Sampul Novel Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)

Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)

8.4 / 10.0
Dalam web novel Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh), Ayana menghadapi kekerasan Dindar akibat reaksi alaminya saat berhubungan. Di balik konflik genre romance modern ini, tersimpan rahasia kelainan gairah suami. Baca kisah selengkapnya di platform online novel ini.
Ringkasan Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)
Ayana tidak habis pikir mengapa Dindar, suaminya, kerap bersikap kasar dan ringan tangan hanya karena masalah sepele. Setiap kali Ayana tidak sengaja mendesah saat mereka berhubungan intim, Dindar akan langsung naik pitam dan menyakitinya secara fisik. Ayana merasa perlakuan tersebut sangat tidak wajar bagi pasangan suami istri. Namun, di balik keanehan gairah dan sikap temperamental suaminya itu, ternyata Dindar menyimpan sebuah rahasia besar yang tersembunyi.
Baca Selengkapnya

Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh) Bab 1

"Jangan mendesah, Ay!" ingat Dindar, saat Ayana, istrinya tak sengaja mengeluarkan suara desahan akibat dari perlakuan Dindar.

Ayana pun segera menggigit bibirnya agar suara yang lumrahnya kebanyakan lelaki sukai saat wanitanya mengeluarkan suara yang menandakan bahwa wanita tersebut merasa menikmati atas perbuatan suaminya tersebut namun dibenci oleh Dindar.

Ayana tak pernah tahu apa alasan Dindar selalu melarangnya untuk bersuara disetiap kali mereka melakukan hubungan.

Sedangkan Dindar begitu pintar dan lihai saat memancing hasrat bercinta Ayana. Namun ia sendiri melarang Ayana untuk menikmati apa yang ia lakukan.

Setelah melihat Ayana yang berusaha mengatupkan bibirnya, agar tak mengeluarkan desahan, Dindar pun melanjutkan permainannya yang masih tahap pemanasan.

Tangan kekar Dindar dari dada Ayana turun menggerayangi perut Ayana, lalu selanjutnya makin turun kebawah tepat di area paling sensitif milik Ayana.

Ayana sekuat tenaga menahan agar dirinya tak sampai mengeluarkan suara yang sangat dibenci Dindar tersebut saat Dindar melakukan pemanasan yang begitu membuat Ayana tak kuat untuk tak melepas desahannya.

Semakin lama, aksi liar Dindar semakin menjadi, semakin membuat Ayana tak tertahankan. Oleh karena itu, Ayana semakin kuat menggigit bibirnya seraya tangannya mencengkeram kuat ke bantal yang ditidurinya.

Namun, karena semakin lama semakin menjadi apa yang Dindar lakukan pada tubuh Ayana, akhirnya tanpa Ayana sadari, ia pun melepas suaranya yang sedari ia tahan-tahan.

Sontak Dindar segera menghentikan aksinya dan menatap nanar pada Ayana. Seolah-olah ingin menelan Ayana.

"Sudah kubilang berapa kali padamu, Ay. Aku sangat benci dengan suaramu itu!" bentak Dindar seraya menarik diri dari Ayana. Jakunnya naik turun menahan emosi.

Ayana tentu terkejut dengan bentakan Dindar walaupun itu bukan untuk pertama kalinya.

Entah sudah berapa kali Ayana mendapat bentakan selama tiga bulan menikah sebab Ayana tanpa sengaja mengeluarkan desahan karena perbuatan Dindar sendiri.

Bahkan tak hanya bentakan, Dindar juga hampir melukai Ayana sebab kesalahan yang tak disengaja oleh Ayana.

"Maaf, Mas. Tadi aku gak sengaja." Ayana berucap dengan rasa takut pada Dindar. Beberapa kali ia menahan nafas.

"Maaf, maaf. Itu saja yang selalu kamu bilang saat sudah salah. Bukannya aku sudah bilang. Aku tidak suka dengan suaramu itu." Lagi, Dindar membentak Ayana sambil menatap sengit, penuh amarah.

Ayana segera duduk dari posisi baringnya. "Suaraku?" Ayana menatap Dindar dengan penuh selidik. Tampak heran dengan kata-kata Dindar.

"Iya. Aku tak suka!" Dindar segera memalingkan wajahnya kesembarang arah dengan kedua tangan bertengger di pinggangnya.

"Tapi kenapa, Mas?" Kali ini Ayana tak mau diam saja seperti biasanya saat Dindar marah sebab Ayana tak sengaja melakukan kesalahan seperti tadi.

Malah menurut Ayana itu bukanlah sebuah kesalahan. Hanya saja Dindar menjadikan itu sebuah kesalahan besar bagi Ayana.

"Jangan tanya kenapa, Ay. Yang jelas kau tak boleh mengeluarkan suara yang menjijikan itu," ucap Dindar dengan sengit.

"Apa kamu bilang? Menjijikan?" Mata Ayana tampak berkaca-kaca mendengar penuturan Dindar. Yang menurutnya sangat kasar. Dan seharusnya tak pantas bagi seorang suami mengatakan itu, padahal suara itu diakibatkan oleh Dindar.

"Iya, menjijikan. Oleh karena itu aku tak mau mendengarnya!"

Ayana yang merasa hatinya panas mendengar kata-kata Dindar segera meraih selimut, lalu dililitkan ke tubuhnya untuk menutupi tubuh polosnya, lalu ia berdiri menatap tajam ke arah Dindar.

"Suara yang Mas bilang menjijikan itu berasal dari perbuatanmu, Mas!" suara Ayana meninggi. Emosi juga sudah menghinggapi dirinya.

"Iya, memang. Tapi bukan berarti kamu—"

"Apa, Mas?" potong Ayana cepat. Emosinya juga sudah tak tertahankan.

"Bukan berarti kau boleh menikmatinya!"

"Apa?" Kening Ayana mengkerut. Merasa heran dengan kata-kata Dindar yang melarangnya untuk menikmati apa yang ia sendiri berikan. Bahkan begitu lihai.

"Apa aku tak salah dengar, Mas?" Suara Ayana tampak bergetar saat menanyakannya. Matanya memerah dan berkaca-kaca menahan tangis.

"Tidak. Aku memang melarang-mu untuk menikmatinya."

Ayana tersenyum getir mendengarnya seraya menggelengkan kepala. Tak habis pikir dengan larangan Dindar, suaminya.

"Lalu, untuk apa kau melakukan hal ini jika aku tak boleh menikmatinya, Mas?" tanya Ayana dengan nada rendah. Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar sampai tak menetes.

Dindar tak menjawab, ia mengusap wajahnya kasar seraya menoleh ke samping. Menghindari tatapan Ayana.

"Katakan, Mas! Apa alasanmu melarangku untuk menikmatinya. Jika kamu sendiri menikmati apa yang ada pada diriku. Lalu aku tidak. Katakan sekarang juga. Kenapa kau selalu melarang. Katakan, Mas. Kata—"

"Cukup, Ay!"

Ayana terlonjak kaget mendengar nada bentakan emosi Dindar. Bahkan saat ini lebih nyaring dari sebelum-sebelumnya.

"Kenapa kau segitu marahnya karena ini, Mas. Apa yang sebenarnya menjadi alasanmu." Mata Ayana semakin berkaca-kaca menahan tangis.

"Untuk apa kau menikahiku. Bahkan kau datang sendiri padaku. Kau memaksaku agar mau menikah denganmu, bahkan aku sampai tak mendapati restu tulus Papaku. Aku mengabaikan restu Papa demi bisa menikah denganmu, Mas. Tapi apa yang—"

"Kubilang cukup, Ay!" Lagi, Dindar memotong ucapan Ayana dengan membentak.

Kali ini Ayana tak dapat mencegah air matanya untuk mengalir. Ia benar-benar tak kuasa. Bentakan demi bentakan Dindar dan kata-katanya benar-benar melukai hatinya.

"Mas kau…." Bibir Ayana bergetar hebat. Hingga ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia menangis sejadi-jadinya.

"Kau tak perlu bertanya apa alasanku, Ay. Yang jelas aku melarang-mu untuk melakukan kesalahan seperti yang tadi disaat kita melakukannya." Dindar menatap sengit.

"Tapi aku penasaran, Mas!" ucap Ayana disela-sela isakannya.

"Persetan dengan rasa penasaranmu itu, Ay." Suara nyaring dan kasar Dindar menggelegar hingga membuat Ayana terkejut.

"Aku tak pernah menyuruhmu untuk penasaran padaku. Aku hanya menyuruhmu untuk tidak melakukan kesalahan yang seperti tadi. Tapi kau malah selalu dan selalu mengulang kesalahanmu ini. Aku sangat benci dengan itu, Ayana." Gigi Dindar bergemeletuk menahan geram dan emosi pada Ayana.

Ayana hanya bisa diam tanpa bisa berkata-kata lagi. Sebab ia tahu, sekarang Dindar benar-benar marah. Dan Ayana tak mau kemarahan Dindar akan membuat dirinya lebih sakit lagi. Seperti sebelum-sebelumnya yang sudah terjadi.

"Aku ingatkan lagi, Ayana. Jangan pernah mengulangi kesalahnmu lagi."

Setelah berucap , Dindar segera membalikkan badan, melangkah keluar kamar meninggalkan Ayana.

Ayana hanya bisa terisak. Hatinya benar-benar sakit. Kenapa Dindar tiba-tiba berubah. Dari yang lemah lembut jadi kasar, tepatnya saat malam pertama mereka berlangsung dan Ayana mengeluarkan suara yang menurut Ayana sudah biasa terjadi pada setiap perempuan sebab membuktikan mereka menikmati permainan dari pasangannya.

Tapi kenapa Dindar tidak! Apa yang sebenarnya terjadi?

Ada misteri apa sebenarnya? Yang tak Ayana ketahui dari suaminya tersebut.

___________

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Musuh Bebuyutanku yang Berdarah Dingin Tiba-tiba Terobsesi Denganku
9.4
Tujuh tahun Daniela sia-sia setelah memergoki Yosua berselingkuh menjelang pernikahan. Di hari besar itu, ia memilih membatalkan komitmen dan melempar cincinnya. Saat keluarga Clark menghina keputusannya, tiga kakak laki-laki Daniela dari keluarga Stewart datang melindungi. Mereka bersumpah menghancurkan kejayaan Clark demi adik tercinta. Di tengah kehancuran musuhnya, Daniela justru menemukan perlindungan di pelukan pria tak terduga yang mengajaknya pulang.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel My Prince Fauzan
8.2
Fauzan Arsyad adalah putra mahkota Kerajaan Arab yang sempurna, tampan, dan sukses berbisnis di usia muda. Sebagai calon raja, ia terikat aturan ketat untuk tidak mencintai gadis biasa karena jodohnya ditentukan oleh kerajaan. Meski bersikap lembut, Fauzan tetap dingin demi menjaga jarak dari para wanita yang memujanya. Kini, dunia menanti siapa sosok beruntung yang akan melamarnya. Akankah takdirnya jatuh pada seorang putri bangsawan atau justru gadis kalangan biasa?
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Yun Shang terbangun dalam raga dirinya yang berusia delapan tahun dengan ingatan masa depan yang kelam. Pernah menjadi istri yang dikhianati dan ibu yang kehilangan anaknya secara tragis, ia menyimpan dendam mendalam atas kekejaman kakak serta suaminya. Kini, sang putri kerajaan memiliki kesempatan kedua untuk mengubah takdir. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang mulai menyusun rencana balas dendam demi membalas setiap penghinaan yang pernah ia derita.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Sampul Novel Terjerat Dendam Pernikahan
9.5
Kebahagiaan Reyzain hancur saat Denara, calon istrinya, tewas akibat kecelakaan tragis menuju lokasi pernikahan. Di saat bersamaan, Valenzuela kehilangan kekasihnya, Artur, dalam insiden tabrakan maut yang melibatkan mobil mereka. Didorong amarah dan sumpah balas dendam atas kematian Denara, Reyzain justru memaksa Valenzuela masuk ke dalam ikatan pernikahan yang penuh kebencian. Mampukah hubungan yang berlandaskan dendam ini berakhir dengan kebahagiaan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan