Sampul Novel Dokter Tampan dan Pasien

Dokter Tampan dan Pasien

8.9 / 10.0
Dalam romance novel Dokter Tampan dan Pasien, Han Jang Woo harus menghadapi Kim Ae Jin yang selalu menghindar. Di balik kecanggungan pemeriksaan medis, tersimpan rahasia kelam masa lalu yang mengancam karier sang dokter. Baca modern novel penuh misteri ini di platform web novel kami.
Ringkasan Dokter Tampan dan Pasien
Han Jang Woo dikenal sebagai dokter berbakat yang memikat di rumah sakitnya. Di sisi lain, Kim Ae Jin adalah pasien yang selalu kabur saat pemeriksaan payudara karena merasa sangat malu di hadapan Jang Woo. Namun, di balik interaksi canggung tersebut, tersimpan sejarah kelam yang tidak diketahui orang lain. Rahasia masa lalu mereka mulai terkuak, mengungkap bahwa hubungan keduanya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekadar pertemuan antara dokter dan pasien.
Baca Selengkapnya

Dokter Tampan dan Pasien Bab 1

Suatu malam hujan yang begitu deras, terlihat seorang wanita yang berlari sambil melirik ke belakang dan ketakutan. langkah kaki seorang pria yang sedang mengejarnya tanpa berhenti.

Wanita itu pun menuju ke jembatan untuk menjauh dari pria itu. tidak ada yang tahu apa yang terjadi dan siapa mereka berdua.

Wanita tersebut yang sudah tidak larat untuk berlari, pada akhirnya ia hanya bisa memilih mengakhiri hidupnya.

Di saat dirinya memanjat ke atas besi pembatas jembatan, ia berteriak," Aku lebih rela mati dari pada bersamamu...." teriakan wanita itu yang kemudian melompat ke laut dengan pasrah.

Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi di antara mereka. Pria yang mengejarnya frustasi dan berteriak di saat wanita itu melompat ke laut untuk mengakhiri hidupnya.

3 Tahun Kemudian.

Di tengah-tengah kota Seoul, berdiri megah sebuah gedung rumah sakit terbaik di Korea Selatan. Dari luar, bangunan tersebut tampak modern dan mewah, layaknya sebuah hotel bintang lima. Di dalamnya, fasilitas yang tersedia sangat lengkap dan canggih, menjadikan rumah sakit ini sebagai pilihan utama bagi para pasien yang membutuhkan perawatan khusus.

Suatu malam, langkah mantap seorang pria berjaket kulit hitam terhenti tepat di depan salah satu pintu kamar pasien. Rambutnya hitam legam, dan mengenakan masker. Matanya menelisik nama yang tertera di papan nama di depan pintu, "Kim Ae Jin."

Perlahan, pria itu membuka pintu kamar pasien dan melangkah masuk. Ruangan itu tampak bersih dan tertata rapi, dengan dinding berwarna putih dan jendela yang memperlihatkan pemandangan kota Seoul yang indah. Di sudut ruangan, ada seorang wanita berparas cantik yang tengah tidur pulas di atas ranjang pasien.

Pria itu mendekat ke ranjang pasien dengan langkah yang pelan dan hati-hati, Matanya memandangi wajah wanita tersebut dengan penuh perhatian.

Pria berjaket tebal itu menatap lembaran data pasien yang tergantung di ujung ranjang, membaca dengan seksama setiap detail yang tertulis di sana. Setelah cukup lama mempelajari informasi tersebut, pria itu menggantung kembali lembaran data pasien dan melangkah mendekati Kim Ae Jin.

Dengan lembut, ia mengecup dahinya, tak ada yang tahu siapa sebenarnya pria itu. Ia datang dengan wajah yang tertutup, seolah-olah tak ingin ada yang mengenali dirinya.

"Kim Ae Jin, kamu hanya bisa menjadi milikku," ucapnya.

Tak lama setelah itu, pria misterius tersebut meninggalkan Kim Ae Jin yang masih tertidur pulas.

Keesokan harinya, Kim Ae Jin terbangun dari tidurnya. Suster yang bertugas memeriksa kondisinya datang seperti biasanya, menanyakan kabar dan memastikan bahwa Kim Ae Jin dalam kondisi yang baik.

"Suster, Apakah semalam ada yang datang melihatku?" tanya Ae Jin yang penasaran.

"Semalam tidak ada yang datang," jawab suster itu.

"Aneh sekali, kenapa aku sepertinya merasakan seseorang mencium dahiku," batin Ae Jin.

"Nona, kita akan ke ruangan pemeriksaan. sebentar lagi Dokter akan datang untuk memeriksamu. Jadi buka semua bajumu dan menunggu di sana!"

"Suster, Siapa dokter yang mengobatiku? Dokter wanita, kan?" tanyanya yang berharap.

"Tenang saja! Dokter wanita atau Dokter pria juga akan menjalani pembedahan," jawab Suster.

"Ini ketiga kalinya aku ganti rumah sakit, karena dokter pria yang akan memeriksa payud4r4ku. Semoga kali ini bukan Dokter pria lagi," gumam Ae Jin.

Di sisi lain, seorang pria muda tampan, berpostur tinggi melangkah masuk ke dalam rumah sakit besar itu. Kehadirannya menarik perhatian semua wanita yang ada di sana. Pesona pria itu memabukan semua orang yang melihatnya. Ia adalah seorang dokter muda lulusan kedokteran dari Amerika yang baru saja pulang ke Seoul untuk melanjutkan kariernya sebagai dokter bedah. Pria itu memiliki wajah yang tampan dengan rambut hitam lembut yang tersisir rapi. Matanya yang tajam seolah menembus jiwa orang yang dilihatnya, membuat para wanita di sekitarnya merasa terpesona dan berdebar kencang.

Selain itu, senyum yang kerap menghiasi wajahnya membuat siapa pun yang melihatnya merasa hangat dan nyaman. Dirinya juga dikenal sebagai seorang dokter yang pintar dan berbakat dalam hal pembedahan. Ia telah menangani banyak kasus sulit dan berhasil menyelamatkan nyawa pasiennya.



Sementara Ae Jin berada di ruangan pemeriksaan. Ia melepaskan baju dan bra nya sehingga terlihat dua dadanya yang bulat dan mulus.

"Silakan menunggu sebentar! Dokter akan segera datang," ucap Suster itu dengan nada sedikit tegas.

"Suster, Aku ingin tahu, Dokter pria atau wanita?" tanya Ae Jin yang penasaran lagi.

"Kalau ingin sembuh, Kenapa harus tahu siapa doktermu," jawab suster itu dengan nada sedikit kesal dan beranjak dari sana.

"Aneh sekali, Padahal aku hanya bertanya. Apa salahnya," gerutu Ae Jin yang kemudian naik ke atas ranjang dan menarik selimut menutupi tubuhnya.

Seorang pria tampan berjubah dokter itu melangkah mantap memasuki ruangan, diikuti oleh suster yang menemaninya. Dengan senyum ramah dan mata tajam, ia menatap sekeliling ruangan, mencari pasien yang ditunggunya.

"Dokter Han, pasiennya sedang menunggu," ujar suster dengan suara halus, memberi isyarat pada Dokter Han untuk segera menemui pasien tersebut.

"Baik, terima kasih," sahut Dokter Han, dengan suara yang merdu dan berwibawa. Suaranya terdengar begitu jelas hingga ke telinga Ae Jin yang sedang terbaring di ranjang.

Mendengar suara itu, Ae Jin merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia penasaran ingin melihat siapa pria yang memiliki suara seindah itu. Ae Jin segera bangkit dari ranjangnya,  dan mengintip dari balik gorden pembatas.

Begitu matanya tertuju pada sosok Dokter Han, Ae Jin langsung terpana. Pria itu memiliki wajah tampan yang mempesona, membuat Ae Jin merasa jantungnya berdegup kencang. Tak bisa menahan rasa kagumnya, Ae Jin terus memandangi sosok Dokter Han yang tengah berbicara dengan suster dan memeriksa berkas pasiennya. Ada perasaan hangat yang menyelimuti hatinya.

"Aku sudah kabur dari dua rumah sakit karena dokternya adalah seorang pria. Tapi, kali ini lebih parah lagi malah seorang Dokter yang begitu tampan. Harus letak di mana wajahku. Tidak mungkin aku membiarkan dia memeriksa dua bola seksiku," gumam Ae Jin yang mengambil bajunya dan kembali naik ke atas ranjang.

Tak lama, dokter itu masuk dan menarik gorden yang menutupi tempat Ae Jin berada.

Dia tersenyum ramah dan memperkenalkan dirinya, "Nona Kim, saya adalah Dokter Han yang akan mengobati penyakit Anda."

Ae Jin menutupi wajahnya dengan selimut. Ia  menunduk dan menggigit bibirnya karena malu.bingung harus bereaksi seperti apa.

Dokter Han menyadari kegelisahan Ae Jin, lalu berusaha menenangkan hati Ae Jin dengan menunjukkan sikap profesional dan sopan. "Jangan khawatir, Nona Kim. Saya akan memastikan pemeriksaan ini berjalan dengan baik dan Anda merasa nyaman," ujarnya dengan lembut.

Namun, Ae Jin tetap merasa tidak nyaman dan bingung menghadapi situasi tersebut. Dia berusaha keras untuk menenangkan dirinya, namun tetap saja hatinya berdebar kencang saat dokter tampan itu akan memulai pemeriksaan.

"Ehm...itu...Maaf...Aku tidak ingin diperiksa," ucap Ae Jin yang masih menutup wajahnya agar tidak dikenali.

"Nona Kim, Kalau begitu Anda bisa tentukan sendiri kapan ingin diperiksa. Sebenarnya ini hanyalah pemeriksaan saja. Bukan pemeriksaan yang memakan waktu lama," kata Dokter Han.

"Iya, Aku tahu. Tapi, aku belum siap," jawab Ae Jin dengan alasan. Ia sangat malu dan tidak ingin diperiksa Dokter tampan itu. Bahkan menatapnya saja ia tidak sanggup.

"Baiklah, kalau begitu. Hubungi suster ketika Anda sudah siap," ujar Dokter Han dengan senyum.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dokter Tampan dan Pasien

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai
8.3
Penderitaan akibat keluarga memaksa Kayshila Zena menikahi Zenith Edsel, pria paling berpengaruh di Jakarta. Namun, tuduhan mencederai kesetiaan di hari pernikahan membuat hubungan mereka hancur. Usai melahirkan dan menandatangani perceraian, Kayshila menghilang. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali membawa sang buah hati dan melamar sebagai dokter pribadi Zenith. Sang miliarder yang dingin justru dengan sengaja menerima kehadirannya, bahkan menyayangi anak misterius tersebut seperti darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil
8.1
Di tengah teriknya musim panas pukul dua siang, sebuah panggilan telepon darurat dari sang putri mengubah hari seorang ibu menjadi mimpi buruk. Putrinya menangis meminta tolong karena terkunci di dalam mobil yang panas. Panik melanda, sang ibu segera menghubungi suaminya untuk meminta bantuan. Namun, sang suami justru menolak dengan ketus karena sedang sibuk menemani anak Olivia di taman hiburan. Panggilan diputus sepihak, menyisakan kemarahan mendalam sang ibu yang bersumpah menuntut balas jika hal buruk menimpa putrinya.
Sampul Novel SALAH NIKAH
8.7
Adiba Syafira terpaksa mengubur impian indahnya setelah kekasih yang ia percayai tega meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah kehancuran hati, sebuah kejutan pahit menantinya saat prosesi akad berlangsung. Adiba sangat terpukul ketika menyadari bahwa pria yang menjabat tangan ayahnya bukanlah sosok yang ia cintai. Tanpa pernah terbayangkan sebelumnya, takdir justru mengikatnya dalam pernikahan dengan Devandra Abiansyah.
Sampul Novel SEPANJANG MALAM
9.6
Pertemuan tak sengaja antara seorang pria dan wanita misterius di bar memicu rangkaian peristiwa yang tak terbayangkan. Malam yang awalnya biasa berubah menjadi petualangan liar yang penuh gairah sekaligus ancaman berbahaya. Di tengah ketegangan yang memuncak, sang pria dipaksa menghadapi bayang-bayang masa lalunya yang kelam. Setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka jauh ke dalam pusaran konflik yang mempertaruhkan segalanya demi bertahan hidup.
Sampul Novel Suamiku CEO Posesif
8.8
Trauma masa lalu membuat Leah enggan menikah hingga Nero datang melamar secara tiba-tiba. Meski Leah tidak mengenalnya, orang tuanya justru langsung menerima pinangan tersebut. Awal rumah tangga mereka terasa canggung karena sikap Nero yang sangat dingin dan tertutup. Namun, saat hubungan mulai erat, mantan kekasih Leah muncul kembali untuk merebutnya. Kini, Leah harus menghadapi suaminya yang posesif sekaligus menangani gangguan dari masa lalunya tersebut.
Sampul Novel Terjebak Cinta sang "Mantan"
9.2
Mimpi Juliana Kiehf akan pernikahan indah hancur saat hubungannya dengan Rafli justru merenggut kebahagiaannya. Di tengah kemelut batin, kehadiran sang mantan kekasih, Jaden Kahfi, memicu tekadnya untuk bercerai. Meski terikat status, hati Juliana tetap terpaku pada Jaden. Dukungan kedua putranya yang remaja semakin memantapkan langkahnya. Kini, ia terjebak di antara komitmen suci yang rapuh dan godaan perselingkuhan demi mengejar kebahagiaan sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan