Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi

Mantan Gay Kaum Pelangi

8.9 / 10.0
Dalam romance novel Mantan Gay Kaum Pelangi, Leo berjuang lepas dari trauma masa lalu dan cinta terlarang demi menempuh jalan hijrah. Di tengah godaan yang menguji keyakinannya, ia berusaha hidup normal. Simak kisah transformasinya di web novel ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Ringkasan Mantan Gay Kaum Pelangi
Kehilangan sosok ayah membuat Leo tersesat hingga terjerumus ke dunia hitam demi mencari kasih sayang. Trauma masa lalu membawanya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang kelam. Namun, sebuah hidayah muncul dan memicu niatnya untuk berhijrah karena takut akan dosa. Meski tekadnya kuat, berbagai godaan masa lalu terus datang menguji iman. Mampukah Leo tetap istiqomah, meninggalkan identitas lamanya, serta menjalani hidup normal dengan membina keluarga?
Baca Selengkapnya

Mantan Gay Kaum Pelangi Bab 1

“Gak bisa, Leo! Kamu gak bisa memutuskan ini secara sepihak! Apa kamu lupa? Kita sudah pacaran lama. Masa kamu tega ninggalin aku?!”

Danu membelalak terkejut. Kutahu keputusan ini pasti akan berat baginya. Tetapi ini adalah pilihanku, aku pun mengangguk. Danu menggeleng.

“Enggak, Leo! Kamu jangan bercanda. Ini sama sekali gak lucu.”

“Aku gak bercanda, aku mau bertaubat” tukasku segera.

“Hah? Bertaubat? Bertaubat dari apa? Maksud kamu apa?”

Danu mendengus dengan nada menghina. Tetapi aku tahu dia kecewa. Namun sekali lagi, ini sudah menjadi pilihanku. Perlahan kuberi ia pengertian.

“Danu, aku gak bisa begini terus. Usiaku sekarang sudah hampir tua. Aku harus menikah. Aku ingin punya anak.”

Danu seketika gusar.

“Hah? Bisa apa kamu? Kamu ‘kan gak selera sama perempuan, ‘kok sekarang malah sok-sokan mau nikahin perempuan! Bukannya kita udah janji akan terus bersama sampai mati?”

“Enggak. Itu salah, Danu. Itu sebuah kesalahan. Pokoknya aku mau kita putus. Aku mau berubah, aku mau hijrah!”

“Hijrah?! Haha!”

Danu tertawa dengan nada mencemooh.

“S*alan!”

Danu mengumpat dan…

BRRAAAAK!!

“B*ngsaaaaat!”

Dia meninju loker di belakangku hingga nyaris mengenai kepalaku.

“Leoo!”

Danu berteriak. Urat di keningnya mengencang, dan aku tahu bagaimana perangai Danu saat marah.

“Langkahi dulu mayat gue! Kalo gue kalah, oke kita putus. Tapi kalo gue yang menang, gue gak akan biarin lu jadi milik orang lain!"

Dia mengancam. Sebagai lelaki, kami sama-sama penyuka seni bela diri. Dan level ilmu karate Danu lebih tinggi dariku. Dia termasuk senior.Tubuhnya juga lebih besar dan kekar. Selain senior, wajah Danu juga sangat tampan. Banyak perempuan menyukainya. Namun tidak semua orang tahu rahasia Danu. Danu sangat mencintaiku. Dan dalam urusan ranjang, Danu lemah seperti wanita, sehingga aku lah yang selalu berperan menjadi laki-lakinya.

“Elo denger gue, gak?! Kita keluar sekarang! Mumpung orang-orang udah pada pulang! Di dojo ini, kita harus duel sampe mati!”

Danu menatap bengis. Seutas ban hitam melingkar di pinggangnya. Namun, demi harga diri dan pertaubatanku, nekat kuterima tantangannya. Kuikuti dia hingga ke tengah ruangan latihan. Lalu di atas lapisan matras ini, kami telah siap, kami berdiri berhadap-hadapan. Tatapan Danu sangat tajam. Lalu ia membungkuk terlebih dulu. Namun, sebelum aku balas membungkuk, ia tiba-tiba menghambur ke arahku secepat kilat. Sebelah kakinya menebas.

“Hyaaah!”

Aku lekas menghindar, nyaris terkena serangannya. Kemudian kali ini kepalan tangannya yang maju, buru-buru kutangkis dengan tanganku.

“Hyaah!”

Arah datangnya serangan Danu tak dapat bisa ditebak. Kedua kakinya melompat-lompat sangat lincah. Tetapi aku tidak tinggal diam. Kucoba maju membuat serangan balik.

“Hyaaaah!”

Kujejakkan kakiku sekokoh mungkin, tetapi Danu berhasil menahannya.

“Hah? Tendangan apa ini?"

Danu meringis keji.

“Sayang, mending nyerah aja, deh. Lu gak bisa ngalahin gue!”

"Aarrgh!"

Aku mengerang. Dia menarik kakiku kuat-kuat. Tulangku rasanya mau patah. Lalu..

“Hyaah!”

Danu tiba-tiba memukul titik vital pada lututku. Rasanya bukan main sangat ngilu. Aku lagi-lagi mengerang. Tubuhku pun ambruk.

“Hahaha!"

Danu berjalan mengitari diriku sambil tertawa. Sementara aku hanya bisa meringkuk.

“Lu itu kenapa, sih? Bisa-bisanya minta putus? Jangan ngaco, deh!"

"Enggak! Gue gak ngaco!" sahutku. Kucoba bangkit berdiri.

"Gue, emang mau bertaubat. Gue mau insyaf!"

“Aaargh! Berisik!"

Danu meraung. Dia menatap bengis padaku. Aku tersenyum pahit.

“Terserah lu mau terima apa enggak. Yang jelas gue gak mau lagi jadi kaum pelangi! Gue mau hidup normal!"

“Oh, jadi lu ngatain gue gak normal, gitu?!"

Danu membelalak. Wajahnya kian memerah.

“Kurang ajar!" umpatnya. Dia lalu menghujaniku dengan tinju. Bunyi bag dan bug bertabur. Aku tidak sempat melawannya karena ia begitu cepat. Tinjunya menghantam perut, bahu dan leherku. Aku dipreteli tanpa ampun. Nyeri berdenyut-denyut. Dia kemudian membanting dan menindihku.

“Hhheh! Elo bilang apa tadi? Putus? Gak akan!”

Wajah Danu menghambur. Dia hendak menciumku. Lekas kulayangkan tinju. Namun dia berhasil menghalau tinjuku. Tatapannya melotot. Aku tahu ia tersinggung.

“Oh? Jadi lu nolak gue?!"

“Gue bilang gue mau taubat!"

Danu menatap nanar kepadaku. Kedua matanya mengembun. “Oh, jadi bener elo gak cinta lagi sama gue?!” tanyanya. Lantas kujawab tidak. Kemudian Danu pun berteriak.

“Leoooo, kurang ajar lo Leoooo! Lebih baik elo mati daripada elo mutusin gue!”

Danu benar-benar murka. Tampaknya dia memang berniat membunuhku. Aku lagi-lagi dihujaninya pukulan, tinju dan hantaman.

"Aarrgh!" Aku mengerang kesakitan.

Pipiku, hidungku, rahangku, keningku, dan kepalaku, sudah menjadi sasaran tinju. Berkali-kali juga ia menyasar dadaku. Perutku mual, panas dan bergejolak, aku memuntahkan darah. Tanpa ampun Danu juga menampar pipiku bolak-balik, terus menerus tanpa jeda. Kemarahan Danu hampir seperti kerasukan. Dia menghanjar pelipsku, menghajar rahangku, mungkin wajahku sudah dipenuh luka memar yang teramat biru.

Aku semakin lemas. Rasanya seperti kehilangan napas. Aku bahkan tak mampu mengerang dan menarik napas. Tangan Danu mencengkram kuat leherku.

“Elo adalah milik gue! Selamanya!”

Aku merasa pusing, penglihatanku kabur. Tubuhku benar-benar lemas. Aku tak tahu lagi bagaimana nasibku kemudian. Cengkeraman tangan Danu seakan seperti sebilah pisau yang sedang memotong urat nadiku. Sepertinya hidupku tak akan lama lagi.

“WWOOOY! MAS DANU, STOP! HENTIKAN!! APA-APA AN INI?!”

Tiba-tiba aku mendengar suara orang lain berteriak. Samar-samar aku melihat banyak orang berlarian mendekat kemudian mengelilingi kami.

“LEPASIN LEO, MAS! NANTI DIA BISA MATI!”

“DIA EMANG HARUS MATI!”

Beberapa orang menghambur ke arah Leo. Mereka menahan tangannya.

“JANGAN MAS! LEPASIN LEO MAS! LEPASIN!”

“AAARRRRGGGHHH! JANGAN GANGGU!”

“UDAH MAS! BERHENTI MAS! LEO BISA MATI!”

“AAAARGGH! JANGAN IKUT CAMPUR KALIAN SEMUA!”

“UDAH MAS, STOP! STOP! KARATE BUKAN BUAT BUNUH ORANG!”

Dengan sekuat tenaga mereka menarik Danu. Lalu beberapa orang yang lain juga menarik bahuku dari belakang.

“WOY! BURUAN PISAHIN SI LEO. TARIK DIA KE SANAAA!”

“AAARRRRGGH! LEPASIIIIIN!”

Akhirnya Danu bisa terlepas dari tubuku. Aku mendegar Danu mengerang dan berteriak. Aku masih bisa melihat seseorang menarik dan menahan tubuhnya. Sebelum aku menutup mata, Danu semakin mengamuk, dia berusaha melepaskan pegangan tangan orang-orang. Lalu aku merasakan tubuhku diseret beberapa meter, aku tak bisa melawannya. Tulang ditubuhku rasanya sudah seperti hancur lebur.

Lalu aku melihat beberapa orang mengelilingiku.

“Bang, bangun, Bang! Tahan dulu Bang, jangan dulu mati!”

“Wooy buruan angkat si Leo ke tandu! Kita ke rumah sakit sekarang!”

Mereka berteriak panik. Lama-lama aku bahkan tidak bisa lagi mendengar. Pandangan mataku semakin berkunag-kunang. Aku benar-benar telah terkapar. Tak ada tenaga, daya dan upaya. Pandanganku kemudian menggelap. Aku pasrah. Mungkin memang lebih baik jika aku menghilang dari dunia ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mantan Gay Kaum Pelangi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano adalah CEO Lazcano's Corps yang kaya dan penuh kharisma. Di balik pesonanya, ia menyembunyikan sisi gelap sebagai pria yang tak segan membunuh. Namun, dunianya yang kelam berubah total setelah sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang gadis lugu yang sangat baik hati. Perbedaan kepribadian yang kontras justru memicu rasa penasaran Arsen. Ketertarikan mendalam pun muncul saat ia mulai terobsesi pada gadis yang sangat polos tersebut.
Sampul Novel Alia
8.7
Alia terpaksa memulai kehidupan rumah tangga di usia belia setelah sang kekasih melamarnya secara resmi. Di tengah kesibukan kuliah, ia berjuang memenuhi kewajiban sebagai istri meski terus ditekan oleh mertua yang membencinya. Demi masa depan suami, Alia bahkan nyaris mengorbankan kehormatannya. Namun, kehadiran sosok penolong tak terduga memicu getaran terlarang di hatinya. Kini, Alia terjebak antara kesetiaan pada pernikahan atau terjerumus dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas
8.0
Agnes Permatasari, seorang wanita karier, terpaksa mengakhiri pernikahannya dengan Rama Pratama akibat tekanan mertua dan ipar yang toksik. Setelah bercerai, Rama segera menikahi wanita kaya pilihan ibunya, meninggalkan Agnes dalam bayang-bayang status janda. Di tengah hinaan dan cacian masyarakat, Agnes harus berjuang menentukan arah hidupnya. Apakah perpisahan ini akan membuatnya semakin terpuruk, atau justru menjadi titik balik baginya untuk bersinar?
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.5
Perjalanan di gerbong tidur kereta menjadi ujian berat saat aroma para pekerja konstruksi membangkitkan gairah terpendam sang protagonis. Terdesak oleh hasrat yang tak tertahankan, ia terpaksa mencoba memuaskan dirinya sendiri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia ini justru ketahuan. Paman yang memergokinya segera menyingkap selimut dengan napas tertahan, lalu menawarkan diri untuk memberikan kepuasan nyata alih-alih membiarkannya menggunakan mainan.
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Sean Anderson tumbuh dalam keluarga retak sebelum diasuh pamannya yang merupakan bos mafia kejam. Lingkungan keras membentuknya menjadi pria dingin tanpa ampun. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang mampu menggoyahkan kewarasannya. Meski terus ditolak, Sean tak menyerah. Ia menggunakan segala cara demi mengurung gadis itu dalam kendalinya. Ikuti kisah penuh ketegangan dan intrik tentang obsesi gelap di dunia mafia yang berbahaya.
Sampul Novel Saat Lilin Menyala, Cinta Padam
8.3
Memasuki tahun keenam pernikahan, kebohongan suami yang mengaku lelah bekerja akhirnya terbongkar. Di hari ulang tahunnya, sang istri mendengar rahasia besar suaminya yang membicarakan selingkuhannya yang sedang hamil dalam bahasa asing yang dikira tidak dipahaminya. Meski terpukul dan menangis dalam diam, ia memilih berpura-pura terharu di depan suaminya yang gugup. Kisah pengkhianatan pedih ini menyajikan konflik rumah tangga modern yang penuh kepalsuan di balik manisnya kue ulang tahun.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan