Sampul Novel Jadi Wanita

Jadi Wanita

9.1 / 10.0
Dalam web novel Jadi Wanita, Artisa menggunakan cara fantasi modern yang ekstrem untuk mengubah Sota, anaknya yang malas dan licik. Melalui transformasi tubuh yang tak terduga, misi Artisa dimulai. Ikuti kisah seru ini di platform read novels online untuk melihat perubahan total Sota.
Ringkasan Jadi Wanita
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Baca Selengkapnya

Jadi Wanita Bab 1

Hidup di kalangan keluarga biasa tak membuat seorang pemuda berumur 20 tahun yang bernama Sota segera berubah. Internet telah melenakannya. Setiap hari hanya medsos yang dihadapi. Rayuan demi rayuan dia lancarkan. Tapi tiada perubahan bagi Laila, perempuan yang selama ini menjadi incaran.

Kursi panjang di ruang tamu tempat biasa Sota berbaring. Rumah ukuran sedang tempat bernaung setiap hari. Tak ada keinginan untuk keluar rumah. Artisa, sang ibu mengkhawatirkan masa depan anak bungsunya. Tak bosan setiap hari peringatan selalu dia utarakan.

"Sota, daripada kamu main medsos saja lebih baik kau ikut jejak kakakmu. Bekerja dan mencari uang," kata Artisa.

"Ibu mengganggu saja. Tunggu aku jadian dengan Laila," kata Sota dengan penuh kekesalan. Wajah sang ibu tak dilirik sedikit pun.

"Ta, kalau kau bekerja nanti Laila akan takluk sendiri."

"Ibu mana mengerti. Jika mengandalkan harta aku akan kalah saing. Hanya dengan cara ini aku bisa memiliki Laila."

"Apakah kau berhasil? Tidak kan. Makanya bekerja dulu baru mengincar Laila."

Omelan demi omelan keluar dari mulut Artisa. Tak tahan dengan itu Sota mengeraskan suara di gawainya. Suara ibu kini telah tak terdengar lagi. Jengkel tak diperhatikan anaknya, Artisa melepas earphone yang tertempel di telinga Sota.

"Sota, kamu tadi dengar tidak," kata Artisa agak keras.

"Iya, Bu." Beranjak Sota dari tempat rebahan. Kamar tidur menjadi tujuannya. Pintu kamar ditutup dengan keras, bentuk kekesalan terhadap sang ibu. Terkunci pintu dari dalam kamar tempat Sota berdiam diri.

Kelakukan Sota hanya bisa membuat Artisa geleng-geleng kepala. Tak mau ambil pusing lagi, Artisa melangkah keluar rumah.

Warung makan Mampiro tempat tujuan Artisa. Pintu belakang tempat biasa dia masuk. Seorang lelaki muda dia datangi. Ikan yang ada di wajan terdekat tergoreng sudah.

"Bu, Sota bagaimana?" tanya pemuda yang bernama Apis, dia kakak ipar Sota.

"Seperti biasa, tetap ingin mengincar Laila," jawab Artisa.

"Dasar Sota, mentang-mentang keluarganya baru mapan seenaknya sendiri. Apa Ibu sudah rayu Sota?" tanyanya lagi.

"Aku sudah bosan merayunya. Ayah dan istrimu saja tak sanggup mengatasi sifat malasnya."

"Sabar Bu, mungkin suatu hari nanti dia akan sadar sendiri."

Warung tempat mencari nafkah mulai ramai. Segenap anggota keluarga bekerja sesuai dengan porsi mereka masing-masing. Artisa mengecek bahan baku. Ketika persediaan telah menitip Artisa baru keluar untuk berbelanja.

Kian malam hari warung kian sepi. Para pelanggan telah pulang ke rumah masing-masing.

Artisa kembali lagi ke rumah. Sebungkus makanan dia bawa untuk Sota.

"Bu, aku sudah lapar. Ibu lama sekali pulang," keluh Sota.

"Kenapa kamu tidak buat mie instan atau goreng telur?" tanya sang ayah, Garu.

"Tak ada nasi atau apa pun yang bisa dimakan," kata Sota.

"Oh ya, Ibu lupa. Sekarang makanlah sepuasnya," kata Artisa.

Perut yang keroncongan membuat Sota tak tahan lagi. Dibuka bungkus makanan dan diambil isinya. Sebuah pisang goreng dia makan. Entah kenapa Sota malah mual dan muntah-muntah. Segala isi perut dia keluarkan. Sota berlari ke dapur. Kedua orangtuanya mengikuti dari belakang.

"Nak, ada apa?" tanya sang ayah.

Sota hendak menjawab pertanyaan tersebut. Pandangannya telah kabur terlebih dahulu. Kesadarannya telah hilang sebelum Sota sempat menjawab. Sang ayah membawanya ke dalam tempat biasanya Sota tidur.

***

Tujuh hari dalam seminggu telah dilalui. Selama itu juga Sota tak sadarkan diri. Artisa senantiasa menunggu si buah hati. Pekerjaan yang selama ini dilakukan terpaksa dia hentikan. Tak sedikit pun rasa cintanya hilang meskipun terkadang si anak mengabaikannya. Rasa lapar membuat Artisa pergi sementara meninggalkan Sota.

Pagi hari telah menyingsing. Cahaya mentari menembus jendela kamar yang terbuat dari kaca. Kala itu Sota terbangun karena cahaya yang membuat silau saat dipandang. Rasa pusing sedikit dia rasakan.

"Dimana aku?" tanyanya pada diri sendiri.

Terdengar dengan jelas suara perempuan dari mulut Sota. "Lho, Kok bisa?" terkejut dia dengan suaranya sendiri. Dilihatlah kedua tangannya, halus lembut bagaikan sutera. Otot pada tangannya semakin mengecil. Lalu Sota merunduk ke bawah. Sebuah tonjolan besar di badannya. "Tidak!" teriaknya sekeras mungkin.

Artira berlari menemui si anak. Berhenti sejenak di saat mendengar suara perempuan dari kamar Sota. "Aku harus memasang wajah polos agar anakku tak curiga kepadaku," katanya di dalam batin.

Masuklah Artisa ke dalam kamar Sota. Ditemui si anak yang sedang meneteskan air mata. "Nak, mengapa menangis?" tanyanya.

"Bu, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku berubah?" tanya Sota dalam tangisannya.

"Nak, Ibu sendiri tak tahu apa yang terjadi. Yang sabar Nak, kita nanti cari jalan keluarnya," kata Artisa. Didekaplah si anak untuk mempercantik aktingnya. Tapi air matanya tak bisa disembunyikan lagi.

Seharian sudah Sota terbangun. Tapi tidak juga dia beranjak dari tempat tidurnya. Mengurung diri di dalam kamar yang dia lakukan. Dilihat terus tubuhnya, seolah-olah dia tak percaya akan takdir yang menimpa padanya. Artisa selalu saja mendampingi si anak bungsu. Sekali-kali dia mengambilkan makanan, tapi selalu saja Sota tolak. Walau akhirnya Sota juga yang mengalah. Rasa sakit di perut tidak bisa dia tahan, apa pun pemberian sang ibu dia lahap. Tapi tetap saja dia tak mau mandi. Apalagi kini dia telah berubah.

Malam telah menjelang. Sinarnya rembulan menambah pedih hati Sota. erlip bintah sebagai penusuk luka di hati. Suara beberapa orang terdengar jelas dibalik dinding. Sota tak ingin siapa pun mengetahui bentuk wujud barunya. Selimut panjang dia kenakan. Sekujur tubuh tertutup rapat. Hanya hidung dan mata yang tampak dari luar.

"Sota, Ayah ada sesuatu untukmu!" panggil Garu.

Tiada keberanian Sota untuk menolak permintahan sang ayah. Langkah pelan menghantarkan dia kehadapan sang ayah. Rasa malu, sedih dan segalanya bercampur menjadi satu. Tubuh Sota bergemetaran. Riksa, sang kakak muncul dari belakang. Dibuka penutup kepala Sota. Rambut indah dan wajah cantik tubuh baru Sota terlihat jelas. Bingung bagaimana Sota menutupi identitasnya.

"Adikku yang manis, kamu tak perlu malu. Kami semua telah mengetahui keadaanmu," kata Rikma.

"Tapi, aku takut...," kata Sota.

"Tak usah takut, kami di sini bisa menerimamu apa adanya. Kasih sayang kami tak akan berkurang," kata Garu.

Selimut yang menutupi tubuhnya sudah tak berguna. Sota membuangnya begitu saja. Pakaian yang kedodoran masih dia kenakan. Langkah pelan berubah drastis. Berlarilah Sota dengan segenap tenaga di tubuh baru. Sang ayah tercinta dipeluknya. Tetes demi tetes air keluar dari kedua bola mata. "Ayah, apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?" tanyanya dalam pelukan.

"Nak, Ayah juga tidak tahu. Tapi jangan khawatir, suatu hari nanti kita akan mengembalikan dirimu seperti semula," jawab Garu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jadi Wanita

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Gandar Maitreya adalah keturunan klan Naga yang terdampar di pesisir Kepulauan Malaka. Kini, ia menjadi incaran para pemburu bayaran yang haus kekuasaan. Mereka mengincar ingatan Gandar mengenai Kristal Naga, artefak legendaris yang mampu menobatkan pemiliknya menjadi raja di Dunia Manusia, Naga, dan Iblis. Di tengah pelarian yang berbahaya, Gandar harus mengungkap jati dirinya serta memulihkan ingatannya demi menghadapi kepungan musuh yang terus mengintai nyawanya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Sang CEO
8.7
Demi membiayai pengobatan sang nenek, Autumn terpaksa menyamar menjadi Silvia untuk menikahi Rudy, seorang CEO kaya raya yang dikenal sebagai playboy. Meski awalnya Autumn hanya berencana bertahan selama satu tahun sebelum bercerai, takdir berkata lain. Di tengah reputasi buruk Rudy yang kerap bergonta-ganti pasangan, benih cinta justru tumbuh di antara mereka. Pernikahan kontrak yang didasari keterpaksaan ini pun berubah menjadi kisah romansa yang tak terduga.
Sampul Novel Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
9.6
Tragedi hari pernikahan dimulai saat Yoona, sahabat Marvin, melompat dari gedung. Akibatnya, Marvin menjadi pertapa dingin dan memaksaku menebus dosa hingga aku keguguran. Saat aku meminta cerai, dia justru mengancam keluargaku agar aku tetap tersiksa di sisinya. Namun, kesempatan kedua datang saat aku terbangun kembali di hari pernikahan kami. Kali ini, aku memutuskan untuk mendorong Marvin kembali kepada Yoona dan menjadi mantan kekasih yang membuatnya benar-benar meninggalkan dunia fana.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Shua Xie adalah gadis dari dimensi lain yang terbangun di raga Putri Langit setelah tewas tertembak. Terlempar melintasi waktu, ia kini memikul beban sebagai Ratu segala Ratu. Takdir membawanya pada misi balas dendam demi merebut kembali haknya yang dirampas. Mengandalkan kecerdasan dan pengalaman, Shua menghadapi musuh penuh tipu muslihat. Ia bukan pahlawan suci; Shua berjuang menyelamatkan dunia yang tak menghargainya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel Siapa yang Berani Merebut Hati Ratuku?
7.8
Kumala memilih pergi setelah dikhianati Nando dalam pernikahan tanpa cinta selama tiga tahun. Pasca cerai, ia bangkit menjadi desainer ternama, dokter andal, hingga peretas jenius yang disegani. Saat Nando menyesal dan ingin kembali, Kumala justru menggelar pernikahan megah dengan Farhan. Di depan publik dunia, Farhan menyematkan cincin dan menegaskan bahwa Kumala adalah istri sekaligus harta berharganya yang tak boleh diganggu oleh siapa pun juga.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan