Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo

Ex-Husband Or Mr. Ceo

9.4 / 10.0
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?

Ex-Husband Or Mr. Ceo Bab 1

Ini hidupku, menjadi single Mom dengan satu anak memang bukan hal yang bisa dibanggakan, usiaku masih 26 tahun. namaku Leira Cassavano, bagi orang Chicago, amerika serikat. Umur 26 adalah hal yang masih muda untuk mengurus seorang putra. Tapi tak apa, aku tidak pernah memikirkan apapun yang orang lain katakan, bagiku putraku adalah duniaku.

Dunia dimana hanya ada aku dan dia, orang lain hanya orang lain, tidak ada hubungan apapun dengan kehidupanku. Aku tidak masalah ketika para teman kuliahku menanyakan bagaimana kehidupan putraku, dan aku dengan bangga selalu berkata.

'Dia putraku, anak yang hebat, cerdas, kuat dan mandiri, dia adalah my galaxy. My World and my heart, aku sangat mencintainya dan tidak ada kata penyesalan saat putraku lahir kedunia ini.'

Aku menikah di usia dua puluh tahun. Bercerai setelah usia kandunganku berjalan tiga bulan, pernikahan yang terjadi karena tidak pernah ada kata aku mencintaimu dari mulutnya, pernikahan itu murni karena sebuah perjodohan, dan bercerai setelah kerjasama itu hancur.

Mungkin karena terlalu percaya diri dan yakin jika perasaan akan terbalaskan, aku memilih untuk setuju, lalu berakhir dengan hal di luar kendaliku, pria itu berselingkuh dan bahkan secara terang-terangan mengatakan jika tak ada cinta untukku, dia bilang terpaksa menikahiku dan memilih kabur dengan segala usaha yang dilakukan untuk membuat kerjasama itu hancur.

Dan aku?

Tentu saja hancur, menerima sebuah takdir dimana rasa cinta itu tidak pernah terbalaskan, di bulan-bulan kehamilan-ku sulit untuk dikatakan hal biasa, beberapa kali aku hampir membuat putraku pergi dalam kata lain mencoba membunuhnya.

Aku pikir kehadirannya akan sangat menggangguku, membuatku akan teringat sosok ayahnya dan aku takut semua rasa amarah itu akan terlampiaskan padanya, namun semua ini hilang.

Ketika aku menyaksikan sepasang kekasih yang harus kehilangan bayinya karena pertengkaran di tengah jalan, sang ibu lalai melupakan kereta bayi yang terjun ke jalan karena terlepas, sampai akhirnya sebuah mobil menabrak kereta bayi itu dan menghilang hawa yang tidak bersalah.

Aku menangis, sangat kencang, menyaksikan kejadian itu secara nyata dan karena itulah aku putuskan untuk merawatnya dengan baik, karena bagaimanapun bayi dalam kandunganku tidak pernah salah. hanya aku dan pernikahan itu yang salah.

Putraku hadir untuk membuatku menjadi sosok kuat. Dan menjadikan hidupku lebih berarti dari apapun, aku hanya ingin hidupnya selalu dikatakan cukup dan melihatnya tumbuh dari kasih sayang.

Aku menentukan namanya sesuai dengan margaku, yaitu Cassavano. Karena dia lahir ketika musim semi dan ketika aku akhirnya memiliki pekerjaan tetap aku memutuskan memberikan namanya Kevin Cassavano.

Entahlah aku suka nama itu, dan saat pertama kali memeluknya setelah berjuang melahirkannya, ketika aku mengajaknya bicara saat putraku menggenggam jariku.

"Kevin Cassavano, itu namamu sayang. Jadilah putra Mom yang baik, ingatlah jika kamu lahir karena Mom begitu mencintaimu." ucapku.

Dalam kekaguman dan rasa ingin menangis bahagia. Saat pertama kali aku melihat Kevin tersenyum ketika aku mengatakan hal itu padanya, seakan dia mengerti dan memahaminya.

Dan kini, putraku sudah akan menginjak enam tahun, Kevin sangat menyukai menggambar. Dia juga aktif dalam kegiatan piano, Leira tidak pernah memaksa putra untuk menyukai sesuatu, Kevin sendiri yang ingin mempelajari itu semua disaat seusia lebih banyak menangis meminta sesuatu.

"Mom!"

"Mommy! Bangun!" tangan mungil kecil itu menepuk halus pipi sang Ibu, dia berusaha membangunkan sang Ibu yang tertidur di sofa tepatnya di ruang tamu, bukankah aku sudah mengatakan jika putraku sudah seperti kakakku? Lihatlah sekarang, dia benar-benar hebat.

"Mommy!! Aku harus pergi ke sekolah." ucap Kevin lagi, dia mencubit pipi sang Ibu untuk segera bangun dan menyiapkan kebutuhan dirinya.

Leira mulai terusik, dia membuka paksa kedua matanya, tersenyum melihat sang putra sedang berdiri di hadapannya dengan piyama lucunya. Leira menggerakkan tubuhnya untuk bangun dan mendudukkan Kevin di pangkuannya.

"Kevin, putra Mom sudah bangun, maaf Mom bangun telat. Kevin ingin sekolah?" tanya Leira, dia merapikan rambut putranya sedikit berantakkan. Rambut Kevin begitu mengikuti ayahnya sedikit keriting dan mudah sekali bervolume.

"Mom, selalu seperti itu, akhir-akhir ini lebih sering tidur di sofa dan bangun telat. Jangan seperti itu! Kevin tidak suka, nanti Mommy bisa sakit." ucap Kevin, dia menatap sang ibu. Mengecup kedua kelopak mata Leira dengan sayang.

"Mom, janji tidak akan melakukan itu, sekarang Kevin mau memaafkan Mom?"

Kevin mengangguk, dia memeluk tubuh sang ibu dengan sangat erat dan bahkan tidak malu untuk mengecup kening sang Ibu. "Kevin maafkan, tapi nanti sore Mommy harus mengajak Kevin ketaman bermain! Janji?"

Kevin mengangkat jari kelingkingnya sebagai satu bukti untuk perjanjian yang diajukannya pada sang Ibu. Leira tersenyum, dia juga melakukan hal yang sama seperti Kevin lalu melingkar jari kelingking mereka dengan erat.

"Mommy sangat menyayangi Kevin, sekarang ayo kita bersiap untuk ke sekolah."

Kevin mengangguk mengerti, dia turun dari pangkuan sang Ibu dan menarik Leira untuk mengikuti langkah kecilnya.

Yang di katakan Kevin memang benar, semejak Leira pindah ke pinggiran kota chicago, dirinya harus sedikit mengambil waktu lebih awal, karena kantornya berada di sekitar sini dan putranya yang bersekolah tidak jauh, membuat Leira terkadang harus tidur lebih larut karena sebagian tugasnya dikerjakan di rumah.

Leira bekerja disalah satu perusahaan penerbit yang berada dibawah naungan Editor Media CT. Atau Group CT. Leira bekerja sebagai desain cover novel dan terkadang dia juga ikut ambil bagian revisi naskah.

Pekerjaan yang cukup ringan dan tidak membebani kehidupannya, Leira juga masih memiliki seorang Ibu yang akan menjemput Kevin saat jam sekolahnya sudah selesai. Leira memang tidak tinggal satu rumah dengan Ibunya tapi hubungan mereka masih terjalin dengan sangat baik, bahkan setelah Leira menceraikan pria itu.

Mungkin karena sudah memasuki musim semi, di mana lebih banyak penulis menerbitkan bukunya, Leira juga ikut harus merasakan sibuknya, apalagi lebih banyak penulis meminta dirinya untuk membuatkan cover untuk mereka dan menanyakan revisi yang harus mereka lakukan sebelum sepenuhnya menyerahkan naskahnya.

Mungkin Leira tidak seperti yang lain, sebagian seorang editor lebih banyak menekan penulis untuk membuat cerita yang menjadi tren terkini tapi Leira lebih banyak memberikan masukkan dan lebih mengatakan untuk menjadi diri sendiri ketika menulis sebuah cerita.

Leira duduk di kursi dengan setumpuk naskah di hadapannya, tidak terhitung berapa jumlah lembaran itu dan kapan akan segera terselesai.

"Leira? Kau sudah datang?" tanya salah satu wanita yang duduk bersebrangan dengan Leira.

Leira tersenyum, sambil melepaskan cardigannya dan menjawab dengan cepat. "Ya, seperti biasa, aku selalu ketinggalan bus dan berakhir dengan naik taksi."

"kau hebat bisa memiliki putra yang pintar, aku lupa memberitahu, tadi Tuan Hansa mencarimu."

Leira langsung segera bangun, mengambil dokumen yang semalam baru saja dia selesaikan dan segera menuju ruangan manager Tuan Hansa. Mengetuk pintu sebelum melangkah masuk ke dalam, dan ketika masuk ke dalam tatapan Leira tidak sengaja mengarah pada pria yang duduk di sofa.

Tapi secepat itu dia mengabaikannya, Leira segera mendekati kedua orang lebih tepatnya kearah pak Hansa.

"Tuan Hansa, aku sudah menyelesaikannya." ucap Leira, dia meletakkan dokumen di hadapan kedua pria itu, Leira tidak bisa berbohong jika tatapan pria yang duduk di seberang Tuan Hansa membuatnya tidak nyaman.

"terimakasih Leira, kau bisa kembali." ucap Tuan Hansa, dia mengambil dokumen itu dan memberikan pada pria dihadapannya.

Leira tersenyum dan menunduk hormat pada kedua pria itu dan segera pergi dari ruangan Tuan Hansa.

"siapa nama gadis itu?" tanya pria yang duduk disamping Tuan Hansa setelah Leira pergi beberapa menit, dia tidak tahu akan langsung tertarik, ini pertama kalinya dirinya bertemu dengan seorang wanita yang mengabaikan ketampanan dirinya.

"Leira Cassavano, dia salah satu karyawan terbaik kali." ucap Tuan Hansa, matanya sibuk memeriksa dokumen yang baru saja Leira serahkan, wanita itu memang sangat hebat dalam urusan pekerjaan.

Pria itu hanya diam, dalam diamnya dia mengingat wajah itu dan namanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ex-Husband Or Mr. Ceo

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan