Sampul Novel I Fall Endlessly

I Fall Endlessly

8.1 / 10.0
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.

I Fall Endlessly Bab 1

Suasana pagi buta yang damai kini tiba-tiba terasa mencekam saat suara gaduh di mansion itu tak hentinya terdengar. Suara tembakan sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Benda-benda jatuh dari tempatnya. Keributan seperti sangat bangga menguasai kedamaian di mansion itu.

Di sebuah kamar mewah, seorang gadis sedang meringkuk di sudut kamarnya karena ketakutan dengan suara mengerikan itu.

Suara pecahan kaca juga semakin sering terdengar.

Pintu kamarnya dibuka dari luar dengan kasar dan sebuah lengan menariknya tergesa. "Nona, ayo berdiri."

Gadis itu mendongak saat mengenali suara itu. "Fira, apa yang terjadi?" tanyanya panik saat melihat pelayan pribadinya tampak ketakutan.

Fira menutup pintu dan menguncinya. Fira menarik gadis cantik itu menuju kamar mandi dan tak lupa juga menguncinya.

"A-apa yang terjadi? Suara apa itu?" Tubuh gadis itu gemetar.

"Nona, buka baju Anda. Kita harus bertukar pakaian." Fira dengan cepat membuka seragam pelayannya.

"Maksudmu? Apa yang kau lakukan?" tanya gadis itu bingung dan semakin panik.

"Nona Neva, kita tak punya waktu lagi." Fira membuka paksa kancing piyama milik gadis yang ia panggil dengan Neva tadi lalu meloloskan pakaian majikannya dengan cepat.

Neva semakin bingung dan hanya menurut saat Fira membantunya memakai seragam pelayan di mansionnya.

Sedangkan Fira segera mengenakan pakaian Neva.

Setelah selesai, Fira yang satu tahun lebih tua dari Neva itu memeluk Neva dengan erat. "Ada penyerangan di mansion, Nona. Bodyguard kita banyak yang tumbang. Kita tidak tahu apa yang mereka incar. Tapi kami semua sudah disumpah oleh Tuan Albert untuk selalu setia. Kami memilih mati daripada berkhianat," jelas Fira secepat mungkin.

Fira tidak tahu berapa lama lagi mereka bisa bertahan di sana. Kekacauan di dalam mansion menyurutkan keyakinan Fira jika mereka bisa selamat.

"Fira, apa maksudmu?"

"Mulai sekarang nama Anda adalah Fira. Dan saya Neva. Jangan pernah membongkar identitas Anda pada siapa pun." Fira menggenggam erat tangan Neva.

Suara tembakan yang disusul suara pintu didobrak pun tak memberi Neva waktu untuk mencerna ucapan Fira. Apalagi bertanya lebih jauh.

Fira memeluk Neva dengan lebih erat. Mendekap kepala gadis itu di bahunya. "Semua akan baik-baik saja, Fira," bisik Fira penuh penekanan agar Neva tak menyebutkan namanya nanti.

Brakk!

Pintu kamar mandi didobrak dari luar dan tubuh mereka diseret paksa untuk keluar.

Kejadian itu berlangsung sangat cepat hingga Neva tak bisa mengerti sama sekali dengan situasi saat ini.

Ia dimasukkan ke dalam mobil bersama pelayan lain dan tak lama mobil itu melaju meninggalkan mansion.

Fira tetap menggenggam jemari Neva, menyuruh gadis itu tetap diam apa pun yang terjadi.

Para pelayan juga tampak ketakutan karena mereka tak tahu bagaimana nasib mereka selanjutnya.

***

Genggaman di jemarinya membungkam Neva sampai seperti orang bisu.

Di depan matanya, Albert—ayahnya— disiksa dengan kedua tangan terikat di belakang kursi dan lebam di wajahnya benar-benar memperihatinkan.

Neva ingin berteriak pada pria-pria menyeramkan yang sedang menyiksa ayahnya untuk menghentikan perbuatan keji mereka.

Namun, para pelayan terus menatapnya dengan memohon agar Neva tak melakukannya. Terlebih lagi Fira, ia begitu melarang Neva melakukan apa pun yang pasti akan membahayakan dirinya sendiri.

Pelayan-pelayan dalam jeruji besi yang sama dengannya itu sudah bersumpah akan setia pada Albert dan akan mengabdikan hidup mereka untuk keluarga Albert. Mereka akan melakukan apa pun untuk melindungi satu-satunya harta Albert yang tersisa, putrinya. Neva Zetrix.

Neva hampir menjerit saat seorang pria melayangkan pukulan ke rahang Albert hingga pria paruh baya itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Neva tak tahan, ia menggeleng pelan pada Fira tapi Fira semakin menggenggam jemarinya dengan erat. Mengatakan jangan.

Pintu ruangan bawah tanah itu terbuka dan memunculkan tiga orang pria lain di sana.

Semua pria di dalam ruangan itu memungkuk hormat padanya, tentu saja kecuali Albert.

Neva menatap benci orang-orang itu dan meneriakkan satu nama dalam hati, 'Doren keparat!'

Kekehan puas keluar dari mulut pria yang dihormati itu saat melihat keadaan Albert yang sudah sekarat.

"Brian Anderson," ucap Albert dengan geraman samar menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Albert juga menatap tajam seorang pria muda yang berdiri di belakang Brian.

Pria yang ia panggil Brian Anderson itu tertawa kencang melihat nyali Albert yang tak surut sedikit pun walau dia hampir mati. Apalagi saat tatapan Albert langsung berpindah pada Doren di belakangnya.

"Kau masih berani menyebut namaku. Well, ini adalah mahakarya paling luar biasa yang pernah anak buahku persembahkan untukku." Brian tertawa lagi dan menangkap tatapan Albert yang masih tertuju pada orang di belakangnya. "Ah, aku hampir lupa." Brian merangkul pemuda yang tadi ada di belakangnya kini berpindah ke sampingnya karena rangkulan Brian.

"Doren Maldive. Orang kepercayaanmu Tuan Albert Zetrixo." Brian tersenyum miring. "Dia sungguh bisa menjadi orang kepercayaan. Dia yang membuka pintu selebar-lebarnya untukku masuk ke kerajaanmu dengan mudahnya."

Lalu Brian mendorong punggung Doren hingga pemuda itu tersungkur di hadapan Albert.

Doren tentu saja terkejut dan menatap Brian bingung.

"Penghianat tetaplah penghianat." Brian mengambil pistolnya dari saku di balik jasnya kemudian menodongkannya pada Doren. Tepat di kepalanya.

"Tu-Tuan ... apa salahku?" tanya Doren panik. "Aku sudah mengabdikan hidupku padamu, Tuan. Kumohon belas kasihmu. Aku bersumpah akan setia padamu, Tuan," ujar Doren takut.

Brian tersenyum sinis. "Kesetiaan adalah harga mati. Kau bekerja enam tahun dengan tua bangka ini dan menghianatinya untuk uang yang lebih besar meskipun kau sudah disumpah, Doren. Oh, maafkan aku yang tak akan sebodoh pria keparat ini dan memberimu celah berkhianat padaku juga."

Dorr!!

Tubuh Doren seketika ambruk saat Brian melepaskan satu pelurunya di kepala Doren.

Tak puas, Brian menambah satu peluru lagi di bagian lain kepala Doren. Ia benar-benar kejam dan tak kenal ampun.

Neva membeku. Doren, pria yang dulu selalu mengantarnya ke sekolah kini mati dengan cara yang keji setelah berhianat pada ayahnya. Parahnya lagi ia mati ditangan pria yang dibantunya untuk menyerang Albert. Orang yang dengan suka rela memungutnya dari jalanan dan menjadikannya orang kepercayaan.

Buruk sekali nasibmu, Doren. Kau bodoh bisa berhianat pada Albert yang jelas-jelas tulus menolongmu.

Albert shock melihat mayat Doren yang hampir menyentuh kakinya.

Ia sudah tak kasihan sedikit pun pada pemuda itu lantaran telah menghianatinya dan membuat gadis tercintanya harus melihat penyiksaan keji ayahnya.

Sedari tadi, Albert terus mencoba tidak menatap Neva. Namun, sesekali matanya memang bergerak refleks menatap putri semata wayangnya itu. Harta peninggalan istrinya yang paling berharga. Ingin sekali Albert menyuruh Neva menutup mata dan telinganya saja daripada melihat ayahnya yang sudah sekarat ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi I Fall Endlessly

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan