Sampul Novel Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

9.2 / 10.0
Dalam novel Terjerat Hasrat Cinta Atasanku, seorang karyawan menghadapi tantangan profesional yang sulit bagaikan Tembok China yang kokoh. Romance modern ini mengisahkan ambisi dan dilema di kantor. Baca web novel ini untuk melihat bagaimana ia menembus batasan dalam romance stories pilihan.
Ringkasan Terjerat Hasrat Cinta Atasanku
Dalam sebuah dinamika romansa modern yang penuh gairah, hubungan antara atasan dan bawahan ini menghadapi rintangan yang luar biasa besar. Ibarat Tembok China yang berdiri sangat kokoh dan tak tertandingi, ada penghalang masif yang memisahkan hasrat mereka. Meskipun ketertarikan satu sama lain sangat kuat, kekuatan dinding tersebut sulit untuk diruntuhkan. Kisah ini mengikuti perjuangan cinta yang harus berhadapan dengan batasan yang sangat sulit ditembus.
Baca Selengkapnya

Terjerat Hasrat Cinta Atasanku Bab 1

"Hey bisa gak berhenti klakson berisik tau." teriak Sintia di atas motor.

"Saya lagi terburu-buru," jawab Arseno dari dalam mobil.

Sintia merasa kesal dengan suara tersebut lalu memutuskan untuk turun dari sepedah.

"Kesempatan nih sudah lama aku gak marah-marah,udah pikiran banyak di tambah lagi suara bising lengkap sudah." gumamnya dalam hati jengkel.

Sintia pun melangkahkan kakinya ke arah mobil Arseno dengan nafas naik turun.

Mobil sedan dengan warna hitam dengan nomor plat yang cantik, menandakan sang pemiliknya bukan orang sembarangan.

"Keluar kamu, kamu kira hanya kamu saja yang terburu-buru?" tanya Sintia sambil mengetuk kaca mobil .

Sintia mengeluarkan sumpah serapah kepada Arseno sang pengendara mobil.

Arseno pun membuka kaca mobilnya,

Melihat Sintia yang marah-marah di jalan, menjadinya pusat perhatian para pengguna jalan lainnya yang tengah terjebak kemacetan.

Jalanan lagi macet di karena ada sebuah kecelakaan lalu lintas di tengah jam sibuk. Kecelakan tersebut membuat kemacetan panjang.

Melihat Sintia marah, ada segelintir orang yang memanfaatkan kejadian tersebut dengan mengambil video dan mengunggahnya ke laman media sosial.

Disisi lain polisi berusaha mengurai kemacetan dengan mengalihkan arus lalu lintas.

Sedangkan di tempat itu Arseno menatap tajam tanpa sepatah kata pun ke Sintia.

Sintia terkejut ternyata pengendara mobil itu sudah sedikit tua, namun tingkahnya seperti anak muda yang keren serta memakai baju yang sedikit fashionable.

dua pengendara itu yang sedang emosi sama-sama salah yang satu kurang sabar, yang satu lagi gampang emosi seperti itu lah gambarannya.

Tak terasa jalanan normal kembali. Arseno yang menyadari itu hendak melajukan mobilnya.

Sintia yang menyadari jalanan sudah normal dia melangkahkan kakinya untuk mengambil sepedanya yang terparkir di bahu jalan.

"Dasar orang sombong mentang-mentang kaya." teriaknya sambil menepikan sepedanya.

Di dalam mobil Arseno tersenyum sinis. Dia meluapkan emosinya dengan menekan klakson berulang kali sehingga Sintia bertambah kesal.

Arseno pun melajukan mobilnya dengan keadaan kesal. Kejadian tadi membuatnya malu karena dia jadi pusat perhatian, bahkan ada orang yang memvideokan dirinya tanpa seizinnya.

"Dasar perempuan kampungan." gumamnya dalam hati.

Arseno melihat jam yang ada di tangan kanannya. Jam yang berwarna hitam elegan nan mewah.

"Huu kurang 10 menit, jika aku telat bisa bahaya."

setelah beberapa menit kemudian sampailah Arseno di kantor. Kantor yang sangat luas, rapi dan bersih serta begitu banyak karyawan bekerja di bawah naungan keluarganya.

"Selamat pagi pak," sapa karyawannya dengan tersenyum.

Arseno pun hanya mengangguk tak menjawab. Dia berjalan dengan gagahnya menunjukan tampang yang identik tegas.

Arseno pun jarang terlihat bicara, dia akan banyak bicara ketika rapat saja, selain dari itu dia akan diam.

Meskipun Arseno bersifat Angkuh tapi dia mendedikasikan dirinya kepada kantor tersebut. Baginya banyak beban yang harus dia pikul untuk kesejahteraan karyawannya.

Arseno pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.

Ruangan yang lumayan nyaman dengan dihiasi lukisan gunung di dindingnya.

Seperti biasanya Arseno mulai mengerjakan beberapa tugasnya.

Tok tok tok (suara mengetuk pintu).

"Masuk," ujar Arseno dari dalam.

"Selamat siang pak Arseno, rapat dilaksanakan 5 menit lagi di ruangan rapat no 1 depan." ujar karyawannya.

Arseno pun menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.

Karyawan tersebut melangkahkan kakinya keluar dan Arseno mulai menyiapkan beberapa lembar kertas yang akan dibawanya.

Arseno pun keluar dari ruangannya, dia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa sambil merapikan jasnya.

Dia berjalan dengan langkah tegap dan dengan wajah yang angkuh. Dia mengira kalau dirinya hebat dia merasa kecerdasannya tiada yang menandinginya apalagi ditambah dia adalah anak pemilik perusahan tersebut.

Arseno berjalan menuju lobby dengan melihat smartphonenya yang canggih dengan keluaran terbaru.

"Ahhhhh," teriak terkejut Sintia yang terpental hampir terjatuh bertabrakan dengan Arseno yang sedang menatap layar ponselnya itu.

Sintia mendongakan kepalanya keatas, betapa terkejutnya ketika dia menabrak seorang yang sedang berjalan keluar.

Seorang yang berpakaian rapi dengan setelan jas hitam dan bersepatu hitam mengkilap.

"Maaf, maafin saya, saya tidak sengaja," ujar Sintia dengan terbata-bata dengan nafas yang ngos-ngosan.

Arseno hanya menatapnya dan memasukan smartphonenya kedalam saku celana dengan wajah yang sedikit angkuh.

Sintia hanya menundukan kepalanya tanpa berani menatapnya,

"Mohon maaf saya pergi dulu, sekali lagi saya minta maaf." lanjut Sintia.

Sintia melangkahkan kakinya dengan sedikit berlari melewati Arseno yang tengah berdiri mematung dengan nafasnya naik turun ngos-ngosan.

"Berhenti," sahut Arseno.

Sintia pun tersentak kaget dia pun menghentikan langkahnya.

"Hadehh mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan laki-laki kaya yang angkuh nan sombong." gumamnya dalam hati.

Sintia pun membalikkan badannya dan membalas tatapan tajam Arseno.

"Ngapain kamu kesini ini bukan tempatmu." ujar Arseno merendahkan Sintia.

Arseno pun kembali menatap Sintia kali ini dia menatap Sintia dari atas ke bawah seperti tatapan yang jijik.

"Kamu kesini pakai baju yang sudah luntur, sepatu juga buluk, dan wajahmu kusam pula." lanjut hina Arseno.

Sintia memajukan 1 kali langkahnya mendekati Arseno.

"Terserah aku mau kemana bukan urusanmu laki-laki sombong." tukas Sintia dengan nada tegas dengan menatap tajam Arseno.

Sintia tak mengetahui jika Arseno adalah anak seorang pemilik perusahan yang terkenal di negeri ini.

Arseno pun tersenyum sinis melihat tingkah Sintia yang tak mengetahui siapa dirinya.

Arseno memalingkan pandangannya. "Ngapain aku meladeni perempuan gila," gumamnya dalam hati sambil merapikan jasnya.

Arseno langsung pergi meninggalkan Sintia yang berdiri dengan mata melotot.

"Kutandai mukamu," ujar Arseno sambil menunjukan jari telunjuk ke wajah Sintia.

Sintia pun tak menggubris dengan apa yang diucapkan Arseno, Sintia langsung berlari menuju lift.

"Maaf permisi, saya terburu-buru," ucap Sintia sambil masuk lift.

Semua orang dalam lift menatapnya dengan keheranan, mereka melihat Sintia yang berjalan setengah berlari sehingga di keningnya keluarlah butiran-butiran kecil keringat yang menetes.

Sampailah di lantai 11, Sintia melangkahkan kakinya menuju ruang pak Yandi, orang yang menghubunginya lewat telepon.

Sintia bertanya kepada salah satu karyawan dan karyawan itu memberi tahu ruangan pak Yandi.

Sintia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang yang dituju, banyak ruang di lantai tersebut, namun di setiap ruang ada nama di setiap pintunya untuk memudahkan dalam mencarinya.

"Suyandi," ucapnya dalam hati melihat ruangan yang bertulis nama suyandi.

Sintia merapikan bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan.

Lalu Sinta mengusap butiran keringat dengan punggung tangannya.

Setelah Sintia siap, Sintia pun langsung masuk dan memulai interview dengan pak Yandi.

Setelah beberapa lama akhirnya Sintia di terima kerja di kantor tersebut.

Saat Sintia di ruang pak Yandi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menabraknya masuk ke ruangan pak Yandi.

Betapa terkejutnya laki-laki itu yang bernama Arseno itu.

"Kamu lagi, wanita kucel." hina Arseno dengan menyipitkan matanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan