Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku

Mencintai Musuh Keluargaku

9.1 / 10.0
Dalam Mencintai Musuh Keluargaku, Isabelle dari klan Dravein terjebak dalam cengkeraman River Blackwood. Di tengah perseteruan klan, vampire romance ini menguji kesetiaan saat identitas terungkap. Baca fiction fantasy romance books ini untuk mengungkap takdir mereka di Ravenbrook.
Ringkasan Mencintai Musuh Keluargaku
Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?
Baca Selengkapnya

Mencintai Musuh Keluargaku Bab 1

Isabelle Greystone berlari menuju perbatasan. Ia harus segera sampai di sana. Ia tidak punya pilihan, semua ini salahnya. Ia mengutuk dirinya sendiri karena telah berbohong hari itu. Ia sudah melanggar aturan dan menjadi penyebab perang mematikan antara dua klan vampir yang kejam.

Napasnya memburu saat mencium aroma kakaknya di udara. Ia sudah dekat. Tapi, nyawanya seperti merosot keluar dari tubuhnya ketika ia mencium aroma lain, dia juga ada di sana.

Akhirnya, pria itu akan tahu siapa dirinya. Sial, kenapa dulu dirinya harus berbohong?

Bukan berarti Isabelle menyesalinya. Ia telah menemukan cinta sejatinya, belahan jiwanya. Tapi semua ini seharusnya tidak terjadi. Ia seharusnya tidak jatuh cinta pada musuh. Sekarang, ia harus memilih. Antara keluarganya dan cintanya. Belahan jiwanya. Mate nya.

Isabelle berbelok tajam, hampir kehilangan keseimbangan saat melihat mereka, kekasihnya dan saudaranya. Keduanya saling menggeram dalam wujud vampir mereka.

"Berani sekali kau menyentuh adikku?" geram kakak tirinya, Kevin. "Berani sekali kau berpikir bisa memilikinya? Aku akan mencabik-cabikmu sampai tak bersisa! Kau akan mati! Mati! Aku bersumpah!"

"Apa yang kau bicarakan? Aku lebih baik mati tenggelam dalam kolam Lumora daripada menyentuh wanita murahan dari klanmu," balas River, terkejut sekaligus muak dengan tuduhan itu.

"Jangan pura-pura tidak tahu apa yang ku maksud!" geram Kevin, tetap dalam posisi siap menyerang. "Kali ini kau sudah melampaui batas. Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan mencabikmu hingga tak bersisa. Keluarga adalah batas yang tak boleh kau langgar!"

Kakak-kakak Isabelle yang lain mendukung pernyataan kakak tertua mereka, menggeram marah ke arah kekasihnya.

"Seperti yang sudah kukatakan," River memulai, napasnya berat. Rambut pirangnya yang basah menempel di keningnya yang berkilau.

"Aku sama sekali tidak tahu omong kosong apa yang kau bicarakan. Tapi kalau kau berani menginjakkan kaki di wilayahku, aku sendiri yang akan menghajarmu. Persetan dengan perjanjian."

River menyelipkan tangannya ke dalam jaket kulitnya, menggeram kesal saat berbalik. Ia sudah muak berbicara dengan vampir Dravein yang arogan itu. Kevin hanya mengganggunya, sementara ada hal lain yang lebih penting di pikirannya. Tapi sebelum pergi, ia berhenti sejenak, menatap vampir Dravein itu.

"Oh, dan satu hal lagi, sebenarnya aku sudah punya mate ku sendiri."

Kata-katanya tampaknya tidak berpengaruh sedikit pun pada Kevin. River tahu ia harus memperjelas maksudnya agar bisa menembus kepala batu pemimpin Dravein yang keras kepala dan menjijikkan itu.

"Wanita dari klanmu bahkan tidak selevel dengan River Blackwood," ujarnya dengan seringai licik.

Namun, ekspresi wajah Kevin tetap datar, tak tergoyahkan. River ingin memastikan dirinya keluar sebagai pemenang dalam pertukaran ini, dengan kata-kata terakhir yang menusuk.

Ia melangkah lebih dekat ke lawannya, senyum masih melekat di wajahnya.

"Tapi kalau adikmu masih menginginkan kesenangan, suruh saja dia datang. Aku yakin ada seseorang dari klan ku yang bersedia menunjukkan padanya seperti apa rasanya bersama pria sejati."

Isabelle nyaris menggeram sebagai respons. River memang punya kebiasaan buruk mengeluarkan ejekan pada orang yang salah di waktu yang salah. Kevin menggeram marah dan hampir melancarkan serangan ketika Isabelle berteriak,

"Berhenti!"

Semua mata langsung tertuju padanya. Mata River melebar saat melihatnya berdiri di sana. Wajahnya mencerminkan keterkejutan dan kengerian mendalam karena menemukan Isabelle berada di wilayah musuh.

Isabelle tahu persis apa yang ada di benak mate nya itu. Vampir pria sangat protektif terhadap pasangannya, mereka bisa mencabik siapa pun yang berani menatap pasangan mereka dengan cara yang salah. Berdiri di wilayah musuh berarti hukuman mati seketika di tangan klan rival.

Namun, yang kekasihnya tidak tahu adalah bahwa Isabelle juga bagian dari wilayah ini. Dia tidak tahu bahwa ia adalah adik tiri Kevin Greystone-musuh terbesarnya.

"Isabelle," River mengembuskan napas, suaranya dipenuhi ketakutan. Dia tahu Kevin bisa saja melukai pasangannya kapan saja.

Kevin berbalik menghadapnya, matanya merah menyala karena amarah.

"Isabelle! Bukankah sudah kubilang untuk tetap di rumah? Apa yang kau lakukan di sini?"

"Tolong... jangan... kumohon," dia memohon dengan mata berkaca-kaca, suaranya nyaris bergetar.

Tatapannya berpindah ke mate nya, yang masih terlihat bingung. Namun, perlahan-lahan, kesadaran muncul di wajah River.

"Isabelle, kau... adik Kevin Greystone," ucapnya. Itu bukan pertanyaan, itu sebuah kepastian.

Wajah River yang biasanya dingin dan tanpa emosi tiba-tiba dipenuhi berbagai perasaan.

Terluka, karena Isabelle telah menyembunyikan hal sebesar ini darinya.

Jijik, karena dia ternyata adalah adik musuh bebuyutannya.

Panik, karena ia tahu ia tidak bisa hidup tanpa pasangannya itu.

Kevin pasti tidak akan pernah membiarkannya memiliki Isabelle. Mereka telah menjadi musuh sejak lahir. Ia harus berpikir cepat. Ia menolak untuk menyerah pada pasangannya. Isabelle mengangguk, mengonfirmasi pernyataannya.

"Ya, aku berencana memberitahumu, tapi-"

Kata-kata Isabelle terputus ketika ia mendengar geraman dari adik laki-laki kekasihnya.

"Sudah kubilang," ujar Ryan tajam. "Bukankah sudah kukatakan? Ini semua jebakan. Dia pasti mengirimnya untuk menghabisi kita semua. Dan Kevin, ini tindakan yang sangat rendah."

"Tch!" Kevin mendengus sinis. "Sudahlah! Jangan berpura-pura seolah ini bukan bagian dari rencana licik kalian. Kalian menjebak adikku yang polos, menggunakannya untuk menyingkirkanku, dan merebut wilayahku. Sayangnya bagi kalian, aku mengetahuinya lebih dulu." Kevin mendesis penuh kebencian ke arah Ryan.

Isabelle menundukkan kepala, menghindari tatapan River yang penuh luka dan kekecewaan.

River tidak bisa mempercayainya. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ia membuka hatinya untuk seseorang. Setelah sekian lama, ia jatuh cinta pada gadis yang kini berdiri di hadapannya. Seorang vampir tidak mudah jatuh cinta, tetapi sekali jatuh, tidak ada jalan untuk kembali.

Ia telah menjadikan Isabelle sebagai mate nya. Mereka telah berbagi darah, gadis itu kini resmi menjadi miliknya. Lalu bagaimana bisa dia mengkhianatinya seperti ini? Apakah semua ini hanya permainan baginya?

Pasti Kevin yang menyuruhnya. Itu bukan hal yang mengejutkan dari makhluk rendahan, sakit, dan haus kekuasaan seperti Kevin Greystone. Tapi Isabelle... Isabelle selalu tampak begitu polos dan tak berdosa. Bagaimana mungkin dia melakukan ini?

Tentu saja dia bisa, pikirnya. Dia adik Kevin. Tapi bagaimana dengan dirinya? Ia tidak pantas menerima ini, ia mencintai Isabelle. Pikirannya berteriak.

"Ryan!" Isabelle memohon. "Tidak ada rencana apa pun. Tolong biarkan aku menjelaskan."

Tapi semuanya sudah terlambat. Dalam sekejap, dengan kecepatan kilat, sahabat mate nya, Erik, melintasi batas wilayah dan mencengkeram lehernya, menggeram marah dengan mata vampirnya yang kini bersinar. Isabelle menjerit.

Secara naluriah, River langsung membelanya, mendorong Erik menjauh darinya. Erik terlempar ke sisi lain wilayah Nocturn. Sesaat kemudian, Kevin juga sudah berada di sisi Isabelle. Ia mendorong River menjauh dari adiknya dan berdiri di depannya, melindunginya.

Kevin tidak tahu bahwa kini adiknya itu adalah milik River.

"Kevin!" Isabelle memohon. "Kevin! Tolong! Jangan sakiti dia! Dia mate ku. Kumohon, jangan."

Ia berusaha berdiri di antara dua vampir yang sedang murka. Kata-katanya hampir mengguncang hati Kevin. Ia menatap Isabelle dengan tidak percaya, tatapan tajamnya membuat Isabelle menciut ketakutan.

"Kau berbagi darah dengan adikku. Kau menjadikannya mate mu. Beraninya kau?!"

Kakaknya menggeram marah ke arah River sebelum langsung menyerangnya.

"Kevin!" Isabelle menjerit. "Tidak!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mencintai Musuh Keluargaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel Kehebatan Ayah Mertua ku
9.6
Kehidupan pernikahan dalam novel modern Kehebatan Ayah Mertua ku berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan fatal. Di tengah kesunyian malam, sang istri sering menangis meratapi nasib dan kesepiannya. Didorong rasa iba, ayah mertuanya nekat mendekati ranjangnya di tengah malam. Ia menawarkan bantuan fisik untuk menggantikan mainan intim menantunya, lalu melangkahi batas hubungan keluarga dengan tindakan yang sangat berani dan kasar.
Sampul Novel Kepentok Cinta Sang Idol
8.2
Adara adalah seorang jurnalis yang terjebak dalam masalah besar setelah dituduh menyebarkan rumor negatif tentang Benard, seorang aktor ternama. Kesalahpahaman ini membuat sang idola merasa sangat terganggu dan memojokkan posisi Adara. Namun, situasi justru berkembang ke arah yang tidak terduga saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Kini, Adara harus menghadapi dilema rumit antara karier dan perasaan cintanya kepada sang aktor pujaan.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Pasca malam yang liar, Raina terjebak dalam hubungan serius dengan Felix, seorang miliarder yang terpikat pesonanya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat cinta pertama Felix kembali, membuat Raina dicampakkan begitu saja lewat selembar cek. Bukannya hancur, Raina justru pergi dengan senyuman. Saat takdir mempertemukan mereka lagi, Raina telah bersama pria lain. Felix yang terbakar cemburu mencoba mengejarnya kembali, bahkan rela mengantre demi mendapatkan hati sang mantan.
Sampul Novel Koleksi Kisah Nakal (21+)
9.2
Dalam dinamika hubungan modern yang penuh warna, setiap pertemuan selalu menyimpan rahasia yang tak terduga. Koleksi narasi romansa dewasa ini mengeksplorasi berbagai momen intim yang dipenuhi dengan kejutan tak terbayangkan di setiap babaknya. Pembaca akan dibawa menyelami lika-liku gairah dan emosi yang mendalam, di mana situasi biasa seringkali berubah menjadi peristiwa yang menggoda dan sangat berkesan bagi para tokoh di dalamnya.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan