Sampul Novel Silver Eyes

Silver Eyes

8.0 / 10.0
Dalam fantasy Silver Eyes, Ciu San yang lemah mewarisi kekuatan bola mata dewa setelah nadinya hancur. Kini ia menjadi incaran para kultivator yang haus kekuatan. Ciu San harus bertahan hidup dan menguasai kemampuan barunya demi membalas dendam dalam adventure story yang penuh aksi ini.
Ringkasan Silver Eyes
Ciu San, putra Bun San yang lemah dari keluarga Luk San, menderita luka parah hingga urat nadinya nyaris putus setelah kalah bertarung. Nyawanya terselamatkan secara tidak sengaja oleh mata Dewa Tata Surya yang jatuh ke bumi. Kini, para kultivator memburunya demi meminum darahnya yang berkhasiat meningkatkan kekuatan secara instan. Mampukah Ciu San bertahan hidup dari kejaran musuh sekaligus menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya dengan kekuatan baru ini?
Baca Selengkapnya

Silver Eyes Bab 1

“Ciu San! Kau sebaiknya turun saja dari panggung ini jika kamu tidak mau luka parah lagi seperti yang sudah-sudah!”

Mendengar suara ejekan itu semua orang tertawa terbahak-bahak.

Sedangkan ada satu keluarga yang tampaknya muram dan sedikit murka mendengar ejekan itu.

Satu keluarga itu sepertinya merupakan keluarga besar. Karena banyak sekali orangnya. Dan ada beberapa pasang orang yang sudah berumur pula.

Mendengar ejekan itu, salah satu orang tua itu berbisik kepada yang lain, “Sebaiknya kau suruh anakmu itu turun saja. Daripada semakin membuat malu keluarga kita.”

“Betul apa yang di ucapkan Twao Tiong San barusan, Ko Bun San!” kata seorang wanita menimpali ucapan orang tua tersebut.

Bun San berkata kepada mereka berdua, “Aku mendidik putraku agar tidak mudah menyerah. Kalau dia kalah. Dia harus kalah terhormat!”

Rupanya orang yang bernama Bun San adalah ayah dari orang yang sedang bertanding dan tubuhnya sudah terlihat babak belur semua.

Baru saja sang ayah berkata demikian, tampak seseorang telah terlempar dari atas panggung dan jatuh tepat di hadapannya.

Rupanya dia adalah putra dari Bun San yang bernama Ciu San.

Seorang perempuan segera mendekatinya dan tampaknya ia menangis sambil berkata. “Ciu San anakku, kamu baik-baik saja.”

Pemuda itu mencoba mengangkat tangannya untuk memberi tanda kalau dia baik-baik saja. Tetapi ketika ia mencoba bangkit berdiri, tubuhnya kembali ambruk.

Bersamaan dengan itu terdengar suara dari seseorang, “Pertandingan kali ini di menangkan kembali oleh Siau Lan dari keluarga besar Naga Terbang.

Pemuda yang bernama Siau Lan itu mendekati Ciu San.

Sesudah ia dekat dengan pemuda itu, ia pun mengejek lagi, “Sebaiknya untuk pertandingan berikutnya janganlah kalian mengikut sertakan dia lagi. Yang lain saja sudah kalah lebih dahulu. Kenapa dia harus ikut bertanding lagi. Sebaiknya dia di tinggal di rumah saja. Berlindung di balik ketiak ibunya!”

Kembali semua orang yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak.

Sang ibu yang mendengar sindiran itu sepertinya terpancing juga emosinya dan Ia hendak melompat naik untuk memberi pelajaran kepada pemuda itu, tetapi tangan Bun San cepat mencegahnya sambil berkata, “Janganlah kamu buat keributan di tempat ini. Sebaiknya kita segera bawa pergi anak kita dahulu dari sini.”

“Tuan Bun San, anak ku tidak takut kepada keluargamu. Sebaiknya kamu maju sebagai wakil dari keluargamu. Aku ingin lihat sampai di mana kehebatan jurus pukulan telapak tangan dari keluargamu yang katanya sudah mencapai tingkat ke delapan itu!” terdengar suara tantangan yang cukup keras dari ujung seberang tempat duduk keluarga itu.

Mendengar suara tantangan itu terdengar suara sorak-sorai yang menyatakan kalau semua orang juga hendak melihat jurus tingkat ke delapan dari jurus pukulan telapak tangan milik Bun San.

Rupanya kedua orang tua itu tidak mengacuhkan ucapan tersebut, mereka tampaknya lebih memperhatikan keadaan putra mereka daripada tangan itu.

Sang Kaisar yang bernama Kaisar Kwok Lung juga ikut berteriak, “Perlihatkanlah jurus itu di hadapanku, Bun San! Jika kamu berhasil mengalahkan Siau Lan artinya kedudukan keluargamu di dalam Istana masih sangat besar pengaruhnya.”

Dengan demikian itu artinya, posisi keluarga Lok San yang sudah turun temurun berada di dalam Istana tidak akan tergeser kan walaupun keturunan generasi kelima Ciu San kalah pada pertandingan hari itu.

Mendengar ucapan dari Kaisar, dua orang yang tadi mengatai Bun San segera mendekati Bun San lalu membujuknya agar segera naik.

Istrinya yang bernama Mu Yung segera menyahut dengan sewot, “Kalian urus saja sendiri nama dan keluarga baik kalian. Aku dan Bun San lebih mementingkan putra kami daripada kedudukan itu!”

Tiong San segera berkata, “Baik! Jika kelak terjadi apa-apa dengan kalian. Termasuk dengan putramu, kalian berdua tidak perlu datang minta bantuan ke kami!”

Selesai berkata demikian, Tiong San melompat ke atas. Bersamaan dengan itu tampak seorang tua juga melompat ke atas sambil berteriak, “Siau Lan! Sebaiknya kamu mundur. Biar Ayah yang menghadapinya!” gerakan lelaki itu membentak kedua tangannya di udara. Dan kedua kakinya di lipat seperti orang duduk sila.

Mendengar teriakan dari sang ayah, pemuda bernama Siau Lan bergegas turun dari panggung. Sedangkan semua orang sudah kembali fokus dengan kedua orang itu di mana mereka di udara sudah saling bentrok satu sama lain.

Tiong San juga membuka kedua telapak tangannya. Dan dengan tenaganya ia mendorong ke arah Qui Lan yang menjadi ayah dari Siau Lan.

Sesungguhnya kemampuan Qui Lan tidaklah di bawah Tiong San, tetapi kali ini dia sepertinya tidak menanggapi dengan sungguh-sungguh serangan lawan, sehingga ia terlihat jatuh ke panggung dengan muntah darah.

Mendengar kedua orang itu cek-cok, Bun San menjadi serba salah. Ia tidak dapat membela keduanya. Karena yang satu adalah istri dan yang lain adalah saudara.

Begitulah kalau tinggal satu atap dengan saudara yang sudah berkeluarga. Bawaannya tidak enak. Mengalah tidak enak. Mau menang sendiri juga tidak enak. Tidak bisa membela keduanya.

Bun An pun tampaknya cepat sadar. Karena ia telah kehilangan dua orang anaknya yang terdahulu gara-gara pibu tersebut. Dan ia kali ini tidak mau kehilangan putranya lagi. Maka dari itu ia mengacuhkan apa yang di katakan sang kakak barusan sambil menarik tangan si istri dia berkata, “Sebaiknya kita bawa Ciu San dari sini sekarang juga.”

Sementara itu Tiong San yang tidak mau kedudukan keluarganya berkurang di dalam istana mau tidak mau segera melompat naik ke panggung sambil mengerahkan telapak tangannya ke depan. Ia langsung menggunakan jurus tingkat ke empat.

Tampak telapak tangan kanan Tiong San seperti memancarkan api. Lalu dengan kekuatan sedang ia mendorong telapak tangan kanan itu tepat ke bagian dada Siau Lan.

Pada saat mereka mulai melangsungkan pibu, tampak seorang biksu Saolin datang melompat dan mendekati mereka berdua seraya berkata, “Biar Pinceng coba untuk mengobati nya.”

Kedua orang itu tampak gembira sekali dan mereka pun membiarkan biksu itu memeriksa keadaan Ciau San putra mereka.

Sesudah memeriksa keadaan pemuda itu, si pendeta Shaolin segera mengalirkan tenangnya sejenak. Akhirnya ia menggelengkan kepala sambil berkata, “Sepertinya hampir sebagian urat nadi nya putus.”

Mendengar itu Mu Yung terlihat sangat marah sekali. Dan ia hendak melompat ke panggung untuk memberikan pelajaran kepada pemuda itu, tetapi di cegah oleh biksu sambil berkata, “Sekiranya nyonya lebih memperhatikan putra anda. Kalau telat sedikit saja, putra anda akan lumpuh total. Dan nantinya kalau dapat bertahan hidup akan seperti anak ideot.

Sebelum pergi kedua orang tua Ciu San sempat mendengar, “Pemenangnya adalah Tiong San!”

Lalu mereka pun sempat menoleh, dan terlihat Qui Lan di papah turun dari panggung oleh beberapa orang muridnya. Sedangkan Tiong San juga menoleh ke arah adiknya sambil tersenyum sinis. Seolah-olah dia mengatakan, “Tanpa kalian, keluarga kami mampu diandalkan oleh kerajaan.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Silver Eyes

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bad Duda
9.2
Edeline dihantui trauma mendalam yang membuatnya takut bersentuhan dengan pria. Namun, takdir membawanya menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, seorang duda arogan yang dikenal kejam. Meski awalnya saling membenci, benih kebutuhan mulai tumbuh di antara mereka. Keduanya adalah jiwa yang terluka oleh masa lalu dan penyesalan. Akankah pertemuan ini menyatukan kepingan puzzle hidup mereka, ataukah semesta justru memisahkan dua insan yang penuh luka ini?
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia adalah gadis konyol berhati tulus yang jatuh hati pada Steven Grellyn, pemuda sedingin es yang selalu mengabaikannya. Meski sering ditolak, kegigihan Relva perlahan meruntuhkan benteng pertahanan Steven yang awalnya enggan menjalin hubungan. Kisah ini bukan sekadar romansa, melainkan perjuangan emosional penuh liku dan air mata demi masa depan. Keduanya harus mengorbankan ego demi cinta yang mampu mencairkan kebekuan hati dan mengubah hidup mereka.
Sampul Novel Dituduh Sebagai Simpanan Setelah Membeli Guci Abu Seharga 16 Miliar
7.9
Pemakaman keluarga berubah kacau saat seorang wanita asing melabrak sang istri sah dan menuduhnya sebagai simpanan. Di depan kerabat yang acuh, wanita itu merobek pakaian sang istri. Menolak ribut, sang istri memancingnya ke arah guci abu seharga hampir 20 miliar yang dibeli pacar wanita itu. Karena murka, wanita itu menghancurkannya berkeping-keping. Dia tidak tahu bahwa guci tersebut berisi abu ibu mertua sang istri, yang tidak lain adalah ibu kandung dari pacarnya sendiri.
Sampul Novel Terpaksa Jadi Playboy
8.9
Kenzo, pewaris bisnis triliunan yang gemar hidup bebas, menolak keras dijodohkan dengan Husna, gadis yatim piatu yang sederhana. Orang tuanya memberi ultimatum: temukan calon istri dalam sebulan atau kehilangan warisan. Kenzo pun mulai mendekati Vita, Hima, dan Putri demi menghindari perjodohan itu. Namun, meski ia mencoba mengejar wanita lain, takdir terus mempertemukannya dengan Husna. Akankah Kenzo menyerah pada perasaan, atau justru Husna yang akan menolaknya?
Sampul Novel Tetangga yang Terlupakan
8.2
Beatrixa Watson menjalin kasih rahasia dengan Maverick Fuller, tetangganya, sejak usia tujuh belas tahun. Maverick selalu bersikap lembut dan berjanji akan meresmikan hubungan mereka setelah Beatrixa masuk universitas. Namun, saat surat kelulusan tiba, kenyataan pahit terungkap. Maverick mengaku hanya memanfaatkan Beatrixa sebagai pengganti Bailee yang sedang di luar negeri. Baginya, Beatrixa hanyalah gadis tetangga yang mirip dengan cinta sejatinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan