Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERPERANGKAP HASRAT MAFIA KEJAM

TERPERANGKAP HASRAT MAFIA KEJAM

Seorang gadis terjebak dalam dilema besar saat ayahnya memaksa ia menikahi pria asing. Di sisi lain, ia mengemban tugas rahasia dari atasan sebagai guru relawan di pelosok demi mencuri data krusial. Namun, misinya terancam berantakan karena ia harus menghadapi suaminya yang temperamental dan penuh gairah setiap malam. Mampukah ia menuntaskan kewajiban agen rahasianya, atau justru tenggelam dalam jerat hasrat pria kejam yang menuntut kepuasan tiada henti?
Bab
Bagikan

Bab 2

Arsana Putri akhirnya sampai di kediaman Tuan Zayver Megantara yang sangat mewah dan luas. Dia disambut oleh penjaga dan langsung dipersilakan masuk ke kamar, di mana Zayver sudah menantinya.

Zayver Megantara mengerutkan dahi, menatap gadis cantik yang menyelonong masuk ke kamarnya lalu melempar koper nya begitu saja, lalu naik ke atas ranjang.

"Siapa kamu?" tanya Zayver heran dengan wanita yang telah berani masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.

"Siapa lagi yang berani berbaring di ranjang besar dan empuk ini kalau bukan istrimu." ucap Arsana tersenyum memperlihatkan giginya.

Zayver menautkan alisnya. "Apa? Istriku? Mana buktinya?"

Zayver memasang ekspresi tak percaya.

Arsana menghembuskan napas kasar lalu kembali bangun dan membawa sesuatu dari dalam tasnya.

"Ini buktinya, lihat saja." Arsana dengan tidak sopan nya melempar sesuatu pada Zayver.

Zayver menatap surat nikah di mana foto dirinya dan Arsana berdampingan.

"Bagaimana bisa aku menikahimu?" tanya Zayver, terkejut.

"Mana aku tahu. Aku bahkan baru saja bangun dari mimpi buruk dan tiba-tiba diberitahu bahwa aku sudah menjadi istri seseorang yang aku pun tak pernah mengenal dan melihatnya." Arsana kembali berbaring seraya menutup wajah dengan sebelah tangannya.

"Sialan! Wijaya telah berani menipuku. Sepertinya dia sudah bosan hidup." Zayver mengepalkan kedua tangannya sementara Arsana tertawa.

"Kau tertipu olehnya? Oh, sungguh pria yang malang."

Mendengar itu, Zayver kembali murka. "Berani kamu bicara seperti itu kepadaku?" bentak Zayver.

"Tentu saja berani, aku kan istrimu." jawaban Arsana membuat Zayver kesal.

"Istriku adalah Arsina Angelita, bukan dirimu!" tegas Zayver membuat Arsana berdecak kesal.

"Ah, ternyata kamu sudah tahu? Arsina adalah adikku, dan aku adalah Arsana Putri, kakaknya. Kami kakak beradik yang dilahirkan dari adonan sperma yang sama dan ibu yang berbeda. Jadi, terima saja. Hanya beda huruf akhir A dan I saja. Dalamnya pasti sama!"

Arsana membuka tangannya untuk melihat Zayver yang menatapnya tajam, lalu kembali menutup wajahnya kembali.

Zayver mendengus kesal, perempuan yang mengaku sudah menjadi istrinya itu benar-benar menyebalkan. Dia tak menyangka jika Wijaya sudah menipunya dengan memberikan anaknya yang berbeda, meskipun sesungguhnya Arsana juga tak kalah cantik dari Arsina Angelita. 

Satu hal yang pasti membuat Zayver geram adalah dia merasa dipermainkan, ditipu habis-habisan oleh Wijaya dan ini tidak bisa dibiarkan!

Belum lagi Zayver harus menghadapi gadis yang sepertinya tidak takut padanya.

"Masalahnya, aku tidak tahu ayahmu yang brengsek itu memiliki dua anak gadis dan yang dia tunjukkan kemarin hanya Arsina, bukan kamu!” Zayver menghela napas. “ Ah, Wijaya si tua bangka itu sudah bermain-main denganku. Awas saja, aku takkan segan-segan menembak kepala ayahmu itu!" seru Zayver menggebrak nakas yang ada di sampingnya.

"Terserah kamu mau menembak atau mencincangnya, aku sama sekali tidak peduli pada pria itu. Lagi pula, dia juga tidak pernah menganggapku sebagai anaknya, jadi untuk apa aku repot-repot menolongnya dari kematian?" celoteh Arsana.

Mendengar pernyataan itu, Zayver menatap Arsana yang masih berbaring dengan menutup wajah dengan sebelah tangannya seperti sangat menikmati rebahannya. 

Lalu, lelaki itu tersenyum sinis, karena ternyata wanita yang menjadi istrinya seperti tak memiliki rasa takut padanya, padahal Zayver adalah sosok yang terkenal ditakuti karena ketempramentalannya.

"Kau cukup berani ternyata," kata Zayver.

"Tentu saja. Untuk apa aku takut kepadamu, kau kan suamiku?" Arsana menjawab dengan enteng.

"Hahahaha ... jangan harap aku akan menganggapmu sebagai istriku!" Zayver tertawa mengejek.

"Terserah kamu. Aku sama sekali tidak peduli kamu menganggapku istri atau tidak. Tak masalah bagiku karena aku hanya ingin menumpang hidup!" sahut Arsana seraya membalikkan badannya memunggungi Zayver membuat lelaki itu membuka mulutnya hendak bicara, akan tetapi bingung mau bicara apa.

***

Satu minggu sudah Arsana dan Zayver tinggal satu rumah. Meskipun belum saling sentuh, akan tetapi keduanya sudah mulai saling mengenal dan saling mengerti akan sifat masing-masing. Arsana adalah gadis yang suka ceplas ceplos, menyebalkan, dan suka melawan, sedangkan Zayver adalah sosok yang kasar dan tempramental.

Perkenalan yang jauh dari kesan baik di mana sepasang suami istri sama-sama tidak pernah bertemu sebelumnya, karena mereka dinikahkan atas dasar utang piutang dan perjanjian. 

Arsana adalah pengantin pengganti, dan keduanya menjalani rumah tangga mereka dengan saling berdebat setiap harinya. Baik Arsana maupun Zayver keduanya belum memiliki rasa cinta, yang ada malah rasa kesal dan jengkel karena Zayver dan Arsana memiliki kepribadian yang sama keras.

"Aku akan pergi shopping bersama Ana. Kamu mengizinkan aku, kan?" tanya Arsana tanpa menatap lawan bicaranya.

"Kamu ini bicara pada siapa, hah?" bentak Zayver membuat Arsana terkejut dan langsung cemberut.

"Memangnya di sini ada siapa selain kamu, Zayver?"

"Setidaknya lihatlah lawan bicaramu kalau bicara! Dasar tidak sopan!" sungut Zayver seraya menoyor kepala Arsana yang langsung mengusap kepalanya.

"iya ... aku pergi dahulu." Arsana menatap Zayver, dan betapa terkejutnya gadis itu karena Zayver langsung menciumnya dengan paksa.

"Lepas! Setidaknya lakukanlah dengan lembut, bukannya malah seperti orang yang hendak membunuh!" omel Arsana mengelap bekas ciuman Zayver di pipinya, membuat lelaki itu makin murka melihatnya.

"Muah!" kecup Zayver lagi dan Arsana menghapus jejak bibir suaminya lagi. Dan hal tersebut terjadi hingga beberapa kali membuat Zayver mencekik Arsana yang langsung terbatuk-batuk karena sesak napas.

"Okay, okay, aku tidak akan menghapusnya lagi!" ucap Arsana dengan terpatah-patah karena lehernya masih dalam cengkraman Zayver.

"Jangan macam-macam denganku, gadis kecil!" kata Zayver dengan tegas, lalu melumat bibir Arsana dengan ganas dan melepasnya dengan kasar.

"Aku pergi dahulu!" kata Arsana berpamitan.

"Pergilah."

Saat sampai di luar, Arsana langsung menghapus jejak bibir Zayver tanpa dia tahu jika sang suami melihatnya melalui CCTV dan kembali murka.

"Dasar gadis nakal!" geram Zayver seraya meninju layar laptop di mana CCTV ditayangkan.

***

Arsana berbohong pada Zayver sebelumnya, jika dia akan pergi shopping bersama Ana salah satu pembantu yang ada di rumah Zayver. 

Arsana dipanggil oleh atasannya dan ternyata dia akan diberi tugas baru, yakni melakukan penyamaran karena sesungguhnya pekerjaan Arsana adalah sebagai seorang Agen Rahasia, semacam intelijen yang bertugas untuk memata-matai suatu tempat atau seseorang demi menemukan ada tidaknya suatu tindak kriminal dan informasi lainnya.

"Kamu harus ke Papua untuk mencari tahu pemilik gembong narkoba terbesar di sana, yang penjualannya sudah menembus pasar internasional. Jadilah Guru Relawan di sana untuk menutupi identitasmu sebagai Agen Rahasia dan segera pecahkan kasusnya."

Arsana memberi hormat tanda kesiapannya untuk berangkat ke Papua dalam rangka menjalankan tugas. Namun, yang membuatnya bimbang adalah bagaimana dia memberitahukannya pada Zayver, sementara saat dia hendak pergi ke kantor saja, dramanya luar biasa.

"Kapan saya harus berangkat?" tanya Arsana pada atasannya.

"Lebih cepat lebih baik, persiapkan saja dahulu segala keperluanmu di sana. Kalau kamu sudah siap, hubungi kami." Arsana mengangguk dan kembali ke rumah Zayver, karena di kantor dia tidak ada pekerjaan.

Hingga satu minggu berlalu, Arsana belum juga memberikan kepastian pada atasannya kapan dirinya siap pergi ke Papua untuk tugas. Namun, hal yang tidak diduga terjadi, Zayver memanggil Arsana dan menyuruhnya bersiap untuk ikut lelaki itu dinas urusan kantor.

"Ke mana? Aku malas sekali bepergian dengan orang sepertimu, lagi pula ada banyak pekerjaan." Arsana mencebik kesal.

"Ke Papua." 

Arsana tersenyum sumringah, saat mendengar nama Papua. "Kamu harus ikut denganku tinggal di sana untuk sementara waktu," pinta Zayver.

"tetapi ...." Arsana pura-pura tidak mau dengan terus saja berkelit padahal ini adalah kesempatan emas baginya untuk menjalankan misi sesuai perintah atasan di kantornya.

"Tidak ada tapi-tapian dan tidak ada penolakan. Kamu harus tetap ikut denganku!" ujar Zayver menggebrak meja di hadapan wajah Arsana.

"Baiklah, aku ikut. Kukira kamu akan bosan denganku jika terus saja ku ikuti."

"Mengapa aku harus bosan dengan istriku sendiri? Dasar bodoh! Cepat bersiap!" titah Zayver dan Arsana langsung tersenyum, karena sebentar lagi dia akan beraksi di Papua dan menangkap gembong narkoba kelas kakap yang konon sudah bertahun-tahun menjadi buronan dan sulit ditangkap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku
9.4
Kebahagiaan pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Setelah delapan tahun menghilang dan berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu, Azalea sukses menjadi dokter berkat bantuan pamannya. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Erik yang kini bersikap dingin meski tatapannya masih penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
9.0
Mireya Herlambang adalah penembak jitu andalan kelompok pembunuh Galaxy Hitam di kota Irich. Dia menerima misi berbahaya dari ketuanya untuk menghabisi nyawa Arnold Aksara, seorang jenderal yang dikenal sangat dingin dan kejam. Mireya bersedia melakukannya demi satu syarat: bantuan untuk membalas dendam keluarganya yang tewas. Namun, mampukah Mireya menuntaskan tugasnya, atau justru ia akan terpikat oleh pesona sang jenderal yang mulai menggoyahkan niatnya?
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Seorang dokter genius masa kini tiba-tiba terbangun dalam tubuh permaisuri abad ke-17 yang baru saja diceraikan Pangeran Keenam. Meski dikhianati demi wanita lain, ia tidak peduli dan memilih fokus membangun karier medis dengan ilmu modernnya. Keahliannya memikat hati rakyat hingga Sang Kaisar sendiri. Awalnya ia menolak cinta, namun takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan pengorbanan besar yang harus ia tentukan.