Sampul Novel SALAH NIKAH

SALAH NIKAH

8.7 / 10.0
Adiba Syafira terpaksa mengubur impian indahnya setelah kekasih yang ia percayai tega meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah kehancuran hati, sebuah kejutan pahit menantinya saat prosesi akad berlangsung. Adiba sangat terpukul ketika menyadari bahwa pria yang menjabat tangan ayahnya bukanlah sosok yang ia cintai. Tanpa pernah terbayangkan sebelumnya, takdir justru mengikatnya dalam pernikahan dengan Devandra Abiansyah.

SALAH NIKAH Bab 1

Part 1

“Ananda Devandra Abiansyah saya nikahkan engkau dengan putri saya Adiba Syafira dengan mas kawin uang 100 juta rupiah dibayar tunai,” ujar Ayah Dani.

“Saya terima nikah dan kawinnya Adiba Syafira untuk saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” Devan dengan lantang mengucapkan ijab kabul di depan penghulu dan di saksikan oleh semua tamu undangan yang hadir di acara pernikahannya.

“SAH….”

Adiba yang baru saja selesai dirias oleh mua, menoleh ke pintu kamar yang sedikit terbuka, samar-samar ia mendengar suara ayahnya yang sedang melaksanakan ijab kobul.

Bagai tersambar petir, itulah yang Adiba rasakan ketika ia mendengar suara mikrofon menggema memenuhi seluruh penjuru gedung yang megah ini menyebutkan nama Devan sebagai calon pengantin laki-laki yang akan menikah dengannya.

Terkejut, kecewa dan marah, hanya itu yang sekarang Adiba rasakan. Kini semuanya telah terjadi, ijab kabul sudah selesai dilaksanakan dan sekarang Devan sudah sah menjadi suaminya.

'Ya Allah, apa yang terjadi? Kenapa suara itu bukan suara Mas Riza dan nama laki-laki itu juga bukan ...,' gumam Adiba.

Jantung Adiba berdetak sangat kencang, setelah ia mendengar kata sah sangat jelas di telinganya. Adiba segera berlari keluar kamar dan menuruni tangga dengan sangat terburu-buru, ia ingin segera memastikan apa yang baru saja didengarnya.

Berbagai macam pertanyaan memenuhi isi kepala Adiba, air mata yang sedari tadi ia tahan agar tidak pecah, akhirnya tidak bisa di bendung lagi, ketika netranya menyaksikan sendiri kalau Devanlah yang sedang menjabat tangan ayahnya, bukan Riza orang yang sangat ia cintai.

“Berhenti!” teriak Adiba, setelah ia sampai di meja tempat Devan dan ayahnya melaksanakan ijab kobul.

Semua yang ada di sana menoleh pada Adiba, tatapan bingung dan terkejut terlihat jelas di wajah para tamu undangan yang melihat kedatangannya.

“Adiba!” Ayah Dani menghampiri putrinya.

“Kenapa bisa jadi seperti ini, Ayah? Di mana Riza? Kenapa Devan yang ada di sini?” tanya Adiba.

Rentetan pertanyaan yang sedari tadi ada di benak Adiba, akhirnya lolos dari bibirnya, bersamaan dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

“Sayang, dengerin penjelasan Ayah dulu, Nak!” Ayah Dani meraih tangan Adiba.

“Penjelasan apa, Ayah?” Adiba terisak.

Hati Adiba benar-benar hancur, ia benar-benar kecewa kepada ayahnya, bahkan ia tidak mengerti kenapa bisa Devan yang menikah dengannya.

“Kenapa kamu ada di sini Devan? Kemana Mas Riza?” Adiba menoleh pada Devan yang ada di samping ayahnya.

“Sabar, Nak! Jangan seperti ini, Adiba! Jangan merusak hari bahagiamu, Nak!” Bunda Ririn mencoba menenangkan putrinya itu. (Bundanya Adiba)

Adiba menatap Bundanya, terlihat air mata bunda juga sudah membasahi wajahnya.

“Bunda bilang Diba harus sabar, iya? Bunda tau enggak apa yang sekarang Diba rasakan? Diba kecewa pada kalian semua!” sarkas Adiba.

Dada Adiba kini terasa sangat sesak, ia juga merasakan sakit ketika mengingat betapa teganya mereka melakukan semua ini kepadanya.

“Ikut saya, kita bicara di kamar! Saya akan menjelaskan semuanya,” Devan menarik tangan Adiba menuju kamar tempat di mana tadi Adiba menunggu kedatangan calon pengantin laki-laki.

Adiba mengikuti langkah Devan tanpa penolakan sedikitpun, rasa sakit semakin terasa ketika ia mengingat kalau laki-laki yang kini ada di depannya dan sedang menarik tangannya adalah suaminya.

Di kamar, Devan masih belum juga membuka suaranya, padahal sudah hampir sepuluh menit ia dan Adiba berada di sini. Devan hanya terdiam dan menatap Adiba yang semakin terisak, ia benar-benar bingung harus mulai darimana menjelaskan semuanya pada Adiba.

“Jelaskan semuanya, Devan!” pinta Adiba.

“Baik, Mbak! Saya akan menjelaskan semuanya," ujar Devan, "tapi, saya mohon, setelah Mbak tau yang sebenarnya, kita harus tetap melanjutkan pernikahan ini,” pinta Devan memohon.

Adiba menyernyitkan dahinya, mendengar permintaan Devan barusan, membuat ia merasa bertambah kesal. Bagaimana bisa ia harus melanjutkan pernikahan ini dengan laki-laki yang tidak pernah ia cintai sama sekali, bahkan ia tidak pernah berpikir untuk menikah dengannya.

"Maksud kamu apa?" Adiba menatap tajam Devan.

"Saya enggak mau jadi duda kembang, Mbak!" celetuk Devan.

"Apa? Mana ada duda kembang, yang ada itu janda kembang, Devan!" decak Adiba.

Devan benar-benar aneh, kenapa dia bisa memikirkan hal yang tidak masuk akal seperti itu disaat sedang serius seperti ini.

"Saya enggak mau membuat keluarga saya malu, Mbak! Kalau kita membatalkan pernikahan ini, keluarga Mbak juga pasti akan malu," ujar Devan lirih.

Adiba melirik Devan yang sedang menundukan wajahnya, terlihat maniknya sudah berkaca-kaca. Devan mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan Adiba, mungkin ia tidak mau kalau Adiba melihatnya sedang menangis.

“Aku enggak mau!” tolak Adiba.

“Saya mohon, Mbak! Tolonglah, jangan hanya memikirkan perasaan Mbak Diba saja, pikirkan juga perasaan keluarga Mbak, keluarga saya," Devan mebatap Adiba.

Kini Adiba bisa melihat wajah Devan, masih ada bekas air mata yang baru saja dihapus dari pipinya. Adiba terdiam, ia memikirkan apa yang baru saja Devan katakan kepadanya.

“Baiklah! Aku akan melanjutkan pernikahan ini!" putus Adiba, "tapi, kamu juga harus menjelaskan semuanya kepadaku,” pinta Adiba.

Devan tersenyum lega setelah mendengar apa yang baru saja Adiba katakan padanya. Meskipun, ia juga tau kalau Adiba melakukan semua ini hanya karena terpaksa.

“Iya, Mbak! Saya akan menjelaskan semuanya," Devan mengangguk, "acaranya sudah dimulai, semua tamu undangan juga pasti sudah menunggu kita, apa kita bisa kembali ke depan dan melanjutkan acaranya?” tanya Devan.

“Baiklah! Tapi, setelah acara selesai, kamu harus menjelaskan semuanya padaku,” pinta Adiba.

“Saya akan menjelaskan semuanya, Mbak! Saya janji,” tutur Devan.

~~~

Devan dan Adiba kini sudah kembali ketempat Devan melaksanakan ijab kabul beberapa menit yang lalu, keduanya menghampiri orang tua mereka yang sedang menunggu keputusan mereka.

"Bagaimana, Devan?" tanya Papa Andi dan Mama Yuli. (Orang tua Devan)

"Apa keputusanmu, Nak?" tanya Ayah Dani.

Devan hanya mengangguk sekilas, lalu ia dan Adiba menghampiri penghulu yang masih duduk di tempatnya tadi.

“Acara kita lanjutkan!” pungkas Devan, membuat semua yang ada di sana tersenyum lega.

Adiba dan Devan sedang menandatangani semua berkas-berkas pernikahan mereka, kini keduanya sudah benar-benar sah menjadi sepasang suami istri di mata agama dan negara.

"Sayang, maafkan Ayah, Ayah sudah membuat kamu kecewa," Ayah Dani memeluk putrinya.

"Adiba juga minta maaf ya, sudah membentak Ayah dan Bunda," papar Adiba, setelah ia melepaskan pelukan ayahnya.

Adiba menatap Bunda Ririn yang berdiri di samping ayahnya, lalu ia memeluknya dengan sangat erat.

"Maafkan Adiba, Bunda!" pinta Adiba.

"Bunda sudah memaafkan kamu, Sayang! Semoga kamu selalu bahagia ya, Nak!" Bunda Ririn mencium kening dan pipi Adiba.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SALAH NIKAH

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan