Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO

Dalam Pelukan (Sang ) CEO

9.1 / 10.0
Dalam Pelukan (Sang ) CEO mengisahkan Kevin Hadiwajaya yang bertekad mengikat hati asistennya, Sarah Rania. Di tengah persaingan dengan Hansen, Kevin menggunakan segala cara dalam billionaire romance novels ini. Simak kelanjutan kisah mereka di web novel modern novel yang penuh emosi ini.
Ringkasan Dalam Pelukan (Sang ) CEO
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Baca Selengkapnya

Dalam Pelukan (Sang ) CEO Bab 1

***

Kantor sangat ramai dengan gosip menjelang kedatangan CEO baru esok hari. Kabar yang beredar menggambarkan sosok CEO tersebut sebagai orang yang tegas dan tak kenal ampun, siapapun yang melakukan keaalahan,l siapa pun yang melanggar aturannya, maka jangan harap mendapatkan ampunan dari CEO nan kejam yang dikenal sebagai monster itu.

Sarah, bagaimanapun, tak terlalu ambil pusing. Baginya, sebagai karyawan biasa, kemungkinan bertemu langsung dengan atasan baru itu sangat kecil. Selama ini, dia bahkan belum pernah berjumpa langsung dengan CEO sebelumnya. Jadi, mau sekejam dan mirip monster pun, ia tak peduli. Baginya lebih baik fokus pada pekerjaannya saat ini.

“Sar, lembur lagi? Jam segini?” tanya Nitha.

“Iya nih, Bu Sonia minta proposal ini segera selesai dan harus dikirim malam ini,” jawab Sarah sambil fokus mengetik.

“Baiklah, aku pamit duluan ya. Bye-bye,” kata Nitha sebelum pergi, meninggalkan Sarah yang tengah sibuk.

Sarah hanya mengangguk sebagai tanggapan.

“Akhirnya selesai! Waktunya pulang,” gumam Sarah, tetapi tiba-tiba ia terdiam.

“Pulang? Ke mana aku seharusnya pulang? Hatiku kosong, tak ada rumah yang kuharapkan. Dan ketika pulang, tak ada yang menyambut. Betapa menyedihkannya, Sarah,” bisiknya sambil tersenyum pahit.

Sarah berjalan menuju pintu depan gedung kantor yang megah sambil menunggu ojek online. Ketika akan menyeberang, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat, hampir menabraknya.

BRUKKK!

Sarah hampir tertabrak, namun berhasil menghindar. Meski terhindar dari benturan, tangan dan kakinya lecet dan memar.

Di dalam mobil, penumpang terkejut. “Pak, cepat turun dan tanyakan berapa biaya ganti ruginya!” perintah Kevin kepada sopirnya.

“Tentu, Tuan,” jawab Agus sebelum turun dan menghampiri Sarah yang baru saja ditabrak.

“Mbak, maaf. Kamu tidak apa-apa, kan?” tanya Agus dengan khawatir.

Sarah mendengus kesal. “Pak, lihatlah! Kakiku memar dan tanganku lecet. Apa Bapak pikir ini tidak apa-apa? Mengapa mobil ini melaju begitu cepat? Dan lampu merah sedang menyala, mengapa mobil ini menabrak? Jangan sembarangan melanggar aturan!” ujarnya dengan nada emosi.

Kevin yang menunggu di dalam mobil melihat jam tangannya. Waktunya terbatas, dia harus segera menyelesaikan masalah ini. Kevin turun dari mobilnya.

“Berapa yang kamu butuhkan untuk ganti rugi?” tanya Kevin tegas.

Sarah terdiam sejenak menatap pria yang turun dari mobil, lalu ia menatapnya dengan kesal. “Apa? Uang? Jangan terlalu yakin pada dirimu sendiri!”

Kevin tersenyum sinis. “Kenapa tadi kamu terdiam? Ekspresimu sudah menjawab bahwa kamu terpesona olehku,” kata Kevin dengan angkuh.

Sarah menggelengkan kepala dan tertawa pelan. “Aku terdiam karena mencoba memahami bagaimana orang kaya seperti kamu merasa aturan tidak berlaku bagimu. Apa uang adalah segalanya bagimu?”

Kevin terdiam sejenak, tidak mengerti apa yang diucapkan Sarah.

“Uang bukan segalanya di dunia ini, Tuan angkuh!” tambah Sarah dengan kesal.

“Aku tidak percaya bahwa kamu tidak membutuhkannya,” ujar Kevin mengejek.

Kevin tersenyum, lalu memberikan cek ganti rugi kepada Sarah sebelum pergi.

“Tunggu!” panggil Sarah, lalu menyerahkan cek itu kembali kepadanya. “Dan ini, aku membayar waktu yang kamu buang. Jadilah lebih baik di masa depan, jangan terlalu sombobg, tuan lampu merah, kata Sarah sambil memberikan uang ke Kevin sebelum pergi dengan langkah yang menahan rasa perih di kakinya, Lalu, Sarah berbalik dan menatap pria itu, “Aku harap di masa depan kita tidak akan bertemu lagii!”

Kevin terdiam, terpesona oleh sikap Sarah. Dia memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang gadis itu. “Apakah gadis itu bekerja di perusahaanku yang baru?” gumamnya.

***

Saat Kevin tiba di rumahnya, dia langsung menuju kamar anak kesayangannya, Sophia. Kevin adalah seorang duda yang telah bercerai dengan mantan istrinya empat tahun yang lalu, dan mereka memiliki satu anak, Sophia. Kevin memiliki hak asuh atas Sophia, karena mantan istrinya setuju Sophia tinggal bersamanya dengan imbalan finansial yang besar.

Meskipun sudah larut malam, Sophia masih belum tidur.

"Besok kita punya rencana, sayang. Kamu mau pergi ke mana?" tanya Kevin dengan lembut.

"Ada apa, Papi?" Sophia menjawab dengan nada acuh.

"Apakah kamu marah karena Papi tidak bisa menjemputmu di sekolah kemarin?" Kevin bertanya dengan suara lembut.

"Selalu begitu. Sudah biasa," jawab Sophia datar.

"Ayo, sayang. Jangan begitu. Kemarin Papi ada urusan mendadak," kata Kevin memberi penjelasan.

"Urusan dengan perempuan-perempuan yang tidak berguna itu?" Sophia menjawab dengan nada tajam, membuat Kevin terkejut. Bagaimana mungkin anaknya bicara seperti itu, mengingat Sophia baru berusia tujuh tahun.

"Baiklah, biarkan. Besok Papi punya waktu untukmu. Kamu ingin melakukan apa? Busr Papi yang akan mengabulkan. Mau apa, sayang?" tanya Kevin.

"Aku ingin pergi ke Time Zone dan menunjukkan pada papi bahwa aku pandai," jawab Sophia dengan semangat.

Kevin tersenyum melihat semangat Sophia dan jauh dalam hatinya yang dalam ia merasa bersalah karena tak mempunyai waktu untuk putri semata wayangnya itu.

"Baiklah, ayo kita pergi," ajak Kevin, membuat Sophia sangat bahagia.

“Hore! Terima kasih Papi, sayang,” kata Shopia dengan kegembiraan yang meluap.

Keesokan harinya, Kevin akhirnya memenuhi janjinya untuk menemani Sophia, tetapi di tengah perjalanan, Kevin mendadak harus pergi ke kantor dan tidak bisa ikut dengan Sophia.

Hal itu membuat Sophia sangat kecewa, dan dengan wajah yang murung, ia hanya pergi bersama asistennya dan pengasuhnya. Padahal, hari itu adalah hari libur. Sophia mendengus kesal karena ayahnya lagi-lagi melanggar janji.

Kevin memang sibuk dengan urusannya. Dia dikenal sebagai Kevin Hadiwijaya, seorang pengusaha sukses di usia tiga puluh lima tahun, yang memimpin perusahaan properti, pertambangan, dan media. Dia salah satu orang terkaya di Indonesia dan banyak wanita yang tertarik padanya, mulai dari selebritis, model, hingga pengusaha. Namun, bagi Kevin, prioritasnya adalah Sophia, anak semata wayangnya.

Bagi Kevin, tidak ada yang bisa mencuri hatinya lagi, karena pada dasarnya dia tidak menyukai sentuhan wanita.

Sophia terus memperlihatkan wajah kesal dan mood-nya sangat buruk, bahkan setelah tiba di Time Zone. Dia kehilangan semangat karena ayahnya selalu sibuk. Akhirnya, Sophia menghabiskan akhir pekannya sendirian.

Dia mendekati seorang gadis dewasa yang membawa banyak keranjang berisi boneka. Sophia takjub dengan kemampuan wanita itu.

"Kakak, ajariku, Kak," pintanya dengan semangat.

Wanita itu berbalik dan tersenyum, "Tentu, tapi sebelum itu, kita belum saling kenal. Siapa namamu, Sayang?"

"Namaku Sophia," jawab Sophia.

"Nama yang cantik seperti dirimu," puji wanita itu.

"Kakak juga cantik, mata Kakak sangat indah," kata Sophia dengan jujur. Entah kenapa ia mendadak ramah dengan orang asing, padahal keduanya baru bertemu pertama kali.

"Nama Kakak adalah Sarah, panggil aku Kak Sarah!" Sarah memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.

"Oke, Kak Sarah. Kak, ajariku!" pintanya dengan manja.

"Oke, karena kamu sangat manis dan lucu, Kakak akan memberimu trik khusus," bisik Sarah, membuat Sophia senang dan bersemangat. “Sudah siap, sayang?”

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dalam Pelukan (Sang ) CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
9.2
Sebuah unggahan video dari Lidya, wanita masa lalu Arkan, menghancurkan hati sang istri. Video itu memperlihatkan Arkan dan Lidya berciuman intim saat bermain kartu remi, lengkap dengan takar yang memuji keahlian Arkan. Setelah sang istri meninggalkan komentar ucapan selamat dengan getir, Arkan justru menelepon dan membentaknya, menuduhnya terlalu sensitif atas permainan biasa. Menyadari cinta selama tujuh tahun pernikahan mereka telah sirna, ia akhirnya memilih untuk pergi dan melepaskan segalanya.
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Dijodohin With Gus
8.8
Anindya Alisya Syahreza dikenal sebagai siswi nakal yang hobi membuat onar di sekolahnya. Dari merundung adik kelas hingga sering bolos bersama Lita dan Gilang, ulahnya selalu memicu amarah guru. Namun, kehidupan bebas Anindya terancam berakhir saat orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke pondok pesantren milik rekan ayahnya. Tak disangka, di sana ia justru terjebak dalam persaingan cinta antara dua Gus bersaudara yang berusaha memenangkan hatinya.
Sampul Novel Manis di Bibir, Pahit di Takdir
9.7
Devan Atmadja dikenal sebagai suami sempurna, namun Viona harus menerima kenyataan bahwa pria itu telah mengkhianatinya tiga kali. Devan menikahi Keira Maheswari, kekasih mendiang sahabatnya, dengan alasan tanggung jawab dan aliansi kekuasaan keluarga mafia. Meski Viona berulang kali memaafkannya, pengkhianatan terakhir berupa kehamilan Keira menyadarkannya bahwa janji suaminya palsu. Viona kini memutuskan untuk pergi dan meninggalkan hubungan tanpa masa depan tersebut.
Sampul Novel Organ Putriku Untuk Putra Pelakor
8.0
Seorang dokter yang dikenal mulia tega mengabaikan korban kecelakaan kritis demi menemani anak dari cinta pertamanya. Demi mendapatkan donor jantung bagi anak tersebut, ia bahkan sengaja menukar obat agar sang pasien meninggal perlahan. Tanpa disadari, gadis kecil dengan wajah rusak yang ia korbankan adalah putri kandungnya sendiri. Kebenaran mengerikan ini mulai terungkap saat ia menghubungi keluarga korban untuk meminta donor organ, dan ponsel istrinya tiba-tiba berdering di ruangan yang sama.
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan
8.7
Sudah tujuh bulan Nayya menjalani biduk rumah tangga, namun sang suami, Dimas, belum juga menyentuhnya. Setiap kali Nayya menuntut hak batinnya, Dimas selalu berdalih kelelahan atau memberikan alasan yang tidak masuk akal. Merasa ada yang janggal, Nayya mulai menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan suaminya. Mampukah Nayya mengungkap kebenaran di balik sikap dingin Dimas? Ikuti perjalanan penuh misteri ini dalam menyingkap tabir pernikahan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan