Sampul Novel Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

8.2 / 10.0
Dalam novel romantis modern Dimanja Tiga Majikan Cantik, Rafli yang bekerja sebagai pelayan biasa diminta menemani tiga putri majikannya yang cantik. Meski awalnya direndahkan karena statusnya, rahasia identitas asli Rafli mengubah segalanya. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ringkasan Dimanja Tiga Majikan Cantik
Rafli tidak pernah menduga tugas barunya adalah menemani tiga putri majikannya yang menawan. Sebagai pelayan biasa, ia kerap dipandang sebelah mata dan direndahkan oleh mereka. Namun, situasi berbalik sepenuhnya saat identitas asli Rafli yang sebenarnya mulai terungkap ke permukaan. Mengetahui kebenaran tersebut, ketiga wanita itu justru berbalik memohon untuk menjadi pasangannya. Kisah asmara modern yang penuh intrik status sosial ini menanti untuk Anda ikuti.
Baca Selengkapnya

Dimanja Tiga Majikan Cantik Bab 1

"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!"

Menemani tiga anak gadis majikanku yang cantik dan masih bujang, siapa yang menolak. Tapi, statusku yang hanya pelayan biasa, membuatku direndahkan. Sampai akhirnya mereka tahu diriku yang sebenarnya, mereka memohon-mohon untuk jadi wanitaku.

"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!"

Belum sempat aku menjawab "Inggih" atau sekadar mengangguk patuh, suara ketus dari arah tangga langsung memotong pembicaraan kami.

Itu Nona Shella, anak sulung Nyonya Alika yang cantiknya luar biasa, tapi galaknya melebihi induk macan yang sedang menyusui.

Wanita muda itu mengenakan kemeja kerja yang dua kancing atasnya sengaja dibuka, memperlihatkan leher jenjang dan tulang selangkanya yang begitu menggoda.

"Mama emang ga mikir dua kali, ya? Ngapain masukin orang kampung ini ke dalam rumah utama? Dia itu cuma sopir, Ma, badannya dekil, item, mana bau lagi! Udah bener dia jadi sopir aja, malah dijadiin pelayan, terus disuruh tinggal pula!"

Aku hanya bisa menunduk semakin dalam sambil meremas topi kumalku, merasakan panas menjalar di telinga bukan karena marah, tapi karena malu menyadari betapa jauhnya perbedaan kasta di antara kami.

Memang benar kata Nona Shella, aku ini cuma pemuda desa yang merantau demi biaya berobat Emak.

Aku pun diam saja karena tidak enak dengan Nyonya Alika, mengingat dia berjanji membiayai terapi Emakku di desa, asal aku mau menjadi pelayan di rumahnya.

Tapi jujur saja, saat Nona Shella marah-marah begitu, dadanya yang naik-turun dengan cepat justru membuat mataku salah fokus, membayangkan betapa sesaknya kancing kemeja itu menahan bola-bola padat di baliknya.

"Shella, jaga bicara kamu! Rafli ini rajin, dia juga kuat angkat-angkat barang berat, kita butuh laki-laki di rumah ini untuk jaga-jaga. Lagipula, paviliun belakang itu kosong dan Rafli bisa sekalian jadi pelayan kalau sopir lagi enggak dibutuhkan."

"Terserah Mama deh, awas aja kalau dia berani macem-macem atau nyolong barang!" Nona Shella mendengus kasar, kemudian pergi ke dapur sambil bermain ponsel.

"Jangan dimasukkan hati ya, Rafli, dia memang begitu kalau lagi capek kerja," ucap Nyonya Alika sambil menepuk bahuku pelan, sentuhan tangannya yang halus terasa hangat menembus kain baju seragamku yang tipis.

"Ba-baik, Nyonya, terima kasih banyak sudah boleh tinggal di sini," jawabku gugup.

Nyonya Alika kemudian terlihat menghampiri kamar Nona Sora, si bungsu yang paling manja, kemudian mengingatkan gadis itu untuk tidur karena besok ada kuliah pagi, sebelum akhirnya Nyonya Alika sendiri masuk ke kamar utamanya.

Suasana rumah besar itu mendadak sepi, hanya terdengar suara gemuruh hujan dan petir yang menyambar sesekali.

Aku baru saja meletakkan tas bututku di kamar pelayan yang sempit, ketika teringat kalau mobil kesayangan Nyonya Alika belum kucuci sehabis dipakai menerobos banjir tadi sore.

Lampu garasi sengaja tidak kunyalakan semua demi menghemat listrik majikan, hanya lampu temaram dari teras samping yang menerangi area itu.

Namun, langkahku terhenti mendadak saat melihat ada seseorang duduk di kursi rotan pojok garasi.

Itu Nona Sora.

Dia adalah mahasiswi baru dan sekarang sedang duduk santai sambil menonton film di tabletnya, kakinya diselonjorkan ke kursi lain.

Napasku tercekat di tenggorokan saat melihat apa yang dia kenakan.

Nona Sora hanya memakai kaus oblong putih kebesaran yang tipis dan celana gemes super pendek yang bahkan nyaris tak bisa menutupi pangkal pahanya.

Paha putih mulus yang padat berisi itu terpampang nyata di depan mataku, bersinar remang-remang tertimpa cahaya lampu teras, terlihat begitu lembut dan kenyal seperti tahu sutra yang baru matang.

"Waduh, cobaan macam apa lagi ini, Gusti. Mulus banget, sumpah. Gadis desa banyak, sih, yang mulus, tapi ga semulus itu. Putihnya udah kayak tembok aja!”

Nguk!

Ngiek!

“Oiiii, asem lah, jangan bangun oii, Gatot!" Aku menepuk-nepuk si Gatot agar dia tidak semakin menegak.

Tapi…

Nona Sora sepertinya tidak menyadari kehadiranku karena dia memakai headphone besar di telinganya, sesekali dia terkikik geli sambil mengubah posisi duduknya, membuat kaus itu tersingkap sedikit lebih tinggi dan memperlihatkan pangkal pahanya yang menggoda.

Aku buru-buru memalingkan wajah ke arah mobil, takut kalau terus-terusan melihat nanti mataku bintitan atau malah si Gatot bangun dan memberontak minta jatah.

Dengan langkah pelan agar tidak mengganggu Nona Sora, aku berjalan menuju mobil sedan mewah milik Nona Shella yang terparkir di sebelah mobil reborn klasik keluaran terbaru berwarna hitam.

Anehnya, meskipun mesin mobil itu mati, aku mendengar suara-suara aneh dari arah sana, seperti suara orang sedang berbisik-bisik atau menahan sakit.

Plak!

Plak!

Plak!

Semakin dekat aku melangkah, semakin jelas suara itu terdengar di sela-sela suara hujan.

Dan… sialan!

Itu suara desahan napas yang memburu dan suara dua sejoli beradu "plak, plak, plak", dan iramanya teratur.

Karena penasaran dan takut ada maling yang bersembunyi di dalam mobil majikanku, aku memberanikan diri untuk mengintip dari kaca samping yang tidak terlalu gelap.

Mataku melotot nyaris keluar dari kelopaknya saat melihat pemandangan di dalam sana melalui celah embun yang sedikit bersih.

Di jok depan yang sudah direbahkan itu, Nona Shella sedang berada dalam posisi yang sangat tidak senonoh, duduk di pangkuan seorang pria asing sambil bergerak naik-turun dengan tempo cepat.

Kemeja kerjanya sudah terbuka lebar, memperlihatkan dua bukit kembarnya yang berguncang hebat mengikuti irama gerakan tubuhnya, sementara kepalanya mendongak ke atas dengan mulut terbuka lebar mendesahkan nikmat.

"Oh, yes, ahh… Iya, iya, di situ, terus, Sayang, percepat lagi!"

"Aku bentar lagi sampai puncak!"

Jadi, pacar Nona Shella yang katanya anak pejabat itu diam-diam menyelinap masuk ke garasi saat hujan deras begini?

Pantas saja tadi Nona Shella marah-marah saat aku masuk, ternyata dia takut aksi kuda-kudaan rahasianya ketahuan orang rumah.

Keringat dingin mulai mengucur di pelipisku, pemandangan tubuh indah Nona Shella yang biasanya tertutup rapat pakaian kantor yang rapi.

Kemeja putihnya sudah terbuka lebar hingga ke perut, menampilkan dua dada montok nan putih mulus yang basah oleh keringat, berguncang hebat ke atas dan ke bawah, mengikuti tempo pinggulnya yang menghantam pangkuan pria itu.

Setiap kali tubuhnya terhempas turun, gundukan kenyal itu terguncang liar seolah ingin tumpah keluar, menciptakan hipnotis yang membuat akal sehatku hilang seketika.

Darahku mendidih, mengalir deras ke satu titik hingga si Gatot terbangun paksa dan menegang sakit di balik celana kainku yang sempit, berkedut-kedut ingin ikut serta dalam pesta di dalam sana.

Seharusnya aku lari, tapi kaki sialan ini malah terpaku, menikmati bagaimana paha mulus Nona Shella yang terbuka lebar itu menjepit pinggang pacarnya dengan erat.

Si Gatot di bawah sana justru berdenyut antusias merespons pemandangan live show gratis yang baru saja kusaksikan.

Tanpa sadar, kakiku mundur selangkah dan menginjak ranting kering yang terbawa angin ke lantai garasi.

KRAK!

Suara patahan ranting itu terdengar cukup keras di tengah kesunyian garasi, membuat gerakan liar di dalam mobil itu terhenti seketika.

Dua pasang mata dari dalam mobil menoleh panik ke arahku yang berdiri mematung dengan ember di tangan dan wajah bodoh yang tak berdosa.

"Mampus aku, kayaknya aku ketahuan sama Nona Shella!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dimanja Tiga Majikan Cantik

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bapakku Dukun
9.4
Dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakat sekitar adalah makanan sehari-hari bagi sang protagonis. Keluarganya dituduh sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan, bahkan ayahnya kerap dicap gila. Sejak kecil, ia terbiasa menyaksikan berbagai kematian tragis di sekitarnya. Alih-alih peduli pada cemoohan orang, ia tetap bertahan hingga sebuah kebenaran besar akhirnya terkuak secara alami. Alih-alih malu, ia justru merasa bangga bahwa ayahnya adalah seorang dukun.
Sampul Novel Larisa
9.5
Pasca kecelakaan maut merenggut orang tuanya, Larisa diasuh oleh kerabat lama mereka. Meski tumbuh di lingkungan penuh kasih, ia harus menghadapi sikap dingin dari putra keluarga tersebut yang sering mengabaikannya. Takdir mengejutkan memaksa Larisa terikat dalam pernikahan dengan pria kaku itu. Mampukah Larisa bertahan dan menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga yang penuh jarak? Ikuti perjuangan Larisa menghadapi dinamika tak terduga bersama suami barunya.
Sampul Novel My Lovely Man
8.8
Didikan keras sang ibu membentuk Nathasia Marieta menjadi sosok wanita angkuh yang sulit didekati. Trauma masa lalu membuatnya membangun tembok tinggi, hingga pria mana pun merasa enggan untuk mencoba mendekat. Ucapan pedasnya pun kerap kali melukai perasaan orang lain. Namun, segala pandangan hidupnya yang dingin mulai goyah saat ia bertemu dengan seorang pria tak terduga yang perlahan mampu mengubah perspektifnya tentang dunia dan perasaan.
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU
9.3
Setelah menghilang tanpa jejak selama sepuluh tahun dan sempat dinyatakan wafat, suami Laksmi tiba-tiba kembali ke rumah. Namun, kepulangannya justru membawa suasana mencekam bagi sang istri. Laksmi menemukan sebuah kebiasaan mengerikan yang dilakukan suaminya, yakni mengumpulkan serta menyimpan pembalut bekas pakai secara sembunyi. Perilaku ganjil tersebut memicu kecurigaan besar di benak Laksmi tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini.
Sampul Novel Ranjang Panas Tuan Mafia
9.0
Leo De Vana, pemimpin bengis mafia Cosa Nostra, telah menutup hatinya selama lima tahun akibat pengkhianatan masa lalu. Kebenciannya pada wanita runtuh seketika saat ia terobsesi pada seorang siswi SMA dalam pandangan pertama. Haus akan kepemilikan, sang predator memerintahkan anak buahnya untuk menangkap gadis itu malam ini juga. Demi menjerat sang mangsa selamanya, Leo nekat merampas kehormatannya agar ia menjadi milik mutlak sang tuan mafia.
Sampul Novel Salahkah Aku Mendua
9.2
Astrid terjebak dalam pernikahan hambar akibat perjodohan. Sikap dingin Tristan yang terus mengabaikan kehadirannya sebagai istri memicu luka mendalam. Kecewa karena tak dianggap, Astrid memutuskan kembali ke pelukan mantan kekasihnya, Deon. Tak sekadar mencari kenyamanan, ia menyusun rencana balas dendam demi memberi pelajaran pada suaminya. Astrid bahkan mengancam akan mencari pria lain jika Deon menolak. Ikuti lika-liku pengkhianatan ini sekarang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan