Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN

ISTRI YANG TERSISIHKAN

9.5 / 10.0
Dalam romance novel ISTRI YANG TERSISIHKAN, Aisyah Zuhaira menghadapi kenyataan pahit saat suami dan mertuanya berubah kejam setelah menikah. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangan Aisyah menghadapi pengkhianatan demi mempertahankan prinsip hidupnya. Baca selengkapnya di webnovel ini.
Ringkasan ISTRI YANG TERSISIHKAN
Aisyah Zuhaira, wanita berhijab yang menentang restu orang tua demi hidup bersama suaminya, Andre. Ia mendambakan kebahagiaan, namun realita pahit menghantam saat suami dan mertuanya berubah menjadi sangat kejam karena alasan tertentu. Di tengah penderitaan itu, sebuah fakta menyakitkan akhirnya terungkap ke permukaan. Kini Aisyah terjepit dalam dilema besar; apakah ia akan terus bertahan dalam pernikahan ini atau memilih pergi meninggalkan segalanya?
Baca Selengkapnya

ISTRI YANG TERSISIHKAN Bab 1

"Nasi uduk! Nasi uduk!" teriak seorang wanita berjilbab, menjajakan jualannya sambil mendorong sepeda butut miliknya.

"Mbak! Nasi uduknya masih ada?" teriak seorang ibu-ibu sambil melambaikan tangannya.

"Masih Bu," jawab penjual itu yang bernama Aisyah.

"Saya mau 5 ya!"

Aisyah menganggukkan kepalanya, kemudian dia membungkus 5 nasi uduk. Setelah selesai ibu-ibu tersebut pun membayarnya.

"Alhamdulillah, akhirnya daganganku habis juga. Sebaiknya aku pulang sekarang, nanti siang kan mas Andre pulang, kasihan dia kalau belum ada makanan," gumam Aisyah.

Wanita itu pun pulang dengan hati yang senang, karena jualannya laris manis setiap hari. Dia bernama Aisyah Zuhaira, berusia 25 tahun. Dia memiliki paras yang cantik, hidung mancung, mata bulat, bibir mungil dengan kulit yang putih.

Setiap hari Aisyah selalu menjajakan dagangannya, berkeliling menggunakan sepeda, karena suaminya hanya seorang tukang ojek pangkalan. Dan dia terpaksa membantu perekonomian suaminya untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.

"Assalamualaikum," ucap Aisyah sambil memarkirkan sepedanya.

Namun, saat wanita itu masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja dia disambut oleh sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipinya, sehingga meninggalkan bekas kemerahan.

PLAK!

"Bagus ya, jam segini baru pulang. Kamu nggak lihat ini jam berapa, hah!" bentak seorang wanita, yang tak lain adalah mertuanya, sambil menunjuk jam yang berada di dinding.

"Maaf Bu, tadi jualannya agak sepi, jadi Aisyah berkeliling ke satu Desa lagi," jawab wanita berjilbab tersebut.

"Halah! Nggak usah banyak omong deh. Sekarang lebih baik kamu masuk ke dalam, dan buat makan siang! Kamu 'kan tahu, sebentar lagi Andre mau pulang. Istri macam apa kamu, pulang siang-siang, belum ada makanan, cucian juga numpuk. Seharusnya sebelum jualan itu, kamu cuci piring dulu! Masak dulu buat mertua dan suamimu, paham!" bentak wanita tersebut yang bernama Ibu Lisa, mertuanya Aisyah.

Dia mendorong tubuh Aisyah, hingga membuat wanita itu tersungkur ke lantai.

"Iya Bu, Aisyah masak sekarang." Aisyah bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan melenggang masuk ke dalam dapur.

Bulir bening tanpa bisa dicegah jatuh membasahi pipi mulus wanita tersebut. Kulit putihnya yang tadinya bersih cerah bagaikan rembulan, kini sudah terlihat sedikit kusam.

'Ya Allah, sampai kapan ibu akan selalu memperlakukanku seperti ini? Dulu sebelum aku menikah dengan mas Andre, ibu sangat menyayangiku. Tapi kenapa berubah setelah kami menikah? Kenapa ya Allah?' batin Aisyah bertanya-tanya tentang perubahan sikap ibu mertuanya.

Dahulu saat dia menjalin hubungan bersama dengan Andre sebelum menikah, Ibu Lisa begitu sangat menyayanginya, bahkan sikapnya begitu lembut seperti ibu kandung. Namun, ternyata setelah menikah sikapnya 180 derajat berbeda.

Setiap hari, Aisyah selalu dimarahi, dibentak, bahkan tak jarang dirinya dipukul jika tidak menuruti ucapannya. Entah Aisyah pun tidak tahu, kenapa ibu mertuanya begitu jahat kepada dirinya? Karena dia sama sekali tidak mengerti, kesalahan apa yang telah diperbuatnya, sehingga membuat Ibu Lisa begitu membenci dirinya.

"Aisyah! Buatkan saya teh!" teriak Ibu Lisa dari ruang tv.

Aisyah yang mendengar itu pun seketika langsung menghapus air matanya, kemudian dia membuatkan teh pesanan Ibu mertuanya dengan cepat, karena takut jika nanti dimarahi lagi.

"Ini Bu, tehnya," ucap Aisyah sambil menaruh teh tersebut di atas meja.

"Lelet banget sih kerjanya. Kalau kerja itu yang cepat, jadi wanita kok lelet banget!" Bu Lisa berkata dengan nada yang ketus.

Sedangkan Aisyah hanya diam saja, sebab nada bicara seperti itu sudah setiap hari menjadi makanan dirinya. Kemudian dia kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.

Setelah makanan jadi, Aisyah tersenyum karena di atas meja sudah terhidang sayur asem, tempe dan tahu goreng serta sambal terasi.

"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga. Sekarang aku tinggal nyuci piring lalu nyuci baju," gumam Aisyah dengan lirih, sambil menyeka keringatnya yang membasahi jilbab.

Ibu Lisa masuk ke dapur, dan dia melihat makanan di atas meja yang sudah matang. Bahkan asapnya masih sedikit mengepul dari sayur asem buatan Aisyah.

"Ini Bu, Aisyah sudah masak. Silakan dimakan," ucap Aisyah dengan nada yang lembut.

BRAK!

"Apa ini? Apa kau ingin meracuni ku, hah! Apa tidak ada makanan yang lebih enak? Setiap hari tempe dan tahu saja. Sesekali kau belikan aku ayam!" bentak bu Lisa sambil menggebrak meja.

Aisyah terjingkat kaget, dia mengusap dadanya, "Maaf Bu, tapi hanya ini yang Aisyah bisa beli. Kita harus berhemat, karena Aisyah juga belum bayar listrik bulan ini, jadi---"

"Halah! Enggak usah banyak omong deh kamu! Cuma bayar listrik aja yang nggak seberapa, kamu hitung-hitungan. Pokoknya saya nggak mau tahu ya, kamu belikan saya ayam!" Bu Lisa memotong ucapan Aisyah.

"Baik Bu, nanti akan Aisyah---"

"Sekarang! Saya mau makan!" bentak bu Lisa sambil menghempaskan piring yang berisi tempe dan tahu yang baru saja digoreng oleh Aisyah, hingga berceceran di lantai.

Setelah itu dia pun pergi meninggalkan meja makan, sementara Aisyah memunguti makanan tersebut.

Air mata kembali menetes. Sejujurnya dia sangat sakit hati karena bu Lisa tidak pernah menghargai setiap usahanya, padahal bayar listrik saja sebulan bisa sampai 300.000, belum lagi dengan cicilan AC milik ibu mertuanya.

Bisa dibilang, semua kebutuhan di rumah itu 90% Aisyah yang menanggungnya. Sementara pendapatan Andre tidak seberapa dari ngojek, kadang pria itu tidak memberikan jatahnya, dan paling banyak hanya Rp20.000 saja. Itu kenapa, Aisyah sampai harus berjualan nasi uduk.

Setelah membereskan makanan tersebut, Aisyah pun keluar untuk membeli ayam goreng di warteg yang tak jauh dari rumahnya.

Namun, baru saja ia keluar, tiba-tiba Andre sudah pulang. Wanita itu pun mencium tangan Andre, tapi seketika ditepis kasar oleh pria tersebut.

"Apa-apaan ini? Apakah kamu tidak bisa berdandan sedikit, hah! Setiap suami pulang, yang ada bau asam, pakaian kucel dan tidak enak dipandang. Sesekali sambutlah suamimu dengan dandanan yang cantik dan baju seksi. Mana masih bau bawang!" gerutu Andre sambil melenggang masuk ke dalam rumah.

Aisyah mengikuti langkah suaminya, kemudian dia berjalan ke dapur dan membuatkan teh hangat. "Ini Mas, diminum dulu tehnya," ucap Aisyah dengan nada yang lembut.

"Aku lapar, mau makan." Andre berkata dengan nada yang sedikit ketus.

"Aku sudah masak Mas," jawab Aisyah.

Kemudian Andre membuka tudung saji yang ada di atas meja makan, dan seketika matanya membulat dengan tajam, lalu dia mencengkram lengan Aisyah dengan kuat sampai membuat wanita itu meringis kesakitan.

"Apa ini, hah! Apa kau sengaja Ingin membuatku makan makanan seperti ini setiap hari? Tidakkah kau bisa sesekali memberikanku ikan atau ayam? Kau ini bisa becus gak sih jadi istri!" bentak Andre sambil mendorong tubuh Aisyah hingga menabrak tembok.

"Aawh!" ringis wanita itu sambil memegangi lengannya

Ibu Lisa yang mendengar suara anaknya, kemudian dia keluar dari kamar, dan melihat Aisyah masih ada di sana, itu membuatnya sangat kesal.

"Hei wanita tak tahu diri! Kenapa kau masih ada di sini? Aku kan memintamu untuk membeli ayam? Apa kau Ingin membuatku kelaparan, hah! Cepat pergi sekarang!" bentak Ibu Lisa sambil mendorong tubuh Aisyah.

"Belikan aku juga!" teriak Andre sambil duduk di kursi, lalu meminum teh buatan dari Aisyah.

Wanita itu keluar dari rumah sambil menangis dalam diam. Rasa sakit di dalam hatinya begitu dalam, luka semakin hari semakin melebar dari perlakuan ibu mertua dan juga suaminya.

Setiap hari Aisyah selalu saja disiksa, dicaci dan dimaki. Semua yang ia kerjakan selalu salah di mata kedua orang itu, entah sampai kapan penderitaan Aisyah akan berlanjut.

'Sampai kapan kamu akan terus menyiksa dan menyakitiku, mas? Ke mana mas Andre ku yang dulu? Yang mempunyai hati lembut dan juga sikap yang penuh kasih sayang,' batin Aisyah sambil berjalan dengan sedikit gontai.

BERSAMBUNG....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi ISTRI YANG TERSISIHKAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Budak ranjang tuan muda
8.2
Demi ambisi bisnis, Rian tega menjual kekasihnya, Renata, kepada pemuda kaya bernama Albert. Mahasiswi pertanian ini dipaksa menjadi pemuas nafsu Albert setiap hari, bahkan saat pria itu sedang murka. Namun, kebencian berubah menjadi cinta. Albert akhirnya bertekad menjadikan Renata pendamping hidupnya. Ia rela menentang restu orang tua serta membatalkan pertunangan dengan wanita pilihan keluarganya demi melindungi hubungan mereka.
Sampul Novel Ibu Mertuaku Mengusirku
9.1
Hidup Anjani hancur setelah divonis mandul. Ia dibuang oleh Bagas, suaminya, yang justru memilih menikahi Sinta, adik tiri Anjani sendiri. Di tengah luka pengkhianatan itu, Anjani dipaksa menikahi seorang pria lumpuh demi melunasi tumpukan utang ayahnya. Terjepit di antara nasib malang dan tekanan keluarga, mampukah Anjani bertahan? Akankah ia menerima pernikahan barunya atau memilih melarikan diri demi membalaskan dendam pada Bagas dan Sinta?
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, koki ternama, mendadak jadi buronan setelah masakannya tak sengaja menewaskan perdana menteri. Saat pelarian, jiwanya berpindah ke tubuh seorang wanita yang tenggelam di lokasi berbeda. Dalam raga barunya, Max justru jatuh cinta pada Wulan, sahabat dari Nadia. Begitu berhasil kembali ke tubuh aslinya, Max bertekad mencari dan menikahi Wulan. Namun, meyakinkan wanita itu bukanlah perkara mudah. Akankah cinta sang koki berakhir manis?
Sampul Novel Mantan Istri Saya Seorang Konglomerat?
8.3
Tiga tahun Loraine setia mengabdi, namun Marco justru memperlakukannya dengan hina. Muak dengan pengkhianatan suaminya, Loraine memilih cerai demi mengejar warisan triliunan rupiah. Publik awalnya mengira ia gila, hingga identitasnya sebagai miliarder termuda terungkap. Saat Marco melihat mantan istrinya dikelilingi pria tampan, ia menyesal dan memohon untuk rujuk demi aliansi bisnis. Namun, Loraine hanya menatapnya penuh rasa jijik dan sudah tak lagi mencintainya.
Sampul Novel Salsa Meguno
9.1
Salsa Meguno bukanlah lagi sosok gadis lemah yang mudah ditindas. Setelah melewati masa lalu yang penuh kegelapan, ia kini bertransformasi menjadi wanita tangguh dengan mental baja. Namun, tragedi memilukan yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya meninggalkan luka yang sangat mendalam. Di tengah ketidakpastian ini, muncul sebuah pertanyaan besar: apakah Salsa akan memilih jalan balas dendam untuk menuntut keadilan atas kematian mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan