Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti

Luka Abadi, Cinta Tak Berarti

8.1 / 10.0
Setelah mengetahui bahwa anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, sang protagonis dikhianati oleh seluruh keluarganya yang meminta ia mengalah. Namun saat Yobel menolak bercerai dan memohon ampun, ia berpura-pura memberi waktu tujuh hari untuk membuktikan ketulusan pria itu. Di balik kepatuhan ekstrem Yobel yang mengira akan dimaafkan, sebuah rahasia kelam menanti. Sebenarnya sang istri telah meninggal tujuh hari lalu, dan waktu yang tersisa hanyalah izin dari malaikat kematian untuk berpamitan.

Luka Abadi, Cinta Tak Berarti Bab 1

Orang tuaku mengadopsi seorang anak yatim piatu dan aku sangat menyayanginya, bahkan memperlakukannya layaknya anakku sendiri.

Sampai akhirnya aku sadar, wajahnya semakin mirip dengan suamiku, Yobel, bahkan diam-diam memanggil adikku dengan sebutan ‘ibu’.

Ternyata, suamiku yang begitu mencintaiku sudah lama berselingkuh.

Dia dan adikku diam-diam membangun keluarga bahagia, bahkan mendapat restu dari orang tuaku.

Saat semuanya terbongkar, adikku memohon agar aku merestui mereka dan orang tuaku menyuruhku untuk mengalah.

Anak yang begitu kusayangi selama ini, malah mengutukku dengan kejam.

Namun, mereka tak menyangka, sebenarnya Yobel yang menolak untuk bercerai.

Dia menangis memohon pengampunanku, berkata bahwa dia benar-benar mencintaiku dan anak itu hanyalah sebuah kecelakaan.

Aku berpura-pura percaya pada ketulusannya, lalu berkata, “Tujuh hari, aku kasih kamu tujuh hari. Kalau kamu bisa menunjukkan ketulusanmu, aku akan memaafkanmu.”

Yobel senang bukan main dan menuruti semua perkataanku, memperlakukanku seperti harta berharga.

Demi diriku, dia bahkan menyumbangkan seluruh tabungannya, memaksa adikku berlutut di salju untuk meminta maaf padaku.

Semua orang mengira aku akan memaafkannya, hingga hari di mana polisi datang untuk menyuruh mereka mengidentifikasi jenazah. Saat itulah, Yobel benar-benar gila.

Yobel tidak tahu, sebenarnya aku sudah mati sejak tujuh hari lalu. Hanya saja, malaikat kematian memberiku izin kembali ke dunia selama tujuh hari, untuk berpamitan dengan Yobel.

Aku sudah mati.

Mati di perjalanan saat hendak mengambil hadiah ulang tahun untuk adik angkatku, si Kelven.

Sepatu yang dia sukai baru dijual pada malam tahun baru.

Di kota kecil kami tidak ada, jadi aku meminta suamiku, Yobel untuk mengantar adik perempuanku pulang lebih dulu, agar bisa berkumpul bersama ayah dan ibu.

Tak kusangka, saat aku selesai membeli sepatu dan dalam perjalanan pulang, diriku malah mengalami kecelakaan beruntun.

Demi menyelamatkan anak-anak di dalam sebuah bus, diriku terkena hantaman mobil yang meledak dan terjatuh ke jurang. Aku pun meninggal saat itu juga.

Malaikat kematian melihat jasaku yang besar dan kematianku yang begitu tragis, aku pun diizinkan kembali ke dunia selama tujuh hari untuk mengucapkan perpisahan terakhir dengan keluargaku.

Saat aku kembali, hari sudah gelap.

Takut keluargaku menunggu terlalu lama, aku seolah ingin terbang agar bisa cepat sampai rumah.

Namun saat sampai di rumah, aku melihat pemandangan makan malam yang begitu hangat melalui jendela kaca.

Kelven duduk di samping ayah dan ibu, Yobel duduk bersebelahan dengan adik perempuanku, Bella.

Ada anggur merah dan hidangan lezat di atas meja depan mereka, semua orang berpakaian baju baru, wajahnya penuh suka cita.

Meja bundar enam kursi itu seakan tak pernah menyisakan tempat untukku, si orang keenam yang tak seharusnya ada.

Seketika, dadaku terasa nyeri, kemudian aku pun buru-buru memarahi diriku sendiri lebay.

Mereka tidak tahu sama sekali apa yang kualami, mereka juga tidak menyalahkanku yang pulang terlambat di malam tahun baru ini. Bisa-bisanya aku malah tega menyalahkan mereka?

Saat bersiap untuk melangkah masuk, aku malah melihat Bella mengambilkan sepotong daging ke piring Yobel.

Dengan tatapan penuh cinta, Bella berkata, “Kak Yobel, ini ayam bawang yang aku belajar khusus untukmu, coba diicip.”

Yobel tidak langsung makan, melainkan dia malah menggenggam tangan Bella dengan cemas, sambil memeriksanya sambil mengerutkan alis, lalu menegur lembut, “Setiap kali masuk dapur, kamu pasti melukai tanganmu. Kok masak lagi kali ini?”

Bella menjawab dengan manja, “Soalnya aku lihat kamu sangat suka dengan masakan kakak, jadi aku pikir, kalau dia bisa masak untukmu, aku pun bisa.”

Wajah Yobel tampak tidak senang, lalu menjawab dengan suara beratnya, “Omong kosong! Dia itu tahan banting, kerja keras apapun bisa. Kamu sudah dimanjakan sejak kecil, untuk apa dibandingkan dengan dia?”

Sambil bicara, Yobel bahkan menunduk dan dengan lembut mencium tangan Bella. Tatapannya penuh kasih sayang, seolah takut permata rapuh itu hancur.

Padahal aku sudah tak lagi punya detak jantung ataupun nadi, tapi seketika, dadaku terasa sakit luar biasa.

Kenangan tentang kebersamaan mereka berdua pun bermunculan di benakku.

Aku dan Yobel sama-sama lulusan Universitas Maratha.

Setelah lulus, kami pun menetap di Kota Madin.

Tiga tahun lalu, Bella datang ke Kota Madin untuk mencariku, dengan alasan peluang kerja di kota besar lebih banyak.

Orang tuaku sendiri yang membawanya ke rumahku, sambil menekan secara halus agar aku menjaganya baik-baik.

Yobel yang khawatir diriku dipersulit, akhirnya setuju membiarkannya tinggal bersama kami.

Selama ini, mereka tak pernah menunjukkan sikap berlebihan di hadapanku, bahkan sering bertengkar, seolah saling tak suka.

Aku pun selalu berusaha menengahi mereka dan karena rasa bersalahku, aku semakin baik pada Yobel.

Sekarang dipikir-pikir, kebencian dan jarak yang ditunjukkan mereka itu hanyalah tipuan belaka.

Mereka tahu aku merasa bersalah, tahu posisiku yang serba salah. Itu semua malah jadi bumbu dalam kemesraan mereka, jadi perekat yang membuat kedekatan mereka semakin kuat.

Memikirkan itu, perutku terasa mual, rasa ingin muntah naik sampai ke tenggorokan.

Aku hampir saja menerobos masuk untuk menangkap basah mereka, tapi saat itu juga, datang pukulan yang lebih besar.

Tiba-tiba, Kelven berdiri dari kursinya, mengambil seekor udang lalu menaruhnya di piring Bella, sambil berkata dengan manja, “Ibu, ini udang kesukaanmu.”

Aku masih belum pulih dari rasa sakit akibat pengkhianatan itu, telingaku kembali diguncang oleh panggilan ‘ibu’.

Aku langsung mendongak dan melihat ibuku buru-buru menutup mulut Kelven, sambil menegur, “Jangan asal panggil! Bukannya sudah kubilang, di rumah ini harus panggil kakak?”

Ayahku malah dengan santai berkata, “Takut apaan? Anak itu juga belum pulang.”

Wajah Kelven tampak puas, lalu berkata, “Perempuan jahat itu masih antri membelikan sepatu untukku, dia pasti nggak akan sempat pulang malam ini!”

“Aku bukan hanya mau panggil ayah dan ibu, tapi malam ini aku juga mau tidur bersama ayah dan ibu!”

Usai bicara, Kelven menatap Yobel dengan tatapan penuh harap, lalu bertanya, “Ayah, boleh, ‘kan?”

Belum sempat Yobel menjawab, Bella sudah menjawab dengan lembut, “Tentu saja boleh, jarang-jarang ayah bertemu denganmu, mana mungkin tega menolak permintaanmu?”

Usai bicara, Bella menatap Yobel dengan sedikit manja, lalu memohon, “Kak Yobel, setiap kali meneleponku, dia selalu bilang ingin tidur denganmu.”

“Hanya kali ini saja, jangan ditolak, ya?”

Yobel hanya terdiam sebentar, lalu mengangguk dan menjawab, “Iya.”

Kelven pun melompat kegirangan, sambil berteriak, “Hore! Aku bisa tidur bersama ayah dan ibu! Aku bisa tidur dengan ayah dan ibu!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Luka Abadi, Cinta Tak Berarti

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan