Sampul Novel Om Duda and Me

Om Duda and Me

8.0 / 10.0
Azalea, siswi SMA yang menawan, jatuh hati pada sosok duda satu anak yang merupakan paman dari sahabatnya sendiri. Kenzo adalah pria kaya yang menutup rapat pintu hatinya sejak sang istri wafat saat persalinan. Meski terpaut usia yang sangat jauh, Azalea bertekad mengusik ketenangan hidup Kenzo dan mencoba meluluhkan kekakuannya. Akankah kegigihan gadis muda ini mampu menaklukkan hati sang miliarder? Simak perjuangan Azalea mengejar cinta Kenzo.

Om Duda and Me Bab 1

Suara ramai terdengar dari para siswa-siswi yang sedang dalam mata pelajaran olahraga. Seorang gadis cantik, rambut hitam sebahu sedang melakukan pemanasan di sudut lapangan Volly.

"Azalea!" Terdengar suara cempreng yang memanggil namanya. Siapa lagi kalau bukan kedua sahabatnya. 

Azalea, merupakan salah satu siswi kelas XII yang berprestasi di sekolah. Nilainya tak pernah mengecewakan. Selain pintar dia juga masuk kategori sebagai gadis yang cantik dan ramah namun sedikit pemalu. Ingat yah, hanya sedikit.

Banyak para siswa yang selalu ingin dekat dengannya, bahkan pemuja rahasianya tak terhitung lagi jumlahnya. Terbukti begitu banyak hadiah kecil yang selalu ia jumpai di laci mejanya di kelas setiap hari. 

"Udah siap main?" tanya Viola yang sedang berjalan beriringan dengan Zinnia. 

Viola dan Zinnia adalah sahabat Azalea. Berbeda dengan Azalea yang terkesan sedikit pemalu, kedua sahabatnya itu lebih terkesan ke sifat tak tahu malu. Yah, kedua sahabatnya itu adalah gadis yang narsis, bawel kayak emak-emak berdaster, tukang ghibah kayak para tetangga. 

Namun nasib mereka berbeda, Viola dan Zinnia adalah anak seorang pengusaha kaya sedangkan Azalea hanya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang buruh di salah satu pabrik penghasil makanan instan yang tak lain adalah perusahaan milik ayah Zinnia dan ibunya seorang penjahit rumahan. Kendati demikian Viola serta Zinnia selalu memperlakukan Azalea dengan baik. Bahkan ketika ada yang menghina Azalea mereka akan berada di barisan paling depan untuk membela Azalea. 

Back to Lapangan Volly

Azalea dan para teman lainnya tengah bersiap untuk bermain. Para siswi berhadapan dengan siswi juga, begitu pun juga para siswa. 

"Udah deh, ngaku kalah aja. Ngapain juga capek-capek main, kan sudah bisa ditebak siapa yang bakalan menang!" teriak salah satu siswa yang merupakan lawan Azalea dan juga sahabatnya. 

"Ck, sombong sekali kau. Entar kalah juga paling nangis kejer. Huaaa … Mami... Mami," ledek Viola dengan nada mengejek sambil memainkan bibirnya. Siswa lain yang mendengarnya ikut tertawa. 

"Kau! Awas kau yah! Kalau begitu ayo buktikan siapa yang bakalan nangis di sini," sahut Asoka yang tak mau kalah. Asoka merupakan salah satu siswa satu kelas dengan Azalea dan lainnya. Meskipun pintar tapi Asoka terkesan sombong dan sedikit manja. 

Asoka selalu menganggap Azalea dan sahabatnya sebagai musuh. Karena ia merasa iri dengan persahabatan mereka. 

Permainan pun dimulai. Para suporter dari masing-masing team terdengar berteriak saling memberikan dukungan. Permainan berlangsung dengan begitu meriah, bahkan ada sebagian para guru yang sedang free ikut menyaksikan permainan para siswinya, terkadang mereka pun ikut bersuara. 

Para siswa yang sedang bertanding di lapangan sebelah pun merasa terusik sekaligus penasaran. Mereka berlarian ke sumber suara untuk ikut menyaksikan pertandingan tersebut karena memang saat itu guru olahraga berhalangan hadir jadi mereka semua hanya bermain-main saja. 

"Ayo Azalea, semangat!" teriak Afdal. Afdal merupakan salah satu cowok yang tak lain adalah teman Iqbal. 

Iqbal adalah teman sekelas Azalea yang sudah satu tahun jatuh hati pada gadis itu, hanya saja tak pernah ia ungkapkan karena belum memiliki keberanian untuk itu. Bukan hanya Afdal yang mengetahui jika Iqbal temannya itu menyukai Azalea, bahkan Viola dan Zinnia pun tahu. Hanya saja mereka mengabaikannya dan 

tidak pernah mengatakan kepada Azalea yang kurang peka itu. 

Silih berganti para siswa-siswi berteriak menyuarakan dukungannya. 

Setelah beberapa menit permainan berlangsung pertandingan pun dimenangkan oleh team dari Azalea dan kawan-kawan. Mereka semua berteriak sambil berpelukan serta lompat-lompat kegirangan, sedangkan team Jenika sedang bersungut kesal sambil menghentakkan kaki.

"SEKARANG KAU BISA LIHAT KAN SIAPA YANG TERBAIK. MAKANYA JANGAN SOK JAGOAN. HUU!" teriak Viola dan di ikuti tawa oleh sebagian siswa-siswi yang ada di sekitar lapangan tersebut. 

"Jangan nangis yah..." tambah Zinnia.

Asoka mengepalkan kedua tangannya mendengar teriakan dari rivalnya tersebut. Dengan wajah yang merah padam karena marah sekaligus malu dia dan para dayang-dayangnya meninggalkan lapangan tersebut. Azalea hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum tipis melihat kelakuan para sahabatnya. 

Sepulang sekolah seperti biasa Azalea selalu diantar oleh Viola dan Zinnia dengan mobil. Kadang memakai mobil Viola kadang juga dengan mobil Zinnia. Yah, Viola dan Zinnia memang tinggal satu kompleks. Sedangkan Azalea tinggal di perumahan sederhana. 

"Assalamualaikum!" teriak Azalea begitu masuk ke dalam rumah dan disambut hangat oleh kucing kampung kesayangannya. Azalea menggendong kucing yang diberinya nama yaitu Si Manis sambil membelainya. 

"Waalaikumsalam," balas Melati yang merupakan bunda Azalea. 

Azalea meraih punggung tangan sang Bunda kemudian mengecup pipi kanan,kiri Melati dan bergelayut manja di lengannya. Sang bunda hanya tersenyum melihat kelakuan manja putri satu-satunya tersebut. 

"Udah sana ke kamar bersihkan diri dulu. Kamu mau makan sayang?" tanya Melati kepada anaknya yang baru saja melangkahkan kakinya menuju kamarnya. 

"Nggak bun. Lea masih kenyang," jawab Azalea. Lea adalah panggilan keseharian Azalea ketika di rumah dan juga panggilan untuknya dari para tetangga dan kerabat dekat Azalea.

"Ya sudah, kamu bersihkan diri baru istirahat yah," titah sang bunda dengan nada lembutnya.

"Siap Bundaku Sayang," jawabnya sambil memberi hormat layaknya seorang prajurit sejati. Ia kemudian berlalu menuju ke kamarnya. Sedangkan Melati hanya tersenyum.

Langit sudah berganti warna, suara manusia yang berlalu lalang kini telah tergantikan oleh suara hewan-hewan kecil di balik rerumputan. Televisi kini tengah menayangkan cerita yang tayang bisa sampai 1000 episode dimana menjadi kegemaran para ibu-ibu berdaster. Begitupun dengan tayangan berita. Pada jam istirahat seperti ini terkadang Melati dan juga Wiranto Ayah Azalea memperebutkan remote televisi untuk melihat tayangan kesayangan mereka. 

Wiranto atau biasa di sapa Wira, pria berumur setengah abad itu masih terlihat sangat tampan meskipun di wajahnya sudah sedikit ada keriput. Begitu juga dengan Melati. Tak salah jika Azalea lahir dengan wajah yang cantik. Karena memang ayah dan bundanya merupakan salah satu idola di sekolah dulu pada zamannya. 

Azalea tengah bergelut di dapur untuk membuat makan malam. Selain pintar di sekolah Lea juga senang memasak. Keahlian memasaknya didapatkan dari sang Bunda dan Neneknya yang ada di kampung. 

"Taraaa… Bunda, Ayah, makanannya udah siap! Makan yuk!" teriak Azalea kepada kedua orang tuanya yang saat ini tengah berada di depan televisi.

Di meja makan tengah tersedia nasi panas dengan lauk tempe goreng tepung, ayam goreng, sayur tumis sawi serta sambal. Sungguh makanan yang dapat menambah timbunan lemak di perut, sebab kalau sudah dapat lauk seperti ini dipastikan susah untuk berhenti sebelum piring lauk kosong. Heheh.

"Wah enak nih! Putri ayah emang jago masak," puji Wira kepada sang putri yang saat ini tengah tersenyum senang sambil menampilkan deretan gigi putihnya. 

"Iya donk Ayah, kan Bunda yang udah ajarin. Bunda nggak di puji nih?" tanya Melati dengan wajah cemberut. 

"Iya iya. Pokoknya Bunda dan Lea deh yang terbaik," puji Wira yang membuat senyum terbit di wajah kedua orang kesayangannya. 

Mereka pun makan dengan lahap sambil sesekali berbincang mengenai sekolah Azalea,pekerjaan Ayah, dan juga banyaknya orderan jahit untuk sang Bunda. 

Setelah semua piring kosong, Lea membersihkan meja makan dan mencuci piring. Yah ketika malam hari ia memang biasa menggantikan sang Bunda untuk masalah dapur. Karena ia tak mau jika bunda kesayangannya itu sampai kecapean, terlebih lagi akhir-akhir ini orderan jahitnya menumpuk. 

Sesekali Azalea pun juga turut andil membantu sang Bunda memproses jahitannya jika sedang tak banyak tugas sekolah. Iya sangat gemar memainkan pensilnya untuk merancang baju baju yang menurutnya cantik dan wow. 

Tak salah jika Azalea bercita-cita menjadi seorang fashion desainer. Karena menurutnya sangat menyenangkan ketika ide yang dituangkannya di dalam kertas dinilai baik oleh orang lain apalagi ketika sang Bunda mengaplikasikannya dalam wujud sebuah gaun atau gamis untuk para customernya dan mereka pun puas dengan hasilnya. 

Seperti sekarang ini, pagi-pagi salah satu ibu muda yang satu kompleks dengan mereka sedang mencoba gaun pesanannya untuk acara nikahan. 

"Wow, ini pas sekali Bu Melati. Gaunnya cantik sekali. Aku selalu puas dengan hasil karyamu," puji tetangga mereka yang tak lain adalah Bu Icha. Bu Icha adalah salah satu customer tetap Sari. Kadang ia menerima orderan darinya dia sampai tiga kali dalam satu bulan. 

"Terima kasih Bu Icha untuk orderannya. Ini juga modelnya bantuan dari Lea," ucap Sari.

"Iya, itu sebabnya aku selalu menyuruh Lea yang memilihkan model atau memodifikasi berbagai macam model, karena aku yakin hasilnya selalu memuaskan seperti ini. Semoga Azalea betul-betul bisa menjadi desainer yah bu Melati," tutur Bu Icha tulus sambil menyelipkan sedikit doa. 

"Iya Bu Icha, semoga yah!" Senyum Sari kepada tetangganya itu. 

Icha pun memberikan upah kepada Melati. Tak jarang kadang ia memberi lebih dari harga yang telah dibicarakan dengan alasan tambahan uang jajan untuk Azalea. Meskipun tak enak hati tapi Melati terpaksa menerimanya karena tak ingin mengecewakan Bu Icha.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Om Duda and Me

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan