Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!

Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!

9.0 / 10.0
Dalam novel modern Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!, Mireya, sniper Galaxy Hitam, mengincar nyawa Jenderal Arnold demi membalas dendam keluarga. Ikuti kisah penuh aksi ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pembaca yang mencari romance novel dengan konflik loyalitas dan misi berbahaya.
Ringkasan Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Mireya Herlambang adalah penembak jitu andalan kelompok pembunuh Galaxy Hitam di kota Irich. Dia menerima misi berbahaya dari ketuanya untuk menghabisi nyawa Arnold Aksara, seorang jenderal yang dikenal sangat dingin dan kejam. Mireya bersedia melakukannya demi satu syarat: bantuan untuk membalas dendam keluarganya yang tewas. Namun, mampukah Mireya menuntaskan tugasnya, atau justru ia akan terpikat oleh pesona sang jenderal yang mulai menggoyahkan niatnya?
Baca Selengkapnya

Jenderal Kau Tidak Tahu Malu! Bab 1

Malam yang dingin di padukan dengan sinar rembulan yang terang, nampak seorang gadis cantik yang sedang duduk merenung di balkon rumahnya. Dengan kepala di tegakkan memandangi sang rembulan sambil menatap dengan tatapan redup. Rambut pirangnya yang indah ikut tersapu angin malam yang dingin. Tangannya gemetar memegang sebatang rokok yang masih menyala. Asap yang keluar dari sebatang rokok itupun cukup menggambarkan tentang bagaimana perasaannya saat ini.

Puas menatap sang rembulan, Ia pun beralih menatap ponsel yang terletak di meja sampingnya. Tanpa berpikir lagi, ia pun mengambil ponsel itu lalu menelepon seseorang. Di tekannya tombol berwarna hijau, kemudian tak lama dari itu seseorang pun menjawab.

"Kau bermimpi tentang hal buruk itu lagi, Nona?" ucap seseorang di balik sambungan telepon itu.

"Hmm... kau hanya seorang bawahanku Yuna, dan itu juga bukan suatu hal yang perlu menjadi urusanmu," cibirnya sambil menghisap lagi setengah batang rokok yang sudah hampir habis.

"Maafkan aku, Nona," ujar seseorang itu, terdengar dari nada suaranya seperti ketakutan karena telah melakukan suatu kesalahan.

"Yuna, aku ingin melakukan misi itu besok!" ucapnya dengan tegas sambil menatap lurus ke depan, entah apa yang ada dalam pikirannya.

"Kau yakin, Nona?" tanya Yuna tampak sekali, ia sedikit meragukan perkataan dari Atasannya itu.

"Iya, aku yakin Yuna, jadi bersiaplah untuk besok!" jawabnya dengan penuh keyakinan, lalu mematikan sambungan telepon tersebut.

__________________________________

10 TAHUN YANG LALU.....

DOR!!.......,

DOR!...,

Kebisingan dari luar cukup membangunkan gadis kecil cantik berambut pirang yang sedang tertidur lelap. Ia terbangun dengan nafas tidak beraturan, seolah-olah ia telah mengalami mimpi buruk, itu terlihat dari raut wajahnya yang sangat ketakutan. "Kau sudah bangun?" tanya seorang wanita cantik yang duduk di samping tempat tidurnya. Gadis kecil itu pun menoleh ke arah wanita itu tampa mengeluarkan sepatah katapun.

"Namaku adakah Mina, dan kau gadis kecil siapa namamu?" sahut wanita itu dengan ramah.

"Na..na..namaku, adalah Mireya," jawab Mireya kecil dengan terbata-bata.

"Mireya?, nama yang cukup bagus," ungkap Mina sambil memeriksa keadaan Mireya.

"Bibi, saat ini aku berada dimana," tanya Mireya pada Mina.

"Nak, saat ini kau berada di barak militer, kau di temukan hanyut di sungai oleh para prajurit dan tidak sadarkan diri selama lima hari," jawab Mina berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya pada Mireya.

"Apakah aku boleh pulang ke rumah, Bibi?" ucap Mireya pada Mina dengan nada penuh permohonan.

"Tentu, setelah kau benar-benar sembuh," jawab Mina dengan tersenyum lembut pada Mireya, sambil mulai merapikan alat medisnya.

Mireya pun bangun dari tempat tidurnya dan melangkah ke arah jendela mencoba melihat keadaan di luar. Ia pun cukup terkesima dengan apa yang dilihatnya, di sisi lain ia juga bingung dan bertanya di dalam hati, apakah ini yang di namakan barak militer?.

Mengapa banyak sekali orang-orang berkumpul dan memakai baju yang sama, serta berbadan kekar dan sangat kuat. Bahkan, Mireya sempat takjub ketika melihat orang-orang tersebut berlatih berkelahi, memanah, dan menembak.

"Kau istirahatlah kembali Mireya, aku akan keluar sebentar," ucap Mina pada Mireya. Mendengar ucapan wanita itu, Mireya pun menoleh kemudian menganggukkan kepalanya.

Lalu Mina pun melangkahkan kakinya keluar tenda dan membawa kotak obatnya. Sementara itu Mireya kembali ke tempat tidur dan beristirahat agar cepat pulih dan bisa cepat pulang. Ia yakin saat ini pasti sang kakek sangat khawatir dan sedang mencarinya.

Keesokan paginya Mireya terbangun dari tidurnya. Ia pun turun dari tempat tidur dan melangkahkan kedua kaki kecilnya keluar dari tenda. Ketika berada diluar tenda, Mireya sempat di buat kagum dengan begitu banyaknya pria dewasa memakai pakaian khas militer sedang mengantri untuk sarapan. Cukup lama ia memperhatikan para prajurit itu, hingga tanpa sadar seseorang menepuk punggungnya.

"Hei.., apakah kau yang di obati ibuku kemarin? " tanya seorang gadis kecil berkulit hitam, bermata tajam, dan berambut gimbal, serta memiliki tinggi yang sama dengan Mireya.

Mendengar perkataan gadis kecil itu, Mireya hanya diam kemudian menganggukkan kepalanya.

"Namaku Jenna, dan kau..?" ujar gadis itu, sambil menyodorkan tangan kanannya kepada Mireya.

"A..aa..aku, Mireya," jawab Mireya dengan terbata-bata sambil menjabat tangan kanan gadis itu.

"Oh.., Mireya nama yang cocok untuk gadis pirang sepertimu, jadi sekarang kita teman," ucap Jenna kemudian memeluk Mireya. "Kau tahu Mireya ini pertama kalinya aku mendapatkan seorang teman di barak," tambahnya yang semakin mengeratkan pelukannya pada Mireya.

Karena mendapat pelukan secara tiba-tiba Mireya pun tercengang, tidak bisa di pungkiri hal ini juga pertama kalinya ia mendapatkan seorang teman, setelah bertahun-tahun tinggal dengan Kakek dan Neneknya.

"Baiklah teman, sebenarnya aku kesini di suruh ibuku untuk mengajakmu sarapan," ucap Jenna kemudian menuntun Mireya ke salah satu tenda yang jaraknya cukup dekat dengan tenda yang ditempatinya.

Sesampainya di dalam tenda, Mireya pun di ajak duduk oleh Jenna di ruang tamu. Mireya pun cukup takjub dengan keadaan di dalam tenda itu, karena meskipun di luar tampak seperti tenda biasa, namun di dalamnya sangat luas dan lengkap layaknya seperti sebuah rumah, dan tenda ini juga jauh lebih luas daripada tenda yang ditempatinya.

Setelah sekian lama menunggu, Mina pun keluar dari dapur membawa sarapan untuk Mireya dan Jenna."Hai Mireya, apakah keadaanmu sudah mulai membaik?" tanya Mina pada Mireya dengan tersenyum, sambil menyodorkan makanan untuknya. Mendengar pertanyaan dari ibu temannya, Mireya pun menjawab dengan hanya menganggukkan kepalanya.

"Ayo kita makan Mireya, kau tahu setiap makanan yang di masak ibuku sangatlah lezat" ucap Jenna berusaha membujuk Mireya. "Iya, Mireya kau makanlah anggap saja ini adalah rumahmu," sahut Mina pada Mireya. Karena di desak Jenna dan Ibunya di tambah sejak kemarin ia juga belum makan apapun, Mireya pun akhirnya mau memakan sarapannya dengan Jenna.

Setelah selesai sarapan, Jenna pun membisikkan sesuatu pada Mireya. Lalu mereka pun memutuskan keluar dari tenda menuju suatu tempat. Ketika Sampai di tempat itu, Mireya tak henti-hentinya takjub melihat banyaknya prajurit yang sedang berlatih. Namun entah kenapa matanya hanya tertuju pada prajurit yang sedang berlatih menembak.

"Mireya kau tunggu disini sebentar, aku lupa membawa sesuatu, jadi aku harus kembali ke tenda," ujar Jenna pada Mireya. Mendengar perkataan Jenna, Mireya pun mengiyakannya. Sambil menunggu Jenna kembali, Mireya pun memutuskan duduk kemudian kembali fokus memperhatikan para prajurit yang berlatih.

Ketika sedang fokus memperhatikan para prajurit-prajurit itu. Tiba-tiba Mireya di kagetkan dengan kedatangan seorang laki-laki remaja berambut hitam pekat, memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar, serta mempunyai wajah yang sangat tampan. lelaki yang hanya menggunakan atasan kaos berwarna coklat dan bawahan seragam khas milik tentara itu pun kini sedang memperhatikannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu
9.2
Fera berhasil dipersunting Reza, pria dari keluarga terpandang, karena kekuatan cinta mereka yang begitu besar. Namun, kebahagiaan pernikahan itu segera sirna saat realitas pahit mulai menghantam Fera. Kehidupannya berubah total dan ia harus menghadapi tekanan berat dari keluarga sang suami. Mampukah Fera bertahan menjalani perannya sebagai menantu di tengah cobaan yang terus menguji ketabahannya, ataukah ia akan menyerah pada nasib barunya tersebut?
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel Guruku Adalah Istriku
8.6
Kehidupan seorang murid berubah total saat ia harus terikat dalam tali pernikahan dengan gurunya sendiri. Hubungan yang awalnya bermula dari perjodohan kedua orang tua ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan peran di sekolah dan di rumah. Bagaimana cara mereka menyembunyikan rahasia besar ini dari teman-teman dan rekan kerja? Ikuti perjalanan asmara unik mereka yang penuh lika-liku dari bab awal hingga akhir dalam kisah romansa masa muda ini.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Pasca pelarian dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien bersembunyi di Pegunungan Broken. Di sana, misteri Penjaga kuno terungkap saat Asha bergulat dengan kekuatan abu dan memori yang menyiksanya. Sementara itu, tubuh Kael perlahan membatu, mengancam sisi manusianya. Konflik antarras ternyata hanyalah manipulasi belaka. Di tengah pengkhianatan dan pengorbanan, Asha harus memilih: menjadi senjata mematikan atau pelindung dunia dengan harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Seandainya Waktu Bisa Kembali
8.0
Demi menyelamatkan Lolly, cinta pertamanya yang menderita gagal ginjal, seorang hakim tega memaksa istrinya mendonorkan ginjal. Sang istri mencoba menjelaskan bahwa ia juga mengidap penyakit yang sama dan terancam mati jika kehilangan organ tersebut. Namun, sang suami justru menuduhnya cemburu dan egois. Di bawah paksaan keputusan sepihak itu, operasi transplantasi tetap dilakukan. Tragisnya, kondisi sang istri terus memburuk hingga ia meninggal sendirian tanpa kepedulian di sudut rumah sakit.
Sampul Novel The Unshackled: Pembalasan Seorang Peretas
8.7
Eliana Walker mencari Lucien Lane di malam ulang tahunnya, namun ia justru menemukan kenyataan pahit di kantor polisi. Lucien menghinanya dan merasa terbebani oleh kelumpuhan Eliana selama sepuluh tahun. Tersakiti oleh kata-kata kasar dan luka fisik, Eliana memutuskan untuk membalas. Sebagai pemimpin kelompok peretas Anonymous, ia mencabut semua perlindungan bagi perusahaan Lucien dan mengundang peretas dunia untuk menyerang sistem keamanan Lane Corporation.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan