Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif

Terjerat Cinta Tuan Posesif

8.9 / 10.0
Dalam Terjerat Cinta Tuan Posesif, Liam, pemilik Jacob Group, mengejar Dian hingga ke Jakarta. Meski awalnya takut, Dian mulai luluh oleh aksi romantis sang miliarder. Temukan kisah billionaire romance novels ini di webnovel, salah satu romance stories terbaik yang penuh kejutan.
Ringkasan Terjerat Cinta Tuan Posesif
Liam, insinyur ternama yang kini memimpin Jacob Group, terbang ke Jakarta demi mengejar Dian. Sejak menyelamatkan wanita itu di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Meski Dian merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang didukung orang tuanya, ia tak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan tarik ulur ini, kegigihan Liam perlahan meluluhkan hati Dian. Sosok yang semula menakutkan ternyata mampu memberikan cinta tulus dan momen romantis yang indah.
Baca Selengkapnya

Terjerat Cinta Tuan Posesif Bab 1

PROLOG

Liam memperhatikan wanita di ujung sana, terlihat jelas hidung kecil itu memerah, wanita itu melipat tangannya di dada. Lihatlah rambut lurus itu sudah membeku, ia tahu wanita itu sedang menahan dingin yang teramat sangat.

Musim dingin ini adalah musim dingin terparah, selama ia tinggal di kota New York. Wilayah New York di landa hujan salju, saat ini hujan salju dalam situasi darurat. Suhu mencapai minus 12 derajat celcius, jauh di bawah rata-rata. Cuaca yang extrem, diakibatkan angin berhembus dari kutub utara dan menyapu pegunungan Rocky, dari pekan lalu.

Toko-toko dan cafe disepanjang yang biasa ramai dikunjungi pengunjung kini tutup. Semua orang lebih menghabiskan waktunya di rumah. Tadi dirinya sengaja keluar sebentar, karena untuk membeli beberapa kopi dan beberapa bahan makanan, untuk dua hari ke depan. Untung saja minimarket di dekat rumah masih buka. Setelah mendapati apa yang ia cari, dirinya memutuskan untuk singgah sebentar ke salah satu cafe, tepatnya di samping outlet minimarket itu. Ia kesini hanya ingin minum alkohol. Ia tidak ingin mati membeku seperti ini. Betapa benci dirinya dengan musim dingin, ingin rasanya ia pulang ke Indonesia. Bahkan tadi tubuhnya sudah gemetar kedinginan, ketika berada di luar.

Ia masih memperhatikan wanita berjaket merah itu, wanita itulah yang menarik perhatiannya. Mungkin karena wanita itu terlihat sangat menarik di matanya. Ia tidak tahu apa yang di lakukan wanita itu di sana. Wanita itu sepertinya sedang menunggu seseorang. Ada raut wajah cemas di wajah cantik itu. Ia memperhatikan struktur wajah wanita yang berdiri. Wanita itu lebih mirip wanita Asia, seperti Thailand, Filipina, atau Indonesia. Ia kembali meneguk bir yang di pesannya, karena setelah meneguk alkohol itu, tubuhnya sedikit lebih hangat.

Ada ketakutan menyelimuti hatinya, ia takut para gelandangan bersikap heroik kepada wanita itu. Para gelandangan masih menjadi masalah serius di kota besar dan megah seperti New York. Bahkan banyak para gengster yang mengintai di sudut kota, mengincar para wanita untuk memenuhi hasratnya.

Ia menegakkan tubuhnya, dan berjalan menuju kasir melakukan transaksi pembayaran. Ia membuka pintu memerlukan sedikit bertenaga, karena di depan pintu sudah tertutup salju. Suhu dingin kembali menusuk tulang, hingga akhirnya ia memasukan tangannya di saku jaket. Cuaca saat ini memang sangat extreme, mobil yang berada di parkiran sudah membeku tertutup salju. Ia ingin buru-buru segera pulang ke rumah, dan tidur di dekat perapian.

Pemerintah sudah mengingatkan bahwa untuk beberapa hari kedepan, akan ada badai salju. Para pembersih jalan juga belum membersihkan salju yang sudah menebal disana. Tidak ada aktivitas mobil, karena salju sudah menebal, jalanan juga begitu licin, sangat berbahaya jika berpergian dalam keadaan badai.

Jika sudah memasuki musim dingin, ia lebih baik tinggal di Indonesia. Sungguh ia lebih suka dengan iklim di Indonesia dari pada Amerika. Musim dingin memang terlihat sangat romantis dan menyenangkan bagi sebagian penduduk yang beriklim tropis, tapi lihatlah nyatanya musim dingin itu begitu kering, dan aktvitas lumpuh total.

Awalnya ia ingin langsung pulang, tapi entahlah dirinya langkah kakinya, malah menuju ke arah wanita yang berdiri di dekat halte itu. Beberapa saat kemudian, wanita itu menyadari kehadirannya dan menatapnya, karena jarak itu hanya sekitar satu meter.

Hembusan nafas mengeluarkan asap, kuku-kukunya terasa patah, karena menahan dingin. Oke, sekarang dirinya benci dingin. Ia membalas pandangan wanita itu, ia perhatikan rambut lurus berwarna coklat itu, juga sudah membeku.

"Apakah kamu dari Asia," ucap Liam tenang, ia mencoba manahan suhu dingin. Paperbag yang ia beli tadi, masih di pegangnya.

Wanita itu mamasukkan tangannya di saku jaket tebalnya, dan dia lalu mengangguk, "Ya, saya dari Asia, tepatnya Indonesia,"

Ada perasaan bahagia mendengar nama Indonesia dari bibir tipis itu. Bagiannya warga Indonesia yang ada di New York adalah saudara.

"Saya juga dari Indonesia," ucap Liam, dan diberikannya senyum untuk wanita itu.

"Saya dari tadi melihat kamu dari cafe di seberang sana," Ucap Liam.

"Kamu memperhatikan saya di sana," ucapnya, ia mengarahkan tangannya, ke cafe Sabarsky yang di kunjunginya tadi.

"Ya, Kamu sepertinya begitu cemas dan bingung," ucap Liam.

Wanita itu mengangguk dan tubuh wanita itu mulai kaku. Ia hanya takut wanita itu mengalami hipotermia. Hipotermia adalah suatu kondisi suhu tubuh, kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Terlebih wanita itu dari Indonesia, belum bisa menyesuaikan dengan suhu di New York.

"Saya sudah berjanji kepada teman saya, bahwa menunggunya disini. Tapi teman saya sepertinya tidak datang," suara itu terdengar bergetar.

"Di mana alamat rumah teman kamu,"

"Ponsel saya mati, jadi saya lupa, alamatnya di mana," ucapnya pelan.

Liam mengerutkan dahi dan memperhatikan wanita itu. Koper berwarna merah muda itu masih ada di sampingnya, terlihat jelas wanita itu dari perjalan jauh. Jika di perhatikan wanita itu sudah beberapa hari di New York. Karena ia tahu betul, beberapa penerbangan di batalkan, akibat badai salju yang melanda di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Ia membaca berita, bahwa bandara John F Kennedy New York di tutup sementara. Tidak hanya bandara, bahkan sekolah-sekolah juga di liburkan. Jalur-jalur kereta api tidak beroperasi, akibat rel kereta api yang tertutup salju tebal. Jika malam hari malah kondisi dengan penurunan suhu secara extream yang berkisar hingga minus 25 drajat celcius.

"Kamu liburan di sini,"

"Ya, tepatnya liburan sendiri, saya ingin pulang ke Jakarta, malah penerbangan lumpuh total. Saya putuskan untuk pergi ke tempat teman saya, teman saya malah tidak menjemput saya,"

Liam mengangguk paham, mungkin karena jalanan masih tertutup salju. Belum ada tanda-tanda petugas pembersih jalan untuk bersihkan jalanan yang tertutup salju tebal itu, hingga tidak memungkinkan untuk mengendarai mobil.

"Sebaiknya, kamu urungkan untuk menemui teman kamu. Saya yakin teman kamu tidak akan datang karena memang kondisi cuaca tidak bersahabat. Dia pasti akan mati membeku," ucap Liam.

Wanita itu memandangnya, dan mengangguk, "sebaiknya saya kembali ke hotel lagi," ucapnya.

"Mari saya antar, saya hanya ingin kamu aman. Masalahnya banyak gelandangan berkeliaran di kota ini," ucap Liam.

"Terima kasih," ucap wanita itu lagi.

Liam lalu mengambil alih koper dari tangan wanita itu, dan mulai memandang iris mata bening itu.

"Saya Liam," ucap Liam, mengulurkan tangannya.

"Dian Saraswati, panggil saja Dian," ucapnya, lalu membalas uluran tangan itu.

Liam melepaskan genggaman itu, "Rumah saya tidak begitu jauh dari sini, apakah kamu ingin mampir ke rumah saya?" Ucap Liam, dirinya hanya ingin sekedar menawarkan kepada wanita di hadapannya ini.

"Apakah boleh,"

"Tentu saja,"

"Terima kasih,"

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjerat Cinta Tuan Posesif

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hubungan terlarang
9.0
Athena terjebak rasa bersalah setelah malam panas tak terduga bersama Theo, kakak tirinya. Meski sempat pergi selama tiga tahun demi menghapus perasaan, kembalinya Athena justru memicu obsesi Theo yang kian menggila. Sang kakak menolak melepaskannya dan terus membelenggu Athena dalam hubungan terlarang yang penuh hasrat. Bagi Theo, status keluarga hanyalah formalitas karena mereka sejatinya orang asing yang dipertemukan oleh takdir yang salah.
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Kehidupan Audrey Giana Maheswari, ibu muda berusia 25 tahun, berubah menjadi mimpi buruk akibat salah memilih pasangan. Di tengah perjuangan mencari biaya pengobatan bagi anaknya yang sakit parah, ia harus menghadapi kenyataan pahit memiliki suami pemabuk yang tidak setia. Puncaknya, sang suami tega menjual Audrey kepada pria asing demi mendapatkan uang instan dalam semalam. Akankah Audrey mampu bertahan menghadapi pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan
9.2
Diana Dixson tewas secara tragis akibat kekejaman Sophia Visconti dalam dunia kriminal. Alih-alih membela, suamiku, Vincent Rossi, justru memanipulasi bukti dan menyebut Diana gila demi melindungi Sophia. Aku dipaksa menandatangani surat permohonan maaf yang menghancurkan harga diri demi menjaga kenangan terakhir kakakku. Di balik paksaan ini, api kebencian membara dalam diriku. Aku bersumpah akan menuntut balas atas nyawa Diana yang telah dirampas.
Sampul Novel Sakya Kumara
8.9
Sakya Kumara, pewaris tunggal Kerajaan Kumara, berkelana ke Dunia Mortal demi mengejar gelar Pendekar Dewa Pedang. Ia memburu Pedang Dewa Langit, Pedang Iblis Bumi, serta Kitab Dewa Mabuk yang legendaris. Ambisi pangeran iblis ini dipicu dendam membara terhadap Dewa Naga Abadi yang telah membinasakan tanah airnya. Namun, kekacauan di Dunia Mortal menghadirkan rintangan berat. Mampukah Sakya membalas dendam dan memulihkan dunianya melalui perjalanan penuh konflik ini?
Sampul Novel Tipu Muslihat Suami Jahat
9.2
Membangun rumah tangga ibarat mengarungi samudra luas yang penuh rintangan. Dalam perjalanan panjang ini, peran suami sebagai nahkoda sangatlah krusial untuk menjaga keselamatan kapal agar tidak karam. Namun, badai besar justru datang dari dalam hubungan itu sendiri. Nendra, yang seharusnya menjadi pelindung, ternyata memiliki niat tersembunyi. Bukannya menyelamatkan pernikahan mereka, ia justru secara sengaja ingin menenggelamkan bahtera tersebut.
Sampul Novel Tulisan, Basket, & Piano
9.2
Aura Latisha adalah gadis penulis yang belum pernah merasakan indahnya asmara. Ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaan, hingga seorang pemuda asal Bandung hadir dalam hidupnya. Namun, alih-alih mengejar cinta, Aura justru melakukan hal tak terduga dengan meminta pemuda itu menolaknya secara langsung. Permintaan aneh tersebut menjadi titik balik bagi Aura yang selama ini menutup diri dari hubungan romantis. Sebuah kisah unik tentang pilihan hati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan