Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERPERANGKAP HASRAT MAFIA KEJAM

TERPERANGKAP HASRAT MAFIA KEJAM

Seorang gadis terjebak dalam dilema besar saat ayahnya memaksa ia menikahi pria asing. Di sisi lain, ia mengemban tugas rahasia dari atasan sebagai guru relawan di pelosok demi mencuri data krusial. Namun, misinya terancam berantakan karena ia harus menghadapi suaminya yang temperamental dan penuh gairah setiap malam. Mampukah ia menuntaskan kewajiban agen rahasianya, atau justru tenggelam dalam jerat hasrat pria kejam yang menuntut kepuasan tiada henti?
Bab
Bagikan

Bab 3

Arsana dan Zayver sudah tiba di Papua. Arsana merasa sangat lelah, akan tetapi Zayver malah terlihat sibuk dengan teleponnya. Tak lama, lelaki itu mendatangi Arsana yang sedang tidur dan berpamitan untuk pergi menemui teman-temannya.

"Memangnya kamu tidak lelah, Zayver? Beristirahatlah!" ucap Arsana sembari mengucek matanya.

"Lelah atau tidak apa pedulimu, hah?!" bentak Zayver membuat Arsana cemberut dan menyesal sudah memberi lelaki itu perhatian.

"Aku pergi dulu!" ujar Zayver seraya mencium bibir istrinya dengan kasar, tak ada kelembutan sama sekali.

Arsana tak membalas ciuman itu, dia juga tidak menghapus jejak bibir sang suami, supaya Zayver cepat-cepat pergi dari sana, karena Arsana sangat tidak nyaman jika ada Zayver di rumah.

Sebab, selain suka marah-marah, Zayver juga tak pernah menunjukkan hal romantis padanya, sehingga sampai saat ini dalam hati Arsana sama sekali belum ada rasa cinta.

Setelah kepergian Zayver, Arsana hendak tidur lagi, akan tetapi dia teringat akan tugasnya dan menggunakan kesempatan itu untuk mencari sekolah dimana Arsana mengajar sebagai Guru Relawan. Dengan menggunakan maps di ponsel, Arsana menuju tempat tujuan seorang diri.

"Tempatnya tidak terlalu jauh dari sini," gumam Arsana seraya terus berjalan.

Sepanjang perjalanan, Arsana berkenalan dengan beberapa warga di sana.

"Ke mana ini, ya?" tanya Arsana bermonolog sendiri menatap dua arah jalan sedangkan maps-nya malah menunjukkan jika dirinya sudah sampai.

Dia lalu mengambil jalan ke kanan, namun, saat sudah jauh berjalan Arsana malah menemui jalan buntu. Setelah itu, dia kembali lagi dan mengingat-ingat jalan yang tadi dia lewati, hingga akhirnya Arsana bertemu dengan seorang lelaki dengan wajah blasteran berpakaian rapi.

Sejak beberapa menit yang lalu lelaki itu memperhatikan Arsana dari dalam mobilnya. Melihat Arsana yang kebingungan, lelaki itu menghampiri Arsana.

"Anda hendak ke mana?"

Arsana sedikit terkejut dengan suara yang tiba-tiba.

"Hmmm, iya, aku ingin ke sekolah ini." Arsana menunjukkan maps di ponselnya.

"Oh ... kebetulan sekali, aku juga akan ke sana." ucap lelaki bernama Edward Michael yang sesungguhnya merupakan Guru Relawan juga di sekolah yang sama dengan Arsana.

Edward kembali berkata, "Aku adalah pengajar di sekolah ini. Apa mungkin kamu Guru Relawan yang akan mengajar di sana? Sebab sebelumnya Kepala Sekolah mengatakan akan kedatangan Guru Relawan,"

"Ah, kebetulan sekali. Itu benar, aku Guru Relawan di sekolah ini. Terima kasih, ya, hmmm... bisa tolong antar aku ke sana?" ucap Arsana dengan begitu senang.

"Tentu saja. Mari."

Arsana akhirnya dapat bernafas lega setelah berjam-jam tersesat, karena bertemu dengan lelaki yang konon sama-sama pengajar dan mungkin juga seorang Guru Relawan seperti dirinya.

"Nama saya Edward Michael, panggil saya Edward," ucap Edward menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

"Nama saya, Arsana Putri."

Edward membukakan pintu mobil untuk Arsana, segera menjalankan mobilnya.

Keduanya menuju sekolah seraya berbincang di dalam mobil, memecahkan keheningan.

Saat sampai, Arsana diperkenalkan Kepala Sekolah dan para guru lainnya. Arsana ditugaskan memegang kelas 4 SD dan akan mulai mengajar besok.

"Baiklah, hari sudah mulai gelap, selamat bergabung besok, ya." Kepala Sekolah menyalami Arsana yang tersenyum senang.

Mulai besok, dia akan mengajar di sekolah tersebut, sekaligus memulai investigasinya mengenai kasus yang ditugaskan oleh atasannya.

****

Jam tujuh malam Arsana baru pulang dengan diantar Edward, karena lelaki itu khawatir jika Arsana tersesat lagi seperti tadi. Arsana sempat menolak diantar Edward.Tanpa Arsana duga, Zayver sudah menunggunya di depan rumah sejak tadi, dan langsung marah tatkala Arsana diantar oleh lelaki asing malam-malam.

"Terima kasih, Edward, sudah mengantarku pulang. Sampai bertemu besok pagi di sekolah.” ucap Arsana dengan senyum manis di bibirnya.

“Ya, tidak masalah. Aku tidak keberatan sama sekali.” Edward membalas senyum Arsana.

“Hmmm… sekarang pergilah! Hati-hati dijalan.” suruh Arsana yang langsung dituruti oleh Edward.

Arsana melambaikan tangannya, beranjak masuk ke dalam rumah.

Plak!

Zayver langsung menampar Arsana tanpa aba-aba saat Arsana sudah berada di dekatnya. Lelaki itu sangat marah setelah melihat istrinya pulang dengan laki-laki lain. Ada rasa yang tidak bisa Zayver jelaskan yang membuatnya ingin sekali memaki Arsana.

"Dasar jalang!" teriak Zayver kepada Arsana yang memegang pipinya.

Arsana begitu terkejut dengan tamparan yang melayang di pipinya tiba-tiba.

"Bukankah kau lelah dan mau tidur saja, akan tetapi apa ini, hah? Kamu pulang malam bersama lelaki asing!"

“Aku-”

Zayver menyeret Arsana dengan kasar. Untuk pertama kalinya, Arsana amat ketakutan melihat kemarahan Zayver.

Arsana ingin menjelaskan, akan tetapi dia tak diberi kesempatan, sebab Zayver terus saja menyeret Arsana hingga ke kamar mereka di lantai 2.

Perlahan, air mata Arsana menetes dan membasahi pipinya. Perlakuan Zayver padanya sangat tidak manusiawi, mana ada seorang suami yang menyeret istrinya sampai tubuhnya itu terpingkal-pingkal.

Bayangan Wijaya Kusuma langsung melintas di pikiran Arsana, ternyata lelaki itu bukan hanya menjaminkan bahkan menjual Arsana pada Zayver, tapi juga menggadaikan nyawanya karena menikahkan Arsana pada lelaki berdarah dingin seperti Zayver.

"Siapa lelaki itu?!" tanya Zayver dengan berteriak.

"Jawab!!" bentaknya lagi.

Arsana terisak-isak, dia menghapus air mata yang kini membasahi seluruh wajahnya dengan kedua tangan. Suara isakannya juga sangat keras, sehingga Arsana kesulitan bicara.

"Aku ingin berkeliling tadi, tapi malah tersesat dan dia menolongku," ucap Arsana terbata-bata.

"Omong kosong!"

Bugh!

Zayver memukul pintu hingga pintu itu rusak demi menyalurkan amarahnya, setelah itu dia memangku tubuh Arsana dan melemparnya ke atas ranjang dengan kasar.

"Arsana, kau adalah istriku, kamu tidak seharusnya dekat-dekat dengan lelaki manapun selain aku!" geram Zayver dan langsung menindih tubuh Arsana, melumati bibir Arsana dengan kasar.

“Apa kamu mendengar perkataanku Arsana!” Zayver menatap tajam Arsana yang berada di bawah tubuhnya.

Brett!

Lelaki itu dengan kasar lalu melucuti pakaian istrinya yang terlihat lemah, hingga tubuh Arsana terlihat polos tanpa sehelai benangpun yang menempel padanya, lalu membungkam mulut Arsana yang meronta-ronta dengan bibirnya. Gadis itu tak berdaya, tak mampu juga melawan karena tubuh dan tenaga Zayver jauh lebih besar daripada Arsana.

Zayver mulai menggerayangi setiap inci tubuh Arsana dengan penuh nafsu dan amarah yang menjadi satu.

“Tidak, jangan lakukan apapun padaku!” teriak Arsana, begitu ketakutan dengan ulah Zayver.

Zayver tak menjawab perkataan Arsana.

"Stop! Aku tidak mau melakukannya dengan lelaki kejam sepertimu!" teriak Arsana.

Arsana tidak pernah menyangka jika tubuhnya mendadak lemas dengan ulah Zayver. Darahnya berdesir tak karuan, Arsana mencoba untuk berhenti tapi Zayver tak mendengar perkataannya.

Arsana hanya bisa menangis dan merasakan getirnya diperlakukan seperti binatang oleh suaminya sendiri. Zayver benar-benar bersikap kasar pada Arsana.

Zayver menjambak rambut Arsana.

“Katakan padaku, siapa suamimu?” tanya Zayver. Pertanyaan itu seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi, tetapi Zayver sedang dalam keadaan emosi yang tidak baik, tanpa sadar dia berkata seperti itu.

“Kamu,” ucap Arsana dengan terisak

“Sebut namanya!” bentak Zayver.

“Kamu, Zayver” suara Arsana terdengar gemetar.

"Berjanjilah padaku, kamu tidak akan dekat-dekat bahkan berinteraksi dengan lelaki lain lagi!" desis Zayver tepat di telinga Arsana, akan tetapi istrinya itu malah diam, sehingga Arsana kembali menerima tamparan keras. Zayver mencengkram leher Arsana.

"Berjanji, atau ... mati."

"A-Aku ... janji."

Dengan terpaksa, Arsana mengangguk karena takut nyawanya melayang begitu saja. Walaupun itu mustahil, Zayver tidak akan mungkin melakukannya. Tetap bagaimana jika Zayver benar-benar melakukannya. Arsana memejamkan matanya lalu berteriak sekencang-kencangnya karena merasakan sakit tiada tara di area intimnya. Suatu yang besar memaksa masuk kedalam tengah-tengah selangkangannya.

Zayver menghentakkan dengan sekaligus.

Blass!

“Ah… Zayver sakit!”

Zayver berhasil merenggut kesuciannya dengan paksa, setelah menyiksa Arsana sedemikian rupa, dan hal itu semakin membuat Arsana membenci suaminya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LRB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LRB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
9.1
Sepuluh tahun lumpuh demi Gunawan, aku justru dikhianati. Tunanganku berselingkuh dengan Vivian, sementara adikku, Keenan, menutupi aksi busuk itu demi uang. Mereka mengira aku tetap tak berdaya, namun faktanya aku sudah pulih dan menyaksikan semuanya. Kini, tujuh tahun setelah menghilang, aku bangkit kembali sebagai Alena Kusuma. Dengan identitas investor kaya, aku siap menghancurkan hidup para pengkhianat yang telah menghancurkan masa laluku.
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Sean Anderson tumbuh dalam keluarga retak sebelum diasuh pamannya yang merupakan bos mafia kejam. Lingkungan keras membentuknya menjadi pria dingin tanpa ampun. Namun, hidupnya berubah saat ia bertemu seorang gadis yang mampu menggoyahkan kewarasannya. Meski terus ditolak, Sean tak menyerah. Ia menggunakan segala cara demi mengurung gadis itu dalam kendalinya. Ikuti kisah penuh ketegangan dan intrik tentang obsesi gelap di dunia mafia yang berbahaya.
Sampul Novel Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku
9.0
Kehidupan Rury seketika hancur saat ia menerima pesanan jasa lukis henna dari seorang pelanggan wanita. Betapa terkejutnya dia ketika menyadari bahwa calon pengantin tersebut adalah selingkuhan suaminya sendiri. Di tengah pengkhianatan yang menyakitkan ini, Rury tidak tinggal diam meratapi nasib. Ia menyusun rencana matang untuk membalas dendam dan menghancurkan pesta pernikahan suaminya. Saksikan aksi berani Rury dalam menuntut keadilan bagi hatinya.