Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia

7.8 / 10.0
Shua Xie adalah gadis dari dimensi lain yang terbangun di raga Putri Langit setelah tewas tertembak. Terlempar melintasi waktu, ia kini memikul beban sebagai Ratu segala Ratu. Takdir membawanya pada misi balas dendam demi merebut kembali haknya yang dirampas. Mengandalkan kecerdasan dan pengalaman, Shua menghadapi musuh penuh tipu muslihat. Ia bukan pahlawan suci; Shua berjuang menyelamatkan dunia yang tak menghargainya dengan caranya sendiri yang dingin.

Perjalanan Melawan Dunia Bab 1

Akademi Matahari adalah akademi yang sangat terkenal memiliki murid-murid berbakat Jenius yang luar biasa, tidak hanya maju di bidang ilmu pengetahuan, tapi juga maju di bidang olahraga atau kekuatan fisik.

Akademi Matahari sangat terkenal di luar kota ataupun luar negeri. Sebab akademi Matahari selalu melahirkan murid-murid yang berbakat di dunia bisnis maupun non bisnis.

Namun, walau akademi Matahari terkenal memiliki reputasi yang baik, tapi selalu ada yang berusaha merusak reputasinya. Contohnya saja murid nakal.

Shua Xie, merupakan murid yang paling populer di akademi Matahari, bahkan kepopulerannya hingga ke luar akademi. Shua Xie terkenal bukan karena kegeniusannya dalam pelajaran, melainkan terkenal karena kenakalannya yang terlewat batasan untuknya seorang perempuan muda.

Shua Xie gadis yatim tanpa ibu, berumur 16 tahun, kelas 1 A, anak semata wayang dari wali kota Xiao Ru. Shua Xie memiliki rambut cokelat gelap yang cantik dengan mata merah yang terang. Ada legenda mengatakan mata merah adalah lambang kekuatan yang besar dan keberanian yang tinggi. Namun, ada juga sebagian yang menyatakan bahwa mata merah adalah sumber bencana.

Shua Xie memiliki kelakuan yang sangat berbeda dengan ayahnya, ayah yang begitu tenang dan bijaksana, sedangkan Shua Xie memiliki sifat suka mengacau dan tidak sabaran, tapi walaupun begitu, Shua Xie juga gadis yang akan baik kepada siapa pun jika seseorang itu juga berbuat baik padanya. Hanya saja, karena kelakuannya yang tomboi dan amburadul, membuatnya tampak nakal dan jahat. Ia bahkan mendapat julukan ‘Sang Dewi Hitam’ akibat terlalu seringnya berkelahi dan membuat kekacauan.

Di akademi, Shua Xie juga mendirikan satu aliansi bernama aliansi 'Mawar Hitam' yang diketuai oleh Shua Xie sendiri. Karena Shua Xie sangat hebat dalam ilmu bela diri dan juga paling suka berkelahi. Sekaligus sebagai pendiri utama aliansinya.

Walaupun Shua Xie lumayan disegani karena karakternya yang keras dan juga sebagai anak dari wali kota, Shua Xie juga pasti memiliki musuh besar di akademi maupun di luar akademi. Tak jarang Shua Xie sering berkelahi di mana pun dia berada.

***

Shua Xie memilih pulang sekolah berjalan kaki, tidak ingin pulang naik kendaraan apa pun atau pulang bersama sopir. Kebetulan juga Shua Xie ingin berkunjung sebentar sebuah tempat yang tidak jauh dari sekolah.

Saat di perjalanan sepi Shua Xie tidak sengaja bertemu dengan musuh jalanannya yang sering mencari masalah dengannya. Sebenarnya Shua Xie orang yang tidak suka mencari masalah, tapi entah kenap orang lain justru sangat suka bermasalah dengannya.

"Lama tidak bertemu Sang Dewi Hitam," sapa seorang perempuan. Dia adalah Mia, murid senior kelas 2 A di akademi Matahari, Mia salah satunya orang yang suka mencari masalah dengan Shua Xie.

"Cih, masih mau mencari masalah lagi denganku? Apa pukulan sebelumnya masih belum cukup membuatmu mati rasa?" sahut Shua Xie sinis sambil berkacak pinggang.

Mia mengepalkan tangannya kesal, kemudian dia bersiul seolah membunyikan kode rahasia.

Shua Xie langsung bersiap siaga ketika Mia bersiul seolah sedang memanggil sesuatu. Dan benar saja, dari jalan gang kiri, keluar sekelompok pria berbadan besar membawa balok dan senjata tajam.

'Sial! Rupanya si jalang itu sudah merencanakan semuanya!' umpat Shua Xie dalam hatinya. Sedikit panik dengan kemunculan para pria berbadan besar itu.

Mia tertawa lantang. "Hahaha ... Shua Xie. Ini adalah hari terakhirmu melihat dunia, kau tidak akan bisa kabur dari sini. Jalanan ini sudah diblok oleh kami! Dan mereka semua akan membunuhmu hari ini!"

Shua Xie menatap sekumpulan pria berbadan besar itu dengan posisi siap menerima serangan. 'Pantas saja jalan ini sepi tidak seperti biasanya. Ternyata mereka sudah merencanakan secara matang!'

"Bunuh gadis itu! Siapa pun yang bisa membunuhnya akan mendapatkan uang dariku!" seru Mia sambil menunjuk Shua Xie.

Sekelompok pria itu langsung menyerang Shua Xie bersamaan. Namun, Shua Xie langsung menepis serangan mereka secepat mungkin dengan tangan kosong.

Perkelahian tidak seimbang pun terjadi, satu gadis kecil melawan sepuluh pria berbadan besar bersenjata tentulah tidak seimbang.

Walaupun begitu Shua Xie miliki keahlian ilmu bela diri yang dia pelajari dari masternya, ilmu bela dirinya pun sanggup menepis setiap serangan senjata.

Satu persatu pria berbadan besar terpukul mundur saat menerima beberapa pukulan keras dari Shua Xie. Shua Xie akui mereka hanya sekelompok kucing berbadan besar dengan tenaga bak perempuan gemulai.

"Hanya begitukah kemampuan orang bayaranmu, Mia?" ledek Shua Xie sambil menatap sepuluh pria yang sudah terpukul mundur.

Mia mengerang keras, memerintah mereka menyerang lagi tanpa henti. Dan sepuluh pria berbadan besar itu kembali menyerang Shua Xie bersamaan.

Shua Xie sudah bisa menebak arah serangan mereka dengan mudah berkat intuisinya. Shua Xie melompat ke udara lalu menendang kepala mereka satu persatu dengan kecepatan penuh. Shua Xie juga melayangkan satu jurus pukulan khusus yang sudah dia pelajari beberapa bulan ini bersama masternya.

"Teknik Tapak-Harimau Putih!"

Dengan sekali pukulan lima pria berbadan besar itu langsung terpental mundur, bahkan beberapa dari mereka muntahkan darah kental.

Mia yang melihat kekuatan Shua Xie terkejut hebat. Mia tidak pernah melihat ada kekuatan sekuat itu seumur hidupnya. Karena merasa posisi kurang diuntungkan, Mia segera mengeluarkan pistol dari saku bajunya, lalu memburuknya ke arah Shua Xie.

"Matilah kau, Shua Xie, sialan!" teriak Mia keras sambil memantik pelatuk pistolnya.

Dor!

Shua Xie yang tidak terlalu fokus pada Mia tidak sempat menghindari serang pistol yang begitu cepat. Sedangkan posisinya juga sedang melawan lima pria lainnya. Peluru pistol pun tidak bisa dihindari lagi, peluru menembus tepat di dada kirinya, Shua Xie langsung terjatuh ke tanah sambil memegang dadanya yang mulai terasa sakit.

Darah segar terus mengalir, Shua Xie berusaha menahan aliran darahnya dengan tenaga dalamnya. Namun percuma, Shua Xie tidak memiliki banyak tenaga dalam, bagaimana pun dia hanya seorang gadis kecil yang baru saja mempelajari ilmu bela diri.

'Apa aku akan mati di sini? Tidak bisa! Ayah akan kesepian tanpaku. Dan juga aku belum meminta maaf padanya karena selalu menyusahkannya. Awas kau, Mia, akan kubalas kau berjuta kali lipat!'

Samar-samar Shua Xie melihat Mia sudah berdiri di hadapannya dan sedang mentertawakan keadaannya. Shua Xie ingin sekali bangkit, tapi rasa sakit dadanya semakin membuatnya mati rasa.

Mia mengambil balok di dekatnya lalu memukulkannya sekuat tenaga ke kepala Shua Xie. Seketika pandangan Shua Xie langsung menggelap.

'Selamat tinggal ayah ....'

***

Shua Xie terbangun. Lalu menatap sekitar dan melihat dirinya sendiri terikat tali pada tiang dengan posisi berdiri. "Ini di mana? Bukankah aku sudah mati? Dan juga siapa yang berani mengikatku. Cari mati, ya! Apa alam baka seperti ini! Apa ini sidang penghukuman?!" teriak Shua Xie kesal sambil melihat ke segala arah, tapi tidak ada siapa-siapa di ruang kotor nan kurang cahaya itu selain dirinya sendiri.

Brak!

Tiba-tiba pintu terbuka lebar, masuk seorang gadis seumur Shua Xie dan berlari ke arahnya sambil berteriak memanggil nama Shua Xie, membuat Shua Xie mengernyit keheranan sebab tidak mengenalinya.

"Putri Shua Xie! Aku datang membantumu!" Gadis itu langsung melepaskan tali yang mengikat Shua Xie dengan pisau di tangannya.

'Putri! Apa perempuan ini tidak salah orang! Apa dia pikir ini zaman kuno kerajaan?! Tapi dia memanggil namaku!' Shua Xie menatap gadis itu sedikit kebingungan.

Setelah tali terbuka, gadis itu langsung bersujud dan menangis di hadapan Shua Xie. "Hiks ... maafkan saya, Putri. Saya tidak bisa membantu Anda saat nyonya selir ketiga memberi hukuman kepada, Putri," ujarnya sambil terisak.

Shua Xie terkejut karena melihat gadis asing itu bersujud di hadapannya. Seumur-umur, Shua Xie tidak pernah membuat orang berlutut di hadapannya, kecuali para musuh yang sudah ditargetkannya.

"Hei, jangan berlutut. Ini terlalu berlebihan, kalau mau minta maaf tidak perlu berlutut, apa kau pikir ini masih jaman kuno?" Shua Xie memegang bahu gadis itu dan membantunya berdiri kembali.

"Saya pantas berlutut di hadapan Putri, bahkan saya pantas dihukum mati. Saya tidak bisa menjaga Putri dari saudari kejam, Putri. Lihatlah kepala Putri juga terluka." Gadis itu menyentuh dahi Shua Xie yang terluka dengan wajah sendu dan tangan bergetar.

Shua Xie sangat bingung dengan situasinya saat ini, melihat gadis di depannya ini sangat perhatian padanya, bahkan memanggil dengan sebutan 'Putri' yang menurut Shua Xie terlalu berlebihan.

'Putri apaan! Aku ini Ketua bukan Putri! Kenapa jadi membingungkan begini! Tempat apa ini sebenarnya? Dan juga kenapa dia memanggilku Putri? Bukankah seharusnya aku sudah mati? Apa alam baka memang seperti ini? Apa jangan-jangan aku masuk surga dan dia pelayanku?’ tanya Shua Xie dalam hatinya.

Karena rasa penasaran tidak bisa dibendung lagi, Shua Xie harus bertanya sendiri pada gadis di hadapan ini.

"Ini, ini sebenarnya di mana, ya?" tanya Shua Xie.

Gadis itu menatap Shua Xie tampak raut wajah sedikit bingung karena pertanyaan Shua Xie, tapi dia tetap menjawab, "Ini di gudang belakang. Tadi putri keempat dan nyonya selir ketiga menyiksa Putri karena Putri tidak sengaja mematahkan tusuk kepala selir ketiga. Padahal tusuk kepala itu sudah dipatahkan oleh putri keempat, tapi mereka justru menuduh Putri sebagai dalangnya."

Shua Xie tertegun mendengar penjelasan gadis itu, walau pun dia tidak terlalu paham siapa itu selir ketiga dan putri keempat, tapi satu hal yang dia mengerti, dia bukan lagi di dunianya.

'Apa maksudnya ini! Jangan-jangan aku time trevel setelah mati tertembak dan malah menyasar ke jaman putri-putrian! Ya Tuhan, cobaan apa ini? Gila!'

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perjalanan Melawan Dunia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan