Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa

Galau Cinta Untuk Siapa

8.7 / 10.0
Dalam romance novel Galau Cinta Untuk Siapa, Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi keluarga. Namun, saat mulai terbiasa, Dwina kembali menuntut posisinya. Kaila harus memilih antara bertahan atau pergi di tengah konflik modern novel ini. Baca selengkapnya di web novel ini.
Ringkasan Galau Cinta Untuk Siapa
Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi menjaga kehormatan keluarga setelah Dwina kabur tepat satu jam sebelum akad. Setahun menjalani pernikahan muda yang tak pernah ia impikan, tiba-tiba Dwina muncul kembali dan menuntut Kaila meninggalkan Boyke karena mereka ingin menikah. Kaila kini terjebak dalam kebingungan besar. Bagaimana reaksi Boyke saat mengetahui mantan kekasihnya kembali, dan akankah posisi Kaila sebagai istri pengganti segera berakhir?
Baca Selengkapnya

Galau Cinta Untuk Siapa Bab 1

Kaila Maharani berlari kencang seperti angin. Dia tidak rela usahanya bangun pagi berakhir sia-sia hanya karena sebuah kejadian yang membuatnya terlambat tiba di sekolah, apalagi pada hari pertama di tahun ajaran baru.

"Pak Dayaaaaat...tunggu!" teriak Kaila saat penjaga sekolahnya mulai bergerak menutup pintu gerbang.

Bukan saja penjaga sekolah yang dipanggil Pak Dayat yang terkejut melainkan sebagian siswa dan siswi yang baru saja melewati gerbang sekolah.

"Ya Allah, Neng. Abis sarapan apa-an, sih," tegur Pak Dayat yang terpaksa menunda menutup pintunya.

Berdiri dengan tangan memegang gerbang bagian dalam, Kaila menatap ke atas dengan mata terpejam, mencoba menormalkan tarikan nafas dan degup jantungnya.

Senyum Kaila begitu cerah karena dia sudah berada di dalam lingkungan sekolah.

Wajahnya begitu sumringah pada saat bel berbunyi nyaring.

Dia tidak peduli kalau tas yang dia bawa masih ada di pundaknya. Dan dia juga tidak peduli kalau dia belum mendapatkan kursi tempat dia duduk nanti. Jangankan kursi, kelas-nya ada dimana saja dia belum tahu.

Yang terpenting bagi Kaila adalah dia sudah tahu dia masuk kelas apa.

Bagi sebagian siswa masuk kelas unggulan adalah impian mereka untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, tetapi tidak dengan Kaila.

Dia bukan pelajar yang selalu giat belajar karena dia adalah siswa dengan sistem kebut semalam.

Kaila tidak tahu mengapa dia harus ditempatkan di kelas tersebut meskipun nilainya sangat lebih dari cukup.

Namun, yang jadi masalah adalah Kaila sudah menyatakan dengan tegas dan jelas di atas kertas kalau dia tidak mau masuk ke kelas tersebut.

Tapi apa daya, namanya sudah ada di sana begitu dia daftar ulang untuk masuk ke kelas 11.

"Kail...cie...cie, yang masuk kelas unggulan udah siap di tepi lapangan," goda Sifa sahabatnya.

"Siap kabur, maksudnya?" cibir Kaila sewot.

"Yakin loe mau kabur?" tanya Cory pelan.

"Bawel. Ngapain aku kabur kalau udah susah payah sampe di sekolah," omel Kaila.

Kenapa kedua teman karibnya bisa mendapatkan kelas yang mereka inginkan sementara dia tidak bisa.

'Kelasnya udah penuh' adalah alasan yang diberikan oleh guru yang berwenang.

Kalau saja Kaila boleh menggugat dia pasti mengatakan kalau kelas unggulan tidak akan menjadi unggul kalau dia pindah.

Boleh narsis dikit, kan? Setidaknya dia bisa mengurangi sakit hatinya karena permintaannya ditolak mentah-mentah.

"Babay, Kaila, kita baris di tempat yang beda, ya," goda Sifa.

"Kacrut!"

"Kaila, kamu bicara apa barusan?"

Suara teguran terdengar dari belakangnya.

Dengan wajah tersenyum lebar tanpa bersalah, Kaila berbalik dan melihat guru nomer satu juteknya ada di depannya.

"Binatang tikus, Bu," jawab Kaila pelan.

"Ini hari pertama wow, seenggaknya jangan dimulai dengan memberikan hukuman," pinta Kaila dalam hati.

"Ya sudah, baris sama teman sekelas kamu, sana!" perintah guru perempuan yang bernama Lasnariah.

"Baik, Bu."

Langkah kaki Kaila membawanya menuju barisan kelas 11.1 yang menjadi kelasnya sekarang.

Wajah dingin dan tidak peduli Kaila temukan saat dia berada di dalam barisan. Kenapa mereka tidak tersenyum? Seenggaknya mereka gak perlu berwajah serius seperti menunggu hukuman seperti itu.

Mereka masuk kelas unggulan bukan berarti masuk ke kamp konsentrasi yang dingin, kan?

Di antara 25 orang siswa kelas unggulan hanya ada 2 orang yang jauh dari kata serius dan mereka adalah Kaila dan Deniz yang menatapnya sambil cengengesan.

Mata Kaila melotot galak karena Deniz tidak bisa diam dan terus memandanginya.

"Kenapa? Kabur aja."

Gerakan mulut Deniz seolah membisikkan kata ajaib yang membuat Kaila tersenyum.

Apakah segala kelakuannya selama setahun sebagai siswi SMA sudah begitu terkenal? Tapi apa pedulinya.

Sudah setengah jam berlalu dan Kaila tidak tahu sampai kapan mereka terus berada di lapangan karena belum ada tanda-tanda segera berakhir sementara matahari semakin terasa menyentuh kulit kepala setiap siswa yang masih berbaris di tengah lapangan, meskipun mereka memakai topi sekolah.

Tidak ada yang menyadari tindakan Kaila pada saat dia bersandar pada siswi yang ada di depannya kecuali Deniz.

"Eh, kenapa kamu?" tanya siswi yang namanya belum dikenal Kaila.

"Maaf, mataku gelap sekali," ucap Kaila mengeluh.

"Kamu mau pingsan? Malu-malu in, tahu," decak siswa yang tubuhnya menjadi sandaran Kaila.

Dengan cepat Deniz memberi isyarat pada siswa yang berjaga dibarisan belakang untuk memberi pertolongan pada Kaila.

Bukan Kaila namanya kalau dia tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan.

Dia baru saja berlari sebelum pintu gerbang tertutup dan belum lagi dia cukup istirahat, dia sudah harus berdiri dibawah panas Matahari pagi yang cukup menyengat.

Sehat, tapi kalau dia sendiri tidak kuat, buat apa bertahan hanya untuk dianggap kuat.

Dengan tubuh di papah, Kaila dibawa masuk ke ruang UKS agar dia bisa istirahat dan menormalkan detak jantungnya.

Pura-pura atau tidak, wajah Kaila memang sangat pucat.

Tidak perlu waktu lama membuat ruang UKS bertambah penghuninya setelah Kaila berbaring nyaman setelah menikmati segelas teh manis hangat.

"Woi, curang lu. Kalau mau ke UKS ngajak dong, jangan sendirian aja," tegur Sifa pelan.

"Aku pikir kamu udah jadi anak baik karena masuk kelas unggulan," bisik Cory pelan.

Ya Tuhan...apakah guru dan siswa yang bergabung sebagai anggota PMR gak ada yang curiga melihat mereka bertiga ada di sini?

"Aku memang udah jadi anak baik, makanya gak mau ngajak kalian," sahut Kaila.

"Aku heran kenapa kalian bertiga tidak ada yang memiliki sifat patriot. Tunjukkan kalau kalian siswa yang patuh dan tertib. Kalian gak bosen dicap sebagai siswa mental tahu?"

Teguran dari ketua OSIS terdengar dari pintu.

Almira, ketua OSIS yang masa tugasnya segera berakhir memperhatikan Kaila dengan kedua kawannya dengan mengejek.

"Kau sendiri, ngapain ada di sini. Setahu aku kau bukan anggota PMR," cibir Sifa.

"Aku mengecek keadaan siswa yang ada di UKS," jawab Almira.

"Yakin? Aku tahu hukuman yang diberikan oleh Pak Gun bila ada siswa yang meninggalkan barisan tanpa alasan," kata Cory ikut bicara sementara Kaila, dia lebih memilih memejamkan matanya.

Bukan karena sakit kepala, tetapi dia memang ngantuk berat.

Baru tadi pagi dia dan kakaknya tiba di Jakarta setelah menghabiskan waktu berlibur di rumah neneknya.

"Kaila, kamu baik-baik aja, kan? Kalau memang sakit sebaiknya ijin aja," kata Sifa memberi saran.

Bukan kebiasaan Cory berdiam diri sementara ada orang yang sibuk mencela perbuatannya.

"Gak perlu. Aku cuma perlu istirahat aja sebentar," kata Kaila pelan.

Almira memperhatikan wajah Kaila, benaknya seolah menilai apakah Kaila benar sakit kepala atau seperti biasa, hanya akal-akalan agar tidak ikut upacara seperti biasanya.

"Aku gak tahu kamu serius sakit atau engga. Tapi sebentar lagi upacara selesai dan sudah waktunya kalian masuk ke kelas masing-masing," beritahu Almira.

"Hem, Terima kasih," sahut Sifa dan Cory berbarengan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Galau Cinta Untuk Siapa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.8
Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris
9.4
Nathaniel Albar, pewaris bisnis dingin yang terobsesi pada nama baik, bertemu Alya Nabila, gadis sederhana yang gigih. Awalnya, Nathan terus menguji dan mencoba menjatuhkan Alya setelah insiden wawancara kerja yang fatal. Namun, di balik sikap kerasnya, Nathan memiliki rencana terselubung saat merekrutnya. Ketika masa lalu kelam Nathan terkuak, Alya harus memilih antara cinta atau keselamatan diri. Mampukah ketulusan Alya mencairkan ambisi beku sang pewaris?
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah mencampakkan Naira demi Qirani, yang justru mengkhianatiku usai lulus kuliah. Meski mencoba meniti karier di Pekanbaru untuk melupakan luka, hatiku tetap tertambat pada Naira. Saat mendengar pernikahan Naira batal, aku berjuang keras memperbaiki diri dan memohon doa agar hatinya melunak. Setelah setahun penuh perjuangan dan kesabaran, Naira akhirnya membuka hati. Kami pun menikah dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira baru menyadari alasan di balik harga sewa apartemennya yang sangat murah. Hunian itu ternyata berhantu, hingga membuat para tetangga merasa ngeri. Bukannya takut, Syafira justru terpesona oleh ketampanan sang arwah. Imajinasi romantisnya mulai liar hingga ia merasa nyaman dengan sentuhan dingin makhluk tersebut. Namun, perbedaan alam mulai menghantui logika Syafira. Mampukah hubungan beda dunia ini berakhir indah layaknya novel yang ia tulis?
Sampul Novel Suamiku Ternyata Pewaris yang Tertukar
9.2
Pertemuan awal yang buruk memicu kebencian antara Yolla dan Byanz. Situasi memanas saat Byanz, pemuda dari latar belakang sederhana, tiba-tiba diangkat menjadi CEO di perusahaan ayah Yolla. Sang ayah yang kagum pada kesantunan Byanz bahkan nekat menjodohkan mereka. Namun, sebuah rahasia besar mengenai identitas asli Byanz akhirnya terungkap. Kini, Yolla terpaksa menerima pernikahan tersebut demi melindungi statusnya sebagai anak kandung di keluarganya sendiri.
Sampul Novel Terima Kasih, Mantan!
9.0
Di hari pernikahan mereka, Josua justru datang bergandengan tangan dengan cinta pertamanya, Hani, yang sedang hilang ingatan. Demi menjaga perasaan Hani, Josua meminta Neti untuk mengalah dan berpura-pura. Merasa dikhianati, Neti memutuskan untuk langsung berpaling dan menikah dengan pengiring pria yang sebenarnya. Saat Neti akhirnya hamil dan menjalani hidup barunya, ia tidak sengaja bertemu kembali dengan Josua di sebuah mal. Josua yang menangis histeris terkejut, mengira semua ini hanyalah akting belaka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan