Sampul Novel SALAHKAH  BERPOLIGAMI

SALAHKAH BERPOLIGAMI

8.3 / 10.0
Dalam SALAHKAH BERPOLIGAMI, Bian terjebak pernikahan penuh tekanan akibat perbedaan latar belakang dengan Wiwit. Saat kekesalannya memuncak, ia bertemu Alma, masa lalunya, di cabang toko miliknya. Simak kisah romance modern ini di web novel kami bagi yang ingin read books online free.
Ringkasan SALAHKAH BERPOLIGAMI
Bian terjebak dalam pernikahan yang penuh tekanan batin akibat perbedaan usia, pendidikan, dan gaya hidup mewah istrinya, Wiwit. Demi menghindari pertengkaran, ia memilih memendam kekesalan atas sikap boros sang istri. Namun, ketenangan semu itu terusik saat Bian mengunjungi cabang tokonya di luar kota dan bertemu Alma, sosok dari masa lalu yang belum terlupakan. Pertemuan ini memicu gejolak baru yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.
Baca Selengkapnya

SALAHKAH BERPOLIGAMI Bab 1

" Tarraaa,,,pagi Ayah, ,bunda bawakan teh manis special dan roti bakar coklat bikinan Mbok Tarmi, biar hari-hari ayah jadi segar dan bugar. Silakan dinikmati!" celoteh istriku, Laswita atau panggilannya Wiwit begitu memasuki ruang kerjaku di lantai dua.

"Terima kasih Bunsay, tapi lain kali bisa nggak sebelum masuk ucapkan salam dulu, jangan langsung buka pintu"

Padahal aku sudah menempel stiker bertuliskan ucapkan salam sebelum masuk, tapi istri dan bocil-bocilku masih sering membuka pintu dan langsung menerobos masuk.

"Yaa kan bunda mau kasih surprise buat suami tercinta" lihat, dia malah ngeles.

"Yah, bunda boleh minta tambahan dana bulanan?. Soalnya uang belanja yang ayah kasih awal bulan tinggal sisa Rp. 200.000 mana bisa sampai tanggal 30" pinta istriku sambil menyandarkan kepalanya di bahuku, padahal aku sedang sibuk mengecek laporan penjualan melalui laptopku.

Mendengar permintaanya yang tidak biasa , aku bertanya "Lho Bunda, bulan-bulan lalu uang Rp. 4.000.000 kan selalu cukup. Kenapa sekarang baru tanggal 20 sudah hampir habis semuanya?" suaraku meninggi.

Bagaimana tidak bulan lalu uang belanja empat juta rupiah selalu cukup, untuk Tabungan keluarga , aku sebagai keluarga yang menanggungnya. Kuserahkan ATM kepada Wiwit agar ia dapat menggunakannya untuk keperluan rumah tangga.

Bibir Wiwit yang tipis dan pink alami itu menekuk, jujur, ia lebih seksi kalau sudah begitu.

"Ayah kan nggak tau aja kalo sekarang nilai duit hampir nggak ada. Beli barang kebutuhan pokok saja sudah nguras duit. Apalagi beli susu untuk Nizam yang baru disapih, keperluan sekolah untuk Nilam dan Sofie plus asupan gizi mereka. Aku nggak mau mereka tumbuh jadi anak yang pertumbuhannya terhambat atau stunting yah". Tandas istriku".

Hmmmh stunting? Bukan hanya sekali itu dia fasih mengucapkan kata-kata Bahasa Inggris. Ia juga pernah mengatakan branded bag, lux, please, latest fashion, work from home, healing, shopping, vacation . Darimana dia tau istilah Bahasa Inggris itu, kukira dari media social dan ibu-ibu sosialita penghuni komplek perumahan kami yang juga sering arisan bersama Wiwit. Istriku menikah ketika berusia delapan belas tahun, tepat ketika baru menerima ijazah SMAnya. Aku yang sudah berusia 27 tahun dengan mantap meminangnya setelah berpacaran selama dua tahun.

Namun dunia pacaran tentu saja berbeda jauuuhh dengan dunia rumah tangga. Awal-awal berumah tangga, Wiwit yang berasal dari keluarga sederhana nampak sekali gagap dalam mengatur keuangan keluarga. Ia boros tepatnya. Sebulan ia membeli baju tiga kali. Belum lagi ia doyan sekali makanan-makanan tersier yang lumayan menguras kocek seperti aneka buah, roti, biskuit kaleng dan es krim. Walhasil ruang makan dan kulkas kami sudah seperti toko. Tapi karena waktu itu belum ada anak maka uang bulanan yang kuberikan masih cukup.

"Ya sudah, ayah transfer Rp. 1.000.000 ya, cukup kan sampai akhir bulan?" akhirnya aku mengalah karena bagaimanapun Istriku yang lebih paham harga pasaran barang.

"Terima kasih Ayahh,,, muaah,," ia mendaratkan bibirnya di pipi kananku kemudian melangkah pergi.

Huufftt, hanya sendirian di ruangan ini, pandanganku menghadap satu titik dimana terdapat foto keluarga. Foto keluarga Bahagia yang diambil setahun lalu, wajah istriku sangat cantik dan jelita ,, yaahhh zaman sekarang gambar foto dan bahkan adegan video bisa diedit, entah dengan aplikasi atau filter. Aslinya Wiwit tampak lebih tua dari usianya yang masih 27 tahun. Mata pandanya bercerita jujur tentang perjuangannya mengorbankan waktu tidur untuk menjaga si bungsu agar tidak rewel. Pipinya yang makin chubby karena harus menampung makanan para bocil yang kerap tidak habis.

"Assalamualaikum ayah", Nilam anak keduaku yang bulan lalu merayakan ulang tahun ke 6 mengucap salam. Hehehe dia memang sudah paham soal aturan. Meski baru belajar ngaji Al-Qur'an tiga bulan. Roman romannya dia calon wanita solehah karena dari sekarang sudah hafal doa makan, ke toilet, akan tidur dan bangun tidur, paham adab dalam rumah.

" Ya sayang,, mana kak Sofie? Nilam nggak main sama teman-teman kompleks minggu ini?"

Jawaban Nilam membuatku tercenung, Kak Sofie masih nginep di rumah Eyang. Nilam mau bersepeda dengan ayah keliling perumahan. Mumpung minggu dan ayah di rumah. Boleh? Nilam udah lama nggak keluar bareng ayah. Kangen! Nilam seolah memelas. Batinku tercubit prihatin.

Bahkan aku tak tahu Sofie menginap di rumah eyangnya dari kemarin. Aku memang bukan CEO atau manager sebuah Perusahaan multinasional, tapi aku pemilik tiga toko yang menyediakan hand phone dan laptop. Tiga toko itu berada di kabupaten yang berbeda. Siapa yang bisa menyangkal eksistensi dua benda pipih ajaib yang kini telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat luas terutama siswa, mahasiswa dan kaum professional. Tapi tentu saja aku tak bisa tinggal diam santai tanpa mengecek laporan keuangan dan arus keluar masuk barang. Sabtu minggu yang biasa dipakai bersantai pun seringkali kuhabiskan mengecek tokoku di ibukota kabupaten lain yang letaknya berjauhan.

"Paa,,, temenin Nilam,,, bete di rumah sendiri" rengeknya

"Lho, Mama kemana memangnya" tanyaku.

"Mama pergi ke pasar sama Dik Nizam. Katanya mau beli buah dan sayur"

Aku langsung menepuk jidat, kenapa ia tak meminta izin dulu padaku. Hmm, setelah ku lihat HPku ternyata ia meminta izin via whatupp aplikasi.

"Lho kok Nilam nggak mau ikut?"

"Nggak mau ah Pa, habis mama suka nggak boleh kalo beli jajanan pasar. Katanya nggak sehat. Cepet basi" mata bundar itu sendu menatapku.

"Okay okay,, jangan sedih anak Papa yang cantik, yuk kita tamasya keliling kompleks" kataku menjawil pipi chubbynya.

Aku menutup laptopku meski sebenarnya pekerjaanku belum selesai. Biarlah demi buah hati.. lain kali saja kukerjakan.

Kukeluarkan sepeda sport yang nyaris berdebu dari dalam Gudang, begitupun Nilam yang mulai menaiki sepeda mini imut warna pink dengan keranjang di depannya. Kubiarkan Nilam mendahului dengan sepedanya melesat melalui rumah-rumah gedong yang berada di sekitar kompleks perumahan grand mulia Mandiri. Wow ternyata banyak rumah-rumah baru berdiri di lingkungan belakang tempat tinggalku, semoga saja nantinya rumah-rumah itu ada yang menempati tidak dibiarkan kosong tanpa penghuni karena pemiliknya hanya menjadikan rumahnya asset masa depan.

Meski baru enam tahun ternyata Nilam sangat gesit membawa sepeda mininya ,, huuft aku saja dibuat ngos-ngosan. Ketika dalam perjalanan pulang ke rumah, di sebuah persimpangan putriku melihat penjual mainan plastik sedang menjajakan barangnya bukan hanya itu Elan dan Fitria, anak kompleks sebaya Nilam juga tengah memilih-milih mainan untuk dibeli. " wah, gawat ini roman-romannya Nilam ingin beli mainan baru batinku.

Mereka serempak menyapa putriku ketika dilihatnya Nilam menghentikan sepeda dan ikut memilih-milih mainan. Waduhhh kacau mana aku tak membawa dompet lagi,, harusnya tadi sudah kularang ia mampir membeli mainan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SALAHKAH BERPOLIGAMI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi mimpi buruk saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandungku demi operasi plastik Vanya, adik angkat kami. Mereka mengusirku dan menuduhku egois, lalu asyik berlibur ke Bali tanpaku. Di tengah kehancuran, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun datang sebagai pelarian sempurna. Aku pergi meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja, memutus ikatan keluarga demi masa depan baru tanpa menoleh ke belakang lagi.
Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
8.0
Risa adalah istri muda yang pemalu dan menjalani hidup sederhana bersama Dika di desa. Namun, ketenangan itu terusik saat Hardiman, tetangga licik di balik topeng ramahnya, mulai masuk ke kehidupannya. Lewat ancaman halus dan permainan terlarang, Risa terjebak dalam dunia kenikmatan yang belum pernah ia kenal. Meski awalnya merasa terpaksa, ia justru tenggelam dalam candu hasrat yang membara. Batas moral pun hancur, dan kini Risa tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Sahabat Bad Boy VS Dosen Moody
7.8
Kehidupan Susan, mahasiswi berusia 20 tahun di pinggiran Jakarta, berubah drastis setelah menjadi korban jebakan yang berujung pelecehan. Trauma mendalam membayangi langkahnya saat ia terjebak dalam dilema hati yang rumit. Kini, Susan harus berjuang menentukan arah masa depannya demi menemukan cinta sejati. Di tengah konflik batin, ia dihadapkan pada tiga pilihan sulit untuk sosok suami: sahabat setianya, sang mantan kekasih, atau dosennya yang emosional.
Sampul Novel Suami Kedua Ayla
8.6
Kehidupan harmonis Ayla bersama Fawaz dan kedua anak mereka hancur saat sang suami, seorang anggota TNI, mendadak hilang tanpa jejak. Fawaz meninggalkan wasiat misterius agar Ayla menikah dengan sahabat barunya, Pierre Nasution. Namun, keraguan muncul terkait keaslian pesan tersebut. Apakah Pierre hanya memanfaatkan situasi demi perasaannya pada Ayla, atau ia terlibat dalam hilangnya Fawaz? Ayla kini terjepit antara amanah terakhir dan kecurigaan keluarga besar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan