Sampul Novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA

DERITA PERNIKAHAN PAKSA

9.3 / 10.0
Dalam novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA, Vivian terjebak dalam billionaire romance novels yang penuh siksaan fisik dan batin oleh Max. Di tengah trauma, hadirnya River memberi harapan baru, namun kehamilan tak terduga memaksa Vivian memilih antara penyelamatnya atau ayah dari anaknya.
Ringkasan DERITA PERNIKAHAN PAKSA
Hidup Vivian hancur setelah terikat pernikahan paksa dengan Maximilian Windsor. Setiap hari ia harus menanggung siksaan fisik dan batin yang meninggalkan trauma mendalam. Di tengah penderitaan tersebut, muncul River, pria lembut yang menjadi pelindung sekaligus penyemangat hidupnya. Namun, obsesi Max yang kian gila memicu insiden tak terduga hingga Vivian mengandung anak dari pria yang paling ia benci. Kini ia terjebak di antara cinta tulus River atau Max yang merupakan ayah dari bayinya.
Baca Selengkapnya

DERITA PERNIKAHAN PAKSA Bab 1

"Tolong ceraikan aku!" pinta Vivian.

"Bercerai? Hahaha...kau milikku sayang," balasan yang terdengar renyah tersebut terlontar dari bibir Maximilian Windsor, seorang aktor sekaligus suami di depannya.

Max menatap bola mata coklat yang selalu terlihat membara. Sementara Vivian beberapa kali menelan Saliva, kesal karena tubuhnya terus dihimpit disudut yang sempit.

"Sudah kukatakan lepaskan aku! Tidakkah kau sadar sikap obsesimu itu hampir membunuhku!"

"Membunuh? Kau tidak boleh terbunuh, permainannya akan jadi membosankan tanpamu."

Vivian benar-benar emosi, pikirannya berkali-kali menyuruhnya untuk memberi tamparan pada suaminya.

Disamping itu jari-jemari Max perlahan meraba ujung kening Vivian, sembari menggerakkan ibu jari dengan pandangan yang saling terkunci.

"Dengarkan aku baik-baik, malam ini dan seterusnya, kau akan terus bersamaku. Jika kau mencoba kabur, tunggu saja hadiah apa yang akan ku berikan padamu."

Deg

Mendengar ancaman itu, dada Vivian terasa di dobrak. Pikirannya tiba-tiba melintasi waktu, teringat saat-saat dimana rencana pernikahan disampaikan padanya.

Tiga setengah bulan yang lalu...

Malam ini, setelah mengikat rambut dengan tali, Vivian berniat mengerjakan tugas kuliah sambil menikmati secangkir kopi. Namun saat gadis itu hendak membuka laptop, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Di sana, sang ibu muncul dengan wajah tertunduk lesu.

"An, papa mau bicara sebentar, tidak apa-apa?" tanya Evelyn dengan selendang yang melingkar dipundaknya.

"Tidak ma, sebentar, aku akan segera kesana," jawab Vivian, dia langsung menutup kembali laptopnya secepat kilat.

Di ruang tengah, William duduk dengan wajah serius. Vivian mendekati kedua orang tuanya yang sedang menunggu, lalu duduk dihadapan mereka.

Terlihat William mengusap beberapa kali wajahnya, ada kekhawatiran dan ketidakmampuan yang tergambar dalam raut wajah sang ayah.

"An, kamu ingin cuti kuliah tidak?" tanya William.

"Enggak pa, memangnya kenapa?" Vivian secara bergantian melihat ayah dan ibunya.

"Sebelumnya Papa minta maaf, Papa bukan sengaja membuatmu menderita atau apapun itu, Papa hanya..." William tak kuat meneruskan kalimatnya. Evelyn lantas mengusap tangan sang suami untuk menguatkan.

"Pah, mah ada apa?" Alis Vivian berkerut bingung.

William mengusap kedua ujung matanya beberapa kali, terlihat berusaha kuat.

"Papa mendapat perintah untuk menjadikanmu menantu seseorang," ucap William dengan berat hati.

"Apa?" Sontak mendengar ucapan tersebut, bola mata gadis itu membulat sempurna.

"Tapi aku kan sedang kuliah pah, kenapa Papah tidak menolaknya saja?" Tanpa sadar Vivian meninggikan suara.

"Sayang, hanya dua sampai tiga bulan saja, setelah itu kamu bisa bebas sesukamu." Evelyn menambahkan.

"Papa mempunyai utang kepadanya untuk pengobatan Van dahulu, Papa jadi tidak bisa menolaknya sembarangan, jika seandainya kamu tidak mau, untuk sementara Papa akan meminjam dulu dari teman papa yang lain untuk melunasinya."

Lagi-lagi pinjaman, Vivian tak setuju dengan solusi itu. "Memang berapa jumlah utang Papa? aku punya sedikit tabungan di rekeningku, mungkin cukup untuk melunasinya."

"Cukup besar, mungkin kita bisa membayarnya hanya dengan menjual rumah ini."

Mendengar hal itu Vivian langsung termenung, jelas tabungannya tak akan mampu menutupi utang itu.

"Sudahlah ini memang tidak masuk akal, Papa akan bicarakan lagi dengan atasan Papa."

"Pah, apakah dengan aku menikah, utang papa akan lunas?"

"Hanya setengah utang papa yang akan lunas, sisanya Papa akan mencicil semampu Papa, Papa akan bekerja keras untuk meningkatkan produk perusahaan kita, Papa hanya membutuhkan sedikit waktu saja." Suara William terdengar pasrah.

Setelah berpikir sejenak, Vivian telah mengambil keputusan.

"Papa aku akan menikah saja, tapi apakah Papa bisa berjanji padaku satu hal?"

William mengangguk, dia tak berani memandang putrinya.

"Jangan berutang lagi, Papa bisa berjanji satu hal itu kan?" Vivian menodongkan jari kelingkingnya, sama seperti dulu saat Vivian membuat janji dengan setiap anggota keluarga.

William membalas jari kelingking tersebut dengan wajah penuh haru. "Papa janji."

Sementara Evelyn telah berada di samping Vivian bersiap untuk memeluk putrinya. Sambil meraih tubuh kecil Vivian, Evelyn berbisik pelan.

"An, tunggulah sampai dua atau tiga bulan, jika kamu tidak menyukai pria itu, langsung ceraikan saja dia, Mama akan selalu mendukungmu apapun keputusanmu, tapi tolong untuk dua bulan setidaknya kamu harus bertahan, kami disini akan berusaha membebaskan mu," ucap Evelyn sambil mengusap rambut putrinya.

"Ya, aku akan melakukan sesuai kemauanku, jangan berutang lagi!" tegas Vivian kembali sembari membalas pelukan sang ibu.

"Besok, kita akan menemui calon suamimu, tidurlah sekarang kamu pasti lelah."

Vivian mengangguk, lalu meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamar.

Setelah malam penuh kebimbangan itu berlalu, di ruang kamar, Vivian sedang memikirkan rencana mendadak untuk menyelamatkan hidupnya.

"Menikah."

Dalam pikiran Vivian, pernikahan hanyalah sebuah ikatan antara seorang laki-laki dan perempuan, tak lebih dari itu. Rencana awal yang sempat Vivian pikirkan ketika menjalin hubungan dengan calon suaminya adalah usaha untuk menjalin kerja sama yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Lantas Vivian mengambil pena lalu mencoret kertas dalam bentuk poin-poin berisi rangkaian rencana yang akan dia lakukan nanti.

"Sempurna, esok akan ku jalankan rencana ini."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi DERITA PERNIKAHAN PAKSA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku
9.4
Saat nyawanya terancam akibat mutilasi kejam, seorang adik mencoba menelepon kakaknya untuk meminta bantuan. Sayangnya, sang kakak yang kesal justru menyela pembicaraan dan menuntut kehadirannya di pesta ulang tahun Yeri akhir bulan nanti, bahkan mengancam akan menghabisinya jika tidak datang. Panggilan diakhiri begitu saja sebelum sang adik sempat menjelaskan keadaannya. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, ia mengembuskan napas terakhir dengan air mata yang terus mengalir.
Sampul Novel Less Than Evil
9.6
Dalam realitas yang keras, kemampuan menjilat dan mencari muka menjadi kunci utama untuk meraih posisi strategis. Dunia ini tak ubahnya medan perang bagi mereka yang mahir mengganti topeng demi ambisi pribadi. Tak ada kebaikan murni yang tersisa; setiap interaksi hanyalah upaya untuk saling memanfaatkan satu sama lain. Hanya individu yang paling licik dan pandai bersandiwara yang mampu bertahan hingga akhir dalam persaingan hidup yang penuh dengan kepalsuan ini.
Sampul Novel Rahasia Suamiku yang Miskin
9.2
Megan terpaksa menikahi Zayden Wilgunadi demi kakaknya. Mengira suaminya miskin, ia tak sadar bahwa Zayden adalah konglomerat misterius paling berkuasa di kota. Saat Megan mengadu tentang pria berkuasa yang mengaku sebagai suaminya, Zayden berbohong demi menutupi identitas aslinya. Namun, permintaan Megan agar sang suami menghajar pria tersebut berujung lucu. Besoknya, sang CEO muncul dengan luka lebam, membuktikan kepatuhan mutlaknya pada perintah sang istri tercinta.
Sampul Novel TABIR HITAM
8.2
Kehidupan damai di kota kecil yang penuh berkah awalnya terasa sempurna, namun kebahagiaan itu hanyalah pembuka menuju teror yang mencekam. Aku terseret ke dalam pusaran kegelapan dan ketakutan luar biasa saat harus menghadapi kekuatan supranatural di luar logika manusia. Meski sulit untuk dipercaya, inilah kenyataan pahit yang mengubah seluruh hidupku. Sebuah perjuangan batin melawan entitas misterius yang terus mengintai di balik tabir hitam.
Sampul Novel Tunangan Ganda
9.5
Mia, aktris yang terjerat utang, terpaksa menyamar sebagai pewaris kaya bernama Lara demi menikahi jutawan dingin, Hector. Rencana singkat ini berubah menjadi jebakan berbahaya saat hari berganti bulan. Di tengah ancaman pemerasan dan pengkhianatan, Mia harus menghadapi Hector yang mulai curiga namun juga terpikat oleh jati diri aslinya. Kini, ia terjepit antara melarikan diri dari kebohongan besar ini atau bertahan menghadapi kebenaran yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Wanita Penggoda CEO Kaya
9.0
Carolin Azetta hampir mengakhiri hidupnya akibat pengkhianatan keluarga sebelum Darren Agler datang menyelamatkannya. Terobsesi memiliki Darren, Carolin rela mengubah penampilan fisiknya dan menyebar fitnah demi menyingkirkan Quina. Namun, saat ia berhasil merebut posisi di samping pria idamannya, kehadiran sosok misterius bernama Jerremy mulai mengancam stabilitas hubungan mereka. Kini, Carolin harus menghadapi konsekuensi dari ambisinya yang penuh intrik.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan