Sampul Novel Guruku Adalah Istriku

Guruku Adalah Istriku

8.6 / 10.0
Dalam novel Guruku Adalah Istriku, seorang siswa harus menghadapi realita perjodohan dengan gurunya sendiri. Simak perjuangan mereka menyeimbangkan status di sekolah dan rumah dalam romance novel ini. Baca kisah selengkapnya di web novel modern ini untuk mengikuti lika-liku hubungan mereka.
Ringkasan Guruku Adalah Istriku
Kehidupan seorang murid berubah total saat ia harus terikat dalam tali pernikahan dengan gurunya sendiri. Hubungan yang awalnya bermula dari perjodohan kedua orang tua ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan peran di sekolah dan di rumah. Bagaimana cara mereka menyembunyikan rahasia besar ini dari teman-teman dan rekan kerja? Ikuti perjalanan asmara unik mereka yang penuh lika-liku dari bab awal hingga akhir dalam kisah romansa masa muda ini.
Baca Selengkapnya

Guruku Adalah Istriku Bab 1

Waktu di rumah menunjukan pukul 20.00 WIB, "Marvel! besok kamu ikut Papi ketemu dengan om Bisma dan putrinya, Papi akan memperkenalkanmu denganya," titah Yustian pada Marvel putranya.

"Iya pi, tapi hanya kenalan biasa kan?" jawab Marvel seraya bertanya balik.

"Iya hanya kenalan biasa, lagian besok hari minggu dan kamu libur kan? jadi sekalian kita makan bersama keluarga om Bisma," sahut Sinta, Mama Marvel.

"Iya Mi," jawab Marvel patuh.

"Kalau gitu, Marvel kekamar dulu ya mau istirahat," tambah Marvel berpamitan.

"Iya Nak," jawab Sinta dengan senyuman.

Mervelpun berdiri dan beranjak pergi ke kamar untuk beristirahat.

"Pi, apakah papi yakin akan menjodohkan putra kita dengan putri dari Mas Bisma?" tanya Sinta pada Yustian.

"Tentu saja aku yakin, lagian Marvel pasti akan langsung jatuh cinta jika bertemu dengan Mila," jawab Yustian dengan yakin.

"Ya sudah terserah Papi saja, tapi Mami ingatkan ya Pi, jangan memaksa Marvel jika dianya tidak mau, lagian Mami juga tahu dan kenal dengan pacar anak kita," ucap Sinta menjelaskan.

"Mami tenang saja soal itu, lagian bukankah kita juga dulu seperti itu, kita punya pacar masing-masing, namun buktinya lita saling jatuh cinta setelah lama-lama sering bersama dan bertemu, dan akhirnya kita menikah," jawab Yustian.

"Iya juga sih, tapi... pokoknya Mami tidak setuju jika Marvel di paksakan," ucap Sinta ngotot.

"Hahaha iya Mi, Mami tenang saja," jawab Yustian.

***

Ditempat lain di kediaman keluarga Bisma,

"Mila! besok Ayah mau kenalkan kamu dengan putra dari Om Yustian, jadi besok kamu ikut Ayah dan Bunda," ajak Bisma ke Mila putrinya.

"Iya Ayah, Mila ngikut Ayah saja," jawab Mila patuh.

"Memang kamu anak Bunda yang selalu patuh," puji Melani dengan bangga.

"Ah Bunda bisa saja memuji putrinya," sahut Bisma seraya terkekeh.

"Kan memang Mila selalu nurut sama Ayah Bunda," jawab Mila tak mau kalah, seraya menjulurkan lidahnya.

"Oh iya, jangan lupa ya dandan yang cantik," goda Bisma seraya menunjukan giginya yang rata.

"Hah Ayah,.." jawab Mila manja, "Kan Mila sudah cantik walaupun tidak dandan," tambah Mila dengan manja.

"Iyaiya percaya, tapi pasti lebih cantik saat kamu dandan, seperti saat kamu mengajar," kekeh Melani.

"Hahaha iya benar itu kata Bundamu," sahut Bisma seraya tertawa.

"Iya Ayah, Bunda, kalau gitu Mila kekamar dulu ya, sudah ngantuk," ucap Mila berpamitan, karena memang dirinya sudah mengantuk.

"Iya sana, istirahatlah yang cukup," jawab Melani sebelum mencium kening putrinya.

Walaupun Melani sudah dewasa dan bahkan sudah menjadi seorang guru di SMA Harapan, tetap saja dirinya manja seperti anak kecil pada orang tuanya.

***

Pagi keesokan harinya...

Tok Tok Tok

"Marvel! Apakah kamu sudah siap?" panggil Sinta di depan pintu kamar Marvel.

"Iya sebentar Mi, lagi ganti baju," jawab Marvel sedikit berteriak.

"Ya sudah, Mami dan Pami tunggu kamu di mobil saja ya," ucap Sinta.

"Iya Mi," jawab Marvel.

Sinta pun beranjak pergi dari depan kamar Marvel dan langsung menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah mereka.

"Mana anakmu Mi?" tanya Yustian setelah Sinta dekat denganya.

"Katanya lagi ganti baju Pi, semoga saja gak kelamaan ya Pi, soalnya Marvel kalau ganti baju seperti anak cewek saja," jawab Sinta seraya terkekeh.

"Hahaha ya tentu saja, dia kan mirip Papinya," ucap Yustian dengan bangga.

"Iya lah, kan dia anak Papi," jawab Sinta.

"Yasudah kita tunggu di dalam mobil saja, ayo masuk Pi,!" tambah Sinta mengajak Yustian.

"Iya Mi," jawab Yustian.

Keduanya kemudian masuk kedalam mobil seraya menunggu Marvel.

Tak berselang waktu lama Marvel pun dengan buru-buru berlari keluar, langsung menuju mobilnya.

"Maaf Mi, Pi, Marvel membuat kalian menunggu," ucap Marvel dengan nada bersalah seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Iya, cepat buruan masuk! jangan membuat Om Bisma menunggu!" ucap Sinta tegas pada Marvel.

"Iya Mi," jawab Marvel sebelum dengan cepat masuk mobil dan duduk di belakang.

Sedangkan untuk keluarga Bisma, saat ini sudah menunggu di tempat yang di janjikan. Tempat pertemuan kedua keluarga ini di adakan di Rumah Makan Mila, yang berarti milik keluarga Bisma.

"Ayah, kenapa om Yustian lama sekali ya," rengen Mila karena sudah menunggu agak lama.

"Tenang saja, mungkin mereka terkendala kemacetan," jawab Bisma santai.

"Apakah kamu sudah tidak sabar bertemu dengan putra om Yustian?" goda Melani seraya terkekeh.

"Ah Bunda," rajuk Mila.

"Lagian kalau tidak sabar juga tak apa," sahut Bisma memotong ucapan Mila.

"Ah ayah sama saja kayak bunda, selalu godain Mila," rajuk Mila seraya mengerucutkan bibirnya.

"Hahaha Mila Mila Mila, kamu lucu banget," ucap Melani seraya mencubit pipi Mila.

"Ah Bunda, sakit," rengek Mila yang mengelus pipinya pura-pura kesakitan.

"Haduh anak manja Bunda, sini-sini," ucap Melani seraya memeluk putrinya.

"Hehehe, Bunda paling bisa manjain Mila," ujar Mila dengan senang.

"Bunda, Mila ke belakang dulu ya mau buang air, sudah kebelet," tambah Mila berpamitan.

"Iya sayang," jawab Melani.

Mila pun langsung berdiri dan beranjak ke kamar mandi untuk buang air.

Saat ini keluarga Yustian juga sudah sampai di lokasi dan sedang memarkir mobilnya.

"Papi dan Mami masuk duluan ya, Marvel mau ke kamar mandi sebentar, sudah kebelet," pinta Marvel dengan sedikit meringis, karena sudah benar-benar kebelet.

"Iya sana, tapi jangan kabur ya!" jawab Sinta mengingatkan.

"Iya Mi, lagian untuk apa sih Marvel kabur," jawab Marvel.

Marvelpun dengan cepat keluar dari mobil dan langsung menuju Wc untuk buang air.

Yustian dan Sinta juga langsung berjalan ke dalam Rumah Makan untuk bertemu dengan Bisma dan Melani tanpa menunggu Marvel.

Yustian dan Sinta berjalan seraya mencari-cari Bisma dan Melani yang di ketahui sudah datang terlebih dahulu dan juga sudah memesankan makanan untuk semuanya.

"Hey Yustian, Disini!" panggil Bisma setelah melihat Yustian dan Sinta masuk ke Rumah Makan.

"Oh itu mereka disana," ucap Yustian pada Sinta.

"Iya, ayo kesana Pi," ajak Sinta yang di jawab dengan anggukan oleh Yustian.

"Sudah lama kamu Bis? maaf tadi putraku sedikit telat bangunya, jadi kita datangnya agak terlambat sedikit," tanya Yustian secara langsung seraya menjelaskan situasinya setelah dekat dengan Bisma dan Melani.

"Haha tenang saja Yus, lagian disini juga tempatku sendiri," jawab Bisma sebelum melanjutkan, "oh iya silahkan duduk!"

"Ya baiklah," jawab Yustian sebelum duduk bersama dengan Sinta juga.

"Oh iya, dimana Mila putrimu?" tanya Yustian setelah melihat-lihat dari tadi, yang ternyata hanya ada Bisma dan Melani saja yang sedang duduk.

"Dia kebelakang sebentar, mungkim sebentar lagi juga kesini," jelas Melani.

"Oh begitukah?" tanya Sinta.

"Iya, juga dimana Marvel putramu yang mirip denganmu itu?" jawab Bisma menyahut pembicaraan.

"Oh iya, Marvel juga pamit kebelakang," jawab Sinta yang langsung membuat semua orang saling tatap dan terjadilah keheningan beberapa saat di antara keempat orang ini.

"Jangan-jangan kita benar-benar akan segera besanan," ucap Yustian memecahkan keheningan di antara mereka, dengan nada percaya diri.

"Ah Papi jangan ter percaya diri dulu! kita lihat saja nanti bagaimana tanggapan anak-anak kita," sahut Sinta yang memang tidak mau memaksakan putranya.

"Hahaha istrimu benar Yus, kita lihat nanti saja tanggapan anak-anak, tapi kalau sampai kita besanan, kita akan menjadi semakin dekat dan dekat," sahut Bisma memotong pembicaraan Yustian dan Sinta.

"Haha kamu benar Bis," jawab Yustian dengan mengangguk beberapa kali sepertinya sangat mendambakan bahwa dirinya bisa besanan dengan Bisma.

Memang Bisma dan Yustian adalah teman dekat sejak SMP, dan kedekatan mereka semakin menjadi setelah mereka bekerja sama dalam bisnis. Tentu saja mereka sangat mendambakan jika putra dan putri mereka juga bersatu agar persaudaraan mereka tidak putus.

Disaat kedua keluarga pembisnis melanjutkan pembicaraan mereka tentang putra putri keduanya. Marvel yang yang telah selesai buang air, dengan buru-buru keluar dari toilet karena tidak mau membuat orang tuanya menunggu lagi dan mengecewakanya.

Dorr... Brak...

"Aduhhhhh," rengek seorang wanita muda yang baru saja keluar dari toilet wanita karena merasakan sakit setelah tertabrak oleh seseorang.

"Ahhh maaf, maaf ya kak aku sedang terburu-buru," ucap Marvel seraya menyatukan kedua telapak tanganya dan kemudian membantu wanita tersebut untuk berdiri kembali.

"Marvel?" pekik Mila setelah mendengar suara yang sangat di kenalnya tersebut. Ya benar sekali, wanita yang di tabrak Marvel sampai terjatuh adalah Mila sendiri.

"Ahhh, Bu Mila? maaf ya Bu, maafin Marvel karena sedang buru-buru," jawab Marvel yang tambah merasa bersalah karena telah menabrak gurunya sendiri.

"Maafin Marvel ya Bu, Marvel benar-benar tidak sengaja," tambah Marvel karena tidak mendapatkan jawaban dari Mila.

"Iya Vel, kamu ceroboh sekali sih jadi cowok, untuk hanya sakit sedikit, kalau sakitnya banyak, apakah kamu mau tanggung jawab?" tegur Mila pada muridnya tersebut.

"Iya Bu, maaf," jawab Marvel masih menyatukan kedua telapak tanganya setelah Mila bisa berdiri. 'kalau tanggung jawab yang lain sih gak papa Bu,' batin Marvel seraya tersenyum-senyum sendiri.

"Ya Ibu maafin, tapi lain kali jangan ceroboh!" ucap Mila seraya mengingatkan Marvel.

"Iya Bu," jawab Marvel dengan lembut.

"Yasudah, sana! katanya sedang buru-buru!" titah Mila mengusir Marvel.

"Ah iya lupa, yasudah Marvel pergi dulu ya Bu, sekali lagi maaf," jawab Marvel yang masih merasa bersalah.

"Iya sudah sana!" ujar Mila mengusir Marvel.

Marvel pun dengan cepat pergi meninggalkan Mila dan langsung mencari tempat duduk orang tuanya.

"Haduh sakit banget sih, ternyata di tabrak murid sendiri sampai terjatuh, sakit juga ya," gumam Mila yang masih merasakan sakit.

***

"Om, Tante, maaf ya membuat kalian menunggu," ucap Marvel setelah bertemu dengan Bisma Melani dan kedua orang tuanya.

"Tidak apa Vel! silahkan duduk!" ujar Bisma dengan ramah.

"Iya Om," jawab Marvel sebelum duduk bersama semuanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Guruku Adalah Istriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Tak Sempat Kudengar
8.7
Setelah tunangannya memilih menikahi kakaknya, ia menerima lamaran Twinkle, pria dingin yang mengaku telah lama mencintainya. Tiga tahun pernikahan mereka berjalan sempurna penuh kelembutan, hingga sebuah rahasia besar terungkap. Ia tidak sengaja mendengar bahwa pernikahan mereka hanyalah kepalsuan demi melindungi wanita bernama Amelie. Menyadari dirinya hanya menjadi tameng cinta sepihak suaminya, ia memutuskan memalsukan kematiannya demi menghapus seluruh identitas dan terbebas dari Twinkle selamanya.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka hidup bergelimang harta namun kesepian tanpa orang tua. Ia hanya ditemani para pelayan setia yang mencemaskan masa depan warisannya. Saat mengunjungi tempat penuh kenangan masa kecil, Dirka bertemu seorang gadis misterius yang berniat mengakhiri hidup. Pertemuan itu membangkitkan memori kelam masa lalunya. Meski sang gadis membisu, Dirka tak tega membiarkannya sendiri. Ia pun memutuskan membawa gadis itu pergi demi menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Janjinya, Kehancurannya
8.6
Malam puncak karier arsitekturku berubah menjadi kehancuran saat tunanganku, Baskara, memberikan hasil karyaku kepada cinta pertamanya. Aku dipaksa menjadi mentor wanita itu hingga mengalami kekerasan fisik yang berujung pada pemecatanku. Bahkan saat aku hamil anaknya, Baskara tega mencelakaiku di rumah sakit dan meninggalkanku berdarah. Muak dengan pengkhianatannya, aku memilih pergi jauh, mengganti identitas, dan menghilang bersama bayiku selama lima tahun.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Ayyana Binar Keana yang berusia 22 tahun mendambakan kehidupan pernikahan penuh gairah. Namun, harapannya hancur karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berumur 29 tahun, memiliki kelainan tertentu. Kondisi medis Biru membuat mereka belum dikaruniai keturunan meski sudah menikah selama sebelas bulan. Bahkan, Ayyana masih menjaga kesuciannya karena sang suami tidak mampu memenuhi kewajiban batinnya, menciptakan konflik dalam hubungan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Dalam suasana kamar yang intim, Revi memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski tubuhnya terasa lelah. Sambil berbaring santai di atas ranjang, sang suami membiarkan istrinya mengambil kendali penuh atas situasi tersebut. Revi dengan telaten memberikan rangsangan intens yang membangkitkan sensasi luar biasa. Meski sempat merasa kesulitan karena perbedaan ukuran yang kontras, usaha Revi tetap memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desahan kenikmatan pun tak lagi terbendung.
Sampul Novel Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
8.1
Kepulangan Hendra tidak membawa ketenangan bagi Caroline. Dia justru terusik oleh sebuah jajak pendapat internet tentang apakah suami yang berselingkuh lebih merasa bersalah pada istri atau kekasihnya. Saat opsi kekasih meraih suara mayoritas mutlak, Caroline langsung mempertanyakan hal itu kepada Hendra. Alih-alih penjelasan hangat, Hendra yang tampak lelah dan acuh tak acuh hanya meletakkan bukunya, lalu mempertanyakan apa lagi yang diinginkan Caroline setelah dirinya memutuskan untuk pulang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan