Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Divonis hanya memiliki sisa hidup 72 jam, Sofie Barnes harus menerima kenyataan pahit saat suaminya, Tommy Harper, memberikan kuota pengobatan satu-satunya kepada Anna Wilson. Alih-alih memohon, Sofie justru mempercepat ajalnya dan mulai melepaskan segalanya. Ia menyerahkan saham triliunan rupiah, galeri seni pribadinya, hingga hak asuh putrinya kepada Anna. Di mata Tommy, Sofie akhirnya menjadi sosok istri sempurna yang penurut. Namun, kepatuhan ini adalah awal dari rencana balas dendam terakhirnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sore harinya, di kantor pusat perusahaan.

Berita itu menyebar dengan cepat, Sofie datang ke rapat dewan direksi bersama adik perempuannya, dan secara langsung mengumumkan pengalihan saham.

"Sofie, apa kamu sedang bercanda?" Direktur senior, Pak Harrison, menarikku ke samping.

"Aku sangat serius." Aku menandatangani dokumen itu. "Mulai hari ini, Anna akan mewakiliku dalam pengambilan keputusan perusahaan."

Anna gemetar karena terlalu bersemangat, tapi dia berusaha keras menunjukkan sikap rendah hati. "Kak, aku... aku bahkan nggak tahu harus berkata apa!"

"Nggak perlu berkata apa-apa." Aku menyerahkan dokumen itu kepadanya. "Lakukanlah dengan baik."

Dalam perjalanan pulang, akhirnya Anna melepaskan topeng kepura-puraannya. "Sofie, kenapa kamu melakukan semua ini?"

"Karena ini yang kamu inginkan, bukan?" Aku bersandar di jendela mobil. "Suamiku, anakku, hartaku... Anna, kamu menang."

"Kak, aku..."

"Berjanjilah satu hal padaku," potongku, "seenggaknya di depan Clarisa, teruslah berpura-pura. Dia masih kecil. Dia butuh sebuah keluarga yang utuh."

Malamnya, aku sendirian di ruang kerja, merapikan semua hal.

Gabby Bowers masuk dan melihat keadaanku. Matanya langsung memerah. "Nyonya."

"Tolong urus semua ini." Aku menunjuk tumpukan dokumen di atas meja, semua itu adalah bukti kejahatan Anna. "Bakar saja semuanya."

"Tapi, Nyonya, dengan bukti-bukti ini, kita bisa..."

"Clarisa butuh seorang ibu." Aku menyeka air mataku. "Walaupun orang itu bukan aku."

Pagi hari terakhir. Aku nyaris tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuhku. Setiap tarikan napas terasa seperti berguling di atas mata pisau. Aku menatap diriku di cermin, pucat, kurus, dengan lingkar mata hitam dan cekung.

"Masih tersisa 24 jam lagi," bisikku pada diri sendiri.

Hari ini adalah pesta pertunangan Tommy dan Anna. Ya, mereka sudah tidak sabar lagi menunggu.

Aku memaksakan diri turun ke bawah. Ruang tamu telah didekorasi ulang. Anna mengenakan gaun berwarna sampanye dan sedang mengarahkan para pelayan untuk menata bunga.

"Sofie."

Aku menoleh dan melihat orang tuaku masuk. Mereka mengenakan pakaian mewah, ibuku bahkan mengenakan kalung safir warisan dari nenek, yang seharusnya diwariskan padaku.

"Sofie, kerja bagus. Akhirnya kamu mengerti juga! Selama ini kamu selalu bersaing dengan Anna, aku dan ayahmu sampai pusing dibuatnya." Ibuku tersenyum hangat.

"Benar." Ayah mengangguk. "Sejak kecil, Anna selalu manis dan penurut, nggak seperti kamu yang selalu keras kepala. Sekarang, akhirnya kamu tahu bagaimana bersikap sebagai seorang kakak."

Aku menatap wajah mereka yang bahagia, hatiku seperti disayat. Sejak kecil, tidak peduli sehebat apa pun pencapaianku, di mata mereka aku tetap kalah dari Anna yang penurut.

Aku berbalik dan pergi, aku tidak sanggup mendengarnya lebih lama.

Pesta dimulai pukul tujuh malam.

Para tamu berdatangan memenuhi pesta, semuanya berasal dari kalangan atas Neoyark. Saat melihatku, mereka semua tampak terkejut. Bagaimanapun, menghadiri pesta pertunangan suami sendiri dengan wanita lain, itu memerlukan kebesaran hati yang luar biasa.

"Sofie, kamu benar-benar datang." Tommy menghampiriku dengan ekspresi rumit di wajah tampannya.

"Aku sudah bilang akan datang." Aku mengangkat segelas sampanye. "Selamat untuk kalian."

"Sofie..." Tommy tampak hendak mengatakan sesuatu, tapi Anna menghampirinya dan menggandeng lengannya.

"Kak, terima kasih sudah datang," ujar Anna dengan senyum manis. Cincin berlian di tangan kirinya berkilauan, itu adalah cincin warisan Keluarga Harper, yang seharusnya menjadi milikku.

"Hadirin sekalian." Tommy mengangkat gelasnya. "Terima kasih telah hadir dalam pesta pertunangan saya dan Anna. Khususnya terima kasih kepada... Sofie, terima kasih atas pengertian dan restunya."

Tepuk tangan riuh terdengar dari seluruh ruangan. Aku mengangkat gelasku, memberikan penghormatan dari kejauhan.

"Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kakakku," ujar Anna dengan mata berkaca-kaca, "dia telah memberiku segalanya, keluarga, kasih sayang, dan kini cinta. Aku adalah orang paling beruntung di dunia."

Aku menatap kedua orang itu yang sedang berpelukan di atas panggung. Dingin menyelimuti seluruh isi hatiku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dan CEO Nakal
8.8
Seorang mahasiswi cantik sedang menempuh masa magang di sebuah perusahaan ternama yang sangat besar. Namun, rutinitas dan ketenangan hidupnya mendadak berubah total sejak ia bersinggungan dengan seorang pria hidung belang yang memiliki kekuasaan di sana. Akankah sang gadis mampu menghadapi segala tantangan dan dinamika yang muncul akibat pertemuan tersebut? Ikuti terus perjalanan hidup penuh warna dari sang asisten magang dalam menghadapi sang CEO nakal.
Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Marco menjanjikan piknik romantis di tebing, namun ia justru mendorong Clara ke jurang demi selingkuhannya, Chika. Meski tubuhnya hancur, Clara bertahan hidup dan mendengar rencana keji Marco untuk memalsukan kematiannya sebagai kecelakaan. Di tengah keputusasaan, api balas dendam mulai membara. Harapan muncul saat Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya, datang menyelamatkannya. Kini, Clara siap menghancurkan pria yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel HOLD ME
9.6
Alice, siswi berprestasi berusia delapan belas tahun, bermimpi menjadi desainer ternama. Namun, dunianya runtuh saat orang tuanya tiada dan Martin, kakaknya sendiri, menjualnya kepada Devan Adipati Gumilang. Devan adalah pemuda kaya raya yang dominan dan dikenal sangat brengsek di Jakarta. Kini, Alice terjebak sebagai pemuas nafsu bagi Devan yang memperlakukannya bak mainan. Mampukah ia meloloskan diri dari cengkeraman pria tampan yang berhati iblis tersebut?