Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan

Dinikahi Suami Majikan

9.6 / 10.0
Dalam novel romance Dinikahi Suami Majikan, Laili terjebak pernikahan siri dengan tuannya sendiri di usia muda. Ikuti kisah modern novel ini tentang pilihan hidup sulit dan konsekuensi pengabdian di tengah perbedaan status. Baca selengkapnya di web novel ini sekarang.
Ringkasan Dinikahi Suami Majikan
Kehidupan Laili berubah drastis saat ia terpaksa melepas masa mudanya demi sebuah ikatan pernikahan yang tak terduga. Sosok pria berambut putih yang selama ini ia hormati sebagai majikan dan dipanggil 'Tuan', kini telah sah menjadi suaminya melalui akad secara agama. Tanpa pernah membayangkan nasib ini sebelumnya, Laili kini harus menjalani realita baru sebagai istri dari pria yang dulu ia layani, membawa konflik batin di tengah status sosial mereka.
Baca Selengkapnya

Dinikahi Suami Majikan Bab 1

"Teh Laili! Kaus kaki Doni ke mana nih yang warna hitam?" teriak Doni, si sulung yang berusia tiga belas tahun pada Laili, pembantu rumah tangganya yang sedang sibuk memasak nasi goreng di dapur.

"Udah, sana gih! Cariin kaus kaki Doni," titah ibunya yang juga ART di rumah keluarga Arya Jovan dan Ririn Anastasia.

Laili mengangguk. Lalu dengan setengah berlari naik ke lantai dua. "Iya, sebentar Teteh carikan!" sahutnya dengan sedikit berteriak.

"Laili, obat nyonya yang harus diminum pagi hari sudah kamu berikan?" suara bariton berat membuat langkah Laili berhenti, lalu menoleh pada majikannya yang bernama Arya Jovan, suami dari Ibu Ririn Anastasia.

"Belum, Tuan. Sebentar lagi, saya mau cari kaus..."

"Teeh, cepaaat!" teriak Doni semakin kencang dari kamarnya.

"Permisi, Tuan," pamit Laili, lalu berlari masuk ke dalam kamar Doni.

Ternyata, kaus kaki yang diminta oleh Doni sudah ia masukkan ke dalam tas tadi malam. Pantas saja mencari hingga sepuluh menit tidak ketemu. Wajah Laili memucat saat Doni mulai marah-marah karena kaus kakinya tidak ditemukan.

"Maaf, Teh. Ternyata ada di dalam tas," ujar Doni sambil menyeringai.

"Teteh...tolong kuncirin rambut Anes!" suara anak kecil berusia enam tahun, memanggil Laili untuk meminta dirapikan rambutnya. Dengan tersenyum, Laili menghampiri gadis kecil itu, lalu membantunya mengikat rambut.

"Mau dikepang seperti teteh," pintanya menunjuk rambut Laili yang selalu saja dikepang dua.

"Tidak bisa, Anes sayang. Rambut Anes masih kurang panjang untuk dikepang. Nanti ya kalau sudah lebih panjang," terang Laili dengan lemah lembut.

"Ya sudah." Gadis kecil itu pun menurut.

"Laili, tolong buatkan susu Dira!" teriak Bu Ririm dari kamarnya. 

Dira, bayi berusia sepuluh bulan yang sangat lucu dan menggemaskan. Laili begitu betah berlama-lama bila bermain bersama bayi gembul itu. Jika semua minta tolong padanya, lalu ke mana ibu mereka, sang Nyonya rumah?. Bu Ririn mengalami lumpuh permanen sesaat setelah melahirkan bayi Dira, sepuluh bulan lalu. Sehingga untuk mengurus rumah tangganya, ia mempekerjakan Bu Laila dan juga puterinya Laili. 

"Laili, cepat! Dira nangis ini!" seri suara Bu Ririn lagi, menyadarkan Laili dari lamunnya.

"Ah, iya Nyonya."

Semua ia lakukan dengan semangat penuh dan suka cita. Karena apa? Karena keluarga Bu Ririn sudah mau membiayai sekolahnya hingga ia hampir lulus SMA satu bulan lagi. Laili dan ibunya, tentu saja tidak bisa membalas kebaikan keluarga Bu Ririn, selain dengan bekerja sebaik-baiknya.

****

Laili mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi menuju sekolah. Keringat mengucur deras membasahi baju seragam putih abunya. Tak pernah ia pedulikan penampilannya seperti teman-teman sekolah seusianya. Hanya mengenakan ransel besar milik Tuan Arya yang sudah tidak terpakai, serta rambut yang selalu saja dikepang dua. Tidak mengenakan jam tangan ataupun aksesoris yang lain. Ia berpenampilan apa adanya.

Senyumnya terbit tatkala berpapasan dengan Danu, teman sekolahnya yang sudah setahun ini menjadi pacarnya. Meskipun tidak pernah berkencan seperti teman-teman lainnya, tetapi hubungan mereka tetap baik.

"Hai, Danu," sapa Laili dengan senyum manisnya. Laili segera memarkirkan sepeda lipat milik Doni, anak majikannya yang selalu di pakai ke sekolah. Danu tidak menjawab, hanya tersenyum tipis saja. Laili terheran, kenapa Danu berwajah masam? Apa mungkin ada masalah di rumahnya? Laili bermonolog. Memperhatikan Danu yang berjalan lebih dulu menuju kelas, meninggalkan dirinya yang masih tergugu di parkiran.

Laili merapikan baju, poni, berikut membetulkan letak tas ranselnya. Kemudian berjalan penuh semangat masuk ke dalam kelas.

Dua jam pelajaran sudah berlangsung, sebenarnya hanya tinggal penyampaian materi yang tertinggal saja, karena minggu depan mereka sudah melaksanakan Ujian Nasional. Laili menoleh ke belakang, tempat Danu duduk bersama Faisal, teman sebangkunya. Pacarnya itu berwajah murung dan tanpa bicara sedikit pun padanya.

Laili menghela nafas panjang, lalu kembali memperhatikan penjelasan dari guru. Saat jam istrirahat tiba, seperti biasa, Laili membawakan bekal untuk Danu. Kakinya ringan melangkah ke kantin, karena saat jam istirahat seperti ini, mereka selalu makan bekal berdua di kantin.

"Danu, kamu sakit ya?" tanya Laili kini sudah duduk di samping Danu. Tangan kanannya menyerahkan kotak bekal pada Danu sambil tersenyum pada angin, karena Danu tidak sedikit pun menoleh padanya.

"Hari ini, ibu masak ayam goreng rempah. Enak deh, ayo makan!" Laili membukakan bekal makan untuk Danu.

Prraaak!

Danu menghempas kotak bekal pemberian Laili, membuat gadis itu tersentak kaget. Semua orang yang berada di dekat mereka juga ikut memperhatikan kotak bekal yang telah berhamburan isinya di lantai kantin.

"A-ada apa, Nu?'" tanya Laili dengan tergagap. Air matanya sudah turun dengan deras membasahi kedua pipinya.

"Aku bosan dengan kamu, Laili. Mulai hari ini kita putus!" Danu menghentakkan kursi kantin di depan Laili, lalu meninggalkannya. Gadis itu masih menangis sedih, butiran nasi yang berserakan membuat hatinya sakit. Ayam goreng rempah yang sangat enak itu, terlihat mengenaskan berada di bawah kolong meja kantin. Dengan kaki gemetar, ia mengambil sapu yang tak jauh dari mejanya. Tangannya yang juga gemetar, memungut satu per satu benda yang teronggok lantai. Mulai dari kotak bekal, tutup kotaknya, serta ayam goreng yang telah kotor.

Semua mata memandang Laili dengan iba, tetapi ada juga yang cuek saja.

"Laili, ada apa?" Suci teman sebangku Laili menghampiri Laili di kantin. Betapa kagetnya ia, saat melihat Laili menangis dengan kotak bekal yang ia pegang sambil bergetar.

"Danu memutuskan hubungan kami," lirih Laili begitu sedih. 

"Ya Allah, emangnya kenapa?" tanya Suci. Laili menggeleng tidak tahu. Lalu melanjutkan kegiatan menyapu membersihkan remah nasi di lantai kantin.

Air matanya susah sekali diajak berhenti, bahkan hingga jam pelajaran berakhir di pukul dua siang. Tidak berani kepalanya menoleh ke bangku belakang, hatinya begitu sakit saat ini. 

"Kamu bisa pulang dalam keadaan sedih begini?" tanya Suci saat mengantar Laili ke parkiran sepeda.

"Bisa, hiks... Aku ga papa , kok. Terimakasih Suci, aku pulang dulu ya," Laili mencoba tersenyum pada sahabatnya Suci. Lalu mulai mengayuh sepeda menuju rumah majikannya.

Dada Laili berdebar kencang, ia begitu sakit hati dan terpukul bila mengingat perlakuan Danu padanya di kantin tadi. Apa yang salah dengan dirinya? Bukannya dia menyukai Danu, begitu juga Danu. Ia setiap hari membawakan makanan untuk pacar ABGnya itu, bahkan ia juga membantu Danu mengerjakan PR. Apa yang salah dengan semua yang ia lakukan?

Air matanya tak kunjung berhenti saat ia sampai di rumah majikannya. Sudah ada Tuan Arya dan beberapa orang di dalam rumah majikannya dengan bendera kuning yang menempel di pagar rumah. Dada Laili semakin berdebar, apakah Nyonya Ririn? Ya Allah. Dengan wajah pucat, Laili mengayuh sepedanya memasuki pekarang rumah majikannya.

"Ya Allah, Laili. Untung kamu sudah pulang," ujar Tuan Alam, adik dari Tuan Arya.

"Ini ada apa, Tuan?" tanya Laili bingung.

"Laili, maaf. Bu Laila kena serangan jantung dan.."

"Apa?!"

****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dinikahi Suami Majikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel (Bukan) Pembawa Sial
9.1
Dalam tradisi tertentu, seorang anak laki-laki yang memiliki kemiripan fisik identik dengan ayahnya dianggap sebagai pembawa sial dan ancaman. Revan, pemuda dari keluarga sederhana, harus menelan pil pahit akibat mitos tersebut. Meski ia tidak bersalah, wajahnya yang sangat mirip sang ayah membuatnya dikucilkan. Demi melindungi orang-orang tersayang yang mulai menjauhinya, Revan memilih pergi. Akankah ia mampu mematahkan stigma buruk yang menghantui hidupnya?
Sampul Novel Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu
9.0
Amukan pasien di rumah sakit berujung tragis bagi seorang istri. Berniat menyelamatkan suaminya, Elvano Wiratama, dari sabetan pisau, ia justru ditarik menjadi tameng hidup demi melindungi adik junior suaminya. Tusukan fatal itu merenggut nyawa janin di rahimnya. Alih-alih peduli pada kondisi istrinya yang sekarat, Elvano malah menurunkan paksa tubuhnya dari brankar ICU demi menyelamatkan sang junior terlebih dahulu. Di ambang maut, sang istri akhirnya menyerah dan memutuskan.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Marco menjanjikan piknik romantis di tebing, namun ia justru mendorong Clara ke jurang demi selingkuhannya, Chika. Meski tubuhnya hancur, Clara bertahan hidup dan mendengar rencana keji Marco untuk memalsukan kematiannya sebagai kecelakaan. Di tengah keputusasaan, api balas dendam mulai membara. Harapan muncul saat Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya, datang menyelamatkannya. Kini, Clara siap menghancurkan pria yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira sangat antusias memulai karier sebagai sekretaris pengganti di perusahaan raksasa ibu kota. Namun, sebuah momen canggung terjadi saat ia memergoki bosnya, Edbert, bermesraan dengan sang istri, Merry. Alih-alih marah, Merry justru meminta Indira duduk dan mengajukan permohonan gila agar suaminya menikahi sekretaris itu. Edbert sangat terkejut mendengar ide poligami tersebut. Akankah Indira bersedia menjadi istri kedua demi memenuhi permintaan Merry?
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
8.9
Demi membahagiakan orang tuanya, Kanaya merelakan diri menikah dengan Bisma meski hatinya masih terpaut pada Hamdan. Namun, rumah tangga mereka diguncang kenyataan pahit saat Bisma diketahui menghamili kekasihnya, Vilia. Kanaya yang tegar justru memfasilitasi pernikahan keduanya. Ironisnya, saat Bisma mulai jatuh hati padanya, Hamdan justru kembali datang melamar. Kanaya kini terjebak dalam pusaran asmara dan dilema emosional yang rumit.
Sampul Novel PERANGKAP PANAS CEO DINGIN
9.7
Demi membalas budi, Ellshora terpaksa menjerat para CEO kaya atas perintah bibinya meski ia sudah memiliki kekasih. Luke Whiston menjadi target terakhir dalam misi ini. Namun, sang CEO dingin ternyata sudah menyadari niat terselubung Ellshora. Luke justru berencana membalikkan keadaan agar Ellshora yang jatuh cinta kepadanya. Di tengah persaingan ini, siapakah yang akan benar-benar terjerat dalam perangkap gairah yang membara?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan