Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

8.3 / 10.0
Dalam Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia, pengkhianatan Dante memaksa pengabdian sepuluh tahun berakhir. Di tengah konflik mafia novel ini, sang protagonis melarikan diri ke musuh terbesar demi membalas dendam. Baca kisah romance penuh intrik ini di platform web novel kami sekarang.
Ringkasan Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Baca Selengkapnya

Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia Bab 1

Saat aku berumur delapan tahun, Dante Adiwangsa menarikku keluar dari api yang membunuh keluargaku. Selama sepuluh tahun, bos kejahatan yang berkuasa itu adalah pelindungku, tuhanku.

Lalu, dia mengumumkan pertunangannya dengan wanita lain untuk menyatukan dua kerajaan kriminal.

Dia membawa wanita itu pulang dan menobatkannya sebagai nyonya masa depan keluarga Adiwangsa.

Di depan semua orang, tunangannya itu memasangkan kalung logam murahan di leherku, menyebutku 'peliharaan' mereka.

Dante tahu aku alergi. Dia hanya menonton, matanya sedingin es, dan menyuruhku untuk menerimanya.

Malam itu, aku mendengarkan dari balik dinding saat dia membawa wanita itu ke tempat tidurnya.

Aku akhirnya mengerti, janji yang dia buat padaku saat aku kecil adalah kebohongan. Aku bukan keluarganya. Aku adalah propertinya.

Setelah satu dekade pengabdian, cintaku padanya akhirnya berubah menjadi abu.

Jadi di hari ulang tahunnya, hari di mana dia merayakan masa depan barunya, aku berjalan keluar dari sangkar emasnya untuk selamanya.

Sebuah jet pribadi sudah menunggu untuk membawaku kepada ayah kandungku—musuh terbesarnya.

Bab 1

Sudut Pandang Safira:

Aku tahu hidupku telah berakhir pada hari Dante Adiwangsa mengumumkan pertunangannya dengan wanita lain.

Itu bukan bisikan di lorong-lorong megah dan kosong di kediaman Adiwangsa. Bukan pengakuan lirih di tengah malam buta. Itu adalah berita utama, terpampang hitam dan mencolok di layar ponselku, sebuah notifikasi berita yang bergetar di atas meja marmer seperti serangga yang sekarat.

*Dante Adiwangsa, Don dari Keluarga Paling Berkuasa di Jakarta, akan Menikahi Isabella Wijoyo, Menyatukan Dua Kerajaan Kriminal.*

Kata-kata itu kabur. Duniaku menyempit pada ponsel di tanganku, bobotnya yang dingin tiba-tiba menjadi jangkar yang mengejutkan di lautan ketidakpercayaan. Ini pasti kesalahan. Sebuah permainan kekuasaan. Kebohongan yang dirancang untuk memancing musuh keluar. Ini tidak mungkin nyata.

Karena Dante adalah milikku.

Dia telah menjadi milikku sejak aku berumur delapan tahun. Aku ingat api itu, bau asap dan ketakutan yang menyesakkan paru-paruku. Keluarga Pradana, keluargaku, sedang dihancurkan, dan aku hanyalah kerusakan tambahan yang tertinggal. Lalu dia muncul menembus api, seorang pemuda enam belas tahun dengan mata segelap dan sekejam dunia yang dia perintah. Dia melemparkan tubuhnya ke atasku, melindungiku dari panas dan darah yang berceceran di dinding.

Dia berbisik di rambutku, suaranya serak tapi mantap. "Kau aman. Kau seorang Adiwangsa sekarang."

Selama sepuluh tahun, janji itu telah menjadi agamaku. Di dalam sangkar emas beralaskan marmer dan dijaga oleh pengawal-pengawal pendiam yang selalu waspada ini, Dante adalah tuhanku. Dialah yang membelikanku lampu tidur saat aku berumur sepuluh tahun karena mimpi buruk tak kunjung berhenti, sebuah lampu kucing keramik kecil yang memancarkan cahaya lembut dan tak tergoyahkan. "Ini akan mengusir monster-monster itu," katanya, tangannya yang besar terasa lembut saat menyambungkannya ke stopkontak.

Tentu saja, dialah monsternya. Aku tahu itu. Dunia tahu itu. Tapi dia adalah monsterku, dan dia menjauhkan semua monster lain.

Kemudian, pada hari ulang tahunku yang ketujuh belas, aku melakukan hal paling bodoh yang bisa dilakukan seorang gadis dalam posisiku. Aku menulis surat untuknya. Sebuah pengakuan, tertuang dalam kalimat-kalimat canggung yang tulus, ternoda setetes darahku sendiri untuk efek dramatis ala remaja. Aku bilang aku mencintainya.

Aku menemukan surat itu disobek menjadi seribu kepingan kecil di tempat sampah di luar ruang kerjanya. Dia menyudutkanku di perpustakaan malam itu, tubuhnya mengurungku di antara rak buku-buku bersampul kulit. Matanya menyala-nyala dengan amarah yang belum pernah kulihat ditujukan padaku.

"Jangan pernah mencintaiku, Fira," desisnya, suaranya rendah dan mengancam. "Kau mencintaiku, dan kau akan mati. Apa kau mengerti?"

Aku mengerti. Tapi aku tidak percaya padanya. Rasanya seperti sebuah ujian. Cara lain yang bengkok untuk melindungiku.

Sekarang, menatap wajah Isabella Wijoyo yang tersenyum di sampingnya, tangannya dengan posesif melingkar di lengannya, aku tahu. Itu bukan ujian. Itu adalah ramalan.

Dia membawa wanita itu ke kediaman malam itu. Aku sedang berdiri di tangga utama saat mereka masuk. Isabella adalah segalanya yang bukan diriku—tinggi, anggun, dengan jenis keindahan tajam yang menjanjikan pertarungan. Dia bergerak seolah-olah dia sudah memiliki tempat ini.

Mata Dante menemukanku. Tidak ada kehangatan, tidak ada permintaan maaf. Hanya perintah yang datar dan dingin.

"Safira," katanya, suaranya menggema di lobi yang luas. "Ini Isabella. Kau akan memanggilnya sebagai nyonya masa depan keluarga Adiwangsa."

Kata-kata itu adalah pukulan fisik. Nyonya. Gelar yang seharusnya...

Senyum Isabella adalah sebuah senjata. "Senang akhirnya bertemu dengan burung kenari kecil yang Dante simpan dengan aman di sangkarnya."

Tanganku menjadi dingin. Aku bisa merasakan mata setiap penjaga, setiap pelayan, tertuju padaku. Aku seorang Pradana karena darah, seorang Adiwangsa karena belas kasihan. Seekor anjing liar yang dia pungut dari reruntuhan musuh-musuhnya. Dan sekarang, ratu yang sebenarnya telah tiba untuk mengklaim takhtanya.

Malam itu, terkunci di kamarku, aku menatap bayanganku. Rambutku, selembar emas pucat, jatuh hingga ke pinggang. Dante selalu menyukai rambutku. Dia pernah bilang itu satu-satunya hal murni di dunianya.

Aku berjalan ke kamar mandiku, menemukan gunting yang biasa kami gunakan untuk memotong batang bunga di taman, dan memegang seikat tebal rambut emas murni itu di tanganku.

Krak.

Rambut itu jatuh ke lantai ubin yang dingin, benda mati.

Krak. Krak. Krak.

Aku tidak berhenti sampai semuanya habis, terpotong tak beraturan dan bergerigi di sekitar telingaku. Aku terlihat liar. Hancur.

Aku berjalan keluar ke balkonku, udara malam yang dingin menggigit leherku yang baru terekspos. Dari saku tersembunyi di jaketku, aku mengeluarkan sebatang rokok, curian dari salah satu penjaga. Tanganku gemetar saat menyalakannya, sengatan asap yang asing menghantam bagian belakang tenggorokanku. Aku terbatuk, mataku berair.

Aku tidak lagi murni. Aku bukan lagi miliknya. Aku bukan apa-apa. Dan ketika kau tidak punya apa-apa, kau tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan.

Aku menghisap lagi, membiarkan asap memenuhi diriku, dan membuat janji pada lanskap gemerlap Jakarta yang tak kenal ampun. Aku akan keluar. Atau aku akan mati saat mencoba.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Saat Ara mengungkap kehamilannya, Aldrich justru menyambutnya dengan senyum bahagia yang luar biasa. Ara pun tak menduga bahwa Aldrich memilih langkah besar ini demi menebus segala kesalahan di masa lalu mereka. Meski tetap setia mendukung keputusan sang pria, Ara perlahan menyadari bahwa momen ini bukanlah akhir dari penderitaan. Kehamilan tersebut justru menjadi gerbang pembuka bagi badai konflik baru yang siap menerjang kehidupan mereka berdua secara lebih hebat.
Sampul Novel Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
9.7
Menjelang pernikahan, Habib meminta Lea merelakannya menghamili Hanan, adik angkatnya yang sakit, demi balas budi. Namun, Lea menemukan bukti bahwa Hanan sudah hamil dua bulan. Saat dikonfrontasi, Hanan memfitnah Lea hingga Habib memaki Lea dengan kasar. Kecewa karena cintanya dikhianati demi menutupi skandal, Lea membatalkan pernikahan mereka. Ia memilih pergi ke Singapura untuk memulai hidup baru dan meninggalkan tunangannya yang penuh dusta.
Sampul Novel Kebohongan Pedang Perak
9.4
Sebagai putri suku yang disegani, aku memendam rahasia kelam. Aku menjalin cinta terlarang dengan Walker, mantan pasangan saudari kandungku, Emily. Hubungan kami dipenuhi dokumentasi video yang memalukan sebagai bukti gairah. Suatu hari, setelah pertemuan panas yang terekam, sang pemimpin suku itu pergi dan meninggalkan jam tangan miliknya. Saat aku mencoba mengembalikannya, sebuah percakapan misterius dari balik pintu mengubah segalanya secara tak terduga.
Sampul Novel Menikahi Lelaki Brengsek
8.9
Kehidupan sempurna Raden Roro Ayu, seorang bangsawan terpelajar, hancur seketika saat ia dihamili oleh Nanda, sahabat kekasihnya sendiri. Meski mereka akhirnya menikah, Ayu menyimpan dendam mendalam akibat penderitaan yang ia alami. Konflik ini menghancurkan keharmonisan keluarganya dan memicu permusuhan hebat. Di sisi lain, Sonny yang masih mencintai Ayu tak rela melepaskannya. Ayu kini terjebak antara mempertahankan rumah tangga kelamnya atau kembali ke pelukan Sonny.
Sampul Novel Sonia ( Pasangan Jiwa )
8.8
Sonia terjebak dalam memori cinta satu malam yang mustahil ia lupakan. Meski bagi Hendra momen itu mungkin tak berkesan, Sonia justru menghabiskan bertahun-tahun dalam kerinduan yang menyakitkan. Walau menyadari cintanya bertepuk sebelah tangan, ia tetap menanti dalam kesendirian tanpa sedikit pun niat untuk berpaling. Di tengah harapan yang tampak semu, Sonia setia menunggu. Akankah ia berhasil meraih hati Hendra, ataukah hidupnya akan berakhir dalam kesunyian?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan