Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)

Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)

8.8 / 10.0
Dalam Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam), seorang gadis dari kaum kegelapan harus bertahan dari eksekusi massa. Di tengah ancaman kematian, seorang pria menyelamatkannya dan memicu misi pembalasan. Nikmati fantasy novel penuh aksi ini sebagai web novel pilihan untuk pembaca setia.
Ringkasan Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
Dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan demi kedamaian abadi. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis terbelenggu rantai menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya segera. Sorak-sorai penuh amarah terus mendesak agar nyawanya dilenyapkan tanpa sisa. Namun, saat eksekusi tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah suasana. Sosok penyelamat muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah di depan mata.
Baca Selengkapnya

Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam) Bab 1

KAUM TERKAHIR

1. Pembantaian

"Aku tidak pernah mengirimkan wabah penyakit itu!"

Seorang laki-laki dengan wajah tegas itu menatap tajam kerumunan orang yang mengelilinginya. Kabut hitam sudah sejak tadi menyelimuti tubuhnya. Walau begitu wajah tampannya tidak bisa dipungkiri. Bahkan, banyak dari wanita bangsawan diam-diam mengagumi sosok laki-laki itu. Ya, hanya diam-diam, sebab mereka masih memiliki akal untuk mendekati raja dari kaum kegelapan itu.

"Bohong! Pasti semua ini karena ulahmu!"

"Ya benar! Kaum kegelapan seperti kalian terlalu tamak! Jadi mungkin saja ini salah satu siasatmu untuk menguasai seluruh dunia!"

Teriakkan itu langsung disambut pekikan penuh kesetujuan dari banyak orang yang menghadiri tempat lapang itu. Membuat sang laki-laki yang kini dirantai itu menggeram marah. Kabut hitam yang menyelimutinya semakin tebal.

"Hapus semua kaum kegelapan!"

"Bunuh mereka semua!"

Sraannggg!

Brug!

Raja kegelapan itu semakin menggeram marah ketika melihat salah satu rakyatnya dipegal di hadapannya. Bahkan, rakyatnya tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Giginya terdengar bergelatuk, amarahnya kini berada di puncaknya.

Dengan sekali tarikan tangannya, rantai yang sejak tadi mengikat tubuhnya terlepas. Tindakannya berhasil membuat semua atensi mengarah kepadanya. Tatapan takut kini dia dapatkan, tidak ada lagi cacian atau bahkan hinaan untuknya dan kaumnya. Semuanya seketika hening. Melihat itu membuat sang raja tersenyum miring.

"Aku Regan Dinuka Azaquel, selaku Raja Kegelapan dengan ini memberikan izin kepada kalian kaumku untuk mengeluarkan seluruh kekuatan kalian menghabisi mereka semua yang telah menghina kita!"

Seruan lantang itu seakan menjadi penyemangat bagi mereka yang sejak tadi tertunduk takluk dengan rantai yang mengikat di tubuh mereka. Suara rantai putus dari berbagai sisi membuat mereka yang sejak tadi berseru menginginkan kematian dari salah satu kaum itu panik. Terlebih ketika sang raja kegelapan mulai mengeluarkan sayap besar hitamnya. Kedua tangan kanannya terulur ke atas, membuat langit yang semula cerah menjadi gelap. Petir seketika menyambar saling bersahutan.

"Habisi mereka semua!"

Hanya dengan sekali perintah, maka peperangan besar itu terjadi. Peperangan antar kaum tidak bisa terelakkan. Kaum kegelapan melawan kaum lain dari dunia immortal.

***

Dua belas tahun telah berlalu, semenjak peperangan besar itu terjadi. Kini semuanya tampak damai. Para kaum berlalu-lalang, saling menyapa bahkan tertawa bersama. Terlihat begitu menenangkan.

Tetapi, berbeda dengan seorang gadis yang terkurung di salah satu istana milik raja dari segala raja kaum. Gadis itu hanya mampu melihat dari jendela kamarnya, menatap datar orang-orang yang berlalu-lalang di bawahnya. Tatapannya begitu tajam menghunus. Siapa saja yang beradu tatap dengannya akan terasa terimindasi.

Begitu pula dengan dua orang pengawal yang kini memasuki kamar gadis itu tanpa meminta izin terlebih dahulu. Keduanya dengan serempak menunduk, setelah sampai di belakang gadis itu beberapa meter. Padahal, gadis itu belum membalikkan tubuhnya sama sekali.

"Nona, Yang Mulia Lord memanggil Anda," ucap salah satu di antara keduanya.

Tanpa menjawab sama sekali, gadis itu berbalik dan langsung melangkah keluar kamar yang langsung diikuti oleh dua pengawal tadi. Dagunya terangkat, tatapannya lurus ke depan. Langkahnya terdengar tegas, hingga suara hels hitam yang berwarna senada dengan gaunnya itu terdengar jelas mengetuk lantai marmer yang dingin.

Semua maid dan pengawal yang dia lewati seketika menunduk, bahkan banyak yang menahan mati-matian tubuh mereka agar tidak gemetar karena aura yang dimiliki gadis itu. Tetapi, rupanya semua itu tidak membuatnya terganggu. Dia terus melangkah menuju ke pintu gerbang besar berwarna emas dengan ukiran sepasang sayap, di mana di balik pintu itu sudah duduk seseorang yang paling disegani di dunia immortal ini.

"Putri Kyana memasuki ruangan!"

Teriakkan lantang dari seorang prajurit yang berdiri di samping pintu besar itu menjadi aba-aba untuk pintu besar itu terbuka, mempersilahkan sang gadis untuk masuk. Dengan mantap, gadis itu terus melangkah menuju ke tengah aula. Tidak terimindasi sedikit pun oleh tatapan para petinggi kerajaan lain yang rupanya telah berkumpul di sana.

Dengan anggun sang gadis bernama Kyana itu membungkuk, memberi hormat kepada raja dari segala raja yang duduk di hadapannya. Setelahnya dia kembali menegakkan tubuhnya, menatap datar sang raja yang umurnya tidak terpaut jauh darinya.

"Ada apa Yang Mulia Lord memanggil saya?" Pertanyaan sang gadis membuat para petinggi kerajaan bangkit secara bersamaan.

"Koreksi kembali kalimatmu, Putri Kyana!" Salah satu petinggi memperingati sang gadis. Tetapi rupanya tidak dihiraukan sama sekali oleh sang gadis.

Mengetahui suasana yang mulai menegang Sang Lord mengangkat tangan kanannya, memberi titah agar para petinggi kembali duduk di bangku mereka masing-masing dengan tenang.

"Aku memanggilmu ke mari untuk memberitahukan kepadamu bahwa kau mulai sekarang akan dikembalikan ke kerajaanmu." Suara Sang Lord membuat sang gadis terdiam.

"Mengingat usiamu sudah memenuhi syarat untuk memegang kerajaanmu sendiri," lanjut Sang Lord.

"Cih, untuk apa aku kembali ke kerajaan jika rakyat pun tidak kumiliki setelah pembantaian yang kalian lakukan terhadap kaumku?"

"Lancang sekali kau!"

Suasana semakin memanas. Bisik-bisik cacian mulai terdengar di telinga gadis itu. Walau begitu, dia masih bersikap santai. Dia bahkan menatap penuh benci raja dari segala raja di hadapannya.

"Pembantaian itu tidak akan terjadi jika ayahmu mengakui tindakan kejahatannya!"

Brak!

Seorang petinggi yang baru saja mengucapkan kalimat tadi tiba-tiba saja terpental hingga menabrak dinding dengan begitu kuat. Semua orang yang ada di ruangan itu seketika memasang posisi siaga. Bahkan, banyak dari mereka yang mulai mengaktifkan kekuatan mereka.

"Putri Kyana apa yang kau lakukan?" Walau begitu Sang Lord masih duduk tenang di singgasananya.

"Hanya sedikit memberi pelajaran untuk si peludah, Yang Mulia," jawab Kyana datar.

"Kau!"

Mendengar jawaban dari gadis itu, petinggi kerajaan yang menjadi korban tindakan Kyana menggeram marah. Bahkan, sudah mulai mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang gadis itu. Tetapi, dengan santai sang putri menghindar tanpa menoleh sedikit pun dari laki-laki paruh baya berjenggot putih itu.

"Hentikan, Menteri George," titah Sang Lord membuat petinggi itu kembali duduk di bangkunya dengan wajah tertekuk. Sedangkan sang gadis tersenyum miring, merasa menang.

Sang Lord tiba-tiba saja berdiri dari duduknya, membuat mereka semua seketika ikut berdiri. Dengan menatap tajam gadis di hadapannya, dia berucap, "Dengan ini kuperintahkan kau Putri Kyana Azaquel untuk kembali ke kerajaanmu mulai sekarang!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah
9.7
Kisah cinta dalam Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah menghadirkan narasi romansa modern yang penuh dengan misteri. Hubungan tersembunyi antara kedua tokoh utama ini menjadi inti cerita yang emosional. Pembaca akan dibawa menelusuri dinamika janji suci yang dijaga ketat dari publik, di mana setiap keputusan membawa konsekuensi besar bagi masa depan mereka. Sebuah perjalanan tentang komitmen, kepercayaan, dan perjuangan cinta di tengah kehidupan masa kini.
Sampul Novel SANG ALPHA : Tak Tersentuh
9.8
Jordan Smith Watanabe, seorang pria religius yang teguh pada imannya, harus mendekam di penjara terpencil selama enam tahun akibat fitnah keji. Setelah bebas, ia terjepit dalam situasi sulit yang mengancam nyawanya. Terpaksa demi bertahan hidup, Jordan mengikuti arahan penyelamatnya untuk terjun ke dunia mafia yang brutal. Mampukah sosok pemeluk agama yang taat ini menavigasi kekejaman organisasi kriminal yang sangat bertentangan dengan prinsip sucinya?
Sampul Novel Sentuhan Panas Suami Dingin
9.8
Setelah malam mabuk yang tak disengaja, Ziea Mahendra terbangun di samping Reigha Abbas Azam, sepupu kejam yang paling ia takuti. Berusaha menghindar tanpa menuntut pertanggungjawaban, Ziea justru dihadapkan pada kenyataan bahwa sang ayah telah menjodohkan mereka. Reigha bahkan sengaja pulang dari luar negeri demi pernikahan ini. Meski Ziea menolak keras karena sikap dingin dan perbedaan usia mereka, Reigha mengunci perlawanannya dengan rahasia tentang malam tanpa pengaman itu.
Sampul Novel Terjebak dengan sang CEO
8.6
Pasca dijebak mantan kekasihnya, seorang wanita terpaksa menghabiskan malam dengan pria asing. Demi balas dendam, ia nekat menikahi pria misterius itu dan memanfaatkan statusnya sebagai istri sah di tengah berbagai skandal suaminya. Meski dikhianati berulang kali, ia tetap bertahan hingga akhirnya memilih pergi. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Ia pun terheran mengapa sang CEO masih terus mengejar dan mengusik hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan