Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah

Pendekar Dataran Tengah

8.5 / 10.0
Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.

Pendekar Dataran Tengah Bab 1

Zaman Tiga Kerajaan atau juga dikenal dengan nama Samkok adalah sebuah zaman di penghujung Dinasti Han di saat Tiongkok terpecah menjadi tiga negara yang saling bermusuhan. Di dalam sejarah Tiongkok biasanya hanya boleh ada kaisar tunggal yang dianggap menjalankan mandat langit untuk berkuasa, tetapi pada zaman ini karena tidak ada satupun negara yang dapat menaklukkan negara lainnya untuk mempersatukan Tiongkok, maka muncullah tiga negara dengan kaisar masing-masing.

Cao Cao (kerajaan Wei), Liu Bei (Kerajaan Shu) dan Sun Quan (Kerajaan Wu) masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh. Hal ini membuat situasi keamanan di dataran tengah memanas. Tiga pihak yang bertentangan sama-sama menghimpun kekuatan.

Di satu pihak, kerajaan Wei yang diperintah Kaisar Cao Cao. Di pihak lain, Kerajaan Shu yang diperintah oleh Kaisar Liu Bei. Perang besar sudah di depan mata. Tidak hanya melibatkan ribuan prajurit tapi juga para pendekar yang berilmu tinggi.

Hampir seluruh pendekar ternama di dataran tengah ikut terlibat dengan bermacam alasan. Ada yang karena kesetiaan dan keyakinan. Ada yang terpikat janji dan iming-iming materi.

Waktu itu banyak penduduk dan pemimpin agama dari Kerajaan Wei menyeberang dan mengabdi ke Kerajaan Shu. Sebagian mereka tidak puas terhadap kebijakan Kaisar Cao Cao, sebagian lain melihat masa depan yang lebih menjanjikan di Kerajaan Shu. Kaisar Cao Cao marah-marah. Kaisar Liu Bei tertawa senang. Amarah Kaisar Cao Cao makin menjadi mendengar berita Kaisar Liu Bei telah menobatkan diri sebagai Kaisar Kerajaan Shu.

Kaisar Cao Cao merencanakan serangan besar menghancurkan Kerajaan Shu. Tapi kemudian membatalkan rencana tersebut karena mendengar laporan mata-mata bahwa pasukan Kaisar Liu Bei sudah siap-siap meluruk ke Kerajaan Wei. Kaisar Cao Cao memutuskan untuk menanti serangan lawan. Dia mempersiapkan pasukannya lebih matang dan rencana untuk menjebak lawan. Keputusan ini tidak banyak menguras kekayaan kerajaan dan juga tidak menguras tenaga pasukannya.

Di pihak Kerajaan Shu, Kaisar Liu Bei juga sudah menyusun rencana. Dia memang akan menyerang Kerajaan Wei, bahkan sengaja membocorkan rencana tersebut. Tetapi ada rencana rahasia yang dipersiapkan dengan matang. Dia mengirim pasukan khusus yang terdiri dari sekelompok pendekar silat kenamaan dataran tengah, dengan tujuan menyerang dan membumihanguskan Partai Partai Naga Emas, perguruan yang merupakan pemasok Prajurit sakti yang setia pada kerajaan Wei.

Hancurnya Partai Naga Emas secara langsung akan melumpuhkan separuh kekuatan Kerajaan Wei. Selain itu juga mendatangkan rasa takut dan waswas di kalangan Prajurit Kerajaan Wei. Dia yakin Partai Naga Emas akan mudah diserang dan ditaklukkan karena saat itu sebagian besar murid utama perguruan itu berada di istana dalam persiapan menyambut serangan Kerajaan Shu.

Sore itu seorang pemuda bernama Guo Jia sedang istirahat bersandar di pangkal pohon ketika ekor matanya melihat serombongan besar orang mengindap-indap di hutan. Dia curiga bahkan firasatnya mencium ada bahaya yang mengancam dirinya. Matanya memandang sekeliling mencari- cari tempat persembunyian. Di dekatnya ada kubangan lumpur, satu-satunya tempat paling aman.

Dia tiarap di kubangan lumpur. Tidak bergerak, dia mengatur nafas agar tidak terdengar orang. Dia takut keberadaannya diketahui rombongan itu, nyawanya pasti melayang. Rombongan melewati jalan tidak jauh dari persembunyiannya. Karenanya dia bisa mendengar dengan jelas sebagian pembicaraan orang-orang itu. Mendengar pembicaraan itu dia menggigil ketakutan.

Tak lama setelah rombongan menjauh, pelan-pelan dia bangkit, melangkah hati-hati Rombongan menuju ke Luoyang. Dia juga menuju Partai Naga Emas yang tak jauh dari desa Luoyang, satu hari perjalanan dari tempatnya tadi. Dia memilih jalan lain, menghindari kemungkinan berpapasan dengan rombongan itu.

Hutan belantara itu gelap dan senyap. Cahaya rembulan tak mampu menembus kerimbunan pepohonan. Samar-samar tampak enam buah tenda darurat. Di salah satu tenda, tujuh pendekar sedang istirahat. Ada yang duduk, ada yang berbaring. Tetapi semuanya melek, tak ada yang tidur. Rombongan Kerajaan Shu itu dipimpin Pang Tong, pendekar kepercayaan Kaisar Liu Bei. Dia lelaki bertubuh tegap dan berusia sekitar tigapuluhan.

"Besok pagi kita menuju Luoyang, supaya tidak menyolok, kita berpencar dalam sepuluh kelompok, kita berjalan kaki sebagaimana orang awam. Sore hari kita akan tiba di hutan di luar desa. Kita istirahat. Sekitar tengah malam menjelang fajar kita akan menyerang. Agar bisa saling mengenal satu sama lain, kita semua menggunakan ikat kepala warna putih," kata Pang Tong kepada kawan-kawannya.

Ma Chao, pendekar sakti yang dijuluki Iblis Chengdu, berkata lirih namun jelas. "Bagaimana dengan rencanamu, apakah murid Partai Naga Emas itu bersedia meracuni air minum perguruannya?" Ma Chao, berusia di penghujung tiga-puluhan, kurus, wajahnya buruk dan tampak kejam. Dia bertelanjang dada dengan celana sebatas lutut dan jubah hitam panjang yang penuh dengan tambalan.

Pang Tong tersenyum licik.

"Dia pasti akan melakukan itu, dia telah kubekali racun pelemas tulang yang reaksinya cepat. Jika dia menabur bubuk itu di sore hari kemungkinan besar sebagian mereka sudah mulai keracunan di waktu malam. Biasanya mereka akan ngantuk dan tidur. Selama mereka tidak berlatih silat, mereka tidak akan sadar tubuhnya sudah keracunan. Pada dini hari saat kita menyerang, barulah mereka merasakan tubuhnya lemas. Saat itu sudah terlambat untuk suatu penyembuhan. Ya, rencana ini membuat kita tak perlu membuang banyak tenaga."

Semua orang yang mendengar tertawa senang. Mendadak terdengar suara protes, nadanya ketus. "Itu bukan ksatria, itu perilaku pengecut, aku tidak setuju rencana itu. Mengapa harus pakai cara meracuni lawan dengan pelemas tulang, aku sendiri mampu mengalahkan orang-orang Partai Naga Emas, termasuk ketuanya Xiahou Dun dan adik-adiknya itu."

Lelaki itu berusia separuh abad, dia pendekar asing asal dari pegunungan Himalaya, negeri India. Namanya Takadagawe. Tubuhnya tinggi kekar, agak kehitaman, wajahnya tampan dengan hidung mancung. Dia orang kepercayaan berkedudukan sebagai penasehat Kaisar Liu Bei, pendapatnya selalu didengar sang Kaisar.

Semua orang diam. Pang Tong meskipun tidak menyukai protes Takadagawe, ikut diam. Agaknya dia menaruh hormat bahkan agak keder terhadap Takadagawe. Namun tidak demikian dengan lelaki gembrot berkepala botak, Mi Fang. Pendekar ini merasa cemburu melihat Takadagawe disanjung dan dihormati semua orang Kerajaan Shu. "Huh, orang Himalaya itu makin lama makin sombong, apakah memang benar cerita orang bahwa ilmunya itu mumpuni, huh tanganku jadi gatal aku ingin jajal," gumamnya dalam hati.

Tak bisa bersabar lagi Mi Fang berkala lantang. "Tuan pendekar Himalaya memang berilmu tinggi, sampai di mana hebatnya aku sendiri belum melihat, apakah benar tuan bisa mengalahkan Xiahou Dun dan adik-adiknya, hal itu masih perlu tuan buktikan. Tetapi sekarang ini kita dalam situasi perang, rencana meracuni air minum orang Partai Naga Emas sangat bagus. Rencana itu untuk menghemat tenaga kita semua sehingga masih segar saat berperang lawan pasukan Kerajaan Wei. Aku setuju dan meNonaung rencana itu!"

Takadagawe tidak menjawab. Dia melonjorkan kaki dan rebah telentang di tanah. Saat berikut tubuhnya terangkat sejengkal dari tanah. Takadagawe sengaja pamer tenaga dalamnya yang tinggi dan hanya pendekar kelas satu yang bisa melakukannya. Mi Fang dan pendekar lain, diam-diam merasa kagum dan jeri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pendekar Dataran Tengah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan