Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu

Aku Menantu, Bukan Pembantu

9.2 / 10.0
Dalam romance novel Aku Menantu, Bukan Pembantu, Fera harus menghadapi perubahan hidup drastis usai menikahi Reza dari keluarga terhormat. Sebagai modern novel yang penuh konflik, Fera berjuang membuktikan posisinya di tengah tekanan status sosial demi mempertahankan rumah tangganya.
Ringkasan Aku Menantu, Bukan Pembantu
Fera berhasil dipersunting Reza, pria dari keluarga terpandang, karena kekuatan cinta mereka yang begitu besar. Namun, kebahagiaan pernikahan itu segera sirna saat realitas pahit mulai menghantam Fera. Kehidupannya berubah total dan ia harus menghadapi tekanan berat dari keluarga sang suami. Mampukah Fera bertahan menjalani perannya sebagai menantu di tengah cobaan yang terus menguji ketabahannya, ataukah ia akan menyerah pada nasib barunya tersebut?
Baca Selengkapnya

Aku Menantu, Bukan Pembantu Bab 1

Di sebuah rumah yang cukup kecil dan sudah hampir rusak terdapat seorang gadis yang tengah berbincang dengan seorang wanita paruh baya.

"Nak, apakah kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikah dengan Nak Reza?"

Seorang gadis cantik bermata bening itu menoleh ke arah wanita tersebut dengan tatapannya yang heran, "Mengapa Ibu bertanya seperti itu?"

Wanita itu hanya diam, ia merasa tidak setuju jika anaknya menikah dengan lelaki pilihannya sendiri. Bukan ia tidak memikirkan kebahagiaan anaknya, justru ia sangat ingin anaknya bahagia.

"Keputusanku sudah bulat, Bu."

Percakapan itu terbayang-bayang oleh wanita yang menjadi sosok seorang Ibu untuk gadis yang menikah dengan lelaki bernama Reza. Setelah kepergian anaknya, wanita itu terus teringat bagaimana kehidupan anaknya nanti.

Apalagi, setelah selesai acara pernikahan anaknya langsung dibawa oleh keluarga suaminya dengan alasan tidak mau tinggal di rumah perempuan karena tidak nyaman. Biasanya, setiap yang menikah akan tinggal terlebih dahulu di rumah perempuan, tetapi Reza tidak sama sekali justru ia membawa istrinya untuk langsung tinggal di rumahnya.

Fera Anindi, ia menatap takjub kala melihat rumah yang begitu mewah dengan segala isi yang terdapat barang-barang mewah di sekelilingnya. Reza tersenyum melihat istrinya yang bahagia ketika datang ke rumah tersebut.

"Apakah kamu senang ada di sini?" tanya Reza yang diangguki oleh Fera.

Lantas, lelaki itu membawa istrinya ke kamar yang terdapat banyak tumpukan pakaia. Fera sangat senang dengan banyak hadiah yang telah disiapkan oleh mertuanya. Ia adalah seorang gadis kampung yang ketika melihat barang yang sedikit bagus sebut saja, ia akan senang padahal pakaian yang ada di sana hanya barang biasa bukan barang-barang mahal yang sering digunakan oleh keluarga Reza.

Ketika waktu terus bergulir, kala pagi tiba Fera memang sudah terbiasa bangun lebih awal daripada siapapun. Ia pergi membersihkan tubuhnya yang kemudian setelah itu datang ke dapur. Ia memang biasa memasak setiap pagi ketika berada di rumahnya, maka dari itu hari ini juga ia melakukan hal yang sama.

"Nyonya kenapa ke sini?" tanya asisten rumah tangga.

"Gak apa-apa, saya ingin memasak untuk suami saya."

Seorang wanita yang bersama dengan Fera itu kembali melarangnya untuk berada di dapur karena melihat majikannya datang.

"Nya maaf Nyonya Fera tidak bisa dibioangin, dia ngeyel mau masak untuk suaminya." Wanita itu berbicara pada sang majikan.

"Kamu pergi aja kerjain yang lainnya," titahnya.

"Tapi Nya, saya lagi masaka buat sarapan."

"Gak apa-apa itu gampang, kamu pergi aja."

"Baik, Nya." Wanita itu berlalu pergi.

Fera tersenyum kala melihat mertuanya dan dibalas pula senyuman itu olehnya.

"Apa yang kamu masak hari ini?" tanyanya.

Fera menjelaskan apa yang ia masak, mertuanya mengangguk setuju. Lantas, dikarenakan ia pikir Fera jago memasak, sehingga ia memerintahkan padanya untuk memasak semua makanan yang tadi hendak dimasak oleh asisten rumah tangganya.

Fera mengangguk setuju karena ia memang pandai dalam memasak. Wanita itu tersenyum yang kemudian pergi meninggalkan Fera. Sementara, di ruangan yang cukup luas pun Reza mencari keberadaan istrinya yang ternyata sudah tidak ada di kamar.

"Sepagi ini Fera pergi kemana?" Reza bertanya-tanya sendiri sambil membuka gorden jendela kamarnya.

Kemudian, lelaki itu pergi menuruni anak tangga menuju lantai utama untuk mencari istrinya. Ibunya melihat Reza yang sedang celingukan, sehingga wanita itu bergegas pergi ke dapur untuk menemani Fera.

"Mama ngapain ke sini?" tanya Fera.

"Mama mau bantuin kamu sayang," jawabnya.

Reza tersenyum kala melihat dua ratu yang berada di satu ruangan itu, "Ternyata kamu ada di sini."

"Eh, Mas. Maaf tadi aku bangunin lebih pagi," ucap Fera pada suaminya.

"Iya Fera ini rajin banget sampai bangun pagi-pagi karena mau masak buat kamu katanya," sela ibunya Reza.

"Ya ampun, kalau gitu Reza gak salah pilih menantu buat Mama."

"Gak dong sayang, Fera adalah menantu yang pas buat Mama."

Reza pun pamit pergi karena ia mau mandi, lalu Fera kembali melanjutkan aktivitasnya. Irene, ia adalah Ibu kandung Reza yang tentu saja sangat berkuasa di rumah itu. Ia mengatakan pada Fera agar segera menyelesaikan memasaknya karena setelah itu masih banyak pekerjaan lain yang menunggunya.

"Tapi kenapa Fera, Ma? Bukannya ada asisten rumah tangga di sini?"

"Kalau kamu bisa mengerjakan semua tugas yang ada di rumah ini, untuk apa saya membayar pembantu?"

"Maksud Mama?"

"Kerjakan apa yang saya perintahkan."

Mendengar ucapan seperti itu Fera hanya diam, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Fera juga tidak mengerti maksud dari ucapan mertuanya. Baru kemarin ia menikah, tetapi Irene sudah banyak perintah.

Setelah selesai memasak, Fera dan keluarga Reza pun makan. Sehabis itu Reza hendak mengajak istrinya untuk pergi jalan-jalan karena memang Reza belum masuk kerja lagi. Irene melarang Reza untuk pergi karena ia pikir sebaiknya tetap di rumah saja.

"Tapi kasian Fera kalau gak diajak pergi jalan-jalan sama sekali, apalagi nanti Reza akan sibuk kerja lagi dan gak akan mungkin ada waktu buat jalan-jalan."

"Yaudah pergi aja."

"Makasih ya, Ma."

Irene hanya mengangguk saja, Reza pun mengangguk, lalu ia kembali ke kamarnya mengajak sang istri untuk pergi keluar. Fera pun menurut ikut dengan suaminya itu ke tempat pusat perbelanjaan.

"Tempat ini begitu ramai," ucap Fera yang dibalas dengan senyuman oleh Reza.

"Apakah kamu suka dengan tempat ini?" tanya Reza.

"Kemanapun itu yang terpenting sama Mas Reza, aku pasti menyukainya."

"Betulkah?"

"Iya."

"Adakah yang kamu inginkan di sini?" tanya Reza.

Wanita tersebut menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu apa yang diinginkan apalagi ia juga baru kali ini pergi ke tempat semewah itu.

Lelaki tersebut membawa Fera ke tempat yang terdapat beberapa potong pakaian yang sangat bagus. Reza menyuruh sang istri untuk memilih pakaian mana yang ia sukai.

"Aku gak tahu, Mas. Mas Reza aja yang pilihkan untukku, ya."

Reza hendak menjawab ucapan Fera, tetapi ponsel di saku celananya berbunyi, sehingga ia mengangkat teleponnya.

"Sebentar, ya. Kamu pilih-pilih aja dulu, ya." Setelah berbicara demikian Reza pun agak menjauh karena di sana terlalu ramai sehingga suara di balik telepon tidak terdengar dengan jelas.

Fera pun melangkah melihat-lihat pakaian yang tertata rapi di sana. Ia terus berjalan tanpa melihat ke arah jalan karena ia pandang hanyalah pakaian, sehingga ia berhasil menabrak seseorang yang membuat pakaian di tangan orang itu berjatuhan ke lantai.

Wanita itu terkejut, sehingga ia membantu mengambil pakaian tersebut. Namun, Fera semakin terkejut ketika melihat wajah seseorang yang baru saja ia tabrak. Netra Fera sempat membola sambil terus menatap wajah orang itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Menantu, Bukan Pembantu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel (Bukan) Pernikahan Impian
9.8
Dara terjebak dalam dilema besar saat keluarganya terus menuntut agar ia segera mengakhiri masa lajangnya. Demi menghindari perjodohan paksa yang diatur orang tuanya, ia harus segera menemukan solusi instan. Di sisi lain, Alfan adalah seorang duda yang berjuang membesarkan putri kecilnya sendirian setelah kepergian sang istri. Demi memberikan sosok ibu bagi anaknya, Alfan pun mengajak Dara memulai pernikahan yang berawal dari sebuah kebutuhan mendesak.
Sampul Novel Insafnya Seorang Gigolo
9.7
Dalam industri jasa yang penuh godaan, ia memegang teguh sebuah prinsip profesionalitas yang tak tergoyahkan. Baginya, memastikan kepuasan setiap pelanggan adalah prioritas utama yang harus selalu diutamakan di atas segalanya. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan layanan terbaik, di mana setiap pertemuan adalah pembuktian atas komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan yang maksimal.
Sampul Novel Menjadi Ibu Susu
8.5
Viona, seorang wanita yang terjebak dalam dunia prostitusi dengan nama panggung Ros, mendapati hidupnya berubah drastis secara tidak terduga. Ia mengemban tanggung jawab sebagai ibu susu bagi bayi piatu bernama Melati. Di tengah tugas barunya itu, Viona dihadapkan pada tantangan emosional yang sulit. Ia harus berjuang menjalankan perannya dengan profesional sembari berusaha keras menahan perasaan yang mulai tumbuh terhadap ayah kandung Melati.
Sampul Novel Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
8.0
Dahulu bintang ice skating, masa depan Alessa hancur saat sang ayah menjualnya pada pria misterius demi melunasi utang judi. Usai malam itu, Alessa hamil lalu diusir keluarga hingga mengalami keguguran akibat jebakan wanita licik. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali untuk membalas dendam pada Jovian Arsenio Heide, pria dari masa lalunya. Namun, Jovian justru menawarinya pernikahan kontrak. Di tengah kasih sayang Jovian, Alessa harus menghadapi kekejaman ibu mertua dan obsesi wanita lain.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
9.5
Anggi Suharjo tersadar bahwa dirinya hanyalah figuran yang dikorbankan demi saudara kembarnya, Wulan. Setelah tewas mengenaskan karena diabaikan keluarganya, Anggi kembali ke masa lalu, tepat di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Kali ini, ia enggan mengemis kasih sayang. Mengandalkan kecerdasan taktik militer dan kemampuan medis luar biasa, Anggi siap merebut kembali haknya. Saat keluarganya memohon ampun, Luis yang semula dingin justru enggan melepaskannya.
Sampul Novel Prahara Orang Ketiga
9.2
Hari pernikahan Erika berubah menjadi mimpi buruk saat kekasih masa lalunya Bimo menuntut untuk menggantikan posisinya di pelaminan dengan alasan sakit parah. Meski Erika tengah mengandung dan mereka telah resmi terikat buku nikah, Bimo justru membelanya dan menganggap pesta tersebut tidak penting bagi Erika. Di tengah cemoohan para tamu undangan yang menjadikannya bahan lelucon, Erika memilih tidak memicu keributan. Ia justru mengambil keputusan besar untuk menggugurkan kandungannya dan merelakan pria bajingan yang telah dipacarinya selama sepuluh tahun itu kepada wanita tersebut kepada wanita lain secara sukarela.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan