Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda

8.6 / 10.0
Dalam Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda, Shanty menjual jiwanya pada pewaris Halim Group demi membalas dendam kepada Roy. Di balik intrik billionaire romance novels ini, ia harus menghadapi masa lalu gelap sang suami untuk merebut kembali hak asuhnya. Baca romance stories ini sekarang.
Ringkasan Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
Dikhianati oleh Roy, suaminya sendiri, Shanty kehilangan hak asuh anak setelah rahimnya diangkat. Demi membalas dendam pada mantan mertua dan suaminya yang licik, ia nekat menyerahkan jiwanya kepada pewaris Halim Group yang dingin dan berbahaya. Menjadi nyonya muda di keluarga konglomerat ternyata penuh intrik mematikan. Di tengah rahasia gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya atau justru hancur dalam permainan kekuasaan?
Baca Selengkapnya

Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda Bab 1

Mataku yang terpejam terasa sangat sulit dibuka, kepala juga sangat pusing rasanya. Alam bawah sadar mengingatkan aku ada yang tak beres disini, sebaiknya harus segera kabur. Namun tetap saja tubuhku sulit diajak kompromi.

"Huuuhh"

Aku mendesah perlahan, mencoba mengendurkan otot-otot yang membeku ini. Setelah susah payah mencoba, usahaku tidak sia-sia. Mata yang tertutup rapat kini terbuka sempurna. Perlahan aku menatap sekeliling, memindai segala sesuatu yang tampak asing bagiku. Gorden yang lebih lebar dan usang, posisi AC yang tidak semestinya, sprei yang asing, dan selimut yang lebih tebal. 

"Sial! Ini bukan kamarku! ", otakku menjerit kalut. 

Mataku mengerjap lagi dan menatap sisi kanan. Kini aku sukses terlonjak dari posisi tidur. Didorong rasa kaget yang luar biasa, tubuh ini jadi sadar sepenuhnya. Kutatap pria yang lelap itu dan nyatalah itu wajah asing, bukan suamiku. 

"Apa yang sedang terjadi?!", batinku mulai histeris

Apalagi waktu selimut tersingkap, ternyata tubuhku hanya dibalut sepasang bra dan cawat merah. Semalam sengaja dipakai demi memancing hasrat suami yang mulai padam. Meski masih bertanya-tanya, tak ada waktu untuk berpikir. Alarm di otak menyuruhku untuk segera berpakaian dan keluar dari tempat terkutuk ini. 

Segera kupungut pakaian yang tercecer di lantai lalu mengenakannya tergesa-gesa. Selama berpakaian benakku sibuk menerka-nerka apa yang terjadi sesudah candle light dinner semalam dengan suami. Orang jahat mana yang tega mencelakai kami? Dimana suamiku saat ini? 

Semua pikiran ini berkelindan di otakku bagai benang kusut yang tak tentu ujung pangkalnya, malah membuat kepala jadi semakin runyam. Satu sentakan pelan, akhirnya blouse satinku meluncur bebas menutupi seluruh tubuh. Tak menunggu lama aku segera mencari pintu keluar. 

Namun sayang, belum sempat kenop pintu disentuh, sekelompok pria dengan seragam polisi mendobrak masuk tanpa aba-aba. 

"Jangan bergerak, hotel ini sedang di razia!", salah satu dari mereka berseru. 

Sontak aku mundur ke belakang, tangan terangkat di atas kepala, persis anggota gembong pezina yang tertangkap basah di tempat maksiat. Kucoba bersikap tenang, meski tangan yang mengepal sudah gemetaran. 

"Saya dijebak Pak, saya nggak tahu apa-apa", ujarku dengan suara yang diberani-beranikan. 

Namun personil polisi yang memborgolku hanya melengos kasar, seolah ucapanku barusan hanya dagelan konyol yang biasa ditontonnya sebelum tidur di malam hari. Dia sudah hendak memborgolku ketika suara yang akrab ditelinga tiba-tiba menyela, membuat dunia yang kacau balau seketika tenang. 

"Tunggu! Aku perlu bicara dengan terduga"

Dalam sekejap tangan yang terborgol tadi bebas kembali. Aku langsung menghambur ke pelukan pria yang kupanggil suami. Sedangkan nasib lelaki yang tergeletak di ranjang tadi, aku tak tahu, tak juga peduli. Bagiku, dia hanya orang asing yang terjebak denganku lewat skandal manusia bajingan yang akan segera ditangkap. 

Sejurus lamanya, tubuhku yang gemetaran perlahan tenang dalam dekapan hangat suami. Pagi ini beliau nampak gagah dengan seragam kebesarannya. 

"Sebentar, aku perlu bicara empat mata dengan nyonya Shanty", ujarnya lagi pada personil polisi yang hendak memborgolku tadi. 

Melihat wajah dan sikap suamiku yang terpukul - jika mengalami kejadian serupa, siapa pula yang tidak - akhirnya kami diijinkan bicara secara pribadi, sedangkan pria tadi sudah diamankan kedalam mobil meski dalam keadaan setengah sadar. Mungkin obat bius yang dikonsumsinya punya dosis lebih tinggi. 

Setelah hanya kami yang tinggal, barulah sebuah kesadaran pahit menghantam otakku yang tadi sempat beku. Jika aku bisa diculik setelah makan malam dengan suami, lantas kenapa beliau bisa ada disini tanpa kekurangan apapun?

Tanpa selaput kebingungan menutupi benakku, kini bisa kulihat raut wajah suami lebih jelas. Ekspresi  cemas tadi tak nampak lagi, malahan dalam manik matanya yang kelam ada seringai ejekan. 

"Sudah paham apa situasimu sekarang?", tanyanya seraya menyalakan pemantik logam di tangannya. 

"Kenapa?", sahutku perlahan

"Huh, mau bercerai tentu saja"

"Tapi kenapa harus menjebakku begini?", tanyaku lagi berusaha tenang meski tubuh ini hampir limbung.

Seumur-umur baru sekarang kutahu ada suami yang tega menghancurkan harga diri istrinya sampai lenyap tak bersisa. Senyum laki-laki yang sekejap lagi akan jadi mantan suami ini segera menyadarkanku, "Apa karena Alex?", selidikku lagi. Lagi-lagi dia hanya mendengus seolah aku ini mahkluk paling bodoh sejagad raya. "Kalau hanya karena hak asuh Alex, kau bisa membicarakannya denganku. Mengapa harus repot-repot menghancurkan hidupku seperti ini?", isakku tertahan. Tak pernah menyangka, bahkan dalam mimpi terburuk, pria yang sudah kunikahi tega mendorongku dalam jurang kenistaan. 

"Perempuan licik sepertimu diajak bicara baik-baik? Mana mungkin! Yang ada kau akan memikirkan segala cara untuk memeras kekayaan keluargaku persis seperti yang kau lakukan selama ini"

Ucapan kejam darinya membuat aku berpikir ulang. Harta macam apa yang sudah kuhabiskan? Benar mertua pernah memberi aset, tapi kata beliau itu hadiah. Itupun kudapat sesudah mengorbankan rahim demi melahirkan cucu mereka, Alex. "Demi apapun, tak pernah ada suami yang tega menjebak istrinya dengan cara hina seperti ini?", kataku disela tangisku yang makin tak terkendali. 

"Hahaha, tak semua perempuan yang dinikahi lantas menjadi istri. Bagiku, kau tak lebih dari trofi kemenangan!"

"Kau pikir Alex tidak akan mencariku, ibunya"

"Berhentilah munafik! Memangnya selama ini kau pernah mengurus Alex? Kau malah sibuk dengan semua urusanmu, hampir tak pernah dirumah. Ibuku yang selalu menjaga Alex", tukasnya tajam.

Tak cukup disitu, dia juga menjentikkan abu rokoknya ke wajahku. Abu rokok yang masih panas itu tepat mengenai pipi, namun tak lagi kuhiraukan rasa perihnya. Otakku sibuk memikirkan apa yang kulakukan akhir-akhir ini. 

Benar sekali. Aku memang sibuk pergi fitness juga ke klinik kecantikan. Tapi bukannya itu semua lantaran pria di depanku ini selalu protes dengan tubuhku yang katanya melar setelah melahirkan.

Sedangkan mengenai Alex, mertua yang selalu memaksa untuk momong cucu satu-satunya. Harus diakui, aku ini bukan ibu yang sempurna seperti mereka diluaran sana, namun juga bukan yang menelantarkan anak begitu saja. Meski putraku lebih dekat pada neneknya, bukan berarti aku tidak tahu perkembangannya. "Cih, banyak alasan. Dasar suami pengkhianat, persis Judas", umpatku kasar

Namun lelaki itu tak bergeming. Dia malah meludah ke satu sisi lalu memadamkan puntung rokoknya dengan tapak sepatu kulitnya. Sungguh jorok! 

"Sudahlah Shanty sayang, hentikan umpatanmu itu. Sekarang kau hanya punya dua pilihan. Sibuk berkoar-koar lalu menuntutku di pengadilan atau pergi diam-diam dan kau akan mendapat pesangon tiga ratus juta"

Waktu mengatakan tawarannya dia tampak begitu bangga, berlagak jadi pria paling murah hati di jagat raya. Pesangon katanya? Memangnya aku ini pegawai habis masa kontrak? Namun tak urung aku diam juga memikirkan segalanya, menimbang dalam hati pilihan apa yang tepat untuk wanita tanpa karir dan harta sepertiku.

Seperti paham jalan pikiranku, dia menukas kejam seperti kebiasaannya selama ini. "Ingat darling, pengadilan butuh banyak biaya, sedangkan kau tak punya apapun selain ayah-ibu yang tak bisa diandalkan"

"Hahaha", aku tertawa getir dalam kemarahan. Ucapannya terlalu benar, terlalu kejam. Ayah-ibuku memang tak bisa diharapkan. Malahan selama ini aku yang menopang hari tua mereka. "Apa harus begini caramu mendepakku? Apa kau yakin ROY?", ulangku lagi menekankan namanya lugas. 

"Tentu saja, kupikir aku sudah cukup murah hati padamu. Kalau tak puas, silakan mengadu pada mantan kesayanganmu. Bukankah selama ini kau selalu mengadu padanya?"

"Oh? Jadi itu alasannya? Hahaha. Seorang pezina memang akan selalu curiga"

Lagi-lagi dia hanya mendengus, tak mempedulikan ejekanku. 

"Baiklah Roy, kalau ini memang keinginanmu. Namun begitu, persiapkan dirimu. Suatu saat tindakan ini harus kau bayar lunas berikut...bunga-bunganya"

Ini jadi kalimat perpisahan untuknya. Setelah ini kami hanyalah orang asing kalau bukan musuh.

Lalu kupakai kacamata hitam kebanggaanku seraya beranjak pergi meninggalkan mantan suami dengan langkah gagah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Hati Yang Terpilih
8.2
Dunia Nazwa Rengganis runtuh saat Rafi mendadak menceraikannya setelah dua belas tahun menikah. Meski terpuruk, ibu dua anak ini berhasil bangkit dan mulai membuka hati untuk Kafka, pria dari masa konselingnya. Namun, rahasia perceraian Rafi terungkap tepat saat sang mantan suami meminta rujuk. Terjepit di antara dua pria, Nazwa memilih menjauh demi ketenangan diri dan anak-anaknya. Akankah ia berani kembali meniti mahligai pernikahan atau tetap melangkah sendiri?
Sampul Novel Hawa Nafsu Kekasihku
8.0
Dalam satu malam yang tak terduga, hidup Affry berubah drastis setelah ia hamil akibat hubungan dengan pria asing. Ternyata, lelaki itu adalah Liu Chaing He, manajer di perusahaan orang tuanya sendiri. Demi menjaga martabat keluarga, pernikahan terpaksa akhirnya digelar. Namun, duka Affry kian mendalam karena Chaing He masih menyimpan perasaan untuk wanita lain. Mampukah pernikahan tanpa cinta ini bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel My Savior Is My Ex
9.5
Anitta Gladisa sedang berada dalam posisi terjepit saat berusaha melarikan diri dari ayahnya sendiri. Satu-satunya sosok yang mampu menyelamatkannya hanyalah Keanno Arkantara. Namun, Keanno adalah mantan kekasih yang pernah ia lukai hatinya di masa lalu. Kini, Anitta terpaksa memohon bantuan kepada pria tersebut. Akankah Keanno bersedia mengulurkan tangan demi keselamatan Anitta, atau dia justru memilih diam dan membiarkan Anitta berjuang sendirian?
Sampul Novel Shalawat Cinta
9.5
Alisa berhasil menghindari perjodohan demi menikahi pria pilihannya. Namun, mahligai rumah tangganya hancur akibat obsesi adik ipar yang mencintai suaminya sendiri. Tragedi ini membuat Alisa kehilangan satu kakinya saat melahirkan. Di tengah penderitaan, hadir sosok Dewa yang setia menemani masa sulitnya. Ini adalah kisah tentang pengorbanan dan perjuangan menyakitkan saat cinta pergi, serta upaya merajut kembali sisa kasih sayang yang masih ada.
Sampul Novel Suddenly Love
9.0
Raisa memendam perasaan mendalam pada sahabat kecilnya, Bayu. Namun, hatinya hancur saat mengetahui Bayu justru jatuh cinta pada Vanes, teman dekatnya sendiri. Di tengah luka tersebut, muncul Raihan, rekan bisnis Bayu yang terpesona oleh Raisa sejak pandangan pertama. Meski Raihan menunjukkan ketertarikan, Raisa tampaknya tidak menyadari kehadiran cinta baru itu. Akankah Raisa membuka hatinya bagi Raihan dan menemukan kebahagiaan sejati bersamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan