Sampul Novel Bukan Calon Kakak Ipar

Bukan Calon Kakak Ipar

8.2 / 10.0
Dalam novel romance modern Bukan Calon Kakak Ipar, Nasha kehilangan Nisha tepat sebelum pernikahan sang kakak. Di tengah pengkhianatan pacarnya, ia kembali dipertemukan dengan Rayyan. Simak kisah haru ini di web novel yang menyajikan drama tentang kesetiaan dan masa lalu.
Ringkasan Bukan Calon Kakak Ipar
Nasha sangat mengagumi hubungan kakaknya, Nisha, dengan Rayyan hingga ia mencari pacar semirip mungkin. Ia pun memilih Feri yang tampak sempurna dan menjaga kehormatannya. Namun, petaka datang saat Nisha meninggal menjelang pernikahan. Di tengah duka, Nasha dikhianati Feri yang menghamili sahabatnya sendiri karena alasan nafsu. Trauma mendalam membuat Nasha menutup hati dari pria, sampai akhirnya ia kembali bertemu Rayyan, sang mantan calon kakak ipar.
Baca Selengkapnya

Bukan Calon Kakak Ipar Bab 1

Sore ini, aku baru saja pulang kuliah. Capek rasanya naik motor kurang lebih 45 menit menuju kampus. Nasha Dwi Paramitha itulah namaku, gadis berusia 20 tahun yang sedang menempuh S1 pendidikan dokter gigi di Unsoed Purwokerto.

Aku bungsu dari dua bersaudara, anak pasangan Bapak Rahmat dan Ibu Sarinah atau biasa dipanggil Bu Inah. Kakakku berusia lima tahun diatasku. Namanya Nisha Eka Paramitha, sekarang bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di Purwokerto.

Saat memasuki pagar rumah, kulihat sebuah motor CBR hitam terparkir rapi di halaman rumahku.

"Siapa yang datang ya?" batinku.

Aku pun memasuki rumah setelah sebelumnya memarkirkan motorku disebelah motor CBR.

"Assalamu’alaikum." Aku mengucap salam.

"Wa’alaikumsalam," jawab keempat orang yang ada di ruangan. Kompak.

Aku menyalami Ayah, Ibu dan Mbak Nisha hingga mataku terpaku pada seseorang yang duduk di samping Mbak Nisha. Masya Allah tampan dan mempesona. Postur badannya tinggi menjulang, atletis, mata setajam elang, alis tebal, bibir tipis dan kulit putih. Jangan lupakan wajah keturunan indonya alias blasteran. Duh, begitu mempesonanya lelaki ini, aku jadi tergoda. Astaga.

"Kenalin Na, Mas Rayyan. Dia pacar Mbak." Mbak Nisha memperkenalkannya padaku.

"Nasha, Mas. Salam kenal." Aku pun mengulurkan tanganku.

"Rayyan," ucapnya sambil menyambut uluran tanganku.

Kami mengobrol lama. Dari obrolan kami, aku tahu Mas Rayyan itu cowok-able banget. Kelihatan banget cinta mati sama Mbakku. Hihihi. Tatapan matanya itu loh lembut banget tapi tajam. Setdah. Hahaha.

"Saya pamit pulang dulu Om Tante. Insya Allah minggu depan saya berserta kedua orang tua saya akan melamar secara resmi."

"Amin. Semoga dipermudahkan semuanya. Terima kasih ya Nak," tutur ayahku.

"Saya yang justru harus berterima kasih karena Om dan Tante telah mendidik putri Om ini dengan luar biasa."

"Ah Mas ini. Gombal." Mbak Nisha tampak malu.

"Hahaha. Mari Om Tante."

"Ya Nak hati-hati," ucap Ayah dan Ibu.

Mbak Nisha mengantar Mas Rayyan ke depan. Ayah dan Ibu segera masuk ke kamarnya. Aku sengaja mengintip apa yang mereka lakukan.

"Mas, jangan lupa kalau sudah sampai aku di WA ya?" Mbak Nisha mulai berbicara.

"Iya sayang. Kamu bobok yang nyenyak ya. Jangan lupa mimpiin Mas," ucap Mas Rayyan sambil mengelus rambut Mbak Nisha.

"Pengin cepet halal Dek. Biar Mas bisa cium kamu."

"Ish Mas Rayyan ah. Udah dibilangin kalau .... "

"Iya. Makanya Mas sabar sayangku. Mas suka kok icip-icip yang halal bukan yang haram."

Kulihat pipi Mbak Nisha merona. Ah, kenapa aku juga ikut merona kayak aku yang di gombalin aja. Ckckck.

"Ya udah Mas pulang. Dah Adek. Assalamu’alaikum."

"Wa’alaikumsalam."

Mbak Nisha segera masuk ke dalam rumah. Dan kaget melihatku tengah senyum-senyum gak jelas.

"Cie ... Mas Adek. Uh! Romantisnya."

"Ish. Kamu ya Dek. Suka jahilin Mbak." Mbak Nisha menarik kedua pipiku.

"Aaaaa ... sakit Mbak," keluhku.

"Hahaha. Habis pipi kamu gemesin kaya bakpao." Aku mengerucutkan bibir.

"Udah jangan marah, nanti cantiknya ilang."

"Hemmmm ... Mbak kenal Mas Rayyan dimana?" tanyaku kepo.

"Dia dokter baru di tempat Mbak. Usianya baru 26 tahun."

"Ooo ... cakep ya Mbak."

"Hahaha. Cakeplah kalau gak cakep gak mungkin Mbak suka."

"Kayaknya orangnya baik ya Mbak. Penyayang gitu."

"Hu'um. Makanya Mbak yakin dia lelaki yang baik. Dia selalu jaga Mbak dan menghargai Mbak."

"Mbak sama Mas Rayyan berapa lama pacaran?"

"Tiga tahun kurang lebihnya. Mbak kenal pas Mas Rayyan lagi koas di rumah sakit tempat Mbak kerja. Setelah lama kenal kita pacaran. Lalu kita LDR-an selama dia intership ke NTT, bertahan pacaran sampai sekarang. Alhamdulillah bentar lagi lamaran," Mbak Nisha tak mampu menyembunyikan raut bahagianya.

"Alhamdulillah. Nasha doakan semua lancar ya Mbak. Doakan Na juga biar ketemu sama lelaki baik kaya Mas Rayyan."

"Amin. Tapi fokus kuliah dulu ya Dek."

"Oh itu pasti."

Kami berbincang cukup lama di ruang tamu hingga hari mulai malam. Akhirnya kami menyudahi obrolan kami dan menuju kamar masing-masing.

*********

Kamu hati-hati ya Na, insya Allah bulan depan Mbak beli motor jadi kamu gak perlu bolak balik jemput aku atau naik bus lagi."

"Santai Mbak, masih bisa disiasati kok."

"Mbak cuma kasihan aja sama kamu harus bolak balik nganter dan jemput Mbak. Belum lagi kalau Mbak ada tugas kamu yang ngalah naik bus."

"Mbak Nisha ini kayak sama siapa. Eh... Mas Rayyan," sapaku saat melihat Mas Rayyan tengah berjalan mendekati kami. Dia tersenyum dan wow lesung pipinya duh bikin hati meleleh.

"Kalian sering berangkat bareng?" tanya Mas Rayyan.

"Iya," jawab kami kompak.

"Kok aku gak pernah lihat Nis?"

"Soalnya kalau Mas Rayyan udah datang langsung bawaannya heboh nyiapin ini itu jadi gak pernah perhatian sama adik cantikku ini," tutur Mbak Nisha.

"Betul. Betul. Betul," sahutku.

"Hahaha. Ya Allah. Maaf. Mas beneran gak tahu."

"Ya udah sih gak penting juga. Mbak, Mas. Aku berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum."

"Wa’alaikumsalam."

Aku pun segera menjalankan motorku setelah berpamitan dengan mereka.

********

Sabun, sikat gigi, lotion, deodorant, parfum, bedak, lipstik, tissue lalu ... ah, roti tawar rupanya," gumamku.

Aku tengah berbelanja bulanan untuk diriku sendiri. Sebelum pulang, aku mampir ke Moro dulu. Hari Minggu nanti acara lamaran Mbak Nisha dan Mas Rayyan, dijamin aku gak bisa keluar karena harus bantu ini bantu itu. Makanya mumpung longgar, jadi sekalian. Apalagi jadwal tamu bulananku tak lama lagi pasti datang.

"Na, kamu disini?"Aku menoleh ke asal suara.

"Eh, Mas Rayyan? Kesini juga Mas?"

"Iya nganter Mamah beli ini itu ...."

"Banyak sekali," lanjutku dengan tangan membentuk lingkaran.

"Hahaha. Gemesin kamu ya."

"Aw. Aw Aw. Ish sakit Mas!" Aku memukul keras tangannya. Lalu aku memegang kedua pipiku yang habis dia cubit.

"Habis pipimu gemesin tahu. Pantas Nisha suka bilang sama Mas kalau suka sekali mencubit pipimu."

"Ckckck. Dasar kakak sama calon kakak ipar pada kurang garam. Klop pokoknya pantas jodoh," gerutuku.

"Amin. Kan Minggu kita lamaran terus nikah."

"Ya. Ya. Ya. Terserah. Minggir Mas, Na mau lewat."

Aku mendorong troliku ke arena roti tawar khusus wanita.

"Kamu suka pake yang gak bersayap rupanya?"

Astaga aku lupa kalau masih ada Mas Rayyan.

"Ish, Mas ini. Ngapain ngikutin Na. Malu tahu. Hush. Hush. Pergi sana ini area cewek, cowok dilarang mendekat."

"Hahaha." Mas Rayyan malah tertawa dan memperlihatkan kembali kedua lesung pipinya.

Husah. Husah. Aku segera membuang pikiran anehku. Ya ampun aku mesti nyari pacar yang punya lesung pipi juga. Biar bisa mengalihkan duniaku dari pria blasteran ini. Ckckck.

"Ngapain malu Na, udah biasa. Lagian aku ada tiga cewek di rumah ya tapi yang satu masih SD sih."

"Haish Mas Rayyan nyebelin."

Aku berusaha memasang muka marah. Namun kalimat Mas Rayyan selanjutnya membuatku sumringah.

"Udah selesai milih rotinya, sini Mas bayarin," ucapnya sambil mendorong troliku.

Asik. Jatah uang buat belanja bulananku aman, jadi bisa buat beli novel hihihi. Akhirnya kuikuti langkah Mas Rayyan menuju kasir.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Calon Kakak Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Putus dengan Pacarku Sebelum Aku Meninggal
8.8
Delapan tahun mengejar Jake Burton berakhir sia-sia saat aku menemukan kontak mantannya masih dinamai Sayang. Jake dan kawan-kawannya meremehkan keputusanku, menganggapku terlalu sensitif. Tanpa membela diri, aku pergi membawa rahasia laporan kesehatan yang fatal di saku jaketku. Di sisa usiaku yang singkat, aku memilih berhenti memaksakan cinta yang terasa lebih pahit dari obat. Aku melangkah ke kegelapan, meninggalkan pria angkuh itu selamanya.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Syafana Azzahra, wanita cantik berusia 33 tahun, harus menelan pil pahit setelah dua kali gagal menikah. Harapannya kini tertuju pada Arman Alatas, pria pilihan sahabatnya. Namun, tiga hari menjelang hari bahagia, Syafana justru memergoki Arman berselingkuh. Meski hatinya hancur dan terluka dalam akibat pengkhianatan tersebut, ia tetap memberi kesempatan kedua hingga mereka resmi menikah. Mampukah Syafana bertahan dalam rumah tangga yang diawali dengan dusta?
Sampul Novel Gadis Berbalut Luka
8.7
Pasca diputuskan secara sepihak oleh kekasihnya, Ayana merasa semua pria itu sama dan tidak memiliki simpati. Ia bertekad menutup hati demi menghindari rasa sakit mendalam yang sulit disembuhkan. Namun, sumpah Ayana untuk tidak lagi terpesona pada lelaki diuji saat Bima Argunarta muncul kembali. Bima bukan sekadar orang asing, melainkan sosok dari masa lalu Ayana yang penuh kenangan mencekam sekaligus menyesakkan. Kini, ia harus menghadapi luka lama tersebut.
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Pasca penglihatannya pulih, Della terkejut mendapati Hurst Owen, adik kekasihnya, yang justru menjadi suaminya. Rahasia terbongkar saat ia mendengar Brady Owen lebih memilih Betty Kirk ketimbang dirinya yang buta demi dia. Meski Brady berjanji kembali dalam sebulan dan menganggap pernikahan adiknya palsu, Hurst mulai menyimpan rasa. Tanpa mengungkap kesembuhannya, Della justru membawa Hurst meresmikan ikatan mereka demi menjadi istri sejatinya.
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia
8.7
Pangeran Jasper hidup di Almekia, kerajaan futuristik dengan teknologi mutakhir yang kini dipimpin seorang ratu. Sosok mendiang ayahnya merupakan rahasia besar yang sengaja dikubur rapat oleh pihak istana. Didorong rasa penasaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar aturan demi mengungkap identitas sang raja. Meski harus menjadi buronan dan menempuh perjalanan penuh bahaya, mereka tetap berjuang menembus tabir misteri yang menyelimuti kerajaan.
Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM
8.3
Pasca kematian ibunya, Reaneta Alisha terpukul mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan gadis seumurannya. Demi membalas dendam, Rea berencana memikat Logan Asher Maverick, miliarder dingin yang menjadi pujaan selingkuhan sang ayah. Namun, Logan bukan pria sembarangan yang mudah ditaklukkan. Situasi berubah mencekam saat niat terselubung Rea terbongkar. Logan yang murka kini mengancam nasib Rea. Akankah misi godaan ini justru menjadi bumerang baginya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan