Sampul Novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati

9.1 / 10.0
Dalam web novel SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati, Gema harus menghadapi kenyataan pahit saat Anita menikah dengan ayahnya. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Gema mempertahankan ambisinya di tengah konflik keluarga dan status baru Anita sebagai ibu tiri.
Ringkasan SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati
Hati Gema Dirgantara hancur berkeping-keping saat pulang ke rumah. Wanita yang sangat ia puja, Anita, ternyata telah resmi dipersunting oleh Angga Wijaya, ayah kandungnya sendiri. Kini, sosok yang ia cintai itu harus ia panggil dengan sebutan ibu tiri. Terjebak dalam takdir yang rumit, Anita pun harus berjuang menjalani peran barunya sebagai orang tua bagi pria yang sebenarnya ia cintai. Bagaimana kelanjutan kisah cinta terlarang mereka di bawah satu atap?
Baca Selengkapnya

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati Bab 1

"Saya nikahkan dan kawinkan, Ananda Anita Apsari binti Almarhum Sueb, dengan Angga Wijaya dengan maskawin emas seberat satu kilogram, uang sepuluh juta, satu unit rumah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"

"Saya terima nikahnya, Anita Apsari binti Almarhum Sueb dengan maskawin dibayar ... Tunai!" tegas pria itu dalam sekali tarikan napas.

"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Ketua Pengulu yang bertugas sambil melihat kiri dan kanannya.

"Sah!" ucap seorang pria yang duduk di sebelah kanan.

"Sah!" ucap yang lainnya di sisi kiri.

Setelah para saksi menyatakan 'Sah!' Ketua Penghulu itu, segera memimpin doa bersama. Kedua insan yang kini telah sah menjadi suami istri secara agama itu, ikut mengaminkan doa tersebut.

"Ayah, kenapa di luar banyak ..." Kalimat itu tergantung di ujung tenggorokan bersamaan dengan sorot matanya yang menatap lurus ke sudut ruangan.

Suara itu seketika memecah keheningan di sana. Seorang pemuda, memasuki ruangan dengan langkah cepat dan raut wajah keheranan. Namun, ayunan kakinya terhenti beberapa langkah dari bibir pintu.

Seluruh pasang mata tertuju padanya. Seketika itu juga, mimik wajah pemuda itu berubah menjadi tegang dan rasa tidak percaya.

"Ada apa ini?" tanyanya terdengar sangat pelan sambil berjalan mendekati mereka yang telah mengisi ruangan tersebut.

Pria setengah baya yang memiliki nama lengkap Angga Wijaya itu, beranjak bangun dari tempatnya. Di waktu yang hampir bersamaan, wanita yang baru saja sah menjadi istrinya itu, ikut bangun dari duduknya.

"Apa yang terjadi di sini, Yah? Jelaskan kepadaku? Kenapa Ayah memakai baju pengantin dan Anita ..."

Ia seolah tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan akan ada acara kumpul-kumpul seperti ini.

"Kenapa Anita memakai baju pengantin juga? Apa kalian ...?"

Ditatapnya kedua orang itu bergantian, penuh tanda tanya.

"Ayah akan jelaskan semua ini. Kamu tenangkan diri dulu ya," ucap Angga Wijaya penuh kehati-hatian.

***

Setengah jam kemudian. Suasana ruangan sudah sepi, hanya ada tiga orang saja di sana.

Angga Wijaya, Anita dan pemuda dua puluh lima tahun, yang tidak lain adalah putra satu-satunya Angga Wijaya.

"Jelaskan padaku, Yah. Kenapa kalian menikah? Anita adalah kekasihku, Yah. Dia itu calon membantumu, bukan seseorang yang seenaknya kau jadikan istri!" Suaranya begitu bergetar.

Gema Dirgantara, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya di hadapan sang ayah dan wanita yang selama ini telah mengisi relung hatinya.

"Aku sangat mencintai, Anita, Yah! Aku berniat untuk menikahi Anita dalam waktu dekat, tapi apa yang Ayah perbuat hari ini? Aku kecewa banget, Yah!"

Angga Wijaya masih diam tanpa kata. Begitu juga dengan Anita. Keduanya masih mengenakan pakaian pengantin. Kebaya putih untuk wanita dan setelan jas hitam untuk sang pria.

Gema memijat keningnya yang mulai terasa sakit. Selama sebulan terakhir ia berada di luar kota, untuk urusan bisnis, tapi mengapa setelah ia kembali, sesuatu telah terjadi di dalam keluarga ini. Hal, yang sama sekali bahkan tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikirannya.

Bagaimana bisa, sosok yang selama ini ia hormati dan banggakan, malah menikungnya seperti ini. Menikahi wanita, yang sangat ia cintai, tanpa sepengetahuan ia sebelumnya?

"Kenapa Ayah diam saja? Jawab aku, Yah! Aku butuh jawaban dari Ayah! Kenapa Ayah menikah dengan wanita, yang jelas-jelas Ayah tahu, kalau aku sangat mencintainya! Apa Ayah ingin aku mati secara perlahan-lahan?"

"Jawab aku, Yah!!!" teriak pemuda itu, dengan wajah yang sudah merah padam karena emosi memuncak.

Angga Wijaya mengangkat pandanganya. Setelah diam untuk waktu yang lama, akhirnya ia baru bisa menatap kedua mata sang putra.

"Kami saling mencintai," ucap Angga Wijaya serius tanpa berkedip. Satu kalimat langsung menjawab semuanya.

Gema menahan napasnya. Rasa tidak percaya semakin memberontak di dalam raganya. Sorot matanya sudah tak setajam sebelumnya. Hanya saja, tubuhnya seperti mati rasa sekarang.

"Bohong!"

"Ayah, pasti berbohong padaku! Anita tidak mungkin mencintai Ayah. Dia hanya mencintaiku. Ya, kan Anita?"

Demi menjawab rasa ketidakpercayaannya itu, Gema langsung menarik tangan Anita, yang sekarang telah berstatus ibu di atas kertas baginya.

Gema menatap Anita penuh haram. Berharap, apa yang barusan ia dengar, tidaklah benar. Semua ini sekedar mimpi. Wajahnya sudah sangat berkeringat, menanti jawaban dari sang pujaan hati.

"Jawab pertanyaanku, Anita. Apa kamu mencintai Ayahku?"

Pertanyaan itu, langsung mendapat anggukan kepala dari Anita. "Iya, aku mencintai Mas Angga." Dia mempertegas pengakuannya dengan sebuah kalimat disertai tatapan teduh, yang memiliki banyak arti.

"Kamu pasti berbohong padaku, Anita!"

Gema sudah mengangkat sebelah tangannya, siap melayangkan sebuah pukulan. Namun, diwaktu bersamaan, Angga Wijaya langsung menggenggam pergelangan tangan putranya itu.

"Jangan pernah, kau main tangan kepada Ibumu! Sekarang, dia adalah Ibumu! Kau harus menghormatinya, sebagaimana bakti seorang anak terhadap orang tuanya!" tegas Angga Wijaya dalam satu tarikan napas.

Gema menarik tangannya kasar. "Aku tidak akan pernah menganggap dia sebagai ibuku! Sampai kapanpun juga, dia bukanlah Ibuku! Aku sangat mencintai Anita. Ayah tidak bisa mengubah hal tersebut!" sungutnya, yang nada suaranya tidak kalah tinggi dari sang ayah.

PLAAAKKKKKK!

Tamparan keras mendarat di pipi Gema. Saking kencangnya tamparan, hingga meninggalkan bekas merah di pipi. Tubuh pemuda itu sedikit terhuyung. Namun, ia masih bisa berdiri.

"Ayah, menamparku, demi wanita itu?" ucap Gema terdengar lirih sambil menyentuh pipinya yang masih terasa nyeri itu.

Rasa sakitnya tak seberapa, jika dibandingkan dengan pengkhianat yang dilakukan Anita sang ayah di belakangnya.

"Selama ini, Ayah kasar padaku karena aku melakukan kesalahan, tapi sekarang ... Ayah menamparku karena aku tidak ingin menganggapnya sebagai Ibu!"

Dia menunjuk wajah Anita penuh kemarahan. Gema tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dari wanita yang sangat ia cintai itu.

"Aku tidak akan sudi, menjadikan wanita murahan seperti dia, sebagai ibuku!" tegasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Anita.

Angga Wijaya menarik kerah baju sang putra tanpa ragu.

PLAAAKKKKKK!

Satu lagi tamparan keras mendarat di wajah pemuda dua puluh lima tahun itu. Emosinya telah di ubun-ubun. Angga Wijaya paling tidak suka, jika seorang wanita mendapat penghinaan di depan matanya.

Kali ini Gema tidak memegangi pipinya. Dia sedikit mendongak, kemudian tertawa keras.

"Kenapa kamu, Anak Durhaka?!" seru Angga Wijaya yang mulai menipis kesabarannya.

Mendengar kalimat tersebut, Gema pun mengalihkan pandangannya. "Ouh. Jadi, sekarang Ayah menganggap aku sebagai anak durhaka?" Dia mengangguk-anggukkan kepalanya disertai senyuman kepalsuan.

"Belum satu jam, wanita ini menjadi bagian keluarga ini dan seketika, semuanya berubah. Ayah menganggapku anak durhaka. Lantas, kau Tuan Angga Wijaya ... Seperti apa diri Anda sekarang? Pria yang merebut kekasih putranya, demi kepuasannya sendiri?" sungut Gema sampai wajahnya mendongak. Menjatuhkan tatapan tajam seperti orang yang ingin mengajak tawuran.

"DIRGANTARA!!!" teriak Angga Wijaya sangat kencang dan sebelah tangannya sudah terangkat ke atas

"CUKUP, MAS!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku Setelah Ayah Mati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Pernah Mencintaimu, Sebatas Itu
8.8
Selama lebih dari dua puluh tahun, Talia Lewis hidup dalam limpahan kasih sayang Tristan Howard. Talia sangat meyakini bahwa hubungan mereka akan berujung pada pernikahan, membangun keluarga, dan menua bersama dalam kebahagiaan. Namun, semua harapan indah tentang masa depan itu seketika runtuh. Tristan tiba-tiba kembali ke rumah dengan membawa seorang gadis asing, lalu memperkenalkan perempuan tersebut kepada Talia sebagai kakak iparnya, mengubah segalanya dalam sekejap.
Sampul Novel Gairah di Jalur Umum
8.0
Kisah dalam novel modern Gairah di Jalur Umum bermula ketika seorang adik ipar memutuskan menginap demi membantu kakak iparnya, memenuhi permintaan sang kakak kandung yang sedang terganggu kesehatannya. Namun, keputusan ini membawa konsekuensi tak terduga. Di bawah pengaruh alkohol pada suatu malam, batas-batas mulai memudar hingga memicu ledakan naluri liar yang tak terkendali di antara mereka, mengubah situasi rumah tangga tersebut selamanya.
Sampul Novel Istri Kontraknya Ingin Bercerai
8.2
Emalee terjebak dalam pernikahan kontrak setelah malam tak terduga dengan Jonny. Namun, ia menyadari suaminya masih mencintai masa lalunya. Saat wanita dari hati Jonny kembali, Emalee menyerah dan meminta cerai demi mengakhiri penderitaannya. Tak disangka, Jonny yang dingin justru menolak keras. Ia menegaskan bahwa Emalee adalah miliknya selamanya. Di keluarga itu, kematian adalah satu-satunya jalan keluar karena perceraian tidak pernah diizinkan.
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy
9.6
Terhimpit kemiskinan dan tekanan kaum elit, Fahira terpaksa mengesampingkan prinsip hidupnya demi menjadi sugar baby milik Fatih. Meski batinnya berontak, tawaran sang CEO tampan itu menjadi satu-satunya jalan keluar dari jerat nestapa. Kehidupan Fahira pun berubah drastis berkat gelimang harta, namun kemewahan tersebut nyatanya membawa petaka baru. Ia kini harus menghadapi berbagai sabotase licik dari saudara sepupunya sendiri yang berusaha menghancurkannya.
Sampul Novel Nasib Seorang Wanita Proyek
8.4
Kehidupan di lokasi proyek ternyata jauh dari bayangan privasi yang biasa bagi protagonis Nasib Seorang Wanita Proyek. Tinggal di mes dengan sekat yang sangat minim membuat setiap suara terdengar jelas. Ketika sepasang suami istri di ranjang sebelah—yang jaraknya bahkan kurang dari dua meter—mulai melakukan hubungan intim tanpa henti, keheningan malamnya terusik. Suara yang terus terdengar itu memicu ketegangan dan membangkitkan hasrat tersembunyi yang sulit ia kendalikan sendirian di tengah malam.
Sampul Novel WANITA PANGGILAN
9.2
Yesha Sasmaya hancur setelah dikhianati sahabatnya, Keya Olivia, yang berselingkuh dengan kekasihnya, Kai Marvin. Di tengah keputusasaan hidup sebatang kara, ia menghilang dan bertemu Elena. Kini, Yesha bangkit sebagai Mayasha, seorang wanita panggilan yang menutup rapat hatinya dari cinta. Namun, pertemuannya dengan Lian Erza, pria yang menyimpan luka serupa, mulai menggoyahkan prinsipnya. Akankah Mayasha menemukan cinta sejati atau justru kembali terperosok dalam duka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan