yang berkaca-kaca, bagaimana tidak. Ayah tirinya itu yang bersikap sangat baik dan sangat perhatian, namun setelah sang istri meninggal, sifatnya berubah menjadi orang yang gampang marah. Tak sampai disitu, ayah tirinya itu juga selalu mabuk dan ingin selalu berjudi, sehingga Amira kadang tidak bisa menyimpan uang hasil dirinya bekerja, karena ayah tirinya selalu meminta uang untuk digunakan berjudi. Jika tidak dikasih, maka dia akan mengamuk dan tidak segan-segan melukai Amira serta adiknya.

"Pijat yang kencang!" bentaknya yang seketika membuat Amira terperanjat kaget.

"Iya, Pak," jawab Amira dengan gemetaran karena saking takutnya.

Perlakuan kasar dan sikap ayah tirinya yang berubah membuat Amira ingin keluar dari rumah itu dan kembali ke keluarganya yang ada di kota Surabaya. Tapi itu sangatlah sulit dilakukan, karena setiap kali Amira mendapatkan gaji, dia tidak bisa mengumpulkan uang itu, karena memang untuk kebutuhan keluarganya, belum lagi ayahnya yang selalu meminta uangnya untuk berjudi dan membeli minuman keras, sehingga Amira hanya bisa berharap ada seseorang yang bisa membantunya untuk keluar dari ruang itu dan pulang kembali ke keluarganya yang jauh di sana.

Amira sempat ingin kabur membawa adiknya, namun gagal karena ayah tirinya itu memergokinya, dan kejadian itu juga lah yang membuat ayah tirinya semakin bertidak kasar dan sering memukul. Sehingga mau tidak mau Amira harus tetap tinggal di rumah itu, walaupun sebenarnya sudah tidak kuat dengan penderitaan yang dirasakannya setiap hari.

"Pak ... Bisa enggak bapak jangan minum-minum itu lagi? Kasihan aku sama Yeni, Pak." Amira berusaha membuat ayah tirinya sadar.

Namun nyatanya ucapan Amira malah membuat ayah tirinya itu marah.

"Heh. Kamu ini tahu apa? Hah! Masih kecil udah banyak omong!"

Amira kaget ketika ayah tirinya membentak seperti itu, yang akhirnya dia memilih untuk diam dengan mata yang berkaca-kaca. Batinnya serasa remuk mendapati perlakuan ayah tirinya yang benar-benar sudah tidak seperti dulu lagi. Sosok ayah yang menurut Amira akan bisa menggantikan ayahnya yang sudah meninggal, tapi malah berprilaku buruk, dan tidak seperti dulu sewaktu ibunya masih hidup.

"Eh, mana uang kamu," pinta pak Wanto dengan nada yang sengau.

"Pak, aku belum gajian." Amira terlihat gugup dan ketakutan.

"Emangnya bapak tidak tahu kamu gajian tanggal berapa?! Jangan bohong kamu! Mana uang kamu!" bentaknya lagi. Suaranya semakin keras.

Amira gemetaran, karena memang kenyataan dia belum mendapatkan gaji dari hasil kerjanya karena bos pemilik toko sedang berada di luar kota.

"Sumpah, Pak ... Aku belum gajian, bos aku masih di luar kota, entah besok atau hari apa pulangnya aku juga engga tahu, Pak," ucap Amira yang sudah tidak bisa membendung air matanya.

Bukanya diam ketika Amira berkata seperti itu, pak Wanto semakin menjadi-jadi. Dia marah dan menampar anak tirinya itu.

PLAK!

Sontak Amira hanya bisa menangis dengan perlakuan kasar ayah tirinya. Sambil memegangi pipinya Amira berusaha menjauhi ayahnya itu karena takut dia akan terus memukulnya.

"Mana uang kamu, cepat!" bentak pak Wanto. Matanya menata tajam.

"Pak ... Sumpah aku belum gajian, ada juga itu buat biaya makan, Pak," ucap Amira disela tangisnya.

"Makan apa? Udah sini cepat, ambil!"

Karena ayahnya semakin teriak-teriak dan terlihat sangat marah, Amira juga merasa tidak enak dengan tetangga rumahnya, yang akhirnya dia melangkahkan kakinya, ia bergegas masuk kamar. Sambil menangis dia membuka lemari untuk mengambil uang simpanannya untuk belanja sehari-hari, dan itu pun hanya tinggal seratus ribu.

Amira enggak tahu lagi besok harus bagaimana mencari biaya untuk makan. Dia melirik kearah adiknya yang sudah terlelap di atas tempat tidur. Hati Amira benar-benar sakit.

"Amira!"

Suara teriakan itu mengagetkannya, yang akhirnya Amira buru-buru keluar menghampiri ayah tirinya dengan membawa selembar uang pecahan seratus ribuan. Tanpa bicara lagi pak Wanto langsung meraih uang itu dari tangan anak tirinya.

"Cuma segini?"

"Iya, Pak. Enggak ada lagi," jawab Amira sambil menangis.

"Kamu pasti bohong. Ambil lagi capat!"

"Enggak ada, Pak. Sumpah enggak ada lagi." Amira berusaha meyakinkan ayah tirinya.

Melihat Amira yang sudah menangis seperti itu, Pak Wanto akhirnya dengan muka masam dia langsung melangkahkan kakinya dengan sedikit sempoyongan. Sedangkan Amira hanya bisa menatapnya sambil terus menangis melihat kelakuan ayah tirinya itu.

"Awas aja jika besok kamu tidak bisa ngasih uang sama bapak!"

Pak Wanto tiba-tiba aja mengancam, matanya terlihat tajam menatap Amira.

*****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dipaksa Open BO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Sampul Novel Ikatan Suci
8.8
Mona, janda dari seorang pahlawan negara, harus menerima takdir saat ayahnya, Jenderal Handoko, menjodohkannya dengan Galih. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Galih adalah mantan narapidana kasus narkoba. Di balik pernikahan yang penuh tanda tanya ini, Mona berusaha mencari alasan sebenarnya Galih bersedia menikahinya. Dua jiwa yang menyimpan luka lama kini terikat dalam janji suci, menghadapi pengorbanan demi mengungkap kebenaran di balik persatuan mereka.
Sampul Novel Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
9.0
Valerian DeVere mengambil langkah nekat dengan mencari istri bayaran demi menutupi kelemahannya. Namun, kontrak ini membawa keajaiban medis saat wanita tersebut secara tak terduga mampu menyembuhkan penyakit kronisnya. Seiring waktu, kesepakatan bisnis ini berubah menjadi ikatan yang rumit dan penuh risiko. Valerian kini terjebak dalam dilema besar: apakah ia benar-benar telah pulih, atau justru terseret ke dalam sebuah konspirasi gelap yang mengancam nyawanya?
Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova
8.1
Nasib malang menimpa Naladhira. Sesaat setelah keluar dari klinik kandungan, ia mendengar kabar bahwa suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan hebat. Kondisi semakin pelik saat Nala harus menjaga janinnya yang bermasalah, sementara sang suami justru menderita amnesia dan melupakan eksistensinya. Kini Nala hidup bagai orang asing yang diabaikan tanpa kasih sayang. Meski duka dan air mata terus menghantam pernikahannya, Nala tetap berjuang sendirian demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
9.6
Keputusan ibunya untuk menikah lagi membawa sang protagonis masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat yang megah. Namun, kemewahan tersebut terusik oleh sikap dingin kakak tirinya yang tampan sekaligus penuh kebencian. Ketegangan di antara mereka kian memuncak saat tatapan sang kakak mulai berubah aneh. Hingga suatu malam, pria itu pulang dalam keadaan mabuk, memicu kepanikan yang memaksa sang adik berteriak histeris dan terpaksa memanggilnya sayang sepanjang malam.
Sampul Novel Terjerat Cinta Mafia
8.2
Valerie terjebak dalam nasib kelam setelah dijual oleh ayah tirinya, Lukas, demi melunasi hutang. Ia kini menjadi milik James, seorang mafia kejam dan casanova yang ditakuti. Meski memiliki kekuasaan sendiri, Valerie gagal melarikan diri dari cengkeraman obsesif pria tersebut. Ketegangan antara kebencian Valerie dan ambisi James perlahan berubah menjadi benih cinta. Namun, mampukah cinta yang lahir dari kekasaran ini menyatukan mereka selayaknya kekasih?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan