Sampul Novel Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

7.8 / 10.0
Saat kehamilannya berbarengan dengan Rosa, sang suami yang merupakan bos mafia justru memilih mengakui anak Rosa demi melindunginya. Tokoh utama dikhianati setelah sepuluh tahun mencintai pria itu. Di tengah keputusasaan, keluarganya sendiri mengutuknya dan memaksa menggugurkan kandungan karena dianggap hamil tanpa suami. Ketika suaminya sibuk menemani Rosa di kota lain, ia memutuskan pergi selamanya. Kisah novel modern ini penuh konflik emosional yang mendalam.

Diabaikan Berujung Penyesalan Bab 1

Aku mengetahui bahwa aku hamil pada waktu yang sama dengan Rosa, kekasih masa kecil suamiku yang seorang mafia.

Demi melindungi bayi Rosa agar tidak digugurkan oleh orang tuanya, suamiku mengakui bayi itu sebagai anaknya.

Lalu bayiku? Dia membujukku dengan janji bahwa dia akan mengakuinya setelah bayi Rosa lahir.

Aku menantangnya dan menuntut penjelasan mengapa dia tega melakukan hal itu kepadaku.

Jawabannya dingin dan tak tergoyahkan. "Mengakui bayi Rosa sebagai anakku adalah satu-satunya cara untuk melindungi mereka berdua. Aku nggak akan membiarkan sesuatu terjadi pada dia atau anak itu."

Saat itu, ketika aku menatap pria yang telah kucintai selama sepuluh tahun, aku menyadari bahwa cintaku padanya telah mati.

Tak lama kemudian, keluargaku mengutukku dan menyebutku perempuan jalang karena mengandung anak tanpa ayah dan memaksaku untuk menggugurkannya.

Sementara itu, suamiku berada di kota lain, mendampingi kekasihnya menjalani masa kehamilan. Ketika dia kembali, aku sudah pergi.

POV Isabel:

Aku mengetahui bahwa suamiku sedang menemani kekasih masa kecilnya, Rosa, untuk pemeriksaan kehamilan di rumah sakit langgananku siang ini.

"Vincent, bayi kita kelihatan lucu banget di monitor."

Dari celah pintu, aku melihat wajah Vincent berseri-seri dengan senyuman. Rosa menunjuk ke arah monitor dan Vincent mengangguk, membalas senyumnya.

Kalau aku tidak tahu bahwa pria itu adalah suamiku, ayah dari bayiku, aku pasti mengira mereka adalah sepasang kekasih yang bahagia dan sedang jatuh cinta.

"Isabel Chandra? Dokter sudah siap untuk pemeriksaan Ibu," panggil perawat.

Vincent menoleh, wajahnya mendadak pucat, matanya menyapu lorong. Dia pasti mendengar namaku.

Saat pandangannya bertemu denganku, mulutnya terbuka, tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar.

Aku telah menikah dengan Vincent Farhan, suamiku yang seorang mafia, selama hampir sepuluh tahun. Tahun ini, aku akhirnya hamil anaknya. Dia, lebih dari siapa pun, seharusnya tahu betapa sulitnya aku mendapatkan kehamilan ini. Bagaimana mungkin dia tega melakukan ini kepadaku?

Aku melangkah perlahan ke arahnya, dengan hati yang mendidih karena amarah, kemarahan, dan kesedihan yang dalam saat menyadari betapa aku telah dibohongi.

"Jadi ini alasan kamu bilang nggak bisa datang ke pemeriksaanku hari ini?" Aku mencoba menjaga nada suaraku tetap tenang, tetapi amarahku meluap, tidak bisa kukendalikan.

Tanpa pikir panjang, aku mengangkat tanganku dan menampar Vincent dengan keras.

Itu adalah pertama kalinya aku meluapkan emosi seperti ini kepadanya. Namun, bahkan setelah aku menamparnya, dia tetap berdiri di sana, diam, dan menghindari tatapanku.

"Diam aja nggak bakal membantu, Vincent. Kamu berutang penjelasan sama aku."

Vincent tidak bergerak, tetapi Rosa, yang berdiri di belakangnya, melangkah maju dan berdiri di antara kami seolah ingin melindunginya dari amarahku.

"Bu Isabel ya?" ucapnya dengan suara gemetar. "Salahkan semuanya ke aku. Vincent nggak salah apa-apa."

"Itu kesalahanku, Isabel. Aku yang hamil."

"Menyalahkan semuanya ke kamu?" ejekku, nada suaraku penuh kepahitan.

Aku perempuan yang kuat, tetapi tetap saja, air mata mengalir di wajahku.

Seakan tangisku membangkitkan sesuatu dalam dirinya, Vincent akhirnya melangkah melewati Rosa dan menarikku ke dalam pelukannya.

"Jangan nangis, Isabel. Bayinya bukan anakku," bisiknya lirih.

Aku terdiam. Apa?

Kemudian, Rosa bicara. Dia berkedip manja ke arah Vincent dengan mata bulat polosnya. "Vincent, bukannya kamu janji bakal lindungi bayiku dengan ngakuin itu anak kamu? Kenapa kamu bilang ke dia sekarang?"

Melindungi bayinya? Apa-apaan ini?

Aku melepaskan diri dari pelukan Vincent dan menatapnya. "Apa-apaan ini, Vincent? Maksudnya apa sih dia ngomong kayak gitu?"

"Vincent!" Rosa ikut memanggil, jelas berusaha menghentikannya bicara lebih jauh.

Namun, Vincent tidak ragu. "Isabel itu istriku. Dia pantas tahu."

"Baiklah," kata Rosa sambil menatapku, matanya berlinang air mata. "Kalau kamu memang perlu tahu, Isabel .... Vincent memutuskan untuk mengakui bayiku sebagai anaknya, jadi mungkin dia nggak bisa ngakuin anakmu."

Wajah Vincent kembali pucat, tetapi dia tetap diam, tidak membantah.

"Tapi tenang saja," lanjut Rosa, nada suaranya mendadak manis saat dia mengulurkan tangan seolah ingin menyentuhku. "Vincent bilang dia bakal adopsi anakmu setelah kamu melahirkan."

"Anak kita bakal pakai nama Keluarga Farhan," tambahnya, suaranya seolah-olah tulus, meski terdengar palsu.

Aku bersumpah melihat senyum sinis sekilas di bibirnya, tetapi menghilang sebelum aku memastikannya.

Aku menatap Vincent. Dia masih diam, menunduk seolah tidak sanggup menatap mataku.

"Ini benar, Vincent?" Suaraku bergetar saat memaksakan diri untuk bertanya. "Kamu rela ninggalin anak kita demi selamatin anak dia?"

"Aku minta maaf, Isabel," bisiknya, suaranya serak nyaris tak terdengar.

Air mata kembali menggenang. "Anaknya sebegitu penting buat kamu sampai kamu tega ninggalin anak kita?"

Vincent ragu sejenak dan keheningan itu terasa seperti pisau yang melukai dadaku.

"Kamu nggak ngerti soal keluarganya Rosa," ucapnya pelan dan hati-hati. "Orang tuanya Rosa nggak bakal berani menentangku. Tapi mereka sudah bilang, mereka cuma mau terima anak itu sebagai cucu kalau aku nggak punya pewaris lain."

"Jadi aku nggak bisa mengakui anak kita sekarang, setidaknya sampai bayi Rosa lahir." Dia menatapku seolah dia sedang memperjuangkan sesuatu yang mulia, seakan setiap kata yang dia ucapkan bisa dibenarkan.

Namun, logikanya nyaris terdengar seperti lelucon.

Satu hal yang benar dari Vincent adalah tidak ada yang berani menantangnya, setidaknya di wilayah selatan. Dia adalah bos mafia, terlibat dalam perdagangan senjata dan narkoba.

Meskipun keluargaku juga terlibat dengan dunia mafia, mereka hanya sebatas pemilik beberapa kasino. Kami tidak sebanding dengannya.

Itulah sebabnya, saat orang tuaku tahu bahwa aku adalah kekasihnya, mereka langsung menyeretku ke altar untuk menikah dengannya.

Vincent, yang biasanya dingin dan berwibawa, hanya menunjukkan sisi lembutnya kepadaku. Namun, hari ini, aku melihat dia melakukan hal yang sama untuk Rosa.

Dia kembali mencoba meraihku, kedua lengannya terentang, mencoba memelukku. "Jangan khawatir. Aku nggak bakal biarin anak kita tumbuh tanpa seorang ayah. Percaya sama aku ya? Begitu bayi Rosa lahir, aku bakal bersihkan namamu."

....

Setelah pemeriksaan selesai, Vincent bersikeras mengajakku makan malam. Rosa dengan senang hati ikut. Dia bilang senang karena sekarang dia tidak jadi satu-satunya yang sedang hamil, tetapi aku bisa melihat betapa palsunya sikap itu.

Dia terlalu berusaha tampil sebagai sahabat yang perhatian dan peduli.

"Gimana kalau ke tempat biasa? Aku sudah ngidam makanan di sana dari kemarin," usul Rosa, bahkan sebelum aku duduk dengan nyaman.

Vincent terdengar terlalu bersemangat. "Kedengarannya enak. Ayo ke tempat di Jalan Avenue itu."

Aku menjaga wajahku tetap tenang, meski perutku terasa mual karena gelisah. Rosa menyembunyikan sesuatu dari senyum yang terlalu cerah itu.

Rosa duduk di kursi belakang, tangannya refleks meraih tangan Vincent. "Aku pikir ... gimana kalau setelah makan kita mampir beli baju bayi? Aku belum ketemu yang pas banget."

"Kamu nggak keberatan, 'kan, Isabel?" Dia menoleh ke arahku dengan tatapan menantang. "Sekarang aku sendirian. Vincent satu-satunya yang bisa kuandalkan."

Konyol sekali. Suamiku lebih terlihat seperti pasangan Rosa daripada pasanganku.

"Kamu marah, ya, Isabel?" Rosa berkedip ke arahku, matanya lebar dan polos, tetapi sinarnya menyimpan sesuatu yang jauh dari kepolosan. "Kalau kamu mau ikut juga nggak apa-apa kok."

"Ngapain? Aku sudah siapin baju bayi di rumah." Aku sudah muak meladeni permainan ini.

Saat mobil akhirnya berhenti, aku keluar dan mendapati diriku berdiri di depan restoran Jepang yang terkenal dengan sashimi dan sushi.

Apa Vincent lupa kalau aku tidak pernah makan seafood mentah? Lupa bahwa sejak aku hamil, baunya saja bisa membuatku ingin muntah?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Diabaikan Berujung Penyesalan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan