Sampul Novel UNDER PINK MOONLIGHT

UNDER PINK MOONLIGHT

8.0 / 10.0
Dalam UNDER PINK MOONLIGHT, Sofia terjebak dalam kutukan keluarga Max, Kaileen, dan Sean yang mencintai wanita yang sama. Sebagai romance novel dengan sentuhan fantasy, Sofia harus memilih antara janji pada Lariette atau keselamatannya. Baca webnovel seru ini untuk mengungkap akhir kesepakatan maut.
Ringkasan UNDER PINK MOONLIGHT
Sofia, gadis polos asal kota kecil, terpaksa tinggal bersama tiga sepupunya: Max, Kaileen, dan Sean. Meski disambut hangat, ia tak menyadari kutukan turun-temurun yang membuat mereka bertiga selalu mencintai wanita yang sama. Demi mengakhiri kutukan itu, Lariette sang ibu meminta Sofia menikahi ketiganya untuk melahirkan anak perempuan. Namun, setelah Sofia memenuhi kesepakatan dan berkorban, Lariette justru berkhianat dan berniat mencelakakannya.
Baca Selengkapnya

UNDER PINK MOONLIGHT Bab 1

Hujan begitu deras. Angin berembus kencang dan beberapa ranting pohon patah. Jarak pandang pengendara sangat dekat. Oleh karena itu tidak ada orang berkendara yang lewat. Semua orang memilih untuk diam di rumah. Namun, seorang gadis dengan gaun selututnya yang lusuh berjalan dengan sekuat tenaga. Di tangannya ada tas besar berisi pakaian yang sudah pasti ikut basah terkena hujan. Meskipun ia kedinginan, ia terus berjalan menuju sebuah rumah.

Ia meletakkan tasnya di lantai depan pintu. Teras rumah membuatnya tidak terkena hujan. Ia bisa bernapas lega. Setidaknya ia sudah tiba pada tujuan. Untunglah alamat ini tidak sulit dicari sesuai dengan instruksi orang yang ditanyainya di jalan sebelum hujan.

Gadis bernama Sofia itu menekan bel sembari menggigil. Ia menunggu beberapa saat, tidak ada jawaban sama sekali. Wanita itu menarik napas panjang. Ia mencoba menekan sekali lagi. Mungkin saja penghuninya tidak mendengar bunyi bel. Atau bisa saja di rumah ini memang tidak ada orang sama sekali. Sofia mematung. Air menetes dari gaunnya membasahi teras rumah tersebut.

Pintu rumah terbuka. Pria dengan celana pendek biru muda dan hodie hitam muncul. Ia terlihat bingung melihat ada wanita di teras rumahnya.

“Kau kehujanan?” tanyanya langsung.

Pria itu berpikir kalau gadis tersebut sedang menumpang berteduh.

Sofia mengangguk.”Iya.”

“Tidak apa-apa, kau boleh berteduh sampai hujan reda. Tapi, kau basah~kau boleh masuk untuk mengeringkan badan.”

Melihat keramahan pria tersebut Sofia menjadi bingung. “Ehmm~sebenarnya tujuanku memang ke rumah ini.”

Pria itu tertegun.”Ke rumah ini? Kau mencari siapa?”

“Maximillan,Kaileen, dan~Sean.”

Kening pria itu mengkerut.”Tapi, aku tidak mengenalmu. Kau siapa? Lalu, kenapa mencari kami?”

“Namaku Sofia Miller. Katanya aku masih memiliki kekerabatan dengan kalian. Aku juga tidak tahu pasti, tapi, aku~” Ucapan Sofia terhenti karena ia merasakan tubuhnya membeku.

Pria itu adalah Maximillan. Ia langsung menyadari bahwa Sofia kedinginan. Sungguh tega ia membiarkan gadis itu berdiri cukup lama.”Ah, masuklah lebih dulu.” Max meraih tas Sofia yang basah lalu membawanya ke ruang laundry. Ia segera memasukkan semuanya ke mesin pengering.

“Oh, ya, Sofia~kau harus mengeringkan tubuhmu dan berganti pakaian. Setelah itu baru kita bicara.” Max tidak tega melihat wanita terlihat menderita. Apa lagi wajah Sofia terlihat sangat polos.

“Baik terima kasih.”

“Ini pakaian Ibuku, pakai saja.” Max menyerahkan gaun hitam milik ibunya yang tertinggal di ruang laundry. Tak lupa ia memberikan handuk baru.

Sofia bergegas mengeringkan tubuh dan mengganti pakaiannya sebelum sekujur tubuhnya membeku. Sementara itu, Max menyiapkan minuman hangat dan cemilan untuk tamu tidak diundang tersebut.

Sofia kembali dengan wajah pucatnya karena kedinginan. Ia melihat Max sedang menyajikan minuman hangat.

“Silakan duduk, Sofia.”

Sofia duduk dengan hati-hati.”Terima kasih, maaf merepotkanmu. Siapa namamu? Maksudku, kau ini Max, Sean, atau Kaileen?”

“Namaku Max, aku anak tertua di rumah ini. Minumlah dulu.” Max menyerahkan secangkir cokelat hangat.

Sofia menyesapnya. Suasana hatinya langsung menghangat bersama dengan sekujur tubuhnya.”Terima kasih.”

“Sekarang ceritakan kenapa kau datang ke sini mencari kami?”

“Ayahku meninggal dan aku tinggal bersama Ibu tiriku. Lalu, dia menikah lagi dan aku diminta untuk pergi. Karena aku sebatang kara, salah satu tetanggaku menyuruhku mencari keluarga dari Ibuku. Mereka memberi tahu alamat ini.”

“Kau ini~” Max berusaha mengingat siapa saja keluarga Ibunya.

“Kita mungkin tidak saling kenal. Ibuku juga tidak pernah memperkenalkan keluarganya padaku,”kata Sofia dengan ragu. Cerita yang ia bawa akan sulit dipercaya.

“Aku akan menghubungi Ibuku untuk memastikan. Kau tunggu di sini, ya? Nikmati minuman dan makanan ini.” Max bangkit untuk mengambil ponselnya.

Sofia duduk terdiam cukup lama karena Max tidak kunjung muncul. Ia mulai merasa tidak nyaman. Seharusnya ia memilih tinggal sendirian saja. Namun, ia tidak memiliki apa pun yang bisa ia gunakan untuk hidup sendiri.

“Sofia~” Max muncul sembari tersenyum lembut.

“Max~apa Ibumu memberi tahu sesuatu?”tanya Sofia penuh harap.

Max mengangguk.”Iya. Ibuku tinggal di tempat yang jauh dari sini. Dia datang sesekali menjenguk kami. Ibuku mengenalmu, Sofia. Jadi, kau memang anggota keluarga kami. Maaf kalau aku tidak mengenalmu sebelumnya.”

Sofia mengembuskan napas lega. Perjalanannya yang panjang tidak sia-sia.”Apa aku bisa bertemu dengan Ibumu?”

“Dia sedang melakukan perjalanan. Dia akan datang bulan depan. Tetapi, kau tidak perlu khawatir karena kami akan mengurus segala keperluanmu,”kata Max.

“Jadi, apa maksudnya?”

“Mulai sekarang kau akan tinggal di rumah ini bersama kami. Jadi, kau tidak perlu khawatir dengan rasa kesendirianmu.”

Sofia merasa sedikit aneh karena Max menerimanya begitu saja tanpa banyak bertanya lagi. “Terima kasih, maaf telah merepotkanmu.”

Max bangkit, kemudian menuju sebuah pintu.”Ini adalah kamar tamu. Untuk sementara ini kamarmu, ya. Memang kecil, tapi, ini nyaman untuk istirahat.”

“Tidak masalah. Jika ada kamar di belakang juga aku tidak masalah,”kata Sofia sungkan. Tiba-tiba saja Max berubah menjadi sangat baik padanya, walaupun sejak ia datang pria itu sudah sangat baik.

“Tidak, Sofia. Ini adalah kamarmu. Kau boleh istirahat sekarang.”

Sofia mengangguk dengan penuh rasa sungkan. “Nanti saja. Di mana Kaileen dan Sean?”

“Mereka sedang sibuk, jadi, hanya ada aku di rumah ini. Mereka akan segera kembali. Aku akan memperkenalkannya denganmu nanti.” Max menghampiri Sofia dan memegang tangannya,”tanganmu dingin sekali, ayo istirahat saja.”

“Tap-tapi,” Sofia tidak kuasa menolak. Ia memang sedang kedinginan sekaligus kelelahan akibat perjalanan panjang. Namun, ia merasa tidak enak hati jika ia langsung istirahat. Ia adalah tamu di rumah ini.

Max menepuk ranjang yang empuk.”Kebetulan sekali seisi rumah baru dibersihkan. Sepertinya semesta sudah tahu kau akan datang. Berbaringlah.”

Sofia menatap Max dengan bingung. Karena Sofia mematung di tempat, pria itu segera menarik Sofia dan membaringkannya. Setelah itu ia menyelimuti Sofia. Selimut tebal dan halus itu mampu menghangatkan tubuh Sofia seketika.

“Terima kasih, Max, tubuhku sudah mulai hangat.”

Max duduk di sisi ranjang.”Syukurlah kalau begitu. Kau bisa langsung istirahat.”

“Tapi, kenapa? Maksudku, aku baru datang. Aku ini orang asing. Kenapa kau memperlakukanku dengan sangat baik. Padahal ini pertemuan pertama kita.”

“Ibuku sudah konfirmasi bahwa kau adalah

keluarga Ibu. Ya status kita adalah saudara sepupu. Selain itu, Ibu yang memintaku menjagamu dengan sebaik-baiknya. Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa. Hanya saja, aku tidak pernah membantah Ibu. Jadi, kau tidak perlu mempertanyakan hal ini,”jelas Max sembari mengusap-usap tangan Sofia.

“Terima kasih.” Sofia menatap Max lekat-lekat. Rasanya seperti mimpi ia bisa bernapas dengan tenang di bawah rumah yang nyaman. Meskipun ini sedikit membingungkan, Sofia berusaha menerima apa pun yang terjadi. Ia harus mensyukurinya.

“Tidurlah yang nyenyak. Aku akan datang lagi nanti kalau kau sudah bangun.”

“Baik.” Sofia ingin terpejam ketika Max sudah pergi. Namun, rasa kantuk melandanya. Dalam hitungan detik pandangannya terasa gelap dan ia pun tidur.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi UNDER PINK MOONLIGHT

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Because of Mistake
9.6
Akibat kesalahpahaman fatal, Eudora terperangkap dalam penderitaan sebagai tawanan Legolas yang haus akan balas dendam. Kehidupannya hancur dalam siksaan hingga ia merasa maut lebih baik daripada bertahan hidup. Namun, kebenaran akhirnya terkuak bahwa Eudora adalah sosok penyelamat nyawa Legolas di masa lalu. Kini, rasa benci dan kekecewaan mendalam menyelimuti hati Eudora. Akankah cinta bersemi kembali atau mereka justru terjebak menjadi musuh abadi?
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, pemimpin mafia Jakarta, menolak memiliki anak sebelum aku mengungkap rahasia gelapnya: seorang putra dari wanita musuh bebuyutan kami. Kekejamannya memuncak saat dia mencelakaiku hingga keguguran, sementara selingkuhannya membuangku ke jurang. Namun, aku bertahan hidup. Saat aku muncul di TV sebagai arsitek kelas dunia, sang bos mafia kini bersujud di kakiku, memohon pengampunan dari sosok yang dulu ia hancurkan dan biarkan mati begitu saja.
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda berubah drastis setelah menyaksikan rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Pemandangan tak terduga saat sang guru melepas pakaiannya meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan. Meski telah memiliki anak, kecantikan fisik Ustadzah Ika tetap mempesona dan memicu kekaguman yang berlebihan. Kini, bayangan tubuh molek sang ustadzah terus menghantui pikiran dan mengganggu tidur malamnya, menciptakan hasrat yang semakin liar setiap hari.
Sampul Novel Menghamili Istri sang Pewaris
8.4
Demi ambisinya, Fayre nekat menjebak Bramasta, cinta pertamanya, ke dalam sebuah pernikahan tanpa rasa. Namun, obsesi itu justru dibalas dengan rasa jijik dan kebencian mendalam dari sang suami. Di tengah keputusasaan karena diabaikan, Fayre bertemu Aliando Xavier yang kemudian merenggut kesuciannya. Kini, Fayre terjepit dalam dilema besar: mempertahankan rumah tangganya saat Bramasta mencintai wanita lain dan dirinya menyimpan rahasia kelam.
Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia
8.2
Nara terjebak dalam pernikahan kontrak 90 hari dengan Kieran, pewaris kaya raya, demi melunasi utang mendiang ayahnya. Meski Nara menyimpan rasa, Kieran justru bersikap dingin dan menegaskan bahwa penyatuan ini hanyalah tuntutan sang ayah. Bagi Kieran, Nara hanyalah putri petani yang memalukan. Di tengah kebencian dan rahasia yang menyelimuti rumah mereka, Nara harus bertahan menghadapi kehancuran hati sambil mencari tahu apakah ada harapan dalam sisa waktu mereka.
Sampul Novel Tangisan Pilu Sang Istri
9.6
Manda rela melepas karier cemerlang demi membangun rumah tangga impian yang penuh kehangatan. Namun, realita berbanding terbalik dengan harapannya. Meski Dimas yang membawanya masuk, keluarga sang suami justru menjadi sumber luka batin yang mendalam bagi Manda. Kini ia terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan pernikahan yang menyakitkan atau pergi demi menyelamatkan kesehatan mentalnya. Akankah ia terus bertahan di tengah tekanan orang terdekat Dimas?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan