Sampul Novel Istri Rahasia CEO

Istri Rahasia CEO

9.5 / 10.0
Dalam novel Istri Rahasia CEO, Abia harus memilih antara membayar ganti rugi mobil mewah atau menikahi bosnya yang duda. Romance novel ini mengisahkan dilema Abia menghadapi tawaran Arya di dunia billionaire romance books demi melunasi utang yang mustahil ia bayar sendiri.
Ringkasan Istri Rahasia CEO
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Baca Selengkapnya

Istri Rahasia CEO Bab 1

"Kamu sudah siapkan materi 'meeting' besok pagi?" Pria dengan netra cokelat terang yang tertutup kacamata itu bersuara.

Abia mengangguk. "Sudah, Pak. Hanya tinggal dicetak saja."

"Berarti belum. Segera selesaikan hari ini!" titah pria dengan tulisan 'Chief Eksecutive Officer' di meja tersebut tegas.

Abia menghela napas berat. Oh ayolah! Ini sudah sangat sore. Mungkin, hanya tinggal mereka berdua di kantor berlantai sepuluh ini. Dia tahu gajinya cukup besar, tapi dia tidak pernah berpikir akan lembur setiap hari.

"Ini sudah hampir malam, Pak. Filenya bisa saya kirim ke Bapak dulu jika ingin diperiksa. Meeting-nya juga besok sore, jadi masih banyak waktu," jelas Abia hati-hati.

"Lalu? Apa karena masih banyak waktu,  kamu boleh lalai? Apa perusahaan ini menggajimu hanya untuk itu?" tanya pria yang kini melepas kacamatanya dengan nada sarkas.

Abia menggeleng cepat. Beberapa saat kemudian membungkuk hormat. "Maaf, saya akan cetak materinya sekarang."

Tanpa berani menoleh pada makhluk menyeramkan itu lagi, Abia segera berbalik dan berlari keluar ruangan. Sambil terus berlari menuju ruangannya, perempuan berambut pirang itu mendumel sebal.

Nama pria tadi adalah Arya. Arya Januar Malik. Arya memang cukup menyeramkan di mata seantero pegawai Star Group. Diam-diam, Abia sering memanggil bahkan menamai kontaknya 'Bos Galak'. Dari panggilannya saja, sudah dipastikan seberapa frustasi Abia selama enam tahun bekerja di sini, kan?

Wah ... Abia bahkan terkejut menyadari dirinya masih waras bekerja selama itu di tempat ini.

"Benar-benar gila! Aku bahkan tidak sempat istirahat makan siang, dan dia juga tidak membiarkanku pulang untuk makan malam?!" keluh Abia takjub sambil berkacak pinggang di depan mesin printer.

"Cih! Pantas saja dia terus menjadi duda, siapa perempuan yang akan tahan menjadi istrinya?" cibir perempuan dengan celana kulot hitam, juga turtle neck warna senada berbalut jas pastel tersebut.

Dehaman dari belakangnya membuat Abia terlonjak.

Begitu berbalik, ternyata Arya tengah berdiri di sana sambil bersandar pada sisi pintu kaca. Pria jangkung itu bersedekap dada, memandang Abia dari atas sampai bawah dengan pandangan yang tidak bisa ia tafsirkan.

"Belikan aku kopi dan makan malam!" perintah duda beranak satu itu tiba-tiba sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru.

Abia cemberut. "Tapi, Pak Arya. Ini sudah waktunya saya pulang. Kenapa Bapak tidak membelinya di perjalanan pulang sekalian?" tanya perempuan dengan kuncir satu itu sedikit memelas.

Dia benar-benar ingin tidur. Dia sangat rindu kamar terutama kasurnya. Sungguh. Apa penderitaannya hari ini belum berakhir juga?

"Itu juga bagian dari tugasmu. Untuk itulah gajimu lebih tinggi dari tim humas yang lain," sahut Arya tidak peduli.

Pria dengan jas abu itu menarik tangan Abia kemudian meletakkan lembaran uang juga kunci mobil mewahnya di sana.

"Kutunggu di ruangan. Kembaliannya ambil saja," ucap Arya final sebelum kemudian berlalu.

Abia menyorot punggung tegap sang atasan kosong.

"Kau seharusnya tahu, aku tidak butuh kembalian. Aku butuh istirahat, Bos Sialan!" Abia memaki sepenuh hati.

Abia segera pergi ke parkiran, lalu menjalankan mobil bosnya menuju ke restoran terdekat. Namun, entah karena mengantuk atau kelelahan, Abia jadi tidak fokus dalam berkendara.

Lalu, tiba-tiba saja, dari arah berlawanan ada sepeda motor yang kencang melaju, dan itu membuat Abia terkejut sehingga mobil oleng dan keluar jalur. Mobil hampir saja bertabrakan dengan sepeda motor, namun karena Abia membanting setir, ia malah berakhir menabrak papan iklan besar di pinggir jalan.

"Aku akan mati. Aku pasti mati sebentar lagi." Abia keluar dari mobil, lalu berjongkok sambil memandangi mobil berwarna merah menyala di hadapannya.

Saat Abia sedang meneliti mobil, tiba-tiba ponsel di sakunya berbunyi. Dan Abia semakin melebarkan matanya tatkala mengetahui bosnya itu meneleponnya. Abia meneguk ludah dengan susah payah. Hari memang sudah semakin malam, beberapa kerumunan orang sudah menghampirinya untuk menanyakan kondisinya.

Abia jadi panik karena lalu lintas pun mengalami kemacetan.

Perlu waktu beberapa menit untuk mendapati panggilan itu akhirnya berhasil ia angkat.

"Kau ke mana saja, Abia! Membeli kopi atau bersemedi?!" Tanpa memberi salam pembuka, Arya membentak kesal.

Namun, suara bising kerumunan orang dari telepon sepertinya membuat pria itu penasaran hingga menanyakan lagi keberadaan dirinya.

"P-pak, tolong jangan marah! To-tolong jangan pecat saya! Saya pasti ganti rugi, s-saya bener-bener minta maaf." Abia gelagapan, ia takut mendapatkan semprotan dari atasannya.

"Ada masalah apa?" tanya Arya, kali ini dengan nada melunak.

"Saya kecelakaan. Mobilnya menabrak papan iklan besar di pinggir jalan dekat jembatan," jawab Abia lirih, nyaris 'tak terdengar.

Tak ada jawaban, hingga akhirnya bosnya itu berkata, "Kamu!!! Cepat kirimkan lokasimu sekarang!!!"

Ponselnya langsung mati, dan Abia dengan cepat mengirim lokasinya lewat pesan.

Beberapa bagian dari kendaraan mewah itu tergores parah. Bagian depannya juga sudah nyaris tidak berbentuk.

Bagaimana ini? Tidak mungkin Abia bisa mengganti rugi. Mobil ini adalah kesayangan Arya. Abia juga yakin harganya bahkan tidak sebanding dengan gajinya setahun.

"Nona, ayo kita ke rumah sakit dulu! Luka Anda perlu diobati," bujuk seorang pria paruh baya yang tak jauh dari hadapannya.

"Iya, Nak. Luka di kepalamu cukup parah. Kau harus mengobatinya segera," timpal seorang wanita tua lainnya.

Abia memegang kepalanya, saking terkejutnya tadi, ia tidak menduga bahwa dirinya ikut terleka. Mungkin karena ia sudah ketakutan, jadi ia langsung keluar memerika mobil.

Kini Abia menggeleng dengan mata menerawang jauh. Wajahnya terlihat pasrah dan putus asa.

"Untuk apa berobat? Sebentar lagi aku pasti akan dibunuh dan mati," ratap Abia.

Mendengar cara Arya meneriakinya dari telepon saja sudah membuatnya merinding. Bagaimana jika pria itu tiba di sini?

"Otakmu kau gadaikan ke mana, Abia?!" Makian dari samping membuat Abia terlonjak dan mendongak.

Arya berdiri di sana. Menatap Abia dengan kilat amarah yang menyala di mata.

"Pak Arya, maaf." Begitu melihat duda galak itu, mendadak Abia mulai menangis.

Arya mengerjap panik. Seketika kehilangan kata untuk marah.

"Hei! Kenapa kau menangis?!" tanya pria jangkung dengan kemeja putih polos itu panik. Jasnya sudah ia buang entah di mana tadi.

"Maafkan saya. Tolong jangan bunuh saya. Saya benar-benar tidak sengaja merusak mobil kesayangan Anda," jelas Abia sambil menangis sesenggukan.

Beberapa pasang mata yang sedari tadi mengerumuni perempuan itu sejak insiden tabrakan, kali ini memandang Arya penuh penghakiman. Mungkin mereka berpikir dia tidak punya hati nurani karena memarahi korban kecelakaan sekarang.

"Ya ampun, Abia! Cepat berdiri! Ayo kita pergi!" paksa Arya sambil menarik lengan perempuan itu untuk berdiri.

"Kaki saya sakit. Tadi terjepit mobil," keluh Abia sambil meringis di sela isakannya.

"Dasar pria tidak punya hati! Seharusnya dia membawa perempuan itu ke rumah sakit. Bukan malah mempermasalahkan mobilnya," cerca seorang pria.

Arya mendelik tajam. Makiannya sudah berada di ujung lidah, tapi tertelan begitu melihat darah merembes dari kening Abia.

"Ayo kita pergi!" ucap Arya sambil mengangkat tubuh Abia ke dalam gendongan.

Abia terkejut dengan perlakuan tidak terduga pria itu.

"P-pak?"

"Diamlah! Perhatikan lukamu!" bentak Arya membuat Abia mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang atasan takut.

"Bagaimana dengan mobilnya, Pak?" tanya Abia lagi, masih sempat-sempatnya.

"Menurutmu bagaimana? Tentu saja kau harus mengganti rugi!" jawab Arya tegas.

"Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu." Kuncir rambut Abia sudah berantakan, hingga helaian rambutnya menjuntai.

Arya mendecak kesal. "Tidak dengan uang! Aku juga tahu kau miskin," sanggahnya cepat.

"Lalu?" tanya Abia sambil mendongak dengan tatapan penuh harap.

Dilihatnya Arya menunjukkan smirk jahat. "Yang pasti, kau akan menyesal setelah ini."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Rahasia CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, sang pembunuh berjuluk The Black Wings, terpaksa menampung Dara di kediamannya sebagai jaminan utang. Meski awalnya membenci Dara karena dianggap wanita simpanan ayahnya, Dastan mulai luluh setelah kebenaran terungkap. Dara tetap mencintai Dastan walau sering diperlakukan kasar. Di tengah ancaman maut dan dunia mafia yang kelam, mampukah Dara membawa Dastan menuju cahaya, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya dalam kegelapan?
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid
9.6
Hidup bertetangga seharusnya memberikan rasa tenang, namun tidak bagi tokoh utama dalam kisah romansa modern ini. Keberadaan tetangga yang usil dan gemar mencampuri urusan orang lain menjadi sumber keresahan yang nyata. Situasi semakin memburuk saat komentar tajam serta gosip mulai menyebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang penuh dengan provokasi dan mulut yang tidak bisa dijaga benar-benar menguji kesabaran di tengah dinamika kehidupan.
Sampul Novel Pelayan Ranjang Maduku
9.6
Kalila adalah wanita karier sukses yang selama dua tahun rela menyokong gaya hidup mewah keluarga Arkan, suaminya. Meski sering diperingatkan sahabatnya bahwa ia hanya dimanfaatkan, Kalila tetap bertahan atas nama cinta. Namun, kesabarannya habis saat pengorbanannya tak lagi dihargai. Ia pun memilih bersikap dingin dan memutus semua dukungan finansial bagi mertua serta adik iparnya. Kini, Kalila bertekad berhenti menjadi tumpuan bagi mereka yang tidak tahu berterima kasih.
Sampul Novel Surga Yang Direnggut Paksa
8.6
Hasna sempat meyakini bahwa mengambil peran sebagai istri kedua akan membawanya pada kebahagiaan yang ia cari. Namun, keputusan tersebut justru menjadi titik awal kehancuran hidupnya yang tragis. Ia terjebak dalam rasa bersalah yang mendalam karena telah menghancurkan keharmonisan rumah tangga adik kandungnya sendiri. Kini, Hasna harus menghadapi konsekuensi pahit dari tindakannya yang merusak ikatan darah demi ambisi cinta yang semu.
Sampul Novel Teror Berdarah
9.7
Kehidupan Yonna yang tenang bersama Luther dan sahabatnya mendadak berubah menjadi mencekam. Di tengah konflik orang tuanya yang saling tidak peduli, serentetan kasus bunuh diri misterius mulai menghantui lingkungannya. Ketegangan memuncak saat perayaan Halloween tiba, memicu pertanyaan besar tentang sosok murid baru dan simbolisme warna merah. Apakah semua kengerian ini adalah perwujudan dari mimpi buruk yang selama ini menghantui tidurnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan