Sampul Novel Upacara Kedewasaan Berdarah

Upacara Kedewasaan Berdarah

8.2 / 10.0
Dalam novel horor "Upacara Kedewasaan Berdarah", sebuah desa tanpa pria menyimpan rahasia kelam. Saat kakak perempuan sang protagonis melanggar larangan Nenek dan menyelinap ke kuil leluhur untuk ritual misterius, teror mengerikan pun dimulai. Baca cerita misteri menegangkan ini sekarang.
Ringkasan Upacara Kedewasaan Berdarah
Sebuah desa misterius tidak memiliki satu pun pria dewasa. Di sana, setiap gadis berumur delapan belas tahun diwajibkan menjalani ritual kedewasaan di dalam kuil leluhur. Mereka masuk dengan pakaian indah, lalu kembali dengan raut kesakitan sekaligus gembira. Meski dilarang oleh sang nenek, kakak perempuan protagonis nekat menyelinap ke tempat suci tersebut pada malam hari. Ia pun keluar dalam kondisi tertatih-tatih dengan darah segar yang mengalir di kakinya.
Baca Selengkapnya

Upacara Kedewasaan Berdarah Bab 1

Di desa kami tidak ada laki-laki dewasa.

Setiap gadis yang mencapai usia 18 tahun harus melakukan upacara kedewasaan bersama-sama di kuil leluhur.

Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil. Saat mereka keluar, mereka semua menunjukkan ekspresi kesakitan sekaligus senang.

Kakakku berusia 18 tahun, tapi Nenek tidak mengizinkan dia mengikuti upacara ini.

Dia menyelinap ke kuil leluhur di malam hari dan berjalan dengan langkah tertatih-tatih saat keluar. Darah segar menetes di antara kedua kakinya.

Desa kami terletak jauh di pegunungan dan memiliki urat mineral batu permata darah.

Konon katanya, tidur di atas tempat tidur yang terbuat dari batu permata darah bisa membantu awet muda selamanya.

Batu permata darah sulit ditemukan dan lebih sulit lagi untuk ditambang. Karena itu, desa kami sangat kaya.

Hanya saja, seluruh penduduk desa kami adalah perempuan. Tidak ada satu pun laki-laki.

Aku punya dua kakak perempuan. Seharusnya aku juga punya tiga orang kakak laki-laki, tapi mereka ditenggelamkan segera setelah lahir.

Aku pernah melihat eksekusi bayi laki-laki di desa. Mulut bayi baru lahir itu dibungkam, tidak dibiarkan menangis satu jeritan pun.

"Laki-laki itu buruk dan tercela. Kalau dewa gunung marah mendengar tangisannya, seluruh desa akan binasa!"

Sesampainya di kolam yang dalam di balik gunung, bayi laki-laki itu langsung dilempar. Tanpa sayap yang bisa dikepakkan, dia jatuh dan tenggelam setelah mengeluarkan gelembung napas beberapa kali.

Aku mengikuti di belakang dan melihat sekeliling. Kolam yang besar itu dipenuhi tengkorak-tengkorak yang dibiarkan mengapung selama bertahun-tahun. Tengkorak-tengkorak yang tua telah rusak dikerat serangga dan tidak tampak seperti tengkorak lagi.

Nenek adalah kepala desa dan bertanggung jawab atas segala urusan di desa. Tidak ada yang berani melanggar perintahnya.

Kakakku sulungku bernama Lukita. Usianya 18 tahun dan akan segera mengikuti upacara kedewasaan.

Tapi, Nenek terlalu sayang padanya dan tidak mengizinkannya untuk turut serta. Nenek sampai harus menamparnya ketika dia mau menurut.

"Jangan lancang! Pokoknya kamu nggak boleh ikut!"

Nenek sudah berumur 90 tahun, tapi dia sangat kuat. Wajah Kak Lukita langsung membengkak.

Melihat mata cucu kesayangannya berkaca-kaca, Nenek mendesah dan mengusap pipi lembut Kak Lukita. "Nenek melarangmu demi kebaikanmu sendiri. Kalau kamu ikut upacara kedewasaan, kamu nggak akan bisa jadi pemimpin desa."

Kak Lukita memeluk lengan Nenek dan mengguncangnya. "Nenek ingin aku jadi pemimpin desa?!"

Nenek tersenyum dan tidak berkata apa-apa. Tangan keriputnya mengelus lengan putih Kak Lukita. Matanya yang seharusnya keruh pun berbinar.

Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil leluhur. Saat mereka keluar, wajah mereka merona malu. Banyak dari mereka berjalan gemetaran dengan kaki terkatup.

Kak Lukita menarik salah seorang gadis yang baru saja keluar dan menanyakan seperti apa upacara kedewasaan itu.

Kenapa mereka semua menunjukkan raut wajah kesakitan sekaligus senang setelah keluar?

Wajah gadis itu memerah dan suaranya gemetar, diwarnai kehalusan seperti suara wanita dewasa. Dia ingin memberitahu Kak Lukita, tapi dia sepertinya teringat sesuatu dan akhirnya hanya tersenyum misterius. "Bukan apa-apa, cuma melakukan sesuatu yang menyenangkan."

Di tengah malam, Kak Lukita membangunkanku untuk mengawasi keadaan sementara dia menyelinap ke kuil untuk mencari tahu.

"Tapi Kak, Nenek sudah bilang, kalau kamu ingin jadi pemimpin desa, kamu nggak boleh ikut upacara kedewasaan."

Kak Lukita mencubit pergelangan tanganku dan berkata, "Cuma kamu yang tahu tentang ini. Kalau Nenek tahu, artinya kamu yang memberi tahu."

"Kenapa aku nggak boleh ikut upacara kedewasaan? Nenek cuma nggak mau aku bahagia."

Mata Kak Lukita berbinar penuh harap, seolah sudah tahu apa yang ada di kuil leluhur.

Malam itu sunyi senyap. Nyala lilin di dalam kuil berkelap-kelip tertiup angin.

Aku bersembunyi dalam kegelapan sambil menampar nyamuk-nyamuk yang hinggap di kulitku. Suara berderak bergema di malam yang gelap.

Eh? Suara itu sepertinya berasal dari kuil leluhur.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara tercekat kakakku.

"Kak Lukita! Kamu nggak apa-apa?!"

Kukira ada sesuatu yang terjadi pada Kak Lukita, jadi aku mendorong pintunya, ingin masuk. Tapi ternyata, pintu itu dikunci dari dalam.

"Nggak ... apa-apa ...."

Kalimat Kak Lukita terpenggal-penggal, dengan nuansa panas yang lebih menggoda.

Suara di dalam semakin keras dan aku semakin khawatir, jadi aku memanjat jendela untuk memastikan Kak Lukita aman.

Tapi jendela itu sangat tinggi. Aku tetap tidak bisa melihat ke dalam kuil keseluruhan meski sudah berjinjit.

Aku hanya bisa melihat samar-samar, ada empat rantai yang diikatkan pada empat pilar. Sepertinya ada sesuatu yang ditambatkan ke lantai, dan rantai itu bergetar hebat.

Kak Lukita duduk di sana hanya mengenakan pakaian dalam. Punggung mulusnya naik turun secara teratur.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Upacara Kedewasaan Berdarah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ayo Kencan Pura-Pura, Temanku [21+]
8.2
Yena, Hao, Scott, dan Luna adalah sahabat karib hingga pengkhianatan muncul di pesta ulang tahun Scott. Scott ternyata berselingkuh dengan Luna selama setahun, menghancurkan hati Yena. Di tengah luka, Hao mengajak Yena menjalin hubungan pura-pura demi memicu kecemburuan mantan mereka. Meski awalnya saling tidak tertarik dan terikat kontrak tanpa rasa, sandiwara ini justru memicu getaran nyata. Kini, mereka terjebak antara dendam atau cinta yang baru tumbuh.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR
9.3
Dhafa Akmarul Dzauri pulang dari Arab Saudi untuk memimpin perusahaan travel milik ayahnya. Namun, semangatnya luntur saat bertemu Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dahulu sering merundungnya hingga menangis. Meski Salma kini tampil sangat berbeda dan bercadar, bara dendam di hati Dhafa belum padam. Ia bertekad membalas semua rasa sakit masa lalunya kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya tersebut. Akankah kebencian itu berubah menjadi cinta?
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arkana Bimantara adalah guru pengganti tampan sekaligus cucu pemilik SMA ternama di Bandung. Meski digilai banyak siswi karena kemapanannya, perhatian Arka hanya tertuju pada Nayena Lim, seorang murid penerima beasiswa. Terpikat oleh pesona Naya, Arka menghalalkan segala cara untuk mendekati gadis itu. Ia tak segan melampaui batas kewajaran seorang pendidik dan memanfaatkan kekuasaannya demi memastikan Naya selalu menuruti setiap keinginannya.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Ayyana Binar Keana yang berusia 22 tahun mendambakan kehidupan pernikahan penuh gairah. Namun, harapannya hancur karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berumur 29 tahun, memiliki kelainan tertentu. Kondisi medis Biru membuat mereka belum dikaruniai keturunan meski sudah menikah selama sebelas bulan. Bahkan, Ayyana masih menjaga kesuciannya karena sang suami tidak mampu memenuhi kewajiban batinnya, menciptakan konflik dalam hubungan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Proses kedewasaan
9.1
Kisah romansa modern ini merupakan sebuah cerita pendek yang mengeksplorasi sisi dewasa dalam hubungan antara pria dan wanita. Narasi ini secara khusus ditujukan bagi pembaca berusia 18 tahun ke atas, menyoroti dinamika intim yang terjadi di balik pintu tertutup. Dengan fokus pada proses kedewasaan dan hasrat yang mendalam, alurnya menyajikan interaksi penuh gairah yang jujur dan berani bagi audiens dewasa yang mencari cerita pendek bertema sensual.
Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire
9.7
Caid Walton adalah miliarder berusia 26 tahun yang dijuluki Lady-Killer karena ketampanan dan kekuasaannya. Meski sempurna, ia dikenal sebagai pemain yang tak pernah menjalin hubungan lebih dari tiga bulan. Namun, semua rumor itu terpatahkan saat ia bertemu Relova Luvena. Alih-alih dicampakkan seperti wanita lainnya, Lova justru menjadi sosok yang sanggup menjungkirbalikkan dunia Caid dan menguji kewarasannya. Inilah kisah saat sang penakluk justru bertekuk lutut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan