Sampul Novel Stay With Me (Gaza dan Clara)

Stay With Me (Gaza dan Clara)

9.5 / 10.0
Dalam Stay With Me (Gaza dan Clara), pernikahan paksa menjadi awal perjuangan mereka. Saat cinta mulai tumbuh, berbagai rintangan menguji kesetiaan di tengah konflik modern novel ini. Baca romance novel ini untuk mengungkap akhir perjalanan mereka di platform web novel terpercaya.
Ringkasan Stay With Me (Gaza dan Clara)
Gaza dan Clara terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah mereka inginkan akibat sebuah insiden tak terduga. Meski awalnya dijalani dengan penuh keterpaksaan, perlahan mereka menyadari bahwa benih cinta sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, tepat setelah keduanya berani mengakui perasaan masing-masing, berbagai rintangan berat mulai datang menguji keteguhan janji mereka. Sanggupkah hubungan yang berawal dari paksaan ini bertahan menghadapi badai masalah?
Baca Selengkapnya

Stay With Me (Gaza dan Clara) Bab 1

Bab 1

"Menikah? Astaga, Ayah! Clara masih kuliah!" Teriakan seorang gadis yang tidak terima atas keputusan sang ayah, membuat semua yang berkumpul di ruang tamu bernuansa Eropa itu tercengang.

"Perbuatan kamu sangat memalukan, Clara! Kali ini Ayah tidak akan memaafkan!" Ayah dari gadis tersebut sangat murka. Tangannya mengepal menahan amarah yang membuncah di dada.

Di salah satu sofa ruang tamu tersebut, terdapat seorang pemuda yang berpenampilan sederhana, hanya duduk mendengarkan perdebatan antara ayah dan anak gadisnya itu. Dia tidak dapat berbuat apapun. Pembelaan yang dia lontarkan sama sekali tidak merubah yang telah terjadi.

"Yah, coba pikirkan lagi! Apa Ayah tega menikahkan Clara dengan laki-laki yang nggak jelas kayak gini!" Ibu dari gadis itu menyela pembicaraan kedua belahan jiwanya. Dia melirik laki-laki itu dengan pandangan sinis. Sedangkan sang pemuda tertunduk dan menahan amarah. Harga dirinya terinjak-injak atas ucapan sang ibu.

"Coba Mama pikir! Kalau Clara hamil gimana?" Pertanyaan dari sang ayah membuat pemuda itu tercengang. Itu adalah tuduhan keji. Dia tertunduk mengutuk dirinya yang tidak dapat membela diri karena tidak ada bukti yang menguatkan, jika dirinya tidak bersalah.

"Astaga, Ayah! Clara minta untuk visum!" sentak gadis itu.

"Tidak ada waktu, Clara! Semua telah mengetahui aib ini. Ayah malu. Nak Gaza, bisa memanggil orang tuanya kemari? Kita akan membicarakan masalah ini lebih lanjut." Pemuda berkaca mata itu terkejut.

"Maaf, Pak. Tapi, saya yatim piatu," jawab pemuda itu gugup.

"Tuh, kan, Yah. Asal usulnya aja kita nggak tahu. Jangan-jangan dia turunan penjahat." Sang Ibu sangat berat menerima keputusan dari suaminya.

Dia sangat menyayangi Clara anak satu-satunya. Tidak mungkin semudah itu dia melepaskan anak gadisnya dengan seorang pemuda yang tidak mereka kenali.

Gaza merasa tersinggung dengan perkataan ibu dari gadis itu. Dia juga sama sekali tidak menghendaki keputusan sepihak ini. Tapi, apalah daya. Dia hanya seorang perantau yang mencari rezeki di kota demi sesuap nasi. Dia hanya butiran debu, jika dibandingkan dengan Clara dan keluarganya.

"Clara mau bawa ini ke jalur hukum! Kalau Ayah nggak mau bantu Clara, biar Clara yang usaha sendiri!" Kemudian gadis itu berlalu ke kamarnya. Dia tidak memedulikan lagi teriakan ayahnya.

Beberapa saat kemudian sang ibu menyusul anak gadisnya itu ke kamar. Setelah dia menyatakan ketidaksetujuannya atas keputusan sang suami.

Gaza merasa bersalah dengan keadaan yang tidak menguntungkan ini. Seandainya dia lebih hati-hati, semua kejadian ini tidak akan membelenggu mereka sejauh ini. Namun, semua telah terjadi dan dia harus menghadapi semua.

"Nak Gaza, Bapak meminta maaf atas semua ucapan mamanya Clara." Gaza tersenyum dan mengangguk, meskipun dadanya panas mendengar hinaan yang dilontarkan wanita yang masih modis meskipun dimakan usia itu.

"Ini sudah menjadi keputusan saya. Sungguh saya sangat malu dengan semua yang terjadi. Apa Nak Gaza setuju dengan semua ini?"

Sebelum menjawab, Gaza membenahi duduknya. Dia terlihat berpikir. "Maaf, Pak. Semua yang menjadi keputusan Bapak, saya mengikutinya." Sebenarnya bukan itu yang akan dia katakan. Setelah melihat wajah memelas dari laki-laki yang telah memutih rambutnya itu, membuat Gaza luluh. Dia harus menerima keputusan ini, meskipun terpaksa.

Setelah perbincangan berakhir, Gaza pamit undur diri. Dia keluar dari ruangan yang menegangkan itu menuju motor sport-nya yang dia parkir di depan rumah. Sebelum mengenakan helm, pemuda berpostur tinggi itu melihat ke lantai atas. Ternyata, Clara berada di balik jendela kamarnya. Netra mereka beradu, lalu Clara melihat tajam ke arah Gaza dan mengacungkan jari tengah sebelum berlalu.

***

Malam ini, begitu banyak bintang bertaburan di langit. Gaza memilih untuk duduk di taman dekat dengan rumah kontrakannya. Dia memikirkan hidupnya setelah ini. Tanggung jawabnya akan bertambah, jika pernikahan yang terpaksa ini benar-benar terjadi.

Kaleng soda di tangannya sudah kosong sedari tadi. Dia hanya memainkannya. Tidak lama kemudian dia meremasnya dan membuangnya ke tong sampah yang ada di depannya. Pemuda itu melepas kaca mata dan menyimpannya di saku kemeja. Kemudian menyandarkan bahunya di kursi taman sambil melihat langit yang betebaran oleh bintang-bintang. Sesekali dia mengusap wajah dan rambutnya dengan kasar. Dia mengutuk dirinya yang sangat ceroboh. Tidak hanya kehilangan pekerjaan. Sekarang, dia harus menikahi anak gadis orang.

Malam semakin larut, Gaza masih bertahan di gelapnya malam dalam kesendirian. Taman tersebut juga sudah terlihat sepi. Hanya beberapa orang saja yang tinggal. Kemudian pemuda itu berjalan menuju mini market 24 jam di depan taman.

Setelah masuk, Gaza mengambil minuman kaleng bersoda di lemari pendingin. Tidak lupa dia membeli rokok. Kemudian dia membayarnya dan duduk di depan mini market tersebut.

Gaza menyulut rokoknya. Dia melihat pasangan muda mudi yang berlalu lalang di depannya. Mereka terlihat sangat mesra. Berjalan sambil bergandengan tangan. Ada juga yang duduk di bangku taman sambil bercanda. Gaza tersenyum, apakah kelak dia akan melakukan hal itu dengan Clara?

Gaza tersenyum kecut ketika memikirkan Clara. Gadis itu sangat membencinya. Bagaimana bisa mereka menjalankan pernikahan atas dasar kebencian? Sikap Clara di rumahnya tadi, membuat matanya terbuka. Apa dia harus membatalkan keputusan yang telah disepakati?

***

Gaza sengaja bangun terlambat pagi ini karena sudah tidak ada tanggung jawab untuk bekerja. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. Dia mengabaikannya dan memilih untuk tetap tidur.

Beberapa kali dia mematikan panggilan dari nomor tidak dikenal itu. Namun, penelepon itu terus mengganggu, sehingga membuat tidurnya tidak nyaman. Terpaksa dia mengangkat panggilan tersebut.

"Halo ...."

"Lo ke mana aja! Gue cari di perpus, tapi nggak ada. Semua bilang lo dipecat! Gue nggak mau tahu! Sekarang gue tunggu di kantin dekat perpus, cepat!" Gaza mendengar suara gadis yang sangat dia hapal melalui pengeras suara. Suara tersebut bagaikan alarm yang membuatnya harus bergegas untuk pergi. Tanpa mandi, hanya mencuci muka dan menggosok gigi, Gaza melaju ke kampus demi panggilan seorang gadis bernama Clara.

Lima belas menit kemudian, Gaza telah sampai di tempat Clara. Dia mencari sosok cantik tersebut. Setelah menemukan gadis itu, dia segera menghampirinya.

Gaza tersenyum pada Clara. Bukannya membalas senyum tersebut, gadis itu memandang penampilan Gaza yang berantakan. Rambut disisir asal dan hanya memakai celana selutut dengan atasan kaus.

"Ada yang penting, Ra?" Suara Gaza mengejutkan Clara. Kemudian dia mempersilakan Gaza untuk duduk.

Gadis itu menunjukkan sebuah lembaran dari map yang dia bawa. Sebelum membaca, Gaza membenarkan kaca matanya terlebih dahulu. Baru satu paragraf dia membacanya, Clara menyodorkan lembaran yang lain.

"Lo harus tanggung jawab, Za! Semua peristiwa ini terjadi atas kecerobohan yang lo buat!" Gaza tercengang. Dia melanjutkan kembali membaca lembaran tersebut. Ternyata isinya adalah tuntutan untuk dirinya. Dia dijerat dengan pasal kelalaian dan pencemaran nama baik. Atas tindakan tersebut membuat korban mengalami kerugian.

"Nggak bisa gini, Ra! Aku nggak terima!"

"Perbuatan lo itu merugikan gue tahu nggak! Lihat ini! Gue di-Do!" Gadis itu menunjukkan lembaran satu lagi dengan mata berkaca-kaca.

"Kalau Ayah nggak bantu gue, teman-teman gue dari bantuan hukum Fakultas siap urus semua!"

"Tapi, ini bukan kesalahanku, Clara! Semua terjadi gitu aja!" Gaza kehabisan kata. Dia tidak dapat meyakinkan Clara atas kejadian yang terjadi.

"Setelah visum dilakukan, gue mau polisi selidiki kejadian ini. Kalau lo terlibat, jangan salahkan gue tuntutannya akan lebih banyak lagi!"

Gaza membelalakkan matanya, ternyata perempuan di depannya ini tidak main-main dengan tindakannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Stay With Me (Gaza dan Clara)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan