Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU

JEJAK CINTA DI SISIKU

Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kabar terakhir yang aku tahu, ayah Zack meninggal dunia beberapa waktu lalu. Zack sempat merawat ayahnya selama 3 bulan. Sekarang aku sudah jarang mendapatkan kabar dari Zack." Hosen bicara pada Mega dan Anindita pada waktu besukan.

Sudah Beberapa bulan sejak kebebasan Zack. Awalnya komunikasi antara Zack dan Anindita lancar saja, hingga beberapa Minggu belakangan Zack jarang mengangkat telepon dari Anindita juga pesan yang dikirim gadis itu hanya dibaca saja tanpa dibalas. Hati Anindita gundah. Ia mengajak Mega untuk menemui Hosen, bagaimana pun juga Hosen pernah sangat akrab dengan Zack sehingga Anindita berharap Hosen bisa membantunya.

"Aku sebenarnya sudah tak mau berharap. Bagaimana pun juga di antara kami tak pernah ada janji apa pun yang perlu aku tagih kepadanya. Aku ikhlas jika dia melupakan aku. Mungkin dia bukanlah untukku." Anindita berkata kepada Hosen.

"Aku akan mencoba menghubunginya kembali. Siapa tahu dia memang sedang sangat sibuk dan tak sempat menghubungimu. Terakhir saat meneleponku Zack sempat cerita kalau dia harus melanjutkan usaha keluarganya yang ditinggalkan oleh sang ayah."

"Maaf merepotkanmu Sen." Anindita bicara dengan nada tak enak. Bagaimana pun juga, Hosen sedang menjalani masa hukuman di penjara tapi Anindita malah merepotkan dirinya dengan urusan percintaannya.

"Kau ini bagaimana? Bukankah aku dan Hosen selalu merepotkanmu sejak lama? Masalah seperti ini juga adalah tanggung jawab Hosen karena sejak awal dialah yang memperkenalkan kau dengan Zack." Mega membesarkan hati Anindita.

"Nanti akan kukabari jika aku bisa menghubungi Zack." Janji Hosen sebelum Anindita dan Mega keluar dari ruang besukan.

~~~

"Zack. Kau kemana saja selama ini? Anindita mengkhawatirkanmu." Setelah beberapa kali mencoba menghubungi Zack akhirnya Hosen bisa bicara dengan Zack melalui ponsel yang dipinjamnya dari petugas lapas.

"Aku sibuk mengurus toko dan perkebunan bunga milik keluargaku. Tolong sampaikan maafku pada Anindita ya Sen. Sebenarnya sesaat aku merasa tak bisa memberi kepastian apa pun pada Anindita. Aku takut dia akan kecewa."

Hosen merasakan ada sesuatu yang tak biasa dari nada suara Zack. Dulu biasanya dia begitu bersemangat setiap kali membicarakan Anindita. Entah mengapa sekarang begitu jauh berbeda.

"Zack, mungkin sebentar lagi aku akan bebas. Apakah aku boleh berkunjung ke tempatmu? Siapa tahu aku bisa membantumu berkebun di sana."

"Tentu saja boleh Sen. Aku akan memberimu alamat lengkapku." Zack kembali bersemangat mendengar bahwa Hosen ingin mengunjunginya setelah bebas nanti.

Setelah bicara di telepon, Zack segera mengirimkan alamat rumahnya beserta alamat toko bunga keluarganya kepada Hosen.

~~~

Hati Anindita terasa hampa setiap kali mengingat Zack yang begitu manis. Tak pernah ada penjelasan yang pasti mengenai alasan Zack tiba-tiba seolah memutuskan komunikasi dengan Anindita. Karena perasaan hampa itu pula Anindita jadi jarang menemani Mega membesuk Hosen. Ia merasa tak enak setiap pergi membesuk, semua hal di sana mengingatkan dirinya kepada Zack.

Di tempat kerja juga Anindita seringkali menghindari Mega. Ia merasa terusik setiap kali Mega menggodanya sambil mengingatkan tentang Zack. Rasanya Anindita ingin menghapus semua hal tentang Zack dari hidupnya. Baginya bukan hal sulit melupakan Zack, bukankah lelaki asing itu hanya melintas sebentar saja dalam kehidupannya? Anindita begitu yakin bahwa dia bisa move on dari Zack.

Sejak sore sepulang kerja, Anindita mengurung diri di kamarnya. Ayah dan ibunya tak terlalu mempersoalkan perilaku Anindita yang akhir-akhir ini menjadi sedikit pendiam dan jarang keluar rumah setelah jam kerja selesai.

"Anindita.., di luar ada Mega dan Hosen. Sudah bebas rupanya anak bandel itu. Kau jangan sampai terpengaruh kebandelannya ya." Ibu Anindita masuk ke kamar memberitahu Anindita akan kedatangan Mega dan Hosen.

Anindita bahkan hampir lupa kalau pagi ini Hosen sudah dibebaskan dari penjara.

"Ibu kan tahu dia sahabatku sejak kecil. Kalau bisa aku harus memberi pengaruh yang baik supaya dia tidak bandel lagi."

"Iya deh. Sana temui dulu sahabat kecilmu." Ibunya tersenyum sambil berlalu.

Anindita keluar menuju ruang tamu. Mega dan Hosen sudah duduk di sana dan tersenyum menyambut Anindita.

"Selamat bebas ya Hosen." Anindita menyalami Hosen dan merangkulnya, "jangan nakal lagi ya!" Anindita kali ini menarik gemas hidung Hosen yang meringis kesakitan.

"Aku ke sini mau memberi kabar tentang Zack. Aku dengar kamu sudah memblokir nomor ponselnya ya?" Hosen langsung bicara pada Anindita.

"Ceritakan semuanya yang detail Sen. Biar Anindita tuh tau maksud kedatangan kamu ke sini." Mega memaksa Hosen langsung bicara tujuan mereka.

"Begini Nin, Aku sudah meminta alamat lengkap Zack. Sebenarnya aku merasa bersalah padamu. Aku berharap kamu mau pergi ke Bogor menemui Zack secara langsung. Dengan begitu kamu akan bisa memastikan perasaan Zack terhadapmu."

Anindita diam sejenak. "Aku perempuan Sen. Rasanya tidak pantas aku yang mengejar lelaki sampai menyeberang lautan hanya untuk sebuah kepastian. Lagi pula memang sejak awal Zack hanya menyatakan rasa sukanya saja dan tidak pernah berjanji apa pun. Jadi untuk apa aku berharap kepastian darinya?" Anindita sudah tak mau memaksakan diri lagi menunggu kepastian dari Zack.

"Menurutku kau harus memastikannya. Tak ada seorang pun di antara kita yang tau pasti keadaan Zack di sana. Mungkin ada sesuatu yang membuat ia tertahan dan tak bisa meneruskan hubungan denganmu. Kau harus memastikannya. Aku saja yang hanya sahabatmu merasa penasaran, seharusnya kau lebih penasaran lagi, kan Anindita." Mega bersemangat sekali memprovokasi Anindita.

"Bagaimana dengan orang tuaku? Apa nanti yang harus aku katakan kepada mereka sebagai alasan kepergian ku ke Bogor?"

"Kau tenang saja. Bagaimana kalau kita pergi bertiga dan kita bilang ke orang tuamu kalau Hosen akan mengajak kita jalan-jalan ke Bogor bertiga."

"Hei.. memangnya kita punya uang untuk berangkat bertiga ke sana? Kau ini bagaimana, aku baru saja keluar penjara tadi pagi. Kalau aku minta juga pada Papa dan Mamaku belum tentu mereka akan memberikan uang untuk pergi ke Bogor. Apalagi aku menjalani pembebasan bersyarat, aku masih harus melapor ke Bapas sewaktu-waktu." Hosen mendadak protes.

"Ya... Jadi bagaimana dong?" Mega mulai cemberut.

"Begini. Aku punya sepupu yang bekerja di Bogor. Kau ingat Kak Dewi kan, anak pamanku." Hosen mencoba memberi solusi.

Anindita mengangguk, ia ingat betul Kak Dewi yang dimaksud Hosen, karena Kak Dewi pernah berpacaran dengan tetangga sebelah rumah Anindita.

"Kau bisa saja pamit pada orang tuamu dan bilang kalau Kak Dewi menawarkan pekerjaan yang cukup menjanjikan di Bogor. Nah, kau bisa mengambil cuti tahunan dan minta izin pada orang tuamu untuk mencari pekerjaan. Di Bogor nanti kau bisa menemukan kak Dewi dan dia akan membantumu menemukan alamat Zack. Aku sudah bicara pada Kak Dewi soal ini."

"Benar Kak Dewi akan membantuku soal ini?"

"Tentu saja. Aku sudah bicara padanya soal hubunganmu dengan Zack. Kak Dewi bersedia membantumu mencari alamat Zack juga akan memberimu tempat tinggal sementara waktu selama kau di Bogor. Bagaimana? Mau kan?" Hosen bersemangat sekali ingin membantu Anindita, sebenarnya di dalam hatinya ia merasa bersalah telah memperkenalkan Ani duta kepada Zack yang akhirnya tidak memberi kepastian apa pun seperti ini. Ia merasa persoalan ini harus dituntaskan hingga ada kepastian dari Zack.

"Aku akan mencobanya. Lagi pula jika aku tidak mendapatkan kepastian hubunganku dengan Zack, aku akan punya kesempatan mencari pekerjaan di sana. Siapa tau ada rezeki yang lebih baik menantiku di sana." Entah kesadaran dari mana yang membuat Anindita tiba-tiba berubah pikiran dan menjadi begitu bersemangat untuk berangkat ke Bogor.

"Nah, gitu dong. Semangat." Mega mengedipkan sebelah matanya kepada Anindita sembari mengangkat kedua jempol tangannya.

Ketiganya mempersiapkan rencana keberangkatan Anindita dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi saat Anindita ke Bogor nanti. Anindita sebenarnya tertarik dengan pemikiran Hosen tentang mencari pekerjaan di Bogor. Akhir-akhir ini memang ia merasa bosan berkutat dengan pekerjaannya sebagai Sales Promotion Girl di pusat perbelanjaan. Anindita berharap akan ada petualangan baru yang bisa ia jalani di luar sana.

~~~

Meski tak terlalu mudah mendapat izin dari kedua orang tuanya, Anindita akhirnya bisa meyakinkan ayah dan ibunya bahwa dia sedang ingin mencari pengalaman kerja baru di luar Bengkulu. Untuk melengkapi sandiwara mereka, Hosen juga meminta Kak Dewi untuk menelepon langsung ibu Anindita dan meminta izin agar Anindita bisa berangkat ke Bogor menemuinya.

"Jaga diri baik-baik di sana. Kalau tidak mendapat pekerjaan juga tidak apa-apa. Kamu bisa pulang ke rumah dan mencari pekerjaan lagi di sini." Ibu Anindita menasihati anak gadisnya yang bersiap merantau jauh.

Keluarga Anindita beserta Hosen dan Mega mengantar Anindita ke Bandara.

"Di Bogor pasti sering hujan. Ini aku belikan sebuah jaket yang cukup tebal dan nyaman untuk kau pakai." Mega menyodorkan sebuah kantong belanja berisi jaket yang ia beli untuk Anindita.

"Makasih ya Mega, Hosen. Doakan semuanya berjalan sesuai rencana." Anindita memeluk Mega dan Hosen sembari berbisik kepada mereka.

Mega sempat menitikkan air mata sesaat sebelum melepas kepergian sahabatnya. Hosen memeluk Mega agar ia tak menangis lebih kencang dan menjadi pusat perhatian banyak orang di Bandara.

Hati Anindita berdegup tak menentu. Ia merasa takdirnya baru saja akan dimulai. Ia merasa akan ada petualangan seru yang akan ia temui.

~~~

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyerah, Memilih Pergi
9.8
Naira mengabdikan hidupnya sebagai istri dan ibu tiri yang tulus bagi Danang dan putranya, Arka. Namun, pengorbanannya selama bertahun-tahun hanya dibalas dengan sikap dingin dan penghinaan. Puncaknya, saat nyawa Naira terancam dalam sebuah serangan keji, suami dan anak tirinya justru mengabaikan permintaannya untuk ditolong. Merasa dikhianati di titik terendahnya, Naira akhirnya memilih bangkit dan meninggalkan keluarga yang tak pernah menghargainya tersebut.
Sampul Novel Cinta Buta Gadis Mafia
7.9
Apa jadinya jika takdir memaksa Anda tinggal satu atap dengan wanita yang menghancurkan hari pernikahan Anda sendiri? Kehidupan seorang pria berubah total saat sosok gadis dari dunia mafia hadir dan mengacaukan rencana masa depannya secara brutal. Di tengah dendam dan kebingungan, hubungan rumit mulai terjalin di antara mereka. Akankah benci berubah menjadi cinta, atau justru menjadi awal kehancuran yang lebih dalam bagi keduanya dalam drama romansa mafia ini?
Sampul Novel Cinta Yang Sengsara
8.6
Naraya harus menanggung penderitaan berat saat dicampakkan suaminya, Alvano, dalam kondisi mengandung. Fitnah keji dari Vanya, wanita asing yang tak dikenalnya, menghancurkan rumah tangga mereka hingga ia terusir. Tanpa dukungan siapapun, Naraya berjuang sendirian untuk melahirkan dan membesarkan buah hatinya. Alvano tidak menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri. Akankah kebenaran terungkap dan membuat Alvano menyesali segala tindakannya?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Jika Nanti Jatuh Cinta Lagi
8.6
Bagi Ervano Bhalendra, pernikahan adalah masa lalu yang ingin ia lupakan. Setelah kegagalan rumah tangga dengan Irina dan luka mendalam akibat kehilangan Elvin Eleanor, chef tampan ini memilih menutup hati rapat-rapat. Namun, tembok pertahanan Ervan runtuh seketika saat Magisa Prastiwi hadir dalam hidupnya. Sosok Magisa mampu mencairkan sikap kaku Ervan, membangkitkan kembali semangatnya untuk mengejar cinta sejati yang sempat hilang dari radarnya.
Sampul Novel Kehadirannya Membuatku Tersiksa
9.8
Hidup Arlena berubah total pasca perjodohan mendadak dengan pria asing. Alih-alih pernikahan datar, suaminya justru sangat perhatian dan selalu hadir menuntaskan masalahnya secara misterius. Rahasia besar terungkap saat Arlena melihat siaran televisi tentang miliarder tampan yang sangat memuja istrinya. Arlena syok menyadari pria di layar adalah suaminya sendiri. Ternyata, di balik kesederhanaan mereka, tersimpan kekuasaan besar dan cinta tulus sang suami.