Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Arsitek

Terjerat Cinta Sang Arsitek

7.9 / 10.0
Dalam novel Terjerat Cinta Sang Arsitek, Leticia harus menemukan arsitek demi pengampunan ayahnya saat dikhianati kekasihnya. Ia bertemu Raymond yang juga patah hati, memicu kesalahpahaman fatal. Simak kisah romance modern ini di platform web novel kami untuk baca buku online gratis.
Ringkasan Terjerat Cinta Sang Arsitek
Leticia hancur saat tahu Daniel sudah beristri. Demi menebus kesalahan masa lalu pada ayahnya, ia harus mencari arsitek andal. Di sisi lain, Raymond sang arsitek sedang terpuruk setelah ditinggal nikah oleh Nikita. Pertemuan Leticia dan Raymond yang penuh salah paham akibat buruknya komunikasi justru menjerat mereka dalam situasi tak terduga. Akankah luka hati yang sama menyatukan mereka selamanya, atau hubungan ini hanya berakhir sebagai cinta satu malam?
Baca Selengkapnya

Terjerat Cinta Sang Arsitek Bab 1

Leticia Lauretta Ricardo baru saja pulang bekerja. Jemari lentiknya menari lincah di atas setir seirama dengan alunan musik yang dia dengar. Sementara, cacing-cacing dalam perut kian meronta. 

Ketika Leticia keluar dari sedan hitamnya, bibir tipis merah jambu wanita itu tersenyum manis. Kafe di hadapannya terlihat bergemerlapan. Sangat kontras dengan pekatnya malam.

Dengan anggunnya Leticia melangkahkan kaki jenjangnya yang berbalut stiletto hitam sepuluh senti. Perpaduan celana jeans, kemeja putih, dan blazer merah muda membuat penampilan wanita itu tampak elegan.

Semerbak wangi beef steak favoritnya seperti menyambut di pintu masuk. Suara orang berbicara, tertawa, dan berteriak memenuhi rongga pendengaran. Bersahutan dengan denting piring dan sendok yang beradu. Netra biru Leticia beredar ke seantero kafe yang hiruk pikuk. Asap rokok mengepul, baunya menyengat hidung.

Wanita itu duduk di dekat jendela, meletakkan hermes birkin hitam di sampingnya. Kemudian meraup rambut hitam yang tergerai sepinggang untuk dikuncir kuda. Sejenak, wanita berusia 26 tahun itu memainkan ponsel sambil menunggu pesanannya tiba.

Ketika Leticia asik menikmati santapan favorit, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang. Wajah yang putih berseri seketika pucat pasi. Suara seseorang dari belakang tubuh ramping wanita itu, membuat dia tersentak. 

"Ayah, aku kenyang. Ayo pulang sekarang!" Terdengar suara anak kecil merajuk. 

"Baiklah, Jagoan Ayah ... tunggu di mobil sama Ibu. Ayah ke toilet dulu, oke." Suara pria itu sangat familiar di telinga Leticia.

Leticia menoleh ke belakang, memastikan siapa pemilik suara itu. Tak diragukan lagi, dia adalah kekasihnya, Daniel.

Rahang wanita berkulit putih itu mengeras, tangannya mengepal hingga buku-buku kulit memucat. Dia gemetaran karena kemarahan yang sudah memuncak. Namun, Leticia sadar, ini bukan tempat untuk meluapkan amarahnya pada Daniel. 

Leticia memejamkan mata seraya mengembuskan napas berat. Apa yang dia saksikan seolah meluluhlantakan hatinya. Wanita itu merogoh lembaran uang dan meletakkan di atas meja. Kemudian, dia bergegas pergi dari kafe.

[Hubungan kita berakhir!]

Leticia menyandarkan tubuh di kursi kemudi, air matanya berderai membasahi pipi saat mengirim pesan. Batinnya berteriak. Apa arti kejujuran yang selalu dijunjung tinggi jika pada akhirnya kau sendiri seorang pembohong, Daniel! 

Wanita itu menginjak pedal gas melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. 

Satu jam perjalanan, Leticia tiba di apartemen. Dengan langkah cepat dia ke kamar lalu memasukan pakaian ke koper. 

Brak!

Suara pintu terhempas keras seolah membentur dinding. Leticia bergegas menyeret koper keluar dari kamar. Wanita itu tersentak hingga langkahnya terhenti di ambang pintu. 

Daniel, pria bertubuh tinggi itu menatap garang ke arah Leticia. Suasana mencekam seketika memenuhi ruangan. "Kenapa mengakhiri hubungan kita? Kau selingkuh, hah?" tegur Daniel seraya menghampiri Leticia yang mematung di depan kamar. 

"Jangan tanya kenapa! Kau telah berkeluarga!" Leticia tersenyum sinis. 

Bugh! Bugh! Bugh!

Tanpa aba-aba, Daniel menghantam Leticia dengan amarah menggebu. Pukulan demi pukulan melayang di wajah dan tubuh wanita itu. 

"Beraninya kau mencari tahu!" murka Daniel. Aura membunuh terpancar dari mata hitamnya saat mencekik Leticia.

"Lep-askan a-ku!" Leticia berusaha melepaskan cengkraman Daniel.

Gedebuk!

Daniel melemparkan Leticia hingga kepalanya membentur meja. Seolah tak puas, pria itu menghampiri Leticia sambil mengeluarkan pisau lipat dari saku mantelnya. 

"Jika kau tak ingin aku memutus lehermu, jangan berani pergi dariku!" Daniel memelototi seraya memainkan pisau di leher Leticia. 

"Bajingan!" Leticia bergemuruh. 

Srek! 

"Aargh ...." Leticia menjerit histeris saat Daniel merobek bajunya hingga menembus dada.

"Tutup mulutmu! Wanita bodoh!" bentak Daniel saat berdiri dan menendang Leticia yang tak berdaya.

Daniel mengurung Leticia seolah tahanan. Puas menganiaya wanita itu, dia mengambil dompet, kunci mobil, ponsel, dan kunci apartemen dari tas Leticia yang tergeletak di samping koper. 

Malam menjelang subuh. Leticia terkapar di lantai yang dingin, kemeja putih yang dia pakai kini bersimbah darah. 

"Kau tidak mengetahui asal-usul pria itu, Putriku."

Kalimat sang Ayah terngiang jelas dalam benak Leticia. Apa yang dialaminya saat ini membuat dia ingin segera kembali pada keluarga di Kota Ragusa.

Wanita itu merangkak menyusuri dinding. Kemudian, mengambil tas yang tergeletak di lantai. Namun, hanya tersisa beberapa lembar uang yang terselip di dalam tas.

"Tuhan ...." Leticia menitikkan air mata seraya menekan dada yang terluka.

Apa yang bisa dilakukan dengan uang ini? Jangankan membeli tiket pesawat, untuk biaya pengobatan pun tak akan cukup. Sejenak, dalam benak wanita itu terlintas sosok rekannya, dokter Maxwel. Namun, kembali dia tepis. Saat ini bahkan dia tak memiliki ponsel untuk menghubungi Maxwel.

Leticia semakin kesal saat mengetahui pintu apartemen terkunci. Daniel sungguh tak membiarkannya pergi. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, hingga menemukan cara untuk kabur. 

Wanita itu bergegas mengikatkan sprei pada tiang jendela kamar. Kemudian, melemparkan gulungan kain itu hingga tanah. 

Leticia melangkahi pagar balkon dengan tubuh gemetaran. Tangannya memegang erat kain yang menjuntai. Dia terus mendongak, ketinggian membuat wanita itu enggan membuka mata. Jemari kakinya berpijak pada simpul-simpul sprei. 

Perlahan, napas Leticia terengah. Butir-butir keringat membasahi tubuh wanita itu. Jantungnya berdegup semakin kencang. 

Leticia berpacu dengan waktu. Sebab, langit hitam perlahan berubah jingga. Dia harus pergi sebelum matahari memancarkan restunya. Wanita itu tak ingin mati konyol di tangan Daniel.

Gedebuk!

"Argh ...." Leticia memekik saat tubuhnya terjatuh dari ketinggian dua meter, dia terkapar di atas tanah berumput yang berembun.

Leticia merangkak mengambil sepatu yang berceceran dan dengan tergesa-gesa dia memakainya. Wanita itu bergegas pergi. Namun, sayangnya dia tak kunjung mendapat taksi. Akhirnya, Leticia berjalan terhuyung menyusuri trotoar dengan tubuh yang kian lemah.

Setelah berjalan selama dua jam, wanita itu tiba di gedung serba putih. Dia segera masuk ke salah satu ruangan dalam gedung. Bau desinfektan seketika menusuk hidungnya saat membuka pintu. 

"Leticia, apa yang terjadi padamu?" Dokter Maxwel, pria berjas putih itu terperanjat melihat kondisi Leticia yang bersimbah darah.

"Max, tolong aku," ucapnya terengah-engah. Leticia ringkih, dia berjalan terseok. Pandangan yang perlahan samar akhirnya menjadi gelap. 

"Leticia ...!" Dengan tangkas, Max meraih tubuh Leticia yang tak sadarkan diri.

"Astaga, apa yang terjadi padamu sepagi ini? Kenapa wajahmu hancur begini, Leticia?" Max menggerutu saat meletakkan wanita itu di atas brankar.

Tangan Max begitu cekatan menangani Leticia. Dia memasangkan oxygen, infus, dan menjahit luka di dada wanita itu. 

"Siapa yang menganiayamu sekejam ini, Leticia?" lirih pria itu bertanya-tanya.

Meskipun Max belum lama mengenal wanita itu, tetapi kelugasan Leticia membuat mereka cepat akrab. Terlebih lagi, tingkah ceroboh Leticia kala melakukan sesuatu, seringkali membuat Max terbahak-bahak. 

Empat jam berlalu. Leticia membuka mata melihat ke langit-langit dan dinding yang serba putih. Embusan kanul oxygen membuat hidung wanita itu terasa dingin. 

"Akhirnya ... kau bangun juga! Aku kira kau akan tidur seharian di ruanganku," celetuk Max saat menghampiri wanita itu.

Leticia tersenyum simpul. "Max, maaf. Aku merepotkanmu," ucap Leticia dengan lirih seraya menoleh ke arah Max yang berdiri di sisi kanan ranjang.

"Lupakan!" tukas Max, "katakan padaku, apa kau dikeroyok gangster? Aku akan menghabisi mereka!" Max tak bisa menahan kekesalan. 

"Aku dirampok ...." Wanita itu menitikkan air mata. 

"Kau mengingat wajah perampok itu? Kita lapor polisi!" geram Max dengan tangan terkepal.

​

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjerat Cinta Sang Arsitek

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Kerja dan Kenikmatan
9.5
Dalam suasana yang tenang, sebuah kecupan lembut mengawali hubungan terlarang antara aku dan Nita. Meski kesadaranku mengingatkan bahwa ia telah memiliki kekasih, gairah di antara kami justru semakin tak terbendung. Logika sempat menghentikan ciuman itu, namun pesona Nita meruntuhkan segala pertahananku. Kini, batas profesional sebagai rekan kerja telah hancur sepenuhnya, mengubah dinamika pertemanan kami menjadi sesuatu yang jauh lebih intim dan rumit.
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
8.9
Sejak pandangan pertama, seorang gadis jatuh hati pada sahabat ayahnya yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Pria berwibawa tersebut pernah mengusap kepalanya dan menghadiahkan sebuah gaun putri yang indah. Ketika gadis itu berusia dua puluh tahun, sang pria tidak sengaja diracuni dalam sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa pria yang dicintainya, ia memutuskan mengenakan gaun putri tersebut dan menyerahkan dirinya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya
8.9
Dituduh tidak suci dan dihina karena latar belakang keluarga angkatnya, Analea menjalani pernikahan dingin bersama Hamid. Setelah memergoki suaminya berselingkuh, ia bertekad menggugat cerai dan mulai bekerja di Eternal Group dengan gaji fantastis. Namun, kehidupan barunya dipenuhi kejanggalan. Kaisar, sang presdir, terus membantunya tanpa alasan jelas, sementara misteri masa lalunya mulai terhubung dengan sosok Ibu Maira. Di tengah kekacauan, Fabian, seorang pengusaha matang, menawarkan bantuan untuk membebaskan Analea dari Hamid dengan satu syarat khusus.
Sampul Novel Merebut Suami Sahabatku
9.3
Roy terjerumus dalam godaan Miranda, sahabat istrinya sendiri. Meski terlibat skandal di belakang Lisa, Roy akhirnya sadar bahwa hubungannya dengan Miranda hanyalah nafsu sesaat tanpa rasa cinta. Namun, rahasia gelap ini mulai terancam saat perselingkuhan mereka terungkap ke permukaan. Akankah Lisa memberi maaf bagi keduanya? Situasi kian rumit ketika Miranda menyadari dirinya tengah mengandung anak Roy di tengah hancurnya kepercayaan sang sahabat.
Sampul Novel Perjalanan Zera
9.0
Setiap peristiwa dalam hidup merupakan bentuk pelajaran berharga yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Kisah ini mengajak pembaca merenungi bahwa besarnya kenikmatan yang dirasakan akan selalu sejalan dengan ketulusan hati dalam bersyukur. Melalui perjalanan Zera, kita diingatkan bahwa tidak ada kejadian yang sia-sia, karena setiap momen membawa hikmah mendalam bagi mereka yang mau membuka mata dan menghargai segala pemberian-Nya.
Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu
7.8
Kecanduan yang dialami seorang mahasiswi mulai mengacaukan kuliah, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus demi mencari kesembuhan. Namun, sesi pengobatan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria bertubuh kekar. Dengan metode yang mengerikan, sang dokter mengikatnya di ranjang pemeriksaan. Di tengah rasa takut yang luar biasa, tangisan dan permohonannya diabaikan saat pria itu bertindak kasar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan