Sampul Novel PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

8.5 / 10.0
Dalam PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA, Dewi menghadapi misteri besar di kediaman Pak Darma. Saat rahasia kelam mulai terkuak, jati diri Dewi yang sebenarnya terancam terbongkar. Baca mystery story ini sebagai pilihan horror novel menarik bagi penggemar fiction books yang penuh teka-teki.
Ringkasan PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA
Dewi tidak pernah menyangka bahwa kediamannya di rumah Pak Darma akan menyingkap tabir gelap. Di balik kemegahan hunian sang mertua, tersimpan berbagai rahasia kelam yang selama ini tersembunyi rapat. Satu demi satu misteri mulai terungkap, menyeret Dewi ke dalam pusaran kenyataan yang mengerikan. Puncaknya, ia harus menghadapi kebenaran mengejutkan mengenai jati diri aslinya yang berkaitan dengan kengerian di rumah tersebut.
Baca Selengkapnya

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA Bab 1

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

Bab 1

Aku bergidik melihat patung kuda berwarna coklat keemasan yang tampak berdiri gagah di halaman rumah mertuaku. Aku merasakan mata patung kuda itu seperti sedang melihat ke arahku. Patung kuda itu seperti bentuk ucapan selamat datang, bagi siapa pun yang datang ke rumah ini.

"Ayo Yang, kita sudah ditunggu Bapak dan Ibu." Panggilan mas Roni, membuatku kaget.

Aku yang masih memperhatikan patung kuda itu dari dalam mobil, langsung beranjak keluar. Ini pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di rumah mertuaku.

Aku dan mas Roni sudah menikah selama setengah tahun, tapi baru hari ini mas Roni membawaku menemui orangtuanya. Kedua orangtua mas Roni tak menyetujui hubungan kami. Hanya karena aku seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.

Aku tak mengetahui siapa orangtuaku. Kata Ibu Yanti, pemilik panti. Dulu aku ditemukan hanyut di sungai, sewaktu masih bayi merah. Sejak aku mengetahui kebenaran tentang diriku. Tak sedikit pun terlintas di benakku untuk mencari, dimana keberadaan orang tuaku. Toh … mereka sudah membuangku. Tandanya mereka tak menginginkan kehadiranku. Buat apalagi aku mencari mereka.

Turun dari mobil, aku dapat melihat patung itu lebih jelas lagi. Patung itu sangat besar, bahkan ukurannya lebih besar dari kuda sungguhan. Berdiri dengan kedua kaki depan terangkat seolah sedang mengambil ancang-ancang untuk berlari. Warnanya coklat keemasan, tampak gagah dan juga … seram.

Aku terus melihat dari atas ke bawah setiap detail patung itu. Sempurna. Sungguh pandai, seniman yang membuat patung ini. Begitulah yang ada di pikiranku. Meski takut, tapi aku tetap mengaguminya.

"Ya ampun Sayang. Dari tadi merhatiin kuda aja, Mas lebih perkasa dari kuda itu," bisik mas Roni menggodaku. Pipiku langsung bersemu merah.

"Patungnya kayak baru dibuat ya Mas," kataku. Tak salah aku berpikiran seperti itu. Patung itu memang tampak sempurna, belum ada cacat sama sekali.

"Udah lama kok. Dari Mas kecil udah ada. Mungkin baru di cat sama Bapak. Dulu, letaknya disana." Mas Roni menunjukkan satu sudut dekat pintu gerbang masuk ke rumah. Aku mengarahkan pandanganku mengikuti telunjuk mas Roni.

"Dulu, gerbangnya masih belum seperti ini, masih dari bambu hias." Mas Roni melanjutkan kata-katanya.

Mas Roni menggapit sebelah tanganku, membawaku masuk ke rumahnya. Sementara sebelah tangannya lagi membawa tas, berisi baju-bajuku dan dirinya.

Jantungku berdebar kencang, kala kakiku mulai menginjak teras rumah yang megah. Aku khawatir, orangtua mas Roni belum bisa menerimaku.

Aku masih memandang takjub rumah mertuaku. Selain megah, desain nya begitu elegan. Biasanya aku hanya melihat di sinetron rumah semegah ini.

Mulai dari pintu gerbang yang besar terbuat dari besi-besi yang berjajar rapi, dengan aksen kuda terbang di sisi kanan kirinya. Ada air mancur berikut kolam ikan kecil di halaman rumahnya. Sebuah ayunan di tengah taman bunga yang berjajar rapi.

Rumah ini sangat besar bagiku, yang biasa hidup di panti. Dengan desain yang bagus membuat rumah terkesan mewah dan megah. Selama menikah dengan mas Roni, kami masih mengontrak di rumah petakan. Wajar saja kalau aku merasa takjub melihat rumah ini. Dalam mimpi pun tak pernah terlintas, bisa menginjakan kaki di rumah semegah ini.

Ting tong.

Suara bel pintu yang dipencet mas Roni.

Tak lama seorang wanita paruh baya, membukakan pintu.

"Mas Roni?" Wanita itu seakan merasa tak percaya melihat mas Roni di hadapannya.

"Iya bik, ini saya," kata suamiku itu memeluk perempuan itu. Sepertinya mas Roni menyayanginya dan begitu dekat dengannya.

"Kenalkan bik, ini istri saya. Namanya Dewi. Sayang, ini bik Jum. Bik Jum ini, sudah lama kerja disini. Dari Mas masih bayi. Bik Jum ini yang ngerawat Mas. Kalau Bapak sama Ibuk kerja."

Mas Roni memperkenalkan diriku. Aku tersenyum kepada perempuan itu, dia membalas senyumku, tapi raut wajahnya tampak heran.

"Cantik sekali istri mas Roni." Bik Jum memujiku. Aku tersipu malu.

"Bapak sama Ibuk, ada Bik?" tanya bang Roni. Keadaan rumah memang sangat sepi.

"Ada Mas, lagi di ruang keluarga. Yok bibik antar," tawar bik Jum.

"Gak usah Bik. Saya sendiri kesana," tolak mas Roni.

"Emang, Mas Roni tau tempatnya?" tanya bik Jum.

Jujur, aku merasa aneh mendengarnya. Bukankah ini rumah mas Roni, pasti mas Roni tau dimana letak ruang keluarga. Mas Roni baru setahun saja tak pulang, semenjak menikah denganku.

"Di tempat biasa kan, Bik?" Sepertinya mas Roni menjadi agak ragu.

"Kan, Mas Roni tau kebiasaan Bapak. Ada saja bentuk rumah ini yang di ubah-ubah. Sekarang ruang keluarga ada di atas. Tempat yang biasa, udah jadi ruang makan," jelas bik Jum.

"Oh iya, saya lupa Bik. Ya sudah saya ke atas langsung ya Bik. Bik, tolong bawakan tas ini ke kamar saya. Kamar saya masih di tempat biasa kan?" Mas Roni menyodorkan tas yang berisi bajuku ke tangan bik Jum.

"Kalau kamar Mas Roni masih tetap. Ya sudah, Mas Roni langsung ke atas saja."

Mas Roni menggenggam jemariku, satu persatu anak tangga kami naiki. Sampai di atas kami langsung melihat Bapak dan Ibuk sedang bercengkrama, menonton televisi.

"Sudah sampai kamu Nak," sambut Ibuk begitu melihat kami. Beliau memeluk hangat mas Roni.

"Ini, istrimu?" tanya Ibuk memastikan.

"Iya Buk," jawab mas Roni. Aku mencium tangan Ibuk. Beliau memelukku. Baru kali ini aku merasakan kehangatan pelukan seorang Ibuk.

Bapak mertua masih terlihat asik menonton tivi, seakan tak perduli dengan kehadiran kami. Mas Roni kembali menggenggam tanganku, membawaku berjalan ke arah Bapak.

"Pak," sapa mas Roni. Mengulurkan tangannya ingin bersalaman dan mencium punggung tangan Bapak.

"Akhirnya kamu datang juga," kata Bapak tanpa melihat ke arah kami. Dia juga mengabaikan tangan mas Roni tanpa menyambutnya. Mas Roni menarik tangannya kembali.

Aku makin mengeratkan genggaman tangan kami. Jantungku masih berdegup kencang.

"Pak … Bapak kan, udah janji akan menerima dan merestui Roni juga istrinya," kata Ibuk yang sepertinya tak menyukai sikap Bapak kepada kami.

"Hehhhhh." Terdengar helaan nafas Bapak.

Aku dan mas Roni, hanya bisa berdiri mematung.

"Bapak menerima kalian, hanya karena permintaan Ibuk! Bapak masih kecewa sama kamu Roni. Kamu anak kami satu-satunya, pewaris tunggal harta kekayaan Bapak. Tapi kamu tak pernah mau mendengarkan Bapak!" Bapak berbicara dengan ketus. Terlihat masih menyimpan kekecewaan.

Menurut mas Roni, Bapak menjodohkan mas Roni dengan anak temannya. Sebelum kami menikah. Tapi mas Roni menolak, dan lebih memilihku. Wajar saja Bapak masih marah. Aku sangat memakluminya.

"Maafkan Roni, Pak," ucap mas Roni.

★★★KARTIKA DEKA★★★

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap
9.6
Kebahagiaan Arshella setelah akhirnya memiliki Dion sepenuhnya kini terancam oleh kemunculan sosok dari masa lalu. Kehadiran pria tersebut membawa komplikasi besar dalam kehidupan rumah tangga mereka. Situasi semakin memanas dan tak terkendali ketika sang pria secara mengejutkan mengklaim dirinya sebagai ayah kandung dari anak Arshella. Kini, Arshella harus menghadapi dilema berat yang menguji kesetiaan serta keutuhan cintanya bersama Dion.
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
8.0
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri bersiap membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat anak buah Lionel membahas selingkuhan baru suaminya, Sofia, dalam bahasa Iltan. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena keturunan Pulau Sagara. Menahan amarah di balik senyum palsunya, ia langsung menerima undangan proyek riset medis internasional. Dalam tiga hari, ia akan pergi dan menghilang dari hidup Lionel selamanya.
Sampul Novel Penyesalan Abang dan Calon Suami
8.5
Setelah dikhianati hingga hancur oleh abang dan calon suaminya demi sang sahabat, Rose mendapatkan kesempatan kedua dengan kembali ke masa tiga tahun lalu. Di kehidupan ini, ia tidak lagi mempedulikan ketidakadilan mereka yang diam-diam memberikan proyek miliknya kepada wanita lain demi alasan keadilan keluarga Tiara dan Qindara. Rose memilih mundur dan pergi ke luar negeri, membiarkan mereka merayakan kebebasannya. Namun, penyesalan mendalam menghampiri mereka saat Rose kembali tiga tahun kemudian sebagai istri dari Presiden Direktur Grup Arkava.
Sampul Novel pernikahan
9.3
Dunia asmara senantiasa menyimpan rahasia besar yang tak terduga bagi setiap insan. Perjalanan cinta sering kali membawa seseorang pada titik ekstrem, mulai dari luka yang menyayat hati hingga kebahagiaan yang luar biasa. Namun, di balik segala misteri dan dinamika emosi tersebut, sebuah hubungan hanya akan bertahan melalui dedikasi serta perjuangan keras dari kedua belah pihak. Inilah kisah tentang pengorbanan dalam menghadapi ketidakpastian takdir.
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Renggin Ang sering dihina sebagai sampah keluarga, padahal ia mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian sirna saat para master Benua Yu menyerang demi sebuah buku misterius bertajuk NOVEL. Renggin dan adiknya, Ampy, menyaksikan ibu mereka tersedot ke buku tersebut sementara sang ayah mengorbankan nyawa demi keselamatan mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel dalam buku kuno itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel UNCONDITIONALLY
8.1
Aurora meyakini bahwa Angkasa adalah belahan jiwanya, namun bagi Angkasa, kehadiran gadis itu hanyalah sebuah malapetaka. Sejak perjodohan mereka dimulai, Aurora terus membuntuti Angkasa layaknya bayangan yang tak diinginkan. Angkasa merasa terbelenggu dan sangat membenci status pertunangan mereka. Ia mendambakan kebebasan untuk mencintai orang lain dan hidup tenang tanpa Aurora. Meski Aurora berjanji mencintainya tanpa syarat, Angkasa justru bertekad membencinya secara terang-terangan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan